وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا خَلَقْتُwa-maa khalaqtudan Aku tidak menciptakan
  2. الْجِنَّ وَالْإِنْسَal-jinna wa-l-insajin dan manusia
  3. إِلَّا لِيَعْبُدُونِillaa li-ya'buduunikecuali agar mereka beribadah kepada-Ku

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. خَلَقْتُkhalaqtuAku menciptakan
  3. الْجِنَّal-jinnajin
  4. وَالْإِنْسَwa-l-insadan manusia
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. لِيَعْبُدُونِli-ya'buduuniagar mereka mengabdi kepada-Ku

Inti bacaan

Bentuk (لِيَعْبُدُونِ, li-ya'buduuni) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:56.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا خَلَقْتُ, wa-maa khalaqtu) yang berarti "dan Aku tidak menciptakan". Bunyi itu tersusun dari penyambung "dan", penafian "tidak", dan kata kerja "menciptakan" berakar خ-ل-ق yang diberi akhiran (تُ, tu) yang berarti "Aku". Rangkaian (وَمَا خَلَقْتُ, wa-maa khalaqtu) yang berarti "dan Aku tidak menciptakan" muncul satu kali, yaitu di 51:56. Rangkaian dengan pelaku "Kami", yaitu (وَمَا خَلَقْنَا, wa-maa khalaqnaa) yang berarti "dan Kami tidak menciptakan", muncul empat kali di empat surah, yaitu 15:85, 21:16, 38:27, dan 44:38, dengan langit dan bumi sebagai objek di keempat ayat itu. Di surah yang sama, 51:49 memuat (خَلَقْنَا, khalaqnaa) yang berarti "Kami ciptakan", sehingga pelaku berpindah dari "Kami" pada 51:47 sampai 51:49 ke "Aku" pada 51:56.

Bentuk (خَلَقْتُ, khalaqtu) yang berarti "Aku menciptakan" berdiri sebagai kata tersendiri tiga kali di tiga surah, yaitu 38:75, 51:56, dan 74:11. Di 38:75 bunyinya (لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ, li-maa khalaqtu bi-yadayya) yang berarti "kepada yang Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku", dan di 74:11 (وَمَنْ خَلَقْتُ, wa-man khalaqtu) yang berarti "dan orang yang Aku ciptakan". Di 19:9 kata kerja yang sama memuat akhiran lain, yaitu (خَلَقْتُكَ, khalaqtuka) yang berarti "Aku menciptakanmu". Di 51:56 objeknya (الْجِنَّ, al-jinna) yang berarti "jin", berakar ج-ن-ن, dan (وَالْإِنْسَ, wa-l-insa) yang berarti "dan manusia", berakar أ-ن-س. Keduanya berkedudukan objek, sehingga berakhiran fathah.

Pasangan itu dengan urutan yang sama dan akhiran kasrah terdapat pada (الْجِنِّ وَالْإِنْسِ, al-jinni wa-l-insi) yang berarti "jin dan manusia", delapan kali di enam surah, yaitu 6:130, 7:38, 7:179, 27:17, 41:25, 41:29, 46:18, dan 55:33, dengan surah 7 dan surah 41 masing-masing memuatnya dua kali. Dua di antaranya, 6:130 dan 55:33, berbunyi (يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ, yaa ma'syara l-jinni wa-l-insi) yang berarti "wahai golongan jin dan manusia", dan di kedua ayat itu jin dan manusia disapa bersama. Urutan sebaliknya, (الْإِنْسِ وَالْجِنِّ, al-insi wa-l-jinni) yang berarti "manusia dan jin", muncul satu kali dengan akhiran kasrah, yaitu di 6:112. Bentuk (الْجِنَّ, al-jinna) yang berarti "jin" berdiri sebagai kata tersendiri di tiga ayat, yaitu 6:100, 34:41, dan 51:56, sedangkan 11:119, 32:13, 37:158, dan 114:6 memuat (الْجِنَّةِ, al-jinnati) yang berarti "jin". Di 6:100 jin menjadi objek bagi (وَجَعَلُوا, wa-ja'aluu) yang berarti "dan mereka menjadikan", lalu disusul (وَخَلَقَهُمْ, wa-khalaqahum) yang berarti "dan Dia menciptakan mereka". Di 34:41 bunyinya (يَعْبُدُونَ الْجِنَّ, ya'buduuna l-jinna) yang berarti "mereka mengabdi kepada jin", dengan kata kerja yang berakar sama seperti (لِيَعْبُدُونِ, li-ya'buduuni) di 51:56.

Kata (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" mengikuti penafian (وَمَا, wa-maa) yang berarti "dan tidak", dan di surah yang sama (إِلَّا قَالُوا, illaa qaaluu) yang berarti "kecuali mereka berkata" ada di 51:52. Sesudah (إِلَّا, illaa) di 51:56 datang awalan (لِ, li) yang berarti "agar" dan menyatakan tujuan. Susunan serupa terlihat di 4:64 pada (وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ, wa-maa arsalnaa min rasuulin illaa li-yuthaa'a) yang berarti "dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun kecuali untuk ditaati", di 39:3 pada (مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا, maa na'buduhum illaa li-yuqarribuunaa) yang berarti "kami tidak menyembah mereka kecuali agar mereka mendekatkan kami", serta di 9:31 dan 98:5 pada (وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا, wa-maa umiruu illaa li-ya'buduu) yang berarti "dan mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah". Penafian di empat ayat itu jatuh pada pengutusan, penyembahan, dan perintah, sedangkan di 51:56 penafian jatuh pada penciptaan.

Kata (لِيَعْبُدُونِ, li-ya'buduuni) yang berarti "agar mereka beribadah kepada-Ku" tersusun dari awalan tujuan, kata kerja untuk "mereka" yang berakar ع-ب-د, dan akhiran yang berarti "-Ku" sebagai objek. Bentuk lengkap ini muncul satu kali, yaitu di 51:56. Bentuk tanpa akhiran objek, (لِيَعْبُدُوا, li-ya'buduu) yang berarti "untuk menyembah", ada di 9:31 dan 98:5. Akhiran "-Ku" langsung pada kata kerja berakar ع-ب-د terlihat pula pada (يَعْبُدُونَنِي, ya'buduunanii) yang berarti "mereka menyembah-Ku" di 24:55, dan pada (فَاعْبُدُونِ, fa-'buduuni) yang berarti "maka mengabdilah kepada-Ku" di 21:25, 21:92, dan 29:56. Di 29:56 bentuk terakhir itu bersanding dengan (عِبَادِيَ, 'ibaadiya) yang berarti "hamba-hamba-Ku", yang berasal dari akar yang sama. Terjemahan memakai "beribadah" di 51:56, "menyembah" di 9:31, 24:55, dan 98:5, serta "mengabdilah" di 21:25, 21:92, dan 29:56, dan ketiga padanan itu menerjemahkan akar ع-ب-د.

Tafsiran

Ayat ini berada di antara 51:55 dan 51:57. Di 51:55 terdapat satu perintah, (وَذَكِّرْ, wa-dzakkir) yang berarti "dan berilah peringatan", disertai alasan bahwa peringatan bermanfaat bagi orang-orang beriman. Di 51:56 pembicara memakai "Aku" untuk menyatakan tujuan penciptaan, dan di 51:57 pembicara yang sama memakai (أُرِيدُ, uriidu) yang berarti "Aku menghendaki" dalam dua penafian berturut-turut: rezeki dari mereka, dan memberi-Ku makan. Ayat 51:58 beralih ke orang ketiga dalam (إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ, inna llaaha huwa r-razzaaqu) yang berarti "sesungguhnya Allah, Dialah Sang Pemberi Rezeki". Pembicara "Aku" dapat dibaca sebagai Allah, dan perpindahan ke nama-Nya di 51:58 dapat dibaca sebagai alasan bagi penafian di 51:57.

Susunan 51:56 dan 51:57 dapat dibaca sebagai pernyataan tujuan yang disusul dua batas. Tujuan disebut lebih dulu, lalu dua hal yang tidak menjadi kehendak pembicara. Arah rezeki pun dapat dibaca dari dua ayat sesudahnya: tidak dikehendaki dari makhluk di 51:57, dan Allah disebut Sang Pemberi Rezeki di 51:58. Ayat 51:56 tidak menyebut bentuk ibadah yang dimaksud, jadi isi kata itu dibaca dari ayat lain.

Empat ayat berpola (وَمَا خَلَقْنَا, wa-maa khalaqnaa) yang berarti "dan Kami tidak menciptakan" menyebut sifat penciptaan langit dan bumi. Di 21:16 tertulis "Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan main-main", dan 44:38 memuat kalimat yang sama, 38:27 memakai kata "sia-sia", dan 15:85 memakai "melainkan dengan kebenaran". Ayat 51:56 memakai (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" untuk menyebut tujuan, dan objek penciptaannya jin dan manusia.

Kerangka penafian dan "kecuali" juga ada di 51:52, tempat (إِلَّا قَالُوا, illaa qaaluu) yang berarti "kecuali mereka berkata" menutup laporan tentang ucapan kaum terhadap rasul-rasul sebelum mereka. Di 51:56 kerangka yang sama memuat tujuan penciptaan. Sesudah rangkaian 51:56 sampai 51:58, ayat 51:59 menyebut bagian bagi orang-orang yang zalim dan 51:60 menyebut celaka bagi orang-orang yang kufur. Ayat 51:56 berada di antara peringatan bagi orang-orang beriman di 51:55 dan keadaan orang-orang yang menolak di 51:59 dan 51:60.

Renungan dan Hikmah

  • Di 23:115 tertulis pertanyaan, "Maka apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian dengan sia-sia, dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?", dan di 51:56 tujuan penciptaan jin dan manusia dinyatakan sebagai beribadah kepada-Ku. Orang yang pernah merasa hidupnya berjalan tanpa arah dapat memperhatikan bahwa 23:115 menanyakan kesia-siaan penciptaan, dan bahwa 51:56 menyebut tujuan yang bertumpu pada hubungan dengan Allah. Bila arah hidup ditulis hari ini dalam satu kalimat, apakah kalimat itu memuat sesuatu yang berkaitan dengan Allah?
  • Penafian di 51:57 berbunyi, "Aku tidak menghendaki rezeki apa pun dari mereka, dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi-Ku makan", dan 51:58 menyebut Allah sebagai Sang Pemberi Rezeki. Kedua ayat itu diletakkan tepat sesudah pernyataan tujuan di 51:56. Orang yang menghitung pengabdiannya sebagai jasa yang diberikan kepada Allah, entah berupa waktu, tenaga, atau harta, dapat menimbang bahwa 51:57 menafikan keinginan akan rezeki dan makanan dari makhluk. Dalam pembacaan itu pengabdian tidak tergambar sebagai sesuatu yang memenuhi kebutuhan Allah. Apakah pengabdian yang sudah dijalani pernah dicatat dalam hati sebagai pemberian yang patut dibalas?
  • Bentuk (الْجِنَّ, al-jinna) yang berarti "jin" muncul di tiga ayat dengan kedudukan yang berlainan. Di 6:100 sebagian orang menjadikan jin sebagai sekutu-sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakan mereka, dan di 34:41 terdapat ucapan "Bahkan mereka mengabdi kepada jin". Di 51:56 jin tercantum bersama manusia sebagai pihak yang diciptakan agar beribadah kepada-Ku. Ayat 6:100 memuat dua kedudukan itu dalam satu ayat: jin sebagai sekutu dan jin sebagai yang diciptakan. Orang yang menggantungkan kesetiaan penuhnya pada sosok atau kekuatan yang tampak besar, entah atasan, kelompok, atau pengaruh, dapat menimbang kedudukan yang diberikan ayat-ayat ini kepada makhluk yang diciptakan. Kesetiaan penuh itu selama ini diarahkan kepada siapa?
  • Kalimat "Mereka menyembah-Ku, tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun" di 24:55 berdiri sesudah janji Allah kepada orang-orang beriman: menjadikan mereka berkuasa di bumi dan mengganti ketakutan mereka dengan rasa aman. Di 51:56 ibadah kepada-Ku disebut sebagai tujuan penciptaan. Ayat 24:55 tidak menyusun hubungan sebab antara janji-janji itu dan kalimat tentang menyembah, jadi hubungan keduanya tetap bacaan pembaca. Orang yang sedang mengejar rasa aman atau kedudukan dapat memperhatikan bahwa kedua hal itu dan ibadah disebut berdampingan dalam satu ayat. Bila rasa aman menjadi tujuan utama, di mana ibadah ditempatkan dalam daftar tujuan itu?
  • Ayat 51:55 menyebut bahwa peringatan bermanfaat bagi orang-orang beriman, dan 51:56 yang menyusul memuat kalimat tentang tujuan penciptaan. Kalimat itu dapat dibaca sebagai bagian dari peringatan yang dimaksud 51:55, meskipun 51:55 tidak menguraikan isinya. Orang yang merasa sudah hafal ayat tentang tujuan penciptaan dapat memperhatikan bahwa manfaat peringatan dinyatakan 51:55 untuk pihak yang sudah beriman. Dalam bacaan itu, mengulang sesuatu yang sudah diketahui tetap dihitung bermanfaat. Kapan terakhir kali ayat yang sudah dihafal dibaca ulang berdampingan dengan ayat-ayat di sekitarnya?
  • Ayat 21:25 menyatakan bahwa Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelummu tanpa mewahyukan "tidak ada tuhan kecuali Aku, maka mengabdilah kepada-Ku", dan 51:56 menyebut ibadah kepada-Ku sebagai tujuan penciptaan jin dan manusia. Seruan mengabdi muncul dalam dua kedudukan: sebagai isi wahyu kepada para rasul dan sebagai tujuan penciptaan. Orang yang memperlakukan ajakan mengabdi sebagai urusan pinggiran dalam sebuah ajaran dapat menimbang kedudukan yang diberikan ayat-ayat tadi kepada seruan itu. Apakah ajakan mengabdi kepada Allah pernah dibaca sebagai isi pesan para rasul?