فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

Maka mereka bersikap angkuh terhadap perintah Tuhan mereka, lalu petir menyambar mereka, sedang mereka menyaksikan,

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَعَتَوْاfa-'atawmaka mereka bersikap angkuh
  2. عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ'an amri rabbihimterhadap perintah Tuhan mereka
  3. فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُfa-akhadzat-humu sh-shaa'iqatulalu petir menyambar mereka
  4. وَهُمْ يَنْظُرُونَwa-hum yanzhuruunasedang mereka menyaksikan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَعَتَوْاfa-'atawmaka mereka membangkang
  2. عَنْ'andari
  3. أَمْرِamriurusan
  4. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  5. فَأَخَذَتْهُمُfa-akhadzat-humumaka menimpa mereka
  6. الصَّاعِقَةُsh-shaa'iqatuhalilintar
  7. وَهُمْwa-humdan mereka
  8. يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang

Inti bacaan

Momen dramatis 'petir menyambar mereka sedang mereka menyaksikan', konsekuensi yang datang dengan kesadaran penuh, bukan tanpa peringatan sama sekali.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kesombongan Tsamud terhadap perintah Tuhan berujung pada azab petir yang mereka saksikan sendiri kedatangannya.

Renungan dan Hikmah

  • Petirnya datang Allah sebutkan saat mereka menyaksikan. Bukan tiba-tiba. Sambil melihat.
  • Yang mereka angkuhi perintah Tuhan, bukan orangnya. Bukan menolak rasul. Menolak perintah.
  • Akibatnya disebut Allah di ayat sesudahnya. Disambar dulu. Tak bisa bangun kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-t-w, a-m-r, r-b-b, a-kh-dz, s-'-q, n-zh-r): ataw an amr rabbihim diterjemahkan 'angkuh terhadap perintah Tuhan' (akar '-t-w + akar '-m-r); saa'iqah diterjemahkan 'petir' (akar s-'-q); yanzhuruun diterjemahkan 'menyaksikan' (akar n-zh-r). gloss '(-nya)' dibuang.