مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ
Aku tidak menghendaki rezeki apa pun dari mereka, dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi-Ku makan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- مَا أُرِيدُ مِنْهُمْmaa uriidu minhumAku tidak menghendaki dari mereka
- مِنْ رِزْقٍmin rizqinrezeki apa pun
- وَمَا أُرِيدُwa-maa uriidudan Aku tidak menghendaki
- أَنْ يُطْعِمُونِan yuth'imuuniagar mereka memberi-Ku makan
Terjemahan per kata (9 kata)
- مَاmaatidaklah
- أُرِيدُuriiduAku menghendaki
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- مِنْmindari
- رِزْقٍrizqinrezeki
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أُرِيدُuriiduAku menghendaki
- أَنْanbahwa
- يُطْعِمُونِyuth'imuunimereka memberi-Ku makan
Inti bacaan
Bunyi (أَنْ يُطْعِمُونِ, an yuth'imuuni) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:57.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَا أُرِيدُ, maa uriidu) yang berarti "Aku tidak menghendaki". Huruf (مَا, maa) yang berarti "tidak" ditandai data morfologi Al-Qur'an sebagai kata penafi, dan (أُرِيدُ, uriidu) yang berarti "Aku menghendaki" berakar ر-و-د, berupa kata kerja bentuk keempat dengan pelaku orang pertama tunggal. Bentuk (أُرِيدُ, uriidu) ada di 5:29, 11:88, 28:27, dan 51:57, dengan dua kemunculan di dalam ayat 51:57, seperti juga di 11:88 dan 28:27. Di tiga ayat lainnya pembicaranya manusia, dan terjemahannya memakai beberapa padanan: "aku ingin engkau kembali dengan memikul dosaku dan dosamu" di 5:29, "aku tidak ingin menyalahi kalian" di 11:88, yang pada kemunculan keduanya juga memakai "menghendaki", dan "aku tidak hendak memberatkanmu" di 28:27. Terjemahan 51:57 memilih "menghendaki", padanan yang juga dipakai di 11:88 dan, pada bentuk (يُرِيدُ, yuriidu) yang berarti "dia menghendaki", di 2:185 pada "Allah menghendaki kemudahan bagi kalian". Kata "Aku" berhuruf besar mengikuti 51:56, ayat yang mendahuluinya.
Kata kerja itu diikuti (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "dari mereka", terdiri atas (مِنْ, min) yang berarti "dari" dan akhiran (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Akhiran itu dapat dibaca kembali kepada jin dan manusia di 51:56. Frasa (أُرِيدُ مِنْهُمْ, uriidu minhum) yang berarti "Aku menghendaki dari mereka" muncul satu kali, yaitu di 51:57. Susunan serupa ada di 76:9 pada (نُرِيدُ مِنْكُمْ, nuriidu minkum) yang berarti "kami menghendaki dari kalian", dengan penafian di depannya dan objek (جَزَاءً, jazaa'an) yang berarti "balasan". Terjemahan 76:9 menulis "Kami tidak mengharap balasan dan syukur dari kalian". Pembicara 76:9 digambarkan di 76:8 dengan (يُطْعِمُونَ, yuth'imuuna) yang berarti "mereka memberi makan". Kata kerja menghendaki dan kata kerja memberi makan dengan demikian tampil berdampingan di dua tempat, dengan pelaku yang berlainan.
Penolakan pertama mengenai (مِنْ رِزْقٍ, min rizqin) yang berarti "rezeki apa pun". Kata (رِزْقٍ, rizqin) yang berarti "rezeki" berakar ر-ز-ق dan ditandai data morfologi sebagai kata tak tentu. Frasa (مِنْ رِزْقٍ, min rizqin) ada di 10:59, 45:5, dan 51:57. Di 10:59 dan 45:5 terjemahan menulis "rezeki yang Allah turunkan bagi kalian" dan "rezeki yang diturunkan Allah dari langit", tanpa tambahan "apa pun". Di 51:57 frasa itu berada sesudah penafian, sehingga terjemahan menambahkan "apa pun" untuk menyampaikan peniadaan yang menyeluruh. Bentuk (رِزْقٍ, rizqin) juga ada di 18:19, tempat rezeki disebut sesudah makanan, yaitu "melihat manakah makanan yang lebih murni, lalu membawakan kalian rezeki dari situ". Dua kata yang ditolak berurutan di 51:57, rezeki lalu makan, dengan demikian dapat dibaca berdekatan.
Kata kerja kedua, (يُطْعِمُونِ, yuth'imuuni) yang berarti "mereka memberi-Ku makan", berakar ط-ع-م, ditandai data morfologi sebagai bentuk keempat, dan memuat pelaku "mereka" serta penerima "Aku". Bunyi (أَنْ يُطْعِمُونِ, an yuth'imuuni) yang berarti "agar mereka memberi-Ku makan" muncul satu kali, yaitu di 51:57. Kata (أَنْ, an) yang berarti "bahwa" ditandai data morfologi sebagai penghubung ke kata kerja sesudahnya, dan terjemahan menulis "agar" supaya kalimatnya terbaca wajar. Pelaku kata kerja sesudah (أَنْ, an) berbeda di antara ayat-ayat yang memuat (أُرِيدُ أَنْ, uriidu an) yang berarti "menghendaki agar", yaitu 5:29, 11:88, 28:27, dan 51:57. Di 11:88 kata kerjanya (أُخَالِفَكُمْ, ukhaalifakum) yang berarti "aku menyalahi kalian", dan di 28:27 (أَشُقَّ, asyuqqa) yang berarti "aku memberatkan", keduanya berpelaku sama dengan pembicara. Di 5:29 kata kerjanya (تَبُوءَ, tabuu'a) yang berarti "engkau kembali", berpelaku pihak yang diajak bicara. Dalam hal ini 51:57 sejalan dengan 5:29, karena yang dihendaki atau tidak dihendaki berpusat pada perbuatan pihak lain.
Kata kerja yang berakar sama muncul dengan arah pemberian yang berlainan. Di 26:79 bunyinya (يُطْعِمُنِي, yuth'imunii) yang berarti "memberiku makan", dengan pelaku (هُوَ, huwa) yang berarti "dia" dan penerima "aku". Di 6:14 terjemahannya "sedangkan Dia memberi makan dan tidak diberi makan", pada (وَهُوَ يُطْعِمُ, wa-huwa yuth'imu) yang berarti "sedangkan dia memberi makan" dan (وَلَا يُطْعَمُ, wa-laa yuth'amu) yang berarti "dan tidak diberi makan". Di 51:57 pelakunya "mereka" dan penerimanya "Aku", kontras dengan 26:79 pada pelaku dan arah, sehingga pemberian yang ditolak mengalir dari makhluk kepada pembicara.
Kata kerja kedua memiliki pasangan bunyi di ayat sebelumnya. Di 51:56 ada (يَعْبُدُونِ, ya'buduuni) yang berarti "mereka beribadah kepada-Ku", berakar ع-ب-د dan muncul satu kali, yaitu di 51:56. Dua kata kerja itu, (يَعْبُدُونِ, ya'buduuni) dan (يُطْعِمُونِ, yuth'imuuni), sama-sama memuat pelaku "mereka" dan penerima "Aku", dan keduanya berakhir dengan bunyi yang sama. Akar ر-ز-ق ada di tiga ayat surah ini: (رِزْقُكُمْ, rizqukum) yang berarti "rezeki kalian" di 51:22, (رِزْقٍ, rizqin) di 51:57, dan (الرَّزَّاقُ, ar-razzaaqu) yang berarti "Sang Pemberi Rezeki" di 51:58, kata terakhir itu muncul satu kali di Al-Qur'an. Di luar surah ini, (لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا, laa nas'aluka rizqan) yang berarti "Kami tidak meminta rezeki kepadamu" ada di 20:132, berdampingan dengan (نَرْزُقُكَ, narzuquka) yang berarti "Kami memberi rezeki kepadamu".
Tafsiran
Ayat ini berada di tengah tiga ayat berurutan. Ayat 51:56 menyatakan bahwa jin dan manusia diciptakan agar beribadah kepada-Ku. Ayat 51:57 menyebut dua hal yang tidak dikehendaki dari mereka, yaitu rezeki dan makan. Ayat 51:58 menutup dengan "Sesungguhnya Allah, Dialah Sang Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi kukuh". Pembicara bergeser dari "Aku" pada 51:56 dan 51:57 ke penyebutan nama "Allah" pada 51:58.
Ayat 51:57 tidak dibuka dengan huruf sambung, sedangkan 51:56 dibuka dengan (وَ, wa) yang berarti "dan". Tanpa huruf sambung itu, 51:57 dapat dibaca sebagai penjelasan lanjutan atas 51:56: tujuan penciptaan telah disebut, lalu ayat ini menyatakan pemberian macam apa yang tidak termasuk di dalamnya. Dua penolakan itu mengikuti susunan yang sama, yaitu (مَا أُرِيدُ, maa uriidu) yang berarti "Aku tidak menghendaki" lalu objeknya, dan keduanya melepaskan pembicara dari kedudukan penerima. Penolakan pertama menyangkut sesuatu yang diambil dari makhluk, dan penolakan kedua menyangkut sesuatu yang diperbuat makhluk untuk pembicara. Dengan begitu ibadah di 51:56 tidak terbaca sebagai pembayaran, sebab pembayaran mengalir kepada penerima yang membutuhkannya.
Akar rezeki mengikat tiga ayat dalam surah yang sama. Ayat 51:22 menyatakan "Dan di langit ada rezeki kalian", ayat 51:57 menolak rezeki dari mereka, dan ayat 51:58 menyebut Allah Sang Pemberi Rezeki. Ketiganya dapat dibaca sebagai satu garis: rezeki makhluk disebut berada di atas mereka, dan pembicara tidak menghendaki rezeki dari makhluk. Urutan di 51:57 dan 51:58 juga membuat penyebutan "kekuatan" dan "kukuh" di ayat terakhir terbaca sebagai latar bagi penolakan sebelumnya, karena pihak yang kuat dan kukuh tidak menanti suapan. Ayat tidak menyatakan hubungan sebab itu, jadi bacaan ini tetap tafsir.
Renungan dan Hikmah
- Penyebutan tujuan penciptaan di 51:56 disusul dengan penolakan dua bentuk pemberian dari bawah ke atas, yaitu rezeki dan makanan. Orang yang memandang ibadahnya sebagai setoran yang membuat Allah berutang budi dapat memperhatikan bahwa ayat ini menutup kemungkinan itu dengan bunyi yang lugas: Allah tidak menghendaki rezeki maupun suapan dari makhluk-Nya. Bila ibadah tidak menjadi pemberian kepada Allah, ukuran untuk menilai ibadah sendiri perlu dicari di tempat lain. Dalam catatan seseorang tentang amal yang sudah dikerjakan, adakah baris yang menempatkan Allah sebagai pihak yang berutang?
- Surah yang sama menyebut rezeki di tiga tempat. Ayat 51:22 berbunyi "Dan di langit ada rezeki kalian", dan ayat 51:58 memperkenalkan Allah sebagai Sang Pemberi Rezeki. Penghasilan yang sampai ke tangan seseorang sesudah sebulan bekerja dapat dibaca dengan dua cara: sebagai bayaran atas jam yang dihabiskan, atau sebagai rezeki yang disebut ada di langit bagi mereka. Ayat 51:22 memakai kata rezeki untuk apa yang disediakan bagi manusia. Ketika angka penghasilan terbaca di layar, kata manakah yang terlintas lebih dahulu, upah atau rezeki?
- Di 76:8 tersebut mereka yang memberikan makanan yang dicintainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan, lalu di 76:9 mereka berkata "Kami tidak mengharap balasan dan syukur dari kalian". Kalimat itu memakai kata kerja menghendaki yang sama dengan 51:57, dengan "dari kalian" menggantikan "dari mereka". Kemiripan susunan itu tidak berarti kedua ayat menyamakan pembicaranya. Dua penolakan itu berbeda pada pembicaranya: di 76:9 pemberi makanan menolak balasan dari penerima, dan di 51:57 pembicara menolak rezeki serta suapan dari makhluk. Dalam ingatan tentang sebuah bantuan, adakah ruang untuk ucapan terima kasih yang diharapkan?
- Ayat 20:132 menyandingkan "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat" dengan "Kami tidak meminta rezeki kepadamu". Orang tua atau pemimpin kelompok yang mengajak orang lain beribadah dapat memperhatikan bahwa ajakan beribadah di 20:132 disertai pernyataan bahwa Allah tidak meminta rezeki, dan di 51:57 pernyataan serupa datang dari "Aku". Di 20:132 ajakan dan penolakan permintaan rezeki berada dalam satu ayat. Pada ajakan yang pernah diucapkan kepada anak atau bawahan, adakah yang menyerupai permintaan imbalan, misalnya kehadiran, pujian, atau pelayanan yang diharapkan sebagai balasan?
- Kata "mereka" di 51:57 kembali kepada jin dan manusia di 51:56, dan penolakan "rezeki apa pun" ditulis tanpa pengecualian bagi golongan mana pun. Orang yang memiliki harta besar dan orang yang tidak memiliki apa pun dapat dibaca berdiri pada garis yang sama di depan kalimat ini, sebab dalam ayat ini tak seorang pun diminta menyerahkan rezeki atau makanan kepada Allah. Anggapan bahwa persembahan yang lebih besar menunjukkan kedudukan yang lebih tinggi dapat ditimbang ulang. Ketika sumbangan seseorang dibandingkan dengan sumbangan orang lain, ukuran apa yang sedang dipakai?
- Di 6:14 pihak yang disebut dengan "Dia" digambarkan "memberi makan dan tidak diberi makan", sedangkan di 21:8 para laki-laki yang diberi wahyu pada 21:7 disebut dalam kalimat "Dan Kami tidak menjadikan mereka jasad yang tidak memakan makanan". Kebutuhan akan makanan dengan demikian menyertai pula mereka yang menerima wahyu. Orang yang merasa jabatan atau ilmunya membuat dirinya tak perlu bergantung pada pihak lain dapat menimbang kalimat itu bersama 51:57, tempat Allah menolak disuapi. Siapa yang menyiapkan makanan di meja seseorang pada pagi ini, dan sudahkah itu dihitung sebagai bagian dari ketergantungannya?