وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan dari segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan, agar kalian mengambil pelajaran.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍwa-min kulli syay'indan dari segala sesuatu
  2. خَلَقْنَا زَوْجَيْنِkhalaqnaa zawjayniKami ciptakan berpasang-pasangan
  3. لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَla'allakum tadzakkaruunaagar kalian mengambil pelajaran

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَمِنْwa-mindan dari
  2. كُلِّkullisegala
  3. شَيْءٍsyay'insesuatu
  4. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  5. زَوْجَيْنِzawjaynisepasang
  6. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  7. تَذَكَّرُونَtadzakkaruunakalian mengambil pelajaran

Inti bacaan

Rangkaian (خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ, khalaqnaa zawjayni) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:49.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ, wa-min kulli syay'in) yang berarti "dan dari segala sesuatu". Huruf (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung ayat ini dengan dua ayat di depannya, yang dibuka dengan huruf yang sama pada (وَالسَّمَاءَ, wa-s-samaa'a) yang berarti "dan langit" di 51:47 dan (وَالْأَرْضَ, wa-l-ardha) yang berarti "dan bumi" di 51:48. Kata (كُلِّ, kulli) yang berarti "segala" berakar ك-ل-ل, dan kata (شَيْءٍ, syay'in) yang berarti "sesuatu" berakar ش-ي-أ. Rangkaian (مِنْ كُلِّ شَيْءٍ, min kulli syay'in) yang berarti "dari segala sesuatu" muncul enam kali di lima surah, yaitu 7:145, 15:19, 18:84, 27:16, 27:23, dan 51:49, dengan surah 27 memuatnya dua kali. Terjemahan menulis "segala sesuatu" pada keenamnya.

Pada lima ayat selain 51:49, rangkaian itu menyertai kata kerja yang berlainan. Di 7:145 bunyinya (وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ, wa-katabnaa lahu fii l-alwaahi min kulli syay'in) yang berarti "dan Kami tuliskan baginya pada lauh-lauh segala sesuatu", di 15:19 (وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ, wa-anbatnaa fiihaa min kulli syay'in mawzuunin) yang berarti "dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran", dan di 18:84 (وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا, wa-aataynaahu min kulli syay'in sababan) yang berarti "dan Kami beri dia jalan untuk segala sesuatu". Di 27:16 bunyinya (وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ, wa-uutiinaa min kulli syay'in) yang berarti "dan kami dianugerahi segala sesuatu", dan di 27:23 (وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ, wa-uutiyat min kulli syay'in) yang berarti "dan dia dianugerahi segala sesuatu". Kata kerja pada kelimanya menyangkut penulisan, penumbuhan, pemberian, dan penganugerahan, sedangkan di 51:49 kata kerjanya (خَلَقْنَا, khalaqnaa) yang berarti "Kami ciptakan".

Jangkauan "segala sesuatu" di 51:49 tidak diberi pembatas. Sebagai kontras, di 13:3 kata (كُلِّ, kulli) yang berarti "segala" diikuti (الثَّمَرَاتِ, ts-tsamaraati) yang berarti "buah-buahan", dalam (وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ, wa-min kulli ts-tsamaraati ja'ala fiihaa zawjayni itsnayni) yang berarti "dan dari segala buah-buahan, Dia menjadikan padanya sepasang-sepasang". Kata sesudah (شَيْءٍ, syay'in) yang berarti "sesuatu" di 51:49 sudah berupa kata kerja, sehingga tidak ada kata benda atau sifat pembatas seperti (الثَّمَرَاتِ, ts-tsamaraati) yang berarti "buah-buahan" di 13:3. Di 36:36 jangkauan serupa dirinci tiga bagian, yaitu (مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ, mimmaa tunbitu l-ardhu wa-min anfusihim wa-mimmaa laa ya'lamuuna) yang berarti "dari apa yang ditumbuhkan bumi, maupun dari diri mereka sendiri, dan dari apa yang tidak mereka ketahui". Rincian itu memperlihatkan cara ayat lain menjabarkan cakupan pasangan, dan 51:49 menyebutnya dalam satu frasa.

Kata kerja (خَلَقْنَا, khalaqnaa) yang berarti "Kami ciptakan" berakar خ-ل-ق dan memuat akhiran (نَا, naa) yang berarti "kami". Terjemahan menulis "Kami" berhuruf besar seperti di dua ayat sebelumnya, tempat (بَنَيْنَاهَا, banaynaahaa) yang berarti "Kami bangun dia" di 51:47 dan (فَرَشْنَاهَا, farasynaahaa) yang berarti "Kami hamparkan dia" di 51:48 memakai akhiran yang sama, dan pembicaranya dapat dibaca sebagai Allah. Kata kerja pertama dan kedua memuat akhiran (هَا, haa) yang berarti "dia" dan kembali ke langit dan bumi yang disebut lebih dulu. Kata kerja ketiga tidak memuat akhiran itu, karena objeknya (زَوْجَيْنِ, zawjayni) yang berarti "sepasang" menyusul sesudah kata kerja.

Akar yang sama dengan objek serupa tampak di ayat lain. Di 53:45 bunyinya (خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ, khalaqa z-zawjayni) yang berarti "Dia menciptakan sepasang", dan di 78:8 (وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا, wa-khalaqnaakum azwaajan) yang berarti "dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan". Rangkaian (خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا, khalaqa l-azwaaja kullahaa) yang berarti "menciptakan segala pasangan" muncul dua kali di dua surah, yaitu 36:36 dan 43:12. Kata kerja lain dipakai di 13:3 pada (جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ, ja'ala fiihaa zawjayni) yang berarti "Dia menjadikan padanya sepasang", dan di 75:39 pada (فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ, fa-ja'ala minhu z-zawjayni) yang berarti "lalu Dia menjadikan darinya sepasang". Dua ayat itu menyebut tempat atau asal pasangan, yaitu "padanya" dan "darinya", sedangkan 51:49 menyebut cakupannya dan tidak menyebut tempat atau asal.

Kata (زَوْجَيْنِ, zawjayni) yang berarti "sepasang" berakar ز-و-ج dan berbentuk dua, yaitu dua anggota yang saling berpasangan. Bentuk (زَوْجَيْنِ, zawjayni) yang berarti "sepasang" muncul empat kali di empat surah, yaitu 11:40, 13:3, 23:27, dan 51:49. Di tiga ayat yang lain bentuk itu langsung diikuti (اثْنَيْنِ, itsnayni) yang berarti "dua". Rangkaian (زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ, zawjayni itsnayni) yang berarti "sepasang" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 11:40, 13:3, dan 23:27, dan terjemahan menuliskannya "sepasang-sepasang" di 11:40 dan 13:3. Di 51:49 kata (اثْنَيْنِ, itsnayni) yang berarti "dua" tidak ada, sebab sesudah (زَوْجَيْنِ, zawjayni) langsung hadir (لَعَلَّكُمْ, la'allakum) yang berarti "agar kalian".

Terjemahan memilih "berpasang-pasangan" untuk (زَوْجَيْنِ, zawjayni) yang berarti "sepasang" di 51:49 karena kata itu didahului (كُلِّ شَيْءٍ, kulli syay'in) yang berarti "segala sesuatu", dan "sepasang" yang berdiri sendiri dapat terbaca sebagai satu pasang untuk seluruhnya. Pengulangan dalam "berpasang-pasangan" memberi tiap hal pasangannya sendiri. Bentuk ini juga dipakai terjemahan untuk (أَزْوَاجًا, azwaajan) yang berarti "pasangan-pasangan" di 35:11 dan 78:8. Kata "sepasang" dipakai di 53:45 dan 75:39 untuk (الزَّوْجَيْنِ, az-zawjayni) yang berarti "sepasang", karena kedua ayat itu langsung merinci isinya dengan (الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ, adz-dzakara wa-l-untsaa) yang berarti "laki-laki dan perempuan". Ayat 51:49 tidak memberi rincian itu.

Arti (زَوْج, zawj) sebagai satu anggota dari dua dapat dibaca di 6:143, tempat (ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ, tsamaaniyata azwaajin) yang berarti "delapan ekor yang berpasangan" dirinci menjadi dua dari domba dan dua dari kambing di 6:143, lalu dua dari unta dan dua dari sapi di 6:144. Jumlah delapan itu cocok dengan empat jenis yang masing-masing dua, sehingga (أَزْوَاجٍ, azwaajin) yang berarti "yang berpasangan" dapat dibaca menghitung anggota satu per satu. Bentuk (ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ, tsamaaniyata azwaajin) yang berarti "delapan ekor yang berpasangan" muncul dua kali, yaitu 6:143 dan 39:6, dan terjemahan menuliskannya "delapan ekor yang berpasangan" di 6:143 serta "delapan pasang hewan ternak" di 39:6.

Bagian (لَعَلَّكُمْ, la'allakum) yang berarti "agar kalian" tersusun dari (لَعَلَّ, la'alla) yang berarti "agar" dan akhiran (كُمْ, kum) yang berarti "kalian". Rangkaian (لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ, la'allakum tadzakkaruuna) yang berarti "agar kalian mengambil pelajaran" muncul enam kali di lima surah, yaitu 6:152, 7:57, 16:90, 24:1, 24:27, dan 51:49, dengan surah 24 memuatnya dua kali. Terjemahan menuliskan "agar kalian mengambil pelajaran" di 16:90, 24:1, 24:27, dan 51:49, dan menuliskan "agar kalian mengingat" di 6:152.

Kata (تَذَكَّرُونَ, tadzakkaruuna) yang berarti "kalian mengambil pelajaran" berakar ذ-ك-ر, dan akar itu tampak lagi di 51:55 pada (وَذَكِّرْ, wa-dzakkir) yang berarti "dan berilah peringatan" serta (الذِّكْرَىٰ, adz-dzikraa) yang berarti "peringatan". Kedua kata di 51:55 berada di sisi pemberi, seperti (يَعِظُكُمْ, ya'izhukum) yang berarti "Dia memberi pelajaran kepada kalian" di 16:90, sedangkan bentuk di 51:49 menunjuk pendengar sebagai pelaku yang mengambil. Karena itu terjemahan memakai "mengambil pelajaran" bagi pendengar dan "peringatan" bagi yang diberikan kepada mereka.

Tafsiran

Ayat ini ketiga dari tiga ayat berurutan yang masing-masing menyebut satu pekerjaan Kami. Langit dibangun dan diluaskan di 51:47, bumi dihamparkan disertai pujian bagi yang menghamparkan di 51:48, dan di 51:49 pekerjaan dapat dibaca berpindah dari ruang ke isinya: sesudah langit dan bumi disebut, catatan berikutnya menyangkut apa yang ada di dalam ruang itu, yaitu segala sesuatu dalam keadaan berpasangan. Dua ayat pertama berhenti pada tindakan dan pujian atas tindakan itu, sedangkan ayat ketiga menambahkan tujuan yang dialamatkan langsung kepada pendengar dengan kata "kalian".

Surah ini sudah lebih dulu menyebut tanda-tanda. Di 51:20 tanda-tanda berada di bumi bagi orang-orang yang yakin, dan di 51:21 tanda-tanda juga ada pada diri kalian, disusul pertanyaan apakah kalian tidak memperhatikan. Tiga ayat 51:47 sampai 51:49 dapat dibaca sebagai contoh yang menjabarkan tanda-tanda itu, dua di antaranya tentang langit dan bumi, dan satu tentang keberpasangan. Pertanyaan di 51:21 menyangkut pengamatan, sedangkan tujuan di 51:49 menyangkut hasil pengamatan itu.

Perbandingan dengan 13:3 memperlihatkan perbedaan jangkauan. Di sana bumi dihamparkan, gunung-gunung dan sungai-sungai ditempatkan padanya, lalu pasangan disebut, dan ayat ditutup dengan tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Pasangan di 13:3 dibatasi pada buah-buahan. Di 51:49 pembatas itu tidak ada dan ayat ditutup dengan sapaan kepada kalian, yang diajak mengambil pelajaran. Kedua ayat menaruh keberpasangan sesudah bumi, dengan jangkauan berbeda: satu menyebut sebuah golongan, satu menyebut keseluruhan.

Ayat ini tidak merinci contoh pasangan apa pun, dan pelajaran yang diharapkan juga tidak dinyatakan. Ayat 51:50 menyambung dengan "maka" dan suara berganti dari Kami kepada aku, dari pihak yang menciptakan kepada pihak yang memberi peringatan. Urutan itu dapat dibaca sebagai tanda-tanda disebut dahulu, pelajaran dituju, lalu seruan menyusul. Seruan di 51:50 dan larangan di 51:51 dapat dibaca memberi arah bagi pelajaran itu, yaitu kepada Allah dan tidak menjadikan tuhan lain bersama-Nya, tetapi kaitan itu disusun pembaca, karena 51:49 sendiri berhenti pada tujuan.

Renungan dan Hikmah

  • Di 36:36 pasangan disebut berasal dari tiga wilayah: apa yang ditumbuhkan bumi, diri manusia sendiri, dan apa yang tidak mereka ketahui. Wilayah ketiga berada di luar pengetahuan para pendengarnya dan tetap tercantum dalam daftar. Di 51:49 daftar itu dipadatkan menjadi satu frasa tanpa pembatas. Seseorang yang merasa sudah memahami bidangnya secara penuh, entah pekerjaan, keluarga, atau ilmu yang ditekuninya, dapat menimbang bahwa ayat-ayat ini memasukkan wilayah di luar pengetahuan manusia ke dalam pola yang sama dengan wilayah yang sudah dikenal. Pada bagian mana dari bidang yang dianggap sudah selesai itu masih tersisa sisi yang belum pernah dicari tahu?
  • Tujuan agar kalian mengambil pelajaran menutup tiga jenis bahan yang tampak berjauhan. Di 51:49 bahannya pola keberpasangan, di 24:27 aturan memasuki rumah orang lain dengan penutup "Itu lebih baik bagi kalian, agar kalian mengambil pelajaran", dan di 16:90 pesan bahwa Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan, dengan penutup "Dia memberi pelajaran kepada kalian agar kalian mengambil pelajaran". Dalam ayat-ayat itu gejala alam, tata krama, dan etika sama-sama bermuara pada tujuan itu. Seseorang yang memisahkan urusan alam dari urusan sopan santun dapat menimbang apakah pemisahan itu terlihat di ayat-ayat yang dikutip. Pelajaran apa yang pernah diambil dari sesuatu yang selama ini hanya dicatat sebagai fakta?
  • Ayat 51:50 dibuka dengan "maka" dan menyeru, "Maka, berlarilah kepada Allah", tepat sesudah 51:49 berhenti pada tujuan mengambil pelajaran. Letak itu dapat dibaca sebagai sambungan: pengamatan terhadap segala yang berpasangan diikuti seruan yang menyebut tujuan perjalanannya, yaitu Allah. Ayat 51:49 sendiri tidak menyebut apa yang diharapkan dari pelajaran itu, dan arahnya baru muncul di ayat berikutnya. Seseorang yang pernah terpukau oleh susunan alam atau oleh rancangan buatan manusia, lalu membiarkan rasa itu lewat, dapat menimbang ke arah mana rasa takjub itu sebenarnya menunjuk. Bila rasa takjub terakhir yang dialami diberi tempat untuk berlanjut, ke mana rasa itu akan dibawa?
  • Di 42:11 penciptaan pasangan-pasangan, dari diri kalian sendiri dan dari hewan ternak, berada dalam satu ayat dengan "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya". Di 51:51 tertulis "Dan janganlah kalian menjadikan tuhan lain bersama Allah", dua ayat sesudah ayat yang menyebut segala sesuatu berpasangan. Letak ayat-ayat itu dapat dibaca sebagai pengingat bahwa semua yang disebut di 51:49 berada di sisi yang diciptakan, dan bacaan ini bergantung pada letak itu. Seseorang yang menggantungkan harapannya pada jabatan, harta, atau seseorang dapat menimbang bahwa semua itu termasuk "segala sesuatu" di 51:49. Kepada apa harapan itu digantungkan selama ini, dan di sisi mana ia tergolong?
  • Di 35:11 Allah menciptakan manusia dari tanah, lalu dari setetes mani, dan "kemudian Dia menjadikan kalian berpasang-pasangan"; di 78:8 tertulis "Dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan". Kedua ayat itu menyapa manusia, sedangkan di 51:49 sasarannya segala sesuatu. Membaca ketiganya berdampingan memperlihatkan manusia berada di dalam pola yang sama dengan hal-hal lain, tanpa dikecualikan. Di 30:21 pasangan manusia disebut dengan tujuan "agar kalian merasa tenteram kepadanya", disertai rasa sayang dan rahmat di antara mereka. Seseorang yang menilai hubungannya dengan pasangan dapat menimbang bahwa hubungan itu bagian dari pola yang lebih luas daripada dirinya. Ketenteraman macam apa yang dicari dalam hubungan yang sedang dijalani?
  • Peringatan di 51:55 ditujukan kepada orang-orang beriman, dan ayat itu tetap menyebut manfaatnya: "karena sesungguhnya peringatan bermanfaat bagi orang-orang beriman". Di 51:21 pendengar ditanya apakah mereka tidak memperhatikan. Ayat 51:55 menaruh pengingatan pada orang yang sudah beriman, dan 51:21 menaruh pengamatan pada pendengar yang disapa dengan kata kalian. Seseorang yang merasa sudah paham betul pola-pola di sekelilingnya dapat menimbang bahwa peringatan tetap disebut bermanfaat bagi orang yang sudah beriman, dan bahwa 51:49 menyebut tujuan mengambil pelajaran bagi pendengar yang disapa dengan kata yang sama. Kapan terakhir kali sesuatu yang sudah dikenal baik diamati ulang seperti saat pertama kali dilihat?