فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
Maka, berlarilah kepada Allah. Sungguh, aku bagi kalian, dari-Nya, seorang pemberi peringatan yang jelas.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَفِرُّواfa-firruumaka, berlarilah
- إِلَى اللَّهِilaa llaahikepada Allah
- إِنِّي لَكُمْinnii lakumsungguh, aku bagi kalian
- مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌminhu nadziirun mubiinundari-Nya seorang pemberi peringatan yang jelas
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَفِرُّواfa-firruumaka larilah kalian
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنْهُminhudarinya
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Bunyi (فَفِرُّوا, fa-firruu) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:50.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَفِرُّوا, fa-firruu) yang berarti "maka, berlarilah", dari akar ف-ر-ر. Kata ini terdiri atas (فَ, fa) yang berarti "maka" di depan dan (فِرُّوا, firruu) yang berarti "berlarilah" sesudahnya. Akar ف-ر-ر memuat dua ر, dan pada (فِرُّوا, firruu) yang berarti "berlarilah" keduanya tampil sebagai satu ر bertasydid. Bunyi (فِرُّوا, firruu) yang berarti "berlarilah" ditujukan kepada banyak pendengar, sejalan dengan (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian" di bagian berikutnya, dan terjemahan baru menuliskan "kalian" pada bagian kedua. Kata kerja dari akar ini terdapat juga di 26:21, 33:16, 62:8, 74:51, dan 80:34, dan di kelima ayat itu kata kerjanya disusul (مِنْ, min) yang berarti "dari": (فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ, fa-farartu minkum) yang berarti "maka aku lari dari kalian" di 26:21, (فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ, farartum mina l-mawti) yang berarti "kalian lari dari kematian" di 33:16, (تَفِرُّونَ مِنْهُ, tafirruuna minhu) yang berarti "kalian lari darinya" di 62:8, (فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ, farrat min qaswaratin) yang berarti "lari dari singa" di 74:51, dan (يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ, yafirru l-mar'u min akhiihi) yang berarti "manusia lari dari saudaranya" di 80:34. Di 51:50 kata kerja itu disusul (إِلَى اللَّهِ, ilaa llaahi) yang berarti "kepada Allah", sehingga ayat menulis tujuan gerak dan tidak menulis asalnya. Sebagai kontras, kelima ayat di atas memakai (مِنْ, min) yang berarti "dari" sesudah kata kerjanya, sedangkan 51:50 memakai (إِلَى, ilaa) yang berarti "kepada".
Susunan (إِلَى اللَّهِ, ilaa llaahi) terdiri atas (إِلَى, ilaa) yang berarti "kepada" dan (اللَّهِ, llaahi) yang berarti "Allah", dari akar أ-ل-ه. Pasangan itu dipakai juga dengan kata kerja lain, misalnya (وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ, wa-tuubuu ilaa llaahi) yang berarti "dan bertobatlah kepada Allah" di 24:31 dan (دَعَا إِلَى اللَّهِ, da'aa ilaa llaahi) yang berarti "menyeru kepada Allah" di 41:33. Pada (إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ, ilaa llaahi marji'ukum) yang berarti "kepada Allah tempat kembali kalian", yang ada di 5:48, 5:105, dan 11:4, kalimatnya menyebut tempat kembali dan tidak memuat perintah bergerak, sedangkan 51:50 memuat perintah itu. Tujuan lain di Al-Qur'an memakai kata gerak yang berbeda: (وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ, wa-saari'uu ilaa maghfiratin) yang berarti "dan bersegeralah menuju ampunan" di 3:133 dan (سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ, saabiquu ilaa maghfiratin) yang berarti "berlombalah menuju ampunan" di 57:21. Tujuan "Tuhanku" muncul pula dalam ucapan orang pertama: (إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّي, innii muhaajirun ilaa rabbii) yang berarti "sesungguhnya aku berhijrah kepada Tuhanku" di 29:26 dan (إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي, innii dzaahibun ilaa rabbii) yang berarti "sesungguhnya aku pergi kepada Tuhanku" di 37:99. Terjemahan 51:50 memilih "berlarilah" dan tidak memilih "bersegeralah", padanan yang dipakai terjemahan 3:133 untuk (وَسَارِعُوا, wa-saari'uu) yang berarti "dan bersegeralah".
Bagian kedua dibuka dengan (إِنِّي, innii) yang berarti "sungguh, aku". Sesudahnya tertulis (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian" dan (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya". Akhiran (هُ, hu) pada (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya" kembali kepada Allah yang baru disebut di bagian pertama, dan terjemahan menulis "dari-Nya" dengan huruf besar karena itu. Susunan (لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ, lakum minhu nadziirun) yang berarti "bagi kalian, dari-Nya, pemberi peringatan" muncul tiga kali di dua surah, yaitu 11:2, 51:50, dan 51:51. Di 11:2 bunyinya (إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ, innanii lakum minhu nadziirun wa-basyiirun) yang berarti "sesungguhnya aku bagi kalian pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira dari-Nya", sehingga dua peran disebut sesudah (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya", sedangkan 51:50 menulis satu peran. Kalimat lengkap (إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ, innii lakum minhu nadziirun mubiinun) yang berarti "sungguh, aku bagi kalian, dari-Nya, seorang pemberi peringatan yang jelas" muncul dua kali di satu surah, yaitu 51:50 dan 51:51.
Kata (نَذِيرٌ, nadziirun) yang berarti "pemberi peringatan" berakar ن-ذ-ر, dan (مُبِينٌ, mubiinun) yang berarti "yang jelas" berakar ب-ي-ن. Frasa (نَذِيرٌ مُبِينٌ, nadziirun mubiinun) yang berarti "pemberi peringatan yang jelas" muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 7:184, 11:25, 22:49, 26:115, 29:50, 38:70, 46:9, 51:50, 51:51, 67:26, dan 71:2. Dua dari kesebelas ayat itu, yaitu 51:50 dan 51:51, memuat (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya", sedangkan sembilan ayat lain tidak memuatnya. Di 11:25 dan 71:2 bunyinya (إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ, innii lakum nadziirun mubiinun) yang berarti "sungguh, aku bagi kalian pemberi peringatan yang jelas", dan susunan itu muncul dua kali di dua surah. Terjemahan menulis "yang jelas" untuk frasa itu di 26:115, 29:50, 51:50, 51:51, dan 67:26, menulis "yang nyata" di 7:184, 11:25, 22:49, 38:70, dan 71:2, serta menulis "yang menjelaskan" di 46:9. Akar yang sama dipakai di 51:38 pada (بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ, bisulthaanin mubiinin) yang berarti "dengan keterangan yang nyata", sebagai sifat bagi keterangan yang dibawa Musa, sehingga satu surah memakai akar ب-ي-ن untuk bekal pengutusan Musa dan untuk penyampai peringatan di 51:50.
Tafsiran
Ayat ini datang sesudah dua bagian dengan bentuk yang berbeda. Ayat 51:24 sampai 51:46 memuat kisah tamu Ibrahim, kaum yang berdosa, Musa dan Firaun, Ad, Tsamud, dan kaum Nuh. Ayat 51:47 sampai 51:49 memuat laporan dengan "Kami" sebagai pelaku tentang langit yang dibangun, bumi yang dihamparkan, dan segala sesuatu yang diciptakan berpasang-pasangan. Ayat 51:50 beralih dari laporan ke perintah yang ditujukan kepada para pendengar. Hubungan sebab antara perintah itu dan apa yang disebut sebelumnya tidak dinyatakan ayat, jadi pembacaan bahwa seruan ini menjawab kisah dan tanda-tanda di atasnya tetap tafsir.
Suara dalam ayat ini berganti. Di 51:47 sampai 51:49 pelakunya "Kami", sedangkan di 51:50 penutur memakai "aku" dan menyebut Allah dengan "dari-Nya", sehingga Allah disebut dengan kata ganti orang ketiga. Pergantian itu dapat dibaca sebagai peralihan dari pelaku "Kami" ke seorang penyampai yang berbicara tentang Allah. Nama penyampai itu tidak tertulis di ayat ini, dan ayat tidak memuat kata "katakanlah" yang menandai siapa yang memerintahkannya berbicara.
Kalimat kedua ayat ini diulang dalam bunyi yang sama di 51:51, sesudah (وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ, wa-laa taj'aluu ma'a llaahi ilaahan aakhara) yang berarti "dan janganlah kalian menjadikan tuhan lain bersama Allah". Dengan demikian satu alasan menyertai dua kalimat yang arahnya berlainan, yaitu ajakan untuk berlari kepada Allah dan larangan menjadikan tuhan lain bersama-Nya. Ayat tidak menyatakan bahwa keduanya dua sisi dari satu sikap, jadi pembacaan itu merupakan tafsir yang dapat diajukan.
Kaum Nuh menjadi yang terakhir disebut dalam deretan kisah, di 51:46. Rumus (إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ, innii lakum nadziirun mubiinun) yang berarti "sungguh, aku bagi kalian pemberi peringatan yang jelas" tertulis di 11:25 sebagai ucapan Nuh kepada kaumnya, "Sesungguhnya aku pemberi peringatan yang nyata bagi kalian", dan di 71:2 dalam ucapan yang dibuka "Wahai kaumku". Penyampai di 51:50 memakai rumus yang sama dengan tambahan (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya". Ayat tidak menyatakan bahwa penyampai itu mengikuti Nuh, sehingga kesejajaran ini tetap bacaan.
Ayat 51:52 menyambung dengan "Demikianlah, tidak datang seorang rasul pun kepada orang-orang sebelum mereka, kecuali mereka berkata, “Penyihir atau orang gila.”" Letak ini dapat dibaca sebagai penempatan seruan 51:50 dan 51:51 di antara rasul-rasul sebelumnya. Ayat 51:50 sendiri tidak memuat sambutan pendengar, dan sambutan itu baru tertulis di 51:52. Ayat ini juga tidak menyebut dari apa pendengar diminta berlari atau kapan perintah itu berlaku, dan isinya terbatas pada perintah, tujuan, serta identitas penyampai.
Renungan dan Hikmah
- Di 62:8 kematian disebut sebagai sesuatu yang "kalian lari darinya", dan di 33:16 tertulis "Lari itu tidak akan berguna bagi kalian jika kalian lari dari kematian atau pembunuhan." Di 71:6 seruan Nuh disambut dengan lari yang arahnya tidak ditulis, sedangkan 51:50 menyebut arahnya, yaitu kepada Allah. Orang yang sedang menghindari sesuatu, misalnya tagihan, percakapan yang sulit, atau hasil pemeriksaan, dapat memperhatikan bahwa 33:16 dan 62:8 menyebut asal larinya, dan 51:50 menyebut tujuannya. Dalam hal yang sedang dihindari sekarang, tujuan larinya sudah punya nama?
- Di 51:38 Musa diutus dengan "keterangan yang nyata", dan di 51:50 penutur menyebut dirinya "seorang pemberi peringatan yang jelas". Pada kedua ayat itu kejelasan melekat pada pembawa kabar atau pada bekal yang dibawanya, dan tidak melekat pada pihak yang menerima. Seseorang yang menunda menanggapi sebuah peringatan dengan alasan belum jelas dapat memperhatikan penempatan itu. Pada hal yang sedang ditunda sekarang, ketidakjelasan itu terletak pada peringatannya atau pada kesiapan sendiri untuk menanggapinya?
- Ayat 51:51 mengulang kalimat kedua ayat 51:50 sesudah "Dan janganlah kalian menjadikan tuhan lain bersama Allah", sehingga alasan "Sungguh, aku bagi kalian, dari-Nya, seorang pemberi peringatan yang jelas" menyertai ajakan berlari kepada Allah dan larangan menjadikan tuhan lain bersama Allah. Dua kalimat yang arahnya berlainan, yang pertama menuju dan yang kedua membatasi, ditopang alasan yang sama. Orang yang sedang menimbang dua keputusan, yang pertama melangkah menuju sesuatu dan yang kedua menetapkan batas, dapat memperhatikan bahwa keduanya mungkin bertumpu pada alasan yang sama. Dalam keputusan yang sedang dihadapi, langkah dan batasnya berasal dari satu alasan atau dari dua alasan yang berlainan?
- Di 11:2 penutur menyebut dirinya "pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira dari-Nya", dan di 51:50 tertulis satu peran, yaitu pemberi peringatan, juga dengan "dari-Nya". Kata ganti itu kembali kepada Allah, sehingga penutur menaruh asal peringatan pada Allah dan menaruh dirinya pada kedudukan pembawa. Seseorang yang menerima nasihat keras dari orang lain dapat memperhatikan bahwa penutur ayat ini membedakan pembawa dari asal peringatan. Dalam nasihat keras yang pernah diterima, siapa yang membawa dan dari mana asalnya sudah dibedakan?
- Ayat 51:47 sampai 51:49 menyebut langit yang dibangun, bumi yang dihamparkan, dan segala sesuatu yang diciptakan berpasang-pasangan "agar kalian mengambil pelajaran", lalu 51:50 dibuka dengan "Maka, berlarilah kepada Allah." Urutan itu dapat dibaca sebagai pengamatan yang bersambung dengan langkah, dan ayat tidak menyatakan hubungan sebab di antara keduanya. Seseorang yang sudah lama mengamati sesuatu, misalnya cara alam bekerja atau pola dalam pengalamannya sendiri, dapat memperhatikan bahwa dalam urutan ini pelajaran disusul seruan bertindak. Pengamatan yang sudah terkumpul sampai sekarang pernah berlanjut menjadi langkah yang menuju Allah?
- Ayat 51:52 mencatat tuduhan "Penyihir atau orang gila" terhadap rasul-rasul sebelumnya, dan 51:54 menyatakan "Maka, berpalinglah dari mereka; maka, engkau sama sekali bukan orang yang tercela." Urutan itu dapat dibaca sebagai pemisahan antara tugas menjelaskan dan sambutan pendengar, dan ayat tidak menyatakan pemisahan itu secara langsung, jadi ini bacaan. Seseorang yang menyampaikan kabar yang sulit diterima, misalnya kepada rekan kerja atau keluarga, dapat memperhatikan urutan itu sebagai bahan menimbang apakah sambutan yang buruk menjadi ukuran bagi mutu penyampaiannya. Sambutan yang kurang baik pernah dibaca sebagai tanda bahwa kabarnya salah disampaikan?