وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
Dan janganlah kalian menjadikan tuhan lain bersama Allah; sesungguhnya aku bagi kalian, dari-Nya, seorang pemberi peringatan yang jelas.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَلَا تَجْعَلُواwa-laa taj'aluudan janganlah kalian menjadikan
- مَعَ اللَّهِma'a llaahibersama Allah
- إِلَٰهًا آخَرَilaahan aakharatuhan lain
- إِنِّي لَكُمْinnii lakumsesungguhnya aku bagi kalian
- مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌminhu nadziirun mubiinundari-Nya seorang pemberi peringatan yang jelas
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَجْعَلُواtaj'aluukalian menjadikan
- مَعَma'abersama
- اللَّهِllaahiAllah
- إِلَٰهًاilaahantuhan
- آخَرَaakharayang lain
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنْهُminhudarinya
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Pengulangan penegasan larangan syirik dan identitas penyampai pesan, penekanan berulang menunjukkan bobot penting dari kedua pesan ini.
Penjelasan pilihan kata
Susunan frasa 'innii lakum minhu nadziirun mubiinun' diterjemahkan konsisten dengan anak kalimat identik di 51:50 untuk keseragaman lintas dua ayat yang berbagi struktur sama persis.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan larangan tegas terhadap kemusyrikan sebagai inti seruan sang pemberi peringatan.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengulang kalimat penutup dari ayat sebelumnya. Bunyinya sama persis. Yang berganti larangannya.
- Larangannya menyebut bersama, bukan menggantikan. Bukan mengganti Tuhan. Menambahkan di sebelah-Nya.
- Penyampainya menyebut dirinya berasal dari-Nya. Allah merekam kata itu. Yang memperingatkan bukan atas nama sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, a-l-h, a-kh-r, n-dz-r, b-y-n): laa taj'aluu ma'a llaah ilaahan aakhar diterjemahkan 'jangan menjadikan tuhan lain bersama Allah' (ilaah, tauhid); innii lakum minhu nadhiir mubiin diterjemahkan 'aku pemberi peringatan yang nyata dari-Nya' (akar n-dz-r + akar b-y-n, peran-disangkal, cf. 51:50). Selaras.