وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ
Dan bumi, Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- فَرَشْنَاهَاfarasynaahaaKami hamparkan ia
- فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَfa-ni'ma l-maahiduunamaka sebaik-baik yang menghamparkan
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- فَرَشْنَاهَاfarasynaahaaKami menghamparkannya
- فَنِعْمَfa-ni'mamaka sebaik-baik
- الْمَاهِدُونَl-maahiduunayang menghamparkan
Inti bacaan
Frasa (فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ, fa-ni'ma l-maahiduuna) tercatat satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:48.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالْأَرْضَ, wa-l-ardha) yang berarti "dan bumi", dari akar أ-ر-ض, dan bumi itu disebut lebih dulu daripada kata kerjanya. Urutan yang sama ada di ayat sebelumnya, 51:47, pada (وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا, wa-s-samaa'a banaynaahaa) yang berarti "dan langit, Kami bangun", dan terjemahan 51:48 mempertahankan koma yang sama. Bumi yang disebut lebih dulu lalu disusul kata kerja juga tampak pada (وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا, wa-l-ardha madadnaahaa) yang berarti "dan bumi Kami hamparkan" di 50:7, dengan bunyi Arab yang sama di 15:19, pada (وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا, wa-l-ardha wadha'ahaa) yang berarti "dan bumi Dia letakkan" di 55:10, dan pada (وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا, wa-l-ardha ba'da dzaalika dahaahaa) yang berarti "dan bumi, setelah itu, Dia hamparkan" di 79:30.
Kata kerjanya, (فَرَشْنَاهَا, farasynaahaa) yang berarti "Kami hamparkan", berakar ف-ر-ش dan muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:48. Akar yang sama hadir di lima ayat lain: (فِرَاشًا, firaasyan) yang berarti "hamparan" di 2:22, (وَفَرْشًا, wa-farsyan) yang berarti "dan yang kecil" di 6:142 untuk hewan ternak, (فُرُشٍ, furusyin) yang berarti "kasur-kasur" di 55:54 dan 56:34, serta (كَالْفَرَاشِ, ka-l-faraasyi) yang berarti "seperti laron" di 101:4. Ayat 2:22 menaruh (الْأَرْضَ فِرَاشًا, al-ardha firaasyan) yang berarti "bumi sebagai hamparan" berdampingan dengan (وَالسَّمَاءَ بِنَاءً, wa-s-samaa'a binaa'an) yang berarti "dan langit sebagai atap". Akar kedua pasangan itu, ف-ر-ش dan ب-ن-ي, tampil sebagai kata kerja di 51:48 dan 51:47, yaitu (فَرَشْنَاهَا, farasynaahaa) dan (بَنَيْنَاهَا, banaynaahaa) yang berarti "Kami membangunnya". Dengan demikian pasangan bumi dan langit di 2:22 dan pasangan di 51:47 dan 51:48 memakai dua akar yang sama.
Terjemahan memakai kata "hampar" untuk akar-akar lain yang menyangkut bumi, sehingga satu kata Indonesia menampung beberapa kata Arab. Akar م-د-د ada pada (مَدَدْنَاهَا, madadnaahaa) yang berarti "Kami hamparkan" di 15:19 dan 50:7, akar د-ح-و pada (دَحَاهَا, dahaahaa) yang berarti "Dia hamparkan" di 79:30, akar ط-ح-و pada (طَحَاهَا, thahaahaa) yang berarti "yang menghamparkannya" di 91:6, akar س-ط-ح pada (سُطِحَتْ, suthihat) yang berarti "dihamparkan" di 88:20, akar ب-س-ط pada (بِسَاطًا, bisaathan) yang berarti "hamparan" di 71:19, dan akar م-ه-د pada (مَهْدًا, mahdan) yang berarti "hamparan" di 20:53 dan 43:10 serta pada (مِهَادًا, mihaadan) yang berarti "hamparan" di 78:6. Di 51:48 sendiri, "hamparkan" pada bagian pertama dan "menghamparkan" pada bagian pujian berasal dari dua akar yang berlainan, yaitu ف-ر-ش pada (فَرَشْنَاهَا, farasynaahaa) dan م-ه-د pada (الْمَاهِدُونَ, l-maahiduuna) yang berarti "yang menghamparkan". Pengulangan itu milik terjemahan, sedangkan Arabnya memakai dua kata.
Kata (فَنِعْمَ, fa-ni'ma) yang berarti "maka sebaik-baik" berakar ن-ع-م, dan bunyi dengan awalan "maka" itu muncul lima kali di lima surah, yaitu 13:24, 22:78, 39:74, 51:48, dan 77:23. Sesudahnya datang (الْمَاهِدُونَ, l-maahiduuna) yang berarti "yang menghamparkan", dari akar م-ه-د, dan bentuk itu muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:48. Akar م-ه-د muncul sebagai kata kerja di 30:44 pada (يَمْهَدُونَ, yamhaduuna) yang berarti "mereka mempersiapkan tempat". Dua ayat lain menaruh kata jamak berakhiran sama sesudah pujian itu: (فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ, fa-ni'ma l-qaadiruuna) yang berarti "maka sebaik-baik penentu" di 77:23, dan (فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ, fa-la-ni'ma l-mujiibuuna) yang berarti "maka sungguh sebaik-baik yang memperkenankan" di 37:75, dan masing-masing bunyi itu muncul satu kali. Pada semua ayat yang memuat (نِعْمَ, ni'ma) yang berarti "sebaik-baik" menurut data morfologi Al-Qur'an, tiga ayat itu saja yang mengikutinya dengan kata jamak.
Di 77:23 kata kerja sebelum pujian, (فَقَدَرْنَا, fa-qadarnaa) yang berarti "lalu Kami tentukan", memakai "Kami", dan di 37:75 (نَادَانَا, naadaanaa) yang berarti "menyeru Kami" memuat "Kami" sebagai sasaran seruan Nuh. Terjemahan 77:23 memasukkan "Kami" ke dalam bagian pujian dan terjemahan 37:75 menulis "Kamilah", padahal bagian pujian di ketiga ayat itu tidak memuat kata ganti dalam Arabnya. Terjemahan 51:48 tidak menambahkan kata ganti ke bagian pujian, berkontras dengan 77:23, dan pelakunya terbaca dari (فَرَشْنَاهَا, farasynaahaa) yang berarti "Kami hamparkan" di bagian pertama.
Tafsiran
Ayat ini menjadi tahap kedua dari tiga ayat berurutan tentang tanda-tanda di alam. Ayat 51:47 menyebut langit dibangun dan diluaskan, 51:48 menyebut bumi dihamparkan, dan 51:49 menyebut segala sesuatu diciptakan berpasangan. Ketiganya mengikuti deretan kisah kaum: Musa dan Firaun di 51:38 sampai 51:40, Ad di 51:41 dan 51:42, dan kaum Nuh di 51:46. Ayat 51:47 dan 51:48 berakhir pada kata berakhiran serupa, yaitu (لَمُوسِعُونَ, la-muusi'uuna) yang berarti "benar-benar meluaskan" dan (الْمَاهِدُونَ, l-maahiduuna) yang berarti "yang menghamparkan", sedangkan 51:49 berakhir pada (تَذَكَّرُونَ, tadzakkaruuna) yang berarti "kalian mengambil pelajaran".
Ada selisih antara dua ayat pertama. Langit di 51:47 disertai keterangan cara dan kelanjutan, yaitu "dengan kekuatan" dan "benar-benar meluaskannya". Bumi di 51:48 hanya memuat perbuatan dan penilaian atasnya. Ayat ini juga tidak menyebut untuk siapa bumi dihamparkan, berbeda dari 2:22, 20:53, 43:10, dan 71:19, tempat bumi dijadikan "bagi kalian", sehingga penilaian di akhir ayat berdiri tanpa penerima yang disebut.
Penilaian itu terletak dalam kalimat yang sama dengan perbuatannya dan tersambung dengan "maka". Pola serupa ada di 77:23 dan 37:75, tempat perbuatan "Kami" disusul penilaian "sebaik-baik" tanpa jeda. Pujian ini dapat dibaca sebagai penilaian pelaku atas pekerjaannya sendiri, dan ayat tidak menjelaskan kepada siapa penilaian itu ditujukan.
Surah ini sudah menyebut bumi dan langit sebelumnya. Di 51:20 tertulis "Di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin", dan 51:23 memakai sumpah "demi Tuhan langit dan bumi". Ayat 51:47 dan 51:48 mengembalikan kedua nama itu dengan kata kerja berpelaku "Kami". Sesudahnya 51:49 memberi tujuan "agar kalian mengambil pelajaran", dan 51:50 membuka seruan "Maka, berlarilah kepada Allah". Urutan itu dapat dibaca sebagai alur dari pengamatan ke seruan, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan sebab dari alur tersebut.
Renungan dan Hikmah
- Di 51:48 pelaku penghamparan sendiri yang menilai pekerjaannya dengan kata "sebaik-baik", dalam ucapan yang sama dengan kata kerja "Kami hamparkan". Pola serupa ada di 77:23 sesudah "Kami tentukan". Allah menyebut hasil kerja-Nya baik di dalam ayat yang menceritakan kerja itu, dan ayat tidak memuat penilaian dari pihak lain. Orang yang menyelesaikan sebuah pekerjaan, misalnya menata sebuah tempat atau merampungkan sebuah tugas, dapat memperhatikan bahwa pengakuan atas pekerjaan yang baik tidak harus datang dari luar dan dapat diucapkan sendiri dengan jujur. Pekerjaan apa yang sudah selesai dengan baik, tetapi belum pernah diakui sebagai pekerjaan yang baik?
- Langit di 51:47 dibangun, sedangkan bumi di 51:48 dihamparkan, dua pekerjaan yang bentuknya berlawanan, yang satu menegakkan sesuatu ke atas dan yang lain meratakan alas di bawah. Keduanya disebut dengan kata kerja berpelaku "Kami" dan diletakkan berdampingan dalam surah yang sama. Orang yang mengerjakan bagian penopang, misalnya merawat landasan sebuah usaha, menyiapkan tempat untuk orang lain bekerja, atau menjaga sesuatu yang tidak tampak dari kejauhan, dapat memperhatikan bahwa pekerjaan meratakan alas disebut sejajar dengan pekerjaan membangun yang menjulang. Pekerjaan mana dalam hidupnya yang berfungsi sebagai alas, dan sudah ditimbang sama berharga dengan yang tampak di atasnya?
- Kata "sebaik-baik" di 51:48 menempel pada tindakan yang disebut, yaitu menghamparkan, di 77:23 pada tindakan menentukan, dan di 37:75 pada tindakan memperkenankan seruan Nuh. Dalam tiga ayat itu Allah berbicara dengan "Kami" dan menaruh kata terbaik pada pekerjaan yang konkret, tidak pada sebuah gelar umum. Orang yang ingin menyebut dirinya atau sebuah lembaga unggul dapat memperhatikan bahwa pola ayat-ayat itu menunjuk satu tindakan yang bisa dilihat dan diuji. Dalam hal apa tepatnya seseorang pantas disebut yang terbaik, dan apakah tindakan itu dapat ditunjuk satu per satu?
- Ayat-ayat lain menyebut bumi dijadikan hamparan "bagi kalian", yaitu di 20:53, 43:10, dan 71:19. Di 51:48 pujian atas penghamparan berdiri tanpa penerima yang disebut. Allah menyatakan kebaikan penghamparan itu tanpa mengaitkannya dengan keuntungan seseorang, dan pembaca dapat membaca bahwa mutu sebuah pekerjaan dapat dinilai dari pekerjaannya sendiri. Orang yang menilai sesuatu baik hanya karena menguntungkan dirinya dapat menimbang bahwa ayat ini memuji perbuatan itu sendiri. Pekerjaan baik apa yang selama ini luput dihargai karena manfaatnya tidak sampai kepada diri sendiri?
- Sebelum ayat ini surah mencatat Firaun yang dilemparkan ke laut di 51:40, angin yang membinasakan Ad di 51:41, dan kaum Nuh yang fasik di 51:46. Sesudah deretan itu datang bumi yang terhampar di 51:48. Pembaca yang baru membaca kisah kehancuran dapat memperhatikan bahwa kata kerja berpelaku "Kami" dipakai pada lemparan ke laut di 51:40, pada angin yang dikirim di 51:41, dan pada bumi yang dihamparkan di 51:48. Tanah yang terhampar dapat terbaca sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh pihak yang sama dengan pelaku peristiwa-peristiwa besar tadi. Apakah tanah yang dipijak dengan tenang pernah dilihat sebagai hasil sebuah pekerjaan?
- Sesudah bumi, 51:49 menyebut segala sesuatu berpasangan dan "agar kalian mengambil pelajaran", lalu 51:50 berseru "Maka, berlarilah kepada Allah". Rangkaian itu menaruh perhatian pada langit di 51:47, tanah di 51:48, dan pasangan pada segala sesuatu di 51:49, sebelum seruan di 51:50 mengarah kepada Allah. Orang yang sedang mencari arah dapat memperhatikan bahwa seruan itu datang sesudah ayat-ayat tentang alam sekitar, dan ayat tidak mengatakan bahwa yang satu menyebabkan yang lain. Dari benda-benda yang ada di dekat mata dan kaki, ke mana perhatian diarahkan lebih dulu?