كَذَٰلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ

Demikianlah, tidak datang seorang rasul pun kepada orang-orang sebelum mereka, kecuali mereka berkata, “Penyihir atau orang gila.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  2. مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْmaa ataa lladziina min qablihimtidak datang kepada orang-orang sebelum mereka
  3. مِنْ رَسُولٍmin rasuulinseorang rasul pun
  4. إِلَّا قَالُواillaa qaaluukecuali mereka berkata
  5. سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌsaahirun aw majnuununpenyihir atau orang gila

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  2. مَاmaatidaklah
  3. أَتَىataadatang
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. مِنْmindari
  6. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  7. مِنْmindari
  8. رَسُولٍrasuulinrasul
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. قَالُواqaaluumereka berkata
  11. سَاحِرٌsaahirunpenyihir
  12. أَوْawatau
  13. مَجْنُونٌmajnuununorang gila

Inti bacaan

Frasa (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:39 dan 51:52.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) yang berarti "demikianlah". Kata ini tersusun dari (كَ, ka) yang berarti "seperti" dan (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu", dan terjemahan memberinya koma sesudahnya agar terbaca sebagai pembuka seluruh kalimat. Hal yang dirujuknya tidak diterangkan dalam ayat ini. Pembuka yang sama dipakai di 2:118 pada (كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, ka-dzaalika qaala l-ladziina min qablihim) yang berarti "demikianlah orang-orang sebelum mereka berkata", dan di 43:23 pada (وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا, wa-ka-dzaalika maa arsalnaa) yang berarti "dan demikianlah, Kami tidak mengutus". Rangkaian (كَذَٰلِكَ مَا, ka-dzaalika maa) yang berarti "demikianlah tidak" muncul dua kali di dua surah, yaitu 43:23 dan 51:52.

Penafian (مَا, maa) yang berarti "tidak" mendahului kata kerja (أَتَى, ataa) yang berarti "datang", berakar أ-ت-ي, sehingga terbaca (مَا أَتَى, maa ataa) yang berarti "tidak datang". Bentuk (أَتَى, ataa) yang berarti "datang" muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 16:1, 16:26, 20:60, 20:69, 26:89, 51:52, dan 76:1, dan terjemahan memakai "datang" di semuanya kecuali 16:26, tempat objeknya bangunan sehingga tertulis "mendatangi". Dengan bentuk lain dari akar yang sama, yaitu (يَأْتِيهِمْ, ya'tiihim) yang berarti "datang kepada mereka", tersusun kalimat yang mirip: (مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, maa ya'tiihim min rasuulin illaa kaanuu bihi yastahzi'uuna) yang berarti "tidak datang kepada mereka seorang rasul kecuali mereka mengolok-oloknya" muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:11 dan 36:30, dan 43:7 memakai (نَبِيٍّ, nabiyyin) yang berarti "seorang nabi" sebagai ganti rasul. Pada ketiga ayat itu, sesudah (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" tertulis tindakan mengolok-olok, sedangkan di 51:52 tertulis ucapan, yaitu (إِلَّا قَالُوا, illaa qaaluu) yang berarti "kecuali mereka berkata", dan rangkaian itu muncul satu kali, yaitu di 51:52.

Kata kerja (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata" berakar ق-و-ل, dan pelakunya tertulis lewat bentuk jamak itu sendiri. Di 43:23 pelaku ucapan disebut terang dalam (إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا, illaa qaala mutrafuuhaa) yang berarti "kecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata", sedangkan di 51:52 ayat tidak menamai mereka. Susunan (قَالُوا سَاحِرٌ, qaaluu saahirun) yang berarti "mereka berkata penyihir" muncul dua kali di dua surah, yaitu 40:24 dan 51:52. Di 40:24 bunyinya (فَقَالُوا سَاحِرٌ كَذَّابٌ, fa-qaaluu saahirun kadzdzaabun) yang berarti "lalu mereka berkata, penyihir yang banyak berdusta", dan ucapan itu tertulis sesudah nama Firaun, Haman, dan Qarun.

Frasa (الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, alladziina min qablihim) yang berarti "orang-orang sebelum mereka" tersusun dari (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang", (مِنْ, min) yang berarti "dari", dan (قَبْلِهِمْ, qablihim) yang berarti "sebelum mereka", dengan akar ق-ب-ل pada kata terakhir. Terjemahan menuliskannya "orang-orang sebelum mereka" tanpa "dari", seperti pada 2:118, 16:26, dan 29:3. Akhiran (هِمْ, him) yang berarti "mereka" tidak diberi nama, dan dapat dibaca merujuk pada kaum yang dihadapi pembawa kabar di 51:50 dan 51:51. Pada rangkaian (مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ, min qablihim min rasuulin) yang berarti "sebelum mereka seorang rasul pun", dua (مِنْ, min) yang berarti "dari" berurutan: yang pertama menyertai "sebelum mereka" dan yang kedua menyertai "seorang rasul pun".

Frasa (مِنْ رَسُولٍ, min rasuulin) yang berarti "seorang rasul pun" memuat (رَسُولٍ, rasuulin) yang berarti "rasul" dari akar ر-س-ل, dan frasa itu muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 4:64, 14:4, 15:11, 21:25, 22:52, 36:30, 51:52, dan 72:27. Terjemahan memakai "seorang rasul pun" di 4:64, 14:4, 21:25, dan 51:52, memakai "seorang rasul" tanpa "pun" di 15:11, 22:52, dan 36:30, sedangkan di 72:27 frasa itu berada dalam (إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ, illaa mani rtadhaa min rasuulin) yang berarti "kecuali kepada rasul yang Dia ridai", sehingga "pun" tidak dipakai di sana. Pilihan "pun" di 51:52 membuat penafian terbaca menjangkau setiap rasul sebelum mereka.

Ayat ditutup dengan (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) yang berarti "penyihir atau orang gila", dan susunan itu muncul dua kali di satu surah, yaitu 51:39 dan 51:52. Bentuk (سَاحِرٌ, saahirun) yang berarti "penyihir" berakar س-ح-ر dan muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 7:109, 10:2, 26:34, 38:4, 40:24, 51:39, dan 51:52. Pada lima ayat yang lain bentuk itu diikuti keterangan: (سَاحِرٌ عَلِيمٌ, saahirun 'aliimun) yang berarti "penyihir yang berilmu" di 7:109 dan 26:34, (سَاحِرٌ مُبِينٌ, saahirun mubiinun) yang berarti "penyihir yang nyata" di 10:2, dan (سَاحِرٌ كَذَّابٌ, saahirun kadzdzaabun) yang berarti "penyihir yang banyak berdusta" di 38:4 dan 40:24. Di 51:39 dan 51:52 bentuk itu langsung disusul (أَوْ, aw) yang berarti "atau". Bentuk (مَجْنُونٌ, majnuunun) yang berarti "orang gila" berakar ج-ن-ن dan muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 15:6, 26:27, 44:14, 51:39, 51:52, 54:9, dan 68:51. Di 15:6 dan 26:27 bunyinya (لَمَجْنُونٌ, la-majnuunun) yang berarti "benar-benar orang gila", di 44:14 (مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ, mu'allamun majnuunun) yang berarti "diajari, lagi gila", dan di 54:9 (وَقَالُوا مَجْنُونٌ, wa-qaaluu majnuunun) yang berarti "dan mereka berkata, orang gila" diucapkan oleh kaum Nuh.

Tafsiran

Ayat ini berdiri di antara dua ayat yang berbicara tentang pembawa kabar. Di 51:50 dan 51:51 dia menyatakan dirinya bagi para pendengar sebagai "seorang pemberi peringatan yang jelas", dan di 51:53 muncul pertanyaan "Apakah mereka saling mewariskannya?" Ayat 51:52 menaruh di tengahnya satu keterangan tentang cara rasul-rasul terdahulu disambut. Kalimatnya berbentuk aturan tentang mereka, dan kata pembuka "Demikianlah" dapat dibaca sebagai penunjuk bahwa sambutan yang diterima pembawa kabar di 51:50 termasuk deretan yang sama.

Di antara 51:32 dan 51:46, yang memuat kaum yang berdosa, Musa, Ad, Tsamud, dan kaum Nuh, ucapan penolakan secara langsung tercatat di 51:39, yaitu "Penyihir atau orang gila" sesudah Musa diutus kepada Firaun di 51:38. Ayat 51:52 menaruh satu contoh itu sebagai aturan: bunyinya sama dengan 51:39 dan kini dikenakan pada rasul mana pun sebelum mereka. Pembaca yang membaca 51:39 sebagai ucapan satu orang dapat membaca ulang ucapan itu sebagai bagian dari deretan yang lebih panjang. Ucapan itu menyodorkan dua kemungkinan tanpa memutuskan salah satunya, dan ayat tidak mencatat alasan para penuduh.

Ayat 51:53 menanggapi keserupaan itu dengan pertanyaan "Apakah mereka saling mewariskannya?" lalu melanjutkan dengan menyebut mereka "kaum yang melampaui batas". Keterangan dalam ayat itu menunjuk sikap mereka sendiri dan tidak menyebut pewarisan. Di 2:118 keserupaan ucapan diberi keterangan lain, yaitu "Hati mereka serupa." Dua keterangan itu berada di dua ayat yang berbeda, dan 51:52 tidak memilih di antaranya.

Sesudah itu 51:54 menyatakan bahwa engkau bukan orang yang tercela. Urutan ini dapat dibaca sebagai penegasan bahwa celaan yang menyertai tuduhan tidak melekat pada pembawa kabar. Ayat tidak menyatakan hubungan sebab itu, jadi bacaan ini tetap tafsir.

Ayat 51:52 tidak memuat nama rasul, jumlah mereka, atau nasib para penuduh. Nasib itu tertulis di kisah-kisah sebelumnya dalam surah ini, misalnya hukuman atas Firaun di 51:40 dan petir yang menyambar Tsamud di 51:44, sedangkan 51:52 hanya mencatat apa yang diucapkan.

Renungan dan Hikmah

  • Di 4:64 tertulis "Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah", dan di 51:52 tertulis bahwa tidak datang seorang rasul pun kecuali mereka mengucapkan tuduhan. Dua ayat itu memakai rangka penafian dan pengecualian yang serupa, dan pengutusan dengan izin Allah dicatat berdampingan dengan penolakan oleh kaumnya. Orang yang menyampaikan sesuatu yang benar lalu menerima tuduhan, di kantor, di keluarga, atau di antara teman, dapat memperhatikan bahwa ayat menaruh pengalaman itu dalam deretan panjang yang tidak mengecualikan rasul mana pun. Tuduhan yang diterima belum tentu menjadi tanda bahwa pesannya keliru. Apakah tuduhan yang pernah diterima sudah ditimbang terpisah dari pesan yang disampaikan?
  • Tuduhan di 51:52 menyodorkan dua pilihan, penyihir atau orang gila, dan bunyinya sama dengan ucapan di 51:39. Penyihir menggambarkan seseorang yang pandai memengaruhi, sedangkan orang gila menggambarkan seseorang yang kehilangan akal, sehingga dua gambaran itu sulit dipegang bersamaan. Ayat tidak memutuskan salah satunya dan tidak mencatat bahwa penuduh pernah menetapkan pilihannya. Orang yang menerima label dari dua arah yang berlawanan, misalnya dianggap terlalu cerdik oleh sebagian orang dan terlalu naif oleh yang lain, dapat melihat bahwa pertentangan semacam itu sudah tercatat pada rasul-rasul terdahulu. Apakah dua label yang bertabrakan menandakan bahwa pemberinya belum memeriksa orangnya?
  • Di 51:51 pembawa kabar berkata, "Dan janganlah kalian menjadikan tuhan lain bersama Allah; sesungguhnya aku bagi kalian, dari-Nya, seorang pemberi peringatan yang jelas." Ayat 51:52 sesudahnya mencatat ucapan yang berupa dua kata, penyihir atau orang gila, tanpa menyinggung isi peringatan tentang Allah itu. Orang yang pernah menyampaikan peringatan dan dibalas dengan label tentang dirinya dapat memperhatikan bahwa ayat menaruh label di samping isi yang tak tersentuh. Orang yang hendak menimbang sebuah peringatan dapat bertanya apakah isinya sudah dibaca sebelum pembawanya diberi nama. Sebuah peringatan tentang Allah pernah dijawab dengan label, atau dengan pertimbangan atas isinya?
  • Di 2:118 orang-orang yang tidak berilmu berkata, "Mengapa Allah tidak berbicara dengan kami, atau datang tanda kepada kami?" lalu ayat itu menyambung, "Demikianlah orang-orang sebelum mereka berkata seperti ucapan mereka." Di 51:53, sesudah ucapan para penuduh dicatat, muncul pertanyaan "Apakah mereka saling mewariskannya?" Keserupaan ucapan lintas generasi membuka pertanyaan tentang asal sebuah kalimat penolakan. Orang yang hendak menolak atau menanggapi sesuatu dapat memperhatikan dari mana kalimatnya berasal, dari penimbangannya sendiri atau dari ucapan yang sudah tersedia dan terdengar di sekitarnya. Apakah kalimat penolakan yang terucap kemarin lahir dari penimbangan atau dari yang sudah terdengar?
  • Di 43:23 ucapan penolakan dinisbatkan kepada orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu, sedangkan di 51:52 pelakunya tertulis sebagai mereka yang berkata, tanpa ciri golongan atau tempat. Dengan tidak diberi ciri, ucapan penolakan dapat dibaca sebagai peristiwa yang menyertai rasul-rasul terdahulu dari pihak yang tidak disebut identitasnya. Orang yang membaca ayat ini dapat menimbang bahwa label semacam itu tidak terikat pada pihak yang mudah ditunjuk sebagai lawan, dan bahwa sebuah label dapat keluar dari mulut siapa saja yang sedang menolak. Apakah label yang pernah dikeluhkan dari orang lain pernah juga dilontarkan sendiri kepada pihak lain?
  • Di 14:4 tertulis bahwa rasul diutus dengan bahasa kaumnya agar dia menjelaskan kepada mereka, lalu ayat itu melanjutkan bahwa Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Ayat 14:4 menyebut cara penyampaian, dan 51:52 menyebut sambutan atas penyampaian itu. Kedua ayat dapat dibaca berdampingan tanpa menyimpulkan sebab: 51:52 tidak menyatakan bahwa tuduhan lahir dari ucapan yang kurang jelas. Orang yang sudah menyampaikan sesuatu sejelas-jelasnya lalu tetap ditolak dapat menimbang bahwa jelasnya penyampaian belum menjamin diterimanya pesan. Apakah penolakan yang pernah dihadapi sudah dipisahkan dari penilaian atas cara menyampaikan?