وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Dan janganlah kalian menjadikan tuhan lain bersama Allah; sesungguhnya aku bagi kalian, dari-Nya, seorang pemberi peringatan yang jelas.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَلَا تَجْعَلُواwa-laa taj'aluudan janganlah kalian menjadikan
  2. مَعَ اللَّهِma'a llaahibersama Allah
  3. إِلَٰهًا آخَرَilaahan aakharatuhan lain
  4. إِنِّي لَكُمْinnii lakumsesungguhnya aku bagi kalian
  5. مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌminhu nadziirun mubiinundari-Nya seorang pemberi peringatan yang jelas

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تَجْعَلُواtaj'aluukalian menjadikan
  3. مَعَma'abersama
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. إِلَٰهًاilaahantuhan
  6. آخَرَaakharayang lain
  7. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  8. لَكُمْlakumbagi kalian
  9. مِنْهُminhudarinya
  10. نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
  11. مُبِينٌmubiinunyang nyata

Inti bacaan

Kalimat (إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ, innii lakum minhu nadziirun mubiinun) hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:50 dan 51:51.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَا تَجْعَلُوا, wa-laa taj'aluu) yang berarti "dan janganlah kalian menjadikan". Penyambung (وَ, wa) yang berarti "dan" menghubungkan larangan ini dengan 51:50, yang dibuka dengan (فَفِرُّوا, fa-firruu) yang berarti "maka berlarilah kalian"; bentuk itu muncul satu kali, yaitu di 51:50. Kata kerja (تَجْعَلُوا, taj'aluu) yang berarti "kalian menjadikan" berakar ج-ع-ل dan berakhiran (وا, uu) yang berarti "kalian". Terjemahan menulis "kalian", berbeda dari "engkau" pada 17:22 dan 17:39, tempat bunyinya (لَا تَجْعَلْ, laa taj'al) yang berarti "janganlah engkau menjadikan".

Susunan (وَلَا تَجْعَلُوا, wa-laa taj'aluu) yang berarti "dan janganlah kalian menjadikan" muncul dua kali di dua surah, yaitu 2:224 dan 51:51. Di 2:224 bunyinya (وَلَا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً, wa-laa taj'aluu llaaha 'urdhatan) yang berarti "dan janganlah kalian jadikan Allah sebagai penghalang", dengan Allah sebagai sesuatu yang dijadikan. Bentuk (تَجْعَلُوا, taj'aluu) yang berarti "kalian menjadikan" muncul lima kali di empat surah, yaitu 2:22, 2:224, 4:144, 24:63, dan 51:51, dengan surah 2 memuatnya dua kali. Terjemahan memilih kata Indonesia menurut objeknya: "mengadakan" di 2:22 pada (فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا, fa-laa taj'aluu li-llaahi andaadan) yang berarti "maka janganlah kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah", "memberi" di 4:144, "jadikan" di 2:224 dan 24:63, serta "menjadikan" di 51:51. Objek di 51:51 berupa (إِلَٰهًا, ilaahan) yang berarti "tuhan", dan "menjadikan" dipertahankan seperti di 17:22, 17:39, dan 50:26.

Kata (إِلَٰهًا, ilaahan) yang berarti "tuhan" berakar أ-ل-ه, dan bunyi akhir -an menandai bentuk tak tentu. Terjemahan menulisnya "tuhan" berhuruf kecil, berbeda dari (اللَّهِ, llaahi) yang berarti "Allah". Kata (آخَرَ, aakhara) yang berarti "lain" berakar أ-خ-ر. Rangkaian (إِلَٰهًا آخَرَ, ilaahan aakhara) yang berarti "tuhan lain" muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 15:96, 17:22, 17:39, 23:117, 25:68, 26:213, 28:88, 50:26, dan 51:51, dengan surah 17 memuatnya dua kali. Di kesembilan ayat itu rangkaian tersebut didahului (مَعَ اللَّهِ, ma'a llaahi) yang berarti "bersama Allah", dan (مَعَ, ma'a) yang berarti "bersama" menaruh tuhan lain itu di samping Allah.

Kata kerja yang mendahului rangkaian itu berbeda-beda. Dari akar ج-ع-ل ada (يَجْعَلُونَ, yaj'aluuna) yang berarti "mereka menjadikan" di 15:96, yang diterjemahkan "menganggap adanya", lalu (جَعَلَ, ja'ala) yang berarti "dia menjadikan" di 50:26, serta (تَجْعَلْ, taj'al) yang berarti "engkau menjadikan" di 17:22 dan 17:39. Dari akar د-ع-و ada (يَدْعُ, yad'u) yang berarti "dia menyeru" di 23:117, (يَدْعُونَ, yad'uuna) yang berarti "mereka menyeru" di 25:68, dan (تَدْعُ, tad'u) yang berarti "engkau menyeru" di 26:213 dan 28:88; terjemahan 26:213 menulis "menyeru" dan terjemahan 28:88 menulis "sembah". Dari lima larangan itu, empat menyapa dengan "engkau", yaitu 17:22, 17:39, 26:213, dan 28:88, sedangkan 51:51 menyapa dengan "kalian". Ayat 72:18 memakai akar د-ع-و dengan sapaan "kalian" pada (فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا, fa-laa tad'uu ma'a llaahi ahadan) yang berarti "maka janganlah kalian menyeru seorang pun bersama Allah", dengan (أَحَدًا, ahadan) yang berarti "seorang pun" menggantikan "tuhan lain". Rangkaian itu muncul satu kali, yaitu di 72:18. Di 6:19 bentuk jamaknya (آلِهَةً أُخْرَىٰ, aalihatan ukhraa) yang berarti "tuhan-tuhan lain" muncul satu kali.

Kata (إِنِّي, innii) yang berarti "sesungguhnya aku" membuka kalimat kedua. Kata (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian" menyebut penerima peringatan, dan (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya" memuat akhiran (هُ, hu) yang berarti "-Nya", yang kembali kepada Allah pada (اللَّهِ, llaahi) di bagian pertama ayat yang sama. Terjemahan mempertahankan urutan Arab dengan mengapit "dari-Nya" di antara dua koma. Di 11:2 terjemahan memindahkannya ke akhir pada (إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ, innanii lakum minhu nadziirun wa-basyiirun) yang berarti "sesungguhnya aku bagi kalian pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira dari-Nya". Rangkaian (مِنْهُ نَذِيرٌ, minhu nadziirun) yang berarti "dari-Nya pemberi peringatan" muncul tiga kali di dua surah, yaitu 11:2, 51:50, dan 51:51. Seluruh kalimat (إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ, innii lakum minhu nadziirun mubiinun) yang berarti "sesungguhnya aku bagi kalian, dari-Nya, seorang pemberi peringatan yang jelas" muncul dua kali di satu surah, yaitu 51:50 dan 51:51, dan bunyinya sama pada keduanya.

Kata (نَذِيرٌ, nadziirun) yang berarti "pemberi peringatan" berakar ن-ذ-ر, dan (مُبِينٌ, mubiinun) yang berarti "yang jelas" berakar ب-ي-ن. Rangkaian (نَذِيرٌ مُبِينٌ, nadziirun mubiinun) yang berarti "pemberi peringatan yang jelas" muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 7:184, 11:25, 22:49, 26:115, 29:50, 38:70, 46:9, 51:50, 51:51, 67:26, dan 71:2, dengan surah 51 memuatnya dua kali. Terjemahan memakai "yang jelas" di 26:115, 29:50, 51:50, 51:51, dan 67:26, memakai "yang nyata" di 7:184, 11:25, 22:49, 38:70, dan 71:2, serta memakai "yang menjelaskan" di 46:9. Kalimat (إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ, innii lakum nadziirun mubiinun) yang berarti "sesungguhnya aku pemberi peringatan yang nyata bagi kalian" muncul dua kali di dua surah, yaitu 11:25 dan 71:2, dan keduanya tanpa (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya". Kata (مُبِينٌ, mubiinun) juga menyifati keterangan di 51:38, dalam (بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ, bi-sulthaanin mubiinin) yang berarti "dengan keterangan yang nyata", yang muncul lima kali di lima surah, yaitu 14:10, 27:21, 44:19, 51:38, dan 52:38. Dalam surah ini kata (مُبِينٌ, mubiinun) yang berarti "yang jelas" menyifati keterangan yang dibawa Musa di 51:38, lalu menyifati pemberi peringatan di 51:50 dan 51:51.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan 51:50 dan berakhir dengan kalimat yang berbunyi sama dengan akhir ayat itu. Pembicara bergeser sebelum keduanya. Di 51:47 sampai 51:49 pelakunya "Kami", yang membangun langit, menghamparkan bumi, dan menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Di 51:50 dan 51:51 pembicara menyebut "aku" dan menyebut Allah dengan "-Nya", sehingga yang berbicara dapat dibaca sebagai pemberi peringatan itu sendiri. Suara Allah dalam orang pertama muncul lagi di 51:56 pada (وَمَا خَلَقْتُ, wa-maa khalaqtu) yang berarti "dan Aku tidak menciptakan".

Dua ayat ini memuat dua gerak yang berlawanan arah. Ayat 51:50 menyebut tujuan lewat (إِلَى اللَّهِ, ilaa llaahi) yang berarti "kepada Allah", dan 51:51 menyebut letak lewat (مَعَ اللَّهِ, ma'a llaahi) yang berarti "bersama Allah". Perintah pertama mengarahkan, dan larangan kedua memberi batas pada apa yang boleh berada di sisi-Nya. Allah menjadi titik acuan keduanya, dan keduanya berakhir dengan kalimat yang sama tentang satu penyampai.

Larangan serupa di surah lain berjalan dengan susunan yang berbeda. Di 17:22 larangan disusul "nanti engkau menjadi tercela lagi terhina", di 17:39 disusul "nanti engkau dilemparkan ke dalam Jahanam dalam keadaan tercela lagi terusir", dan di 26:213 disusul "nanti engkau termasuk orang-orang yang diazab". Di 28:88 larangan disusul (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa) yang berarti "tidak ada tuhan selain Dia". Di 51:51 larangan disusul pernyataan pemberi peringatan tentang dirinya, dan akibat bagi pelanggar tidak tertulis di ayat ini. Kalimat penutup itu dapat dibaca sebagai alasan yang menopang kedua perintah di 51:50 dan 51:51: yang disampaikan berasal dari-Nya, dan penyampainya jelas. Pembacaan ini tetap tafsir, sebab ayat tidak menyatakan hubungan sebab itu.

Di 26:213 larangan yang sama disusul 26:214, yang berbunyi (وَأَنْذِرْ, wa-andzir) yang berarti "dan berilah peringatan" kepada kerabat terdekat. Kata kerja itu dan (نَذِيرٌ, nadziirun) yang berarti "pemberi peringatan" di 51:51 berasal dari akar yang sama, yaitu ن-ذ-ر. Di 26:213 perintah memberi peringatan menyusul larangan, dan di 51:51 sosok pemberi peringatan itu hadir di ayat yang sama dengan larangan.

Ayat 51:46 menyebut kaum Nuh, dan kalimat pemberi peringatan tanpa (مِنْهُ, minhu) yang berarti "dari-Nya" tercatat sebagai ucapan Nuh di 11:25 dan 71:2. Ayat 51:52 lalu melaporkan apa yang dikatakan kepada rasul-rasul sebelumnya, yaitu (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) yang berarti "penyihir atau orang gila", bunyi yang muncul dua kali di satu surah, yaitu 51:39 dan 51:52. Urutan di 51:38 dan 51:39 berulang di sini: sifat jelas disebut lebih dulu, yaitu pada keterangan Musa di 51:38 dan pada pemberi peringatan di 51:50 dan 51:51, lalu tuduhan menyusul di 51:39 dan 51:52. Ayat 51:51 sendiri tidak menyebut siapa yang dituju dan bagaimana mereka menanggapi, karena bagian itu baru terbuka pada 51:52.

Renungan dan Hikmah

  • Larangan di 51:51 memakai kata bersama untuk menyebut letak tuhan lain terhadap Allah. Ayat ini tidak merinci wujud tuhan lain itu. Di 45:23 tercatat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan dua ayat itu bila dibaca berdampingan membuka kemungkinan bahwa sesuatu yang diletakkan di samping Allah tidak mesti berupa patung atau nama. Pembaca dapat memeriksa apakah ada keinginan, kebiasaan, atau kedudukan yang dalam praktik mendapat tempat sebelum kehendak Allah dipertimbangkan. Keputusan apa yang selama ini diambil lebih dulu daripada pertanyaan tentang apa yang dikehendaki-Nya?
  • Pemberi peringatan di 51:51 menyebut dirinya sebagai pemberi peringatan bagi kalian yang berasal dari-Nya, yaitu dari Allah yang disebut di bagian pertama ayat. Ayat 11:2 memuat susunan yang dekat, dengan tambahan pembawa kabar gembira. Bagi penerima nasihat, urutan itu memberi pertanyaan awal yang dapat diajukan sebelum menimbang isi: dari siapa pesan ini bermula? Bagi penyampai nasihat, ayat ini memperlihatkan seorang penyampai yang menaruh asal pesan lebih dulu daripada dirinya. Pesan mana yang selama ini diterima tanpa pernah ditanyakan asalnya, dan pesan mana yang disampaikan atas nama diri sendiri padahal bobotnya terasa lebih besar dari itu?
  • Ayat 51:50 memerintahkan berlari kepada Allah, lalu 51:51 melarang menaruh tuhan lain bersama Allah. Satu ayat memberi arah dan ayat berikutnya memberi batas, dan keduanya diletakkan berurutan dengan penutup yang sama. Orang yang sudah lama menghindari sesuatu dapat memeriksa apakah ada tujuan yang dituju pada saat yang sama, dan orang yang sudah memiliki tujuan dapat memeriksa apakah masih ada yang ditaruh di sampingnya. Penghindaran tanpa tujuan dan tujuan tanpa batas tidak dibicarakan oleh ayat ini, yang menaruh keduanya berdampingan. Apakah usaha menjauhi sesuatu pernah disertai usaha mendekat kepada Allah?
  • Tiga larangan serupa di 17:22, 17:39, dan 26:213 disusul akibat bagi yang melanggar, sedangkan 51:51 disusul pernyataan pemberi peringatan tentang dirinya. Perbedaan susunan itu memungkinkan pembaca menimbang dasar dari batas yang dipegangnya: gambaran akibat, atau keyakinan bahwa pesan itu datang dari Allah lewat penyampai yang jelas. Pembacaan ini bersifat penalaran, karena ayat tidak menyatakan bahwa akibat sengaja ditiadakan di sini. Dua dasar itu dapat berjalan berdampingan dalam diri seseorang, dan ayat-ayat tadi menaruh keduanya di tempat yang berbeda. Batas yang dijaga selama ini lebih bertumpu pada takut akan akibatnya atau pada keyakinan terhadap sumber pesannya?
  • Empat larangan serupa di 17:22, 17:39, 26:213, dan 28:88 menyapa seorang dengan "engkau", sedangkan 51:51 memakai "kalian", seperti 72:18 yang melarang menyeru seorang pun bersama Allah. Sapaan jamak menaruh pembicaraan tentang tuhan lain di ruang bersama, misalnya keluarga, kelompok kerja, atau jamaah. Pembaca dapat melihat bahwa persoalan ini terbuka untuk dibicarakan oleh beberapa orang sekaligus, dan tiap orang dapat menimbangnya bersama yang lain. Hal yang ditaruh di samping Allah dalam kehidupan bersama dapat menjadi bahan percakapan yang jujur di antara mereka. Dengan siapa percakapan seperti itu pernah dimulai, dan siapa yang bersedia mendengarkannya?
  • Kata yang berarti jelas menyifati keterangan Musa di 51:38, lalu menyifati pemberi peringatan di 51:50 dan 51:51, sehingga kejelasan disebut berulang dalam satu surah. Sesudahnya 51:52 melaporkan bahwa kepada rasul-rasul sebelumnya dikatakan "Penyihir atau orang gila". Orang yang menyampaikan peringatan kepada anak, murid, atau rekan dapat menimbang apakah isi peringatannya sudah terang bagi yang mendengar, sebab ayat ini menaruh kejelasan sebagai ciri pemberi peringatan yang datang dari Allah. Bila peringatan yang jelas tetap dijawab dengan tuduhan, 51:52 mencatat bahwa tuduhan semacam itu pernah dialamatkan kepada rasul-rasul sebelumnya. Peringatan apa yang pernah disampaikan dengan cara yang membuat pendengarnya menebak maksudnya?