فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Maka, berlarilah kepada Allah. Sungguh, aku bagi kalian, dari-Nya, seorang pemberi peringatan yang jelas.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَفِرُّواfa-firruumaka, berlarilah
  2. إِلَى اللَّهِilaa llaahikepada Allah
  3. إِنِّي لَكُمْinnii lakumsungguh, aku bagi kalian
  4. مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌminhu nadziirun mubiinundari-Nya seorang pemberi peringatan yang jelas

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَفِرُّواfa-firruumaka larilah kalian
  2. إِلَىilaakepada
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  5. لَكُمْlakumbagi kalian
  6. مِنْهُminhudarinya
  7. نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
  8. مُبِينٌmubiinunyang nyata

Inti bacaan

Seruan mendesak 'berlarilah kepada Tuhan' dipasangkan penegasan identitas 'aku bagimu dariNya seorang pemberi peringatan jelas', urgensi yang disampaikan dengan kejelasan peran penyampai pesan.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian kisah kebinasaan dengan seruan langsung: larilah kepada Allah, sebab peringatan ini disampaikan dengan jelas.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh berlari, bukan berjalan. Bukan mendekat pelan. Berlari.
  • Arahnya kepada-Nya, bukan menjauh. Yang biasanya dilarikan. Justru dituju.
  • Seruan ini datang sesudah deretan kaum yang binasa. Allah menaruhnya di situ. Sesudah contoh, ajakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

firruu diterjemahkan 'berlarilah' (harfiah, akar f-r-r = lari/kabur), terjemahan lain melunakkannya 'bersegeralah kembali (taat)' (tafsir-tambahan, menjauhkan citra 'lari' yg terkesan panik); terjemahan ini & sebagian penerjemah ('flee') konvergen mempertahankan citra mendesak-lari, bukan sekadar bergegas-taat. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk Allaah (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.