فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ
Maka mereka bersikap angkuh terhadap perintah Tuhan mereka, lalu petir menyambar mereka, sedang mereka menyaksikan,
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَعَتَوْاfa-'atawmaka mereka bersikap angkuh
- عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ'an amri rabbihimterhadap perintah Tuhan mereka
- فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُfa-akhadzat-humu sh-shaa'iqatulalu petir menyambar mereka
- وَهُمْ يَنْظُرُونَwa-hum yanzhuruunasedang mereka menyaksikan
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَعَتَوْاfa-'atawmaka mereka membangkang
- عَنْ'andari
- أَمْرِamriurusan
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- فَأَخَذَتْهُمُfa-akhadzat-humumaka menimpa mereka
- الصَّاعِقَةُsh-shaa'iqatuhalilintar
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
Inti bacaan
Frasa (وَهُمْ يَنْظُرُونَ, wa-hum yanzhuruuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:6 dan 51:44.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَعَتَوْا, fa-'ataw) yang berarti "maka mereka bersikap angkuh", dari akar ع-ت-و. Awalan fa- yang berarti "maka" menyambung ayat ini ke 51:43, tempat Tsamud disebut dan dikatakan kepada mereka (تَمَتَّعُوا, tamatta'uu) yang berarti "bersenang-senanglah kalian". Bentuk (فَعَتَوْا, fa-'ataw) yang berarti "maka mereka bersikap angkuh" muncul satu kali, yaitu di 51:44. Dengan awalan lain, (وَعَتَوْا, wa-'ataw) yang berarti "dan mereka melampaui batas" muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:77 dan 25:21, dan bentuk tanpa awalan (عَتَوْا, 'ataw) yang berarti "mereka melampaui batas" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 7:77, 7:166, 25:21, dan 51:44.
Terjemahan memilih "bersikap angkuh" karena akar ini di ayat lain bersanding dengan kesombongan. Di 25:21 bunyi (وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًا, wa-'ataw 'utuwwan kabiiran) yang berarti "dan mereka benar-benar melampaui batas" didahului (اسْتَكْبَرُوا, istakbaruu) yang berarti "mereka menyombongkan diri". Di 7:75 dan 7:76 pemuka Tsamud disebut dengan (اسْتَكْبَرُوا, istakbaruu) yang berarti "mereka menyombongkan diri", lalu 7:77 memuat (وَعَتَوْا, wa-'ataw) yang berarti "dan mereka melampaui batas". Di 67:21 bunyi (فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ, fii 'utuwwin wa-nufuurin) yang berarti "dalam kesombongan dan menjauh" menyandingkan akar yang sama dengan sikap menjauh. Rangkaian (عَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ, 'ataw 'an amri rabbihim) yang berarti "mereka bersikap angkuh terhadap perintah Tuhan mereka" muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:77 dan 51:44. Terjemahan 7:77 menulis "mereka durhaka terhadap perintah Tuhan mereka" untuk rangkaian itu, dan kalimat di sana memuat penyembelihan unta betina, sedangkan 51:44 tidak memuat tindakan sebelumnya selain ucapan di 51:43.
Kata (أَمْرِ, amri) yang berarti "perintah" berakar أ-م-ر, dan (رَبِّهِمْ, rabbihim) yang berarti "Tuhan mereka" berakar ر-ب-ب, ditulis rabbihim dengan bb karena huruf ب bertasydid. Sikap terhadap perintah Tuhan memakai huruf (عَنْ, 'an) yang berarti "dari" di empat ayat, yaitu 7:77, 18:50, 51:44, dan 65:8. Pada 18:50 pelakunya Iblis dalam bunyi (فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ, fa-fasaqa 'an amri rabbihi) yang berarti "lalu dia mendurhakai perintah Tuhannya", dan pada 65:8 sebuah negeri dalam bunyi (عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا, 'atat 'an amri rabbihaa) yang berarti "mendurhakai perintah Tuhannya". Frasa (أَمْرِ رَبِّهَا, amri rabbihaa) yang berarti "perintah Tuhannya" muncul dua kali di dua surah, yaitu 46:25 dan 65:8. Di 46:25 frasa itu didahului huruf bi- dalam (بِأَمْرِ رَبِّهَا, bi-amri rabbihaa) yang berarti "dengan perintah Tuhannya", dan menyertai angin yang menghancurkan segala sesuatu. Di 65:8 frasa itu didahului 'an, dan menyertai negeri yang mendurhakai. Sebagai kontras, kedua huruf itu sejalan dengan perbedaan sikap yang dilaporkan kedua ayat, dan terjemahan 51:44 memakai "terhadap" untuk 'an.
Kata kerja kedua, (فَأَخَذَتْهُمُ, fa-akhadzat-humu) yang berarti "lalu menyambar mereka", berakar أ-خ-ذ dan memuat fa- yang berarti "lalu", kata kerja "mengambil" di tengah, serta akhiran -humu yang berarti "mereka". Bunyi ini muncul delapan kali di enam surah, yaitu 4:153, 7:78, 7:91, 15:73, 15:83, 23:41, 29:37, dan 51:44. Pelaku yang mengikutinya berganti: (الصَّاعِقَةُ, sh-shaa'iqatu) yang berarti "petir" di 4:153 dan 51:44, (الرَّجْفَةُ, r-rajfatu) yang berarti "gempa" di 7:78, 7:91, dan 29:37, serta (الصَّيْحَةُ, sh-shayhatu) yang berarti "suara yang menggelegar" di 15:73, 15:83, dan 23:41. Terjemahan memilih "menyambar" di 4:153, 23:41, dan 51:44, dan "menimpa" di 7:78, 7:91, 15:73, 15:83, dan 29:37.
Untuk Tsamud sendiri, ayat lain memakai sebutan yang berbeda bagi apa yang menimpa mereka. Kisah yang dibuka 7:73 dengan (ثَمُودَ, tsamuuda) yang berarti "Tsamud" menyebut (الرَّجْفَةُ, r-rajfatu) yang berarti "gempa" di 7:78. Di 11:67, dalam kisah yang 11:68 menyebut Tsamud, ada (الصَّيْحَةُ, sh-shayhatu) yang berarti "suara yang menggelegar". Di 41:17 tertulis (صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ, shaa'iqatu l-'adzaabi l-huuni) yang berarti "petir azab yang menghinakan", dan di 41:13 (صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ, shaa'iqati 'aadin wa-tsamuuda) yang berarti "petir Ad dan Tsamud". Di 69:5 tertulis (بِالطَّاغِيَةِ, bi-th-thaaghiyati) yang berarti "dengan yang melampaui batas". Ayat-ayat itu tidak menjelaskan hubungan antarsebutan, sehingga 51:44 terbaca sebagai satu dari beberapa penyebutan dan tidak sebagai uraian yang mencakup semuanya.
Kata (الصَّاعِقَةُ, sh-shaa'iqatu) yang berarti "petir" berakar ص-ع-ق dan, dengan kata sandang serta bunyi akhir yang sama, muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 2:55, 4:153, dan 51:44. Bentuk jamaknya (الصَّوَاعِقِ, sh-shawaa'iqi) yang berarti "petir" ada di 2:19, dan (الصَّوَاعِقَ, sh-shawaa'iqa) yang berarti "petir" di 13:13. Terjemahan menulis "halilintar" di 2:55 dan "petir" di 4:153, 41:13, 41:17, dan 51:44. Akar yang sama muncul pada keadaan orang yang terkena, yaitu (فَصَعِقَ, fa-sha'iqa) yang berarti "maka matilah" di 39:68 dan (صَعِقًا, sha'iqan) yang berarti "pingsan" di 7:143, sehingga kata (الصَّاعِقَةُ, sh-shaa'iqatu) yang berarti "petir" dapat dibaca menyebut yang mengenai, dan dua bentuk tadi menyebut keadaan yang dikenai.
Ayat ditutup dengan (وَهُمْ يَنْظُرُونَ, wa-hum yanzhuruuna) yang berarti "sedang mereka menyaksikan", dari akar ن-ظ-ر. Awalan wa- pada (وَهُمْ, wa-hum) yang berarti "sedang mereka" menerangkan keadaan mereka pada saat petir menyambar. Frasa (وَهُمْ يَنْظُرُونَ, wa-hum yanzhuruuna) yang berarti "sedang mereka menyaksikan" muncul dua kali di dua surah, yaitu 8:6 dan 51:44, dan di 8:6 frasa itu didahului (يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ, yusaaquuna ilaa l-mawti) yang berarti "mereka dihalau kepada kematian". Padanannya untuk orang kedua, (وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ, wa-antum tanzhuruuna) yang berarti "sedang kalian menyaksikan", muncul tiga kali di dua surah, yaitu 2:50, 2:55, dan 3:143, dan di 2:55 padanan itu didahului (فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ, fa-akhadzat-kumu sh-shaa'iqatu) yang berarti "maka halilintar menyambar kalian".
Akar ن-ظ-ر juga memuat arti "menunggu". Bunyi (هَلْ يَنْظُرُونَ, hal yanzhuruuna) yang berarti "tidakkah mereka menunggu" muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 2:210, 6:158, 7:53, 16:33, 35:43, 43:66, dan 47:18, dan (قِيَامٌ يَنْظُرُونَ, qiyaamun yanzhuruuna) yang berarti "berdiri menunggu" ada di 39:68. Dua arti itu terbuka bagi 51:44, dan terjemahan memilih "menyaksikan" seperti di 2:50, 2:55, dan 3:143, serta "melihat" di 8:6, tempat kata kerja yang sama menyusul peristiwa yang sedang menimpa mereka.
Tafsiran
Ayat ini berada di tengah tiga ayat tentang Tsamud. Ayat 51:43 membuka dengan ucapan "Bersenang-senanglah sampai suatu waktu", tanpa menyebut siapa yang mengucapkannya dan tanpa menyebut panjang waktunya. Di 11:65, dalam kisah Tsamud, (تَمَتَّعُوا, tamatta'uu) yang berarti "bersenang-senanglah kalian" disusul "selama tiga hari", sedangkan 51:43 berhenti pada "suatu waktu". Ayat 51:44 memuat dua perbuatan, satu dari mereka dan satu dari petir, lalu satu keadaan mereka. Ayat 51:45 menyusul dengan akibatnya: mereka tidak mampu bangun dan bukan orang yang bisa menolong diri sendiri. Tiap ayat memuat satu tahap, yaitu kelonggaran, penolakan beserta sambaran, lalu akibat.
Pelaku dalam ayat ini berpindah dua kali. Kata kerja pertama menyebut mereka sebagai pelaku, kata kerja kedua menyebut petir sebagai pelaku, dan kalimat penutup kembali kepada mereka, kini sebagai yang menyaksikan. Di 51:40 pelaku ditulis "Kami" pada "Kami hukum dia", dan di 51:41 pada "Kami mengirim kepada mereka angin yang membinasakan". Ayat 51:44 tidak memuat kata "Kami", dan pelaku yang tertulis ialah petir. Perbedaan itu dapat dibaca sebagai cara ayat ini memusatkan perhatian pada rangkaian kejadian. Ayat lain menaruh pelepas petir di dalam kalimatnya sendiri, misalnya 13:13: "Dan Dia melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki".
Kisah Tsamud di ayat lain memberi rincian yang tidak ada di sini. Di 7:77, (عَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ, 'ataw 'an amri rabbihim) yang berarti "mereka bersikap angkuh terhadap perintah Tuhan mereka" berada satu kalimat dengan penyembelihan unta betina. Di 41:17 sikap mereka dilaporkan sebagai pilihan, "lebih mencintai kebutaan daripada petunjuk", lalu petir menyambar. Di 51:44 sikap itu ditaruh di antara dua hal yang lebih ringkas, yaitu ucapan di 51:43 dan petir. Ayat ini tidak menyebut Saleh, unta betina, atau petunjuk yang diberikan, sedangkan 7:73 dan 41:17 memuat rinciannya.
Dalam surah, rangkaian 51:38 sampai 51:46 bergerak dari Musa dan Firaun di 51:38 sampai 51:40, ke Ad di 51:41 dan 51:42, ke Tsamud di 51:43 sampai 51:45, lalu kaum Nuh di 51:46. Bagian Musa, Ad, dan Tsamud berakhir pada akibat bagi yang menolak, sedangkan 51:46 menutup kaum Nuh dengan penilaian "kaum yang fasik". Pada Tsamud akibat itu ditandai dua kali, yaitu petir di 51:44 dan ketidakmampuan bangun di 51:45. Penutup 51:44 melaporkan penglihatan mereka, dan 51:45 melaporkan keadaan tubuh mereka. Ayat 2:55 melaporkan hal serupa tentang sekelompok orang lain, yaitu petir menyambar sedang mereka menyaksikan, dengan permintaan untuk melihat Allah secara terang-terangan di kalimat sebelumnya, dan permintaan semacam itu tidak ada di 51:44.
Renungan dan Hikmah
- Di 2:55 sekelompok orang berkata tidak akan beriman kepada Musa sampai mereka melihat Allah secara terang-terangan, lalu petir menyambar mereka sedang mereka menyaksikan. Di 4:153 permintaan serupa untuk diperlihatkan Allah disusul petir yang disebut menyambar karena kezaliman mereka. Di 51:44 penutup ayat memakai pola yang berdekatan untuk Tsamud, dan 51:45 menambahkan bahwa mereka tidak mampu bangun. Orang yang menunda sebuah keputusan sampai buktinya terasa cukup terang dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat ini menaruh penglihatan yang jelas dan keadaan tak berdaya dalam rangkaian yang sama. Bukti sejelas apa yang sedang ditunggu hari ini sebelum sebuah keputusan diambil, dan masih adakah ruang untuk bertindak pada saat bukti itu benar-benar tiba?
- Frasa "terhadap perintah Tuhan mereka" di 51:44 menyebut yang dilampaui sebagai perintah, tanpa menyebut Saleh atau siapa pun yang menyampaikannya. Di 7:73 Saleh mengajak kaumnya mengabdi kepada Allah dan menunjuk unta betina Allah sebagai tanda, dan di 7:77 sikap angkuh itu kembali disebut terhadap perintah Tuhan mereka, sehingga dua ayat itu dapat dibaca berdampingan. Orang yang menilai sebuah ketentuan dari kesan terhadap penyampainya, misalnya gayanya, usianya, atau kedudukannya, dapat memperhatikan bahwa ayat menaruh perhatian pada perintahnya. Terhadap ketentuan apa selama ini sikap seseorang lebih ditentukan oleh penyampainya daripada oleh isinya?
- Ayat 51:43 menyebut kelonggaran dengan kata "sampai suatu waktu", sedangkan 11:65, dalam kisah Tsamud, menyebut "selama tiga hari". Ayat 51:44 menyusul dengan kata "maka" dan tidak menyebut berapa lama kelonggaran itu berlangsung sebelum sikap angkuh tampak. Kata "sampai" di 51:43 sudah menandai bahwa ada batas, walau ukurannya tidak disebut. Orang yang menerima tenggat longgar, misalnya waktu untuk memperbaiki sesuatu, melunasi sesuatu, atau meminta maaf, dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh batas pada kelonggaran yang tidak diberi angka. Pada tenggat tanpa angka yang sedang dipegang seseorang hari ini, kapan batasnya akan terasa tiba, dan siapa yang menentukan saat itu?
- Di 51:44 petir menjadi pelaku kata kerja tanpa kata "Kami". Di 13:13 kalimatnya berbunyi "Dan Dia melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki", dalam ayat yang juga menyebut orang-orang yang berbantah-bantahan tentang Allah. Di 2:19 orang menyumbat telinga karena petir dan takut mati, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah meliputi orang-orang yang kufur. Orang yang menjelaskan sebuah kejadian besar lewat sebab-sebab terdekatnya, misalnya cuaca, kelalaian, atau nasib, dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat tentang petir ini menaruh Allah dalam ayat yang sama dengan petirnya. Sebab mana yang pertama dicari ketika sebuah kejadian besar menimpa, dan adakah pertanyaan tentang siapa yang melepaskannya?
- Ayat 51:44 memuat tiga peran bagi kelompok yang sama dalam satu kalimat: pertama mereka bertindak dengan sikap angkuh, kemudian mereka disambar, lalu mereka menyaksikan. Pelaku berpindah dari mereka ke petir, dan kembali kepada mereka sebagai pengamat. Kalimatnya bergerak dari tindakan ke akibat tanpa tahap tawar-menawar yang dituliskan di antara sikap angkuh dan sambaran. Orang yang sedang menjalani sebuah keputusan penting dapat memperhatikan bahwa ayat ini mencatat peran yang berganti, dari yang memutuskan menjadi yang tinggal melihat. Pada keputusan yang sedang dijalani, di bagian mana seseorang masih memegang kendali, dan apa yang dikerjakannya dengan kendali itu?
- Di 41:17 Tsamud dilaporkan telah diberi petunjuk, tetapi mereka lebih mencintai kebutaan daripada petunjuk, lalu disambar petir azab yang menghinakan. Ayat 41:18 menyusul dengan keterangan bahwa orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa diselamatkan. Ayat 51:44 menaruh sikap angkuh dan petir tanpa menyebut petunjuk di antaranya, sehingga dua ayat itu dapat dibaca sebagai dua laporan tentang kaum yang sama dengan sudut yang berlainan. Orang yang sudah memegang keterangan yang jelas, tetapi memilih arah yang berlawanan dengannya, dapat memperhatikan bahwa 41:17 menyebut pilihan itu sebagai pilihan yang dicintai. Arah mana yang selama ini lebih dicintai daripada keterangan yang sudah dimiliki?