فَمَا اسْتَطَاعُوا مِنْ قِيَامٍ وَمَا كَانُوا مُنْتَصِرِينَ
maka mereka tidak mampu bangun, dan mereka bukanlah orang-orang yang bisa menolong diri sendiri.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَمَا اسْتَطَاعُواfa-maa stathaa'uumaka mereka tidak mampu
- مِنْ قِيَامٍmin qiyaaminbangun
- وَمَا كَانُواwa-maa kaanuudan mereka tidaklah
- مُنْتَصِرِينَmuntashiriinaorang-orang yang bisa menolong diri sendiri
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَمَاfa-maamaka tidak
- اسْتَطَاعُواstathaa'uumereka mampu
- مِنْmindari
- قِيَامٍqiyaaminberdiri
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانُواkaanuumereka adalah
- مُنْتَصِرِينَmuntashiriinaorang-orang yang membela diri
Inti bacaan
Ketidakberdayaan total 'tidak mampu bangun, dan mereka tidak dapat menolong diri sendiri', kelumpuhan yang menyeluruh sebagai akibat dari kesombongan yang dipertahankan.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah Tsamud: mereka tidak berdaya bangkit maupun menyelamatkan diri sendiri dari azab.
Renungan dan Hikmah
- Dua ketidakmampuan disebut Allah sekaligus. Tidak mampu bangun. Tidak bisa menolong diri.
- Yang tadi angkuh kini tak bisa berdiri. Bukan dilawan. Dijatuhkan.
- Petirnya Allah sebut lebih dulu. Disambar sambil melihat. Lalu tak bisa bangun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-w-', q-w-m, k-w-n, n-s-r): maa stataa'uu min qiyaam diterjemahkan 'tak mampu bangun' (akar t-w-' 58 + akar q-w-m); muntasiriin diterjemahkan 'menolong diri sendiri' (akar n-s-r). Selaras.