وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ
Dan kaum Nuh sebelumnya; sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَوْمَ نُوحٍwa-qawma nuuhindan kaum Nuh
- مِنْ قَبْلُmin qablusebelumnya
- إِنَّهُمْ كَانُواinnahum kaanuusesungguhnya mereka adalah
- قَوْمًا فَاسِقِينَqawman faasiqiinakaum yang fasik
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَقَوْمَwa-qawmadan kaum
- نُوحٍnuuhinNuh
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- كَانُواkaanuumereka adalah
- قَوْمًاqawmankaum
- فَاسِقِينَfaasiqiinaorang-orang fasik
Inti bacaan
Frasa (وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ, wa-qawma nuuhin min qablu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:46 dan 53:52.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَوْمَ, wa-qawma) yang berarti "dan kaum", dari akar ق-و-م. Penyambung wa di depannya menautkan ayat ini ke ayat sebelumnya. Ayat ini tidak memuat kata kerja yang menyebut apa yang menimpa kaum itu. Susunan (وَقَوْمَ نُوحٍ, wa-qawma nuuhin) yang berarti "dan kaum Nuh" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 25:37, 51:46, dan 53:52. Di 25:37 susunan itu berlanjut sampai kata kerja (أَغْرَقْنَاهُمْ, aghraqnaahum) yang berarti "Kami tenggelamkan mereka", sedangkan di 51:46 dan 53:52 susunan itu langsung disusul (مِنْ قَبْلُ, min qablu) yang berarti "sebelumnya". Pasangan (وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ, wa-qawma nuuhin min qablu) yang berarti "dan kaum Nuh sebelumnya" muncul dua kali, yaitu di 51:46 dan 53:52.
Bentuk (قَبْلُ, qablu) yang berarti "sebelumnya" berakhir dengan damma dan tidak disusul kata yang menyebut sebelum apa. Di 71:1 ujung kata itu berbeda, karena (مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ, min qabli an ya'tiyahum) yang berarti "sebelum datang kepada mereka" berakhir dengan kasrah dan langsung menyebut apa yang datang. Di 30:4 damma muncul pada (مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ, min qablu wa-min ba'du) yang berarti "sebelum dan sesudah", tempat "sebelum" berpasangan dengan "sesudah". Karena itu "sebelumnya" di 51:46 tidak menyebut sebelum apa. Ayat-ayat di dekatnya memuat Firaun, Ad, dan Tsamud, sehingga pembaca dapat menaruh kaum Nuh lebih awal daripada mereka, dan penempatan itu merupakan bacaan, bukan bunyi ayat.
Kata (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka" tersusun dari inna yang berarti "sesungguhnya" dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Sesudahnya (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka adalah" berakar ك-و-ن dan berbentuk lampau. Susunan (إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا, innahum kaanuu qawman) yang berarti "sesungguhnya mereka adalah kaum" muncul lima kali di lima surah, yaitu 7:64, 27:12, 28:32, 43:54, dan 51:46. Kalimat berpola serupa dipakai di 51:16 dengan sebutan yang berlawanan, yaitu (إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ, innahum kaanuu qabla dzaalika muhsiniina) yang berarti "sesungguhnya mereka sebelum itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan".
Sebutan bagi kaum Nuh berbeda dari ayat ke ayat. Di 7:64, dalam kisah yang dibuka pada 7:59, bunyinya (قَوْمًا عَمِينَ, qawman 'amiina) yang berarti "kaum yang buta". Di 21:77, dalam kisah yang dibuka pada 21:76, bunyinya (قَوْمَ سَوْءٍ, qawma suu'in) yang berarti "kaum yang jahat", dan di 53:52 bunyinya (هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ, hum azhlama wa-athghaa) yang berarti "merekalah yang lebih zalim dan lebih melampaui batas". Di 51:46 sebutannya (فَاسِقِينَ, faasiqiina) yang berarti "orang-orang fasik". Sebutan (قَوْمَ سَوْءٍ, qawma suu'in) yang berarti "kaum yang jahat" muncul dua kali di satu surah, yaitu 21:74 dan 21:77. Di 21:74 sebutan itu menyangkut penduduk negeri yang disebut bersama Lut dan disusul (فَاسِقِينَ, faasiqiina) yang berarti "yang fasik", sedangkan di 21:77 disusul (فَأَغْرَقْنَاهُمْ, fa-aghraqnaahum) yang berarti "maka Kami tenggelamkan mereka".
Pasangan (قَوْمًا فَاسِقِينَ, qawman faasiqiina) yang berarti "kaum yang fasik" muncul lima kali di lima surah, yaitu 9:53, 27:12, 28:32, 43:54, dan 51:46. Kalimat lengkapnya, (إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ, innahum kaanuu qawman faasiqiina) yang berarti "sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik", muncul empat kali di empat surah, yaitu 27:12, 28:32, 43:54, dan 51:46. Tiga yang pertama menyangkut Firaun bersama kaumnya, yaitu kaumnya di 27:12, para pembesarnya di 28:32, dan kaum yang menaatinya di 43:54. Ayat 51:46 memakai kalimat itu untuk kaum Nuh. Di 9:53 sapaannya langsung kepada pendengar, dengan bunyi (إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ, innakum kuntum qawman faasiqiina) yang berarti "sesungguhnya kalian adalah kaum yang fasik".
Bentuk yang memakai kata sandang al- muncul dalam kalimat yang berbeda. Frasa (الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ, al-qawma l-faasiqiina) yang berarti "kaum yang fasik" muncul lima kali di empat surah, yaitu 5:108, 9:24, 9:80, 61:5, dan 63:6. Pada kelimanya frasa itu menjadi objek kalimat (لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ, laa yahdii l-qawma l-faasiqiina) yang berarti "tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik", dengan Allah sebagai pelakunya. Kalimat seperti itu tidak ada di 51:46. Di 46:35 bentuk (الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ, al-qawmu l-faasiquuna) yang berarti "kaum yang fasik" muncul satu kali, dalam (فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ, fa-hal yuhlaku illaa l-qawmu l-faasiquuna) yang berarti "maka tidaklah dibinasakan kecuali kaum yang fasik".
Akar ف-س-ق pada (فَاسِقِينَ, faasiqiina) yang berarti "orang-orang fasik" pernah dipakai bersama frasa tentang perintah Tuhan. Di 18:50 bunyinya (فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ, fa-fasaqa 'an amri rabbihi) yang berarti "lalu dia mendurhakai perintah Tuhannya". Frasa (عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ, 'an amri rabbihim) yang berarti "terhadap perintah Tuhan mereka" muncul dua kali, yaitu di 7:77 dan 51:44, dan di 51:44 kata kerjanya (فَعَتَوْا, fa-'atawaa) yang berarti "maka mereka bersikap angkuh", dari akar ع-ت-و. Frasa perintah Tuhan itu dengan demikian berdampingan dengan dua kata kerja yang berbeda, dan pembaca dapat menimbang apakah (فَاسِقِينَ, faasiqiina) yang berarti "orang-orang fasik" di 51:46 membawa arti yang berdekatan dengan itu. Ayat 51:46 sendiri tidak menyebut perintah apa pun.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian kisah yang dibuka di 51:24 dengan tamu Ibrahim. Rangkaian itu bergerak dari kaum yang berdosa di 51:32, ke Musa dan Firaun di 51:38 sampai 51:40, ke Ad di 51:41 dan 51:42, ke Tsamud di 51:43 sampai 51:45, lalu berakhir pada kaum Nuh di 51:46. Tiga bagian terakhir sebelum ayat ini masing-masing memuat sesuatu yang menimpa kaumnya, yaitu laut di 51:40, angin yang membinasakan di 51:41, dan petir di 51:44. Ayat 51:46 tidak memuat sesuatu seperti itu bagi kaum Nuh. Isinya dua hal, yaitu letak waktu lewat (مِنْ قَبْلُ, min qablu) yang berarti "sebelumnya" dan sebuah penilaian.
Penilaian itu datang dalam satu kalimat yang dibuka (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka", sehingga dapat dibaca sebagai alasan bagi apa pun yang sudah diketahui pembaca tentang kaum itu. Ayat sendiri tidak menyatakan hubungan sebabnya. Kaum Nuh juga disebut tanpa pembicara. Nuh muncul sebagai penanda nama kaum, dan ayat tidak memuat seruan atau pengutusan, berbeda dari Musa yang di 51:38 disebut diutus.
Urutan Ad, Tsamud, lalu kaum Nuh sebelumnya juga ada di 53:50 sampai 53:52, dan 53:52 memakai pembuka yang sama, yaitu (وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ, wa-qawma nuuhin min qablu) yang berarti "dan kaum Nuh sebelumnya". Dua surah itu menaruh kaum Nuh di ujung daftar sesudah Tsamud, dengan penilaian yang berlainan, dan ayat-ayatnya tidak menyatakan bahwa keduanya satu.
Sesudah 51:46 uraian beralih. Ayat 51:47 membuka daftar yang lain, yaitu langit yang dibangun, bumi yang dihamparkan di 51:48, dan segala sesuatu yang berpasangan di 51:49. Seruan di 51:50, (فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ, fa-firruu ilaa llaahi) yang berarti "maka berlarilah kepada Allah", datang sesudah dua daftar itu, yaitu umat-umat yang lalu dan ciptaan. Dengan susunan itu kaum Nuh menjadi bagian terakhir dari daftar pertama, dan penilaian fasik menutup daftar tersebut sebelum perhatian pindah ke langit.
Renungan dan Hikmah
- Kaum Nuh mendapat satu ayat pendek yang memuat kata "sebelumnya" dan sebuah penilaian, sedangkan Firaun, Ad, dan Tsamud mendapat uraian tentang laut, angin, dan petir di 51:40, 51:41, dan 51:44. Pembaca yang menyusun sejarah sebuah keluarga, kantor, atau komunitas dapat memperhatikan bahwa bagian paling tua dari sebuah daftar bisa memperoleh ruang paling sedikit, dan ayat ini tetap memberinya tempat serta sebutan yang tegas. Bagian sejarah yang dilewati karena catatannya singkat dapat dibaca ulang dengan perhatian yang sama seperti bagian yang uraiannya panjang. Adakah bagian paling awal dari riwayat sendiri yang terlewat karena catatannya sedikit?
- Kalimat penilaian di 51:46 berbunyi sama dengan kalimat di 27:12, 28:32, dan 43:54, yang ketiganya menyangkut Firaun bersama kaumnya. Kisah Firaun memuat tanda-tanda di 27:12 dan seorang pemimpin yang memperdaya kaumnya di 43:54, sedangkan 51:46 menyebut kaum Nuh tanpa menyebut pemimpin atau tanda. Satu penilaian dipakai untuk dua keadaan yang tampak berlainan. Pembaca yang menilai dirinya dengan membandingkan kesalahan sendiri dengan contoh yang sangat besar dapat melihat bahwa ayat tidak menunggu bentuk kesalahan yang mirip sebelum memakai satu sebutan. Apakah penilaian atas diri sendiri pernah ditunda karena kesalahannya tidak menyerupai kesalahan yang sudah dikenal?
- Lima ayat, yaitu 5:108, 9:24, 9:80, 61:5, dan 63:6, memuat kalimat bahwa Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. Kalimat itu tidak ada di 51:46, tetapi kata fasik yang sama dipakai di sana untuk kaum Nuh. Pembaca yang mendengar sebutan itu dapat mencatat bahwa dalam lima ayat tadi sebutan fasik berdampingan dengan perkara petunjuk dari Allah, sehingga sebutan itu menyentuh soal bimbingan. Pertanyaan tentang petunjuk dapat diajukan pembaca kepada dirinya sendiri sebagai pertanyaan, dan tidak perlu dipakai sebagai vonis atas orang lain. Bila bimbingan dari Allah sedang dibutuhkan, perintah-Nya yang paling jelas sudah dijawab dengan apa?
- Di 59:19 orang yang melupakan Allah disebut fasik, dan ayat yang sama menyebut bahwa Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Kaitan itu diucapkan 59:19 dan tidak diucapkan 51:46, jadi hubungannya dengan kaum Nuh tetap sebuah bacaan. Pembaca yang padat dengan pekerjaan dapat membaca ayat itu sebagai urutan dua jenis lupa, lupa kepada Allah lebih dahulu dan lupa kepada diri sendiri sesudahnya. Sebuah keputusan penting yang diambil tanpa mengingat Allah dapat ditinjau kembali untuk melihat apakah ada bagian diri yang terabaikan di dalamnya. Keputusan terakhir yang diambil dengan tergesa-gesa sudah pernah ditinjau dengan cara itu?
- Surah yang sama memuat dua kalimat berpola "sesungguhnya mereka dahulu". Di 51:16 kalimat itu menyebut orang-orang bertakwa sebagai orang yang berbuat kebaikan, dan di 51:46 kalimat itu menyebut kaum Nuh sebagai kaum yang fasik. Kedua kalimat melihat ke belakang dan menyimpulkan satu kelompok dengan satu sebutan. Pembaca dapat menimbang sebutan apa yang kelak melekat pada kelompok yang sedang diikutinya, dan pada kebiasaan mana sebutan itu mulai terbentuk. Seandainya kalimat berpola itu disusun tentang kelompok yang kini diikuti, apa isinya?
- Nuh berkata kepada kaumnya "mengabdilah kepada Allah" di 7:59 dan 23:23, dan Hud, Saleh, serta Syuaib mengucapkan seruan yang sama kepada kaum masing-masing di 7:65, 7:73, dan 7:85. Kaum Nuh disebut di 51:46 sebagai yang lebih dahulu, dan seruan kepada mereka sudah berbunyi seperti seruan kepada kaum yang datang sesudahnya. Pembaca yang menganggap sebuah seruan sudah terlalu lama didengar dapat mencatat bahwa kalimat yang sama diserukan lintas masa, dan ayat-ayat itu tidak menyebut seruan tersebut kedaluwarsa. Seruan yang sudah sangat dikenal pernah didengar seolah-olah baru pertama kali diucapkan kepada pembacanya?