فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذَنُوبًا مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَابِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُونِ
Maka, sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada bagian seperti bagian teman-teman mereka; maka, janganlah mereka meminta-Ku menyegerakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواfa-inna li-lladziina zhalamuumaka, sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim
- ذَنُوبًا مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَابِهِمْdzanuuban mitsla dzanuubi ashaabihimada bagian seperti bagian teman-teman mereka
- فَلَا يَسْتَعْجِلُونِfa-laa yasta'jiluunimaka, janganlah mereka meminta-Ku menyegerakan
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- ذَنُوبًاdzanuubanbagian
- مِثْلَmitslaseperti
- ذَنُوبِdzanuubibagian
- أَصْحَابِهِمْashaabihimkawan-kawan mereka
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- يَسْتَعْجِلُونِyasta'jiluunimereka meminta Aku menyegerakan
Inti bacaan
Prinsip konsekuensi paralel 'bagi orang-orang yang zalim ada bagian azab seperti bagian teman-teman mereka', nasib yang sama menanti pola perilaku yang sama, disertai larangan meminta percepatan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(azab)' tidak dipakai: kata 'dzanuuban' (bagian/giliran) berdiri sendiri dalam teks Arab tanpa kata penjelas tambahan.
Tafsiran
Ayat ini memperingatkan bahwa orang-orang zalim di masa ini akan menerima bagian azab yang sama seperti umat-umat durhaka sebelumnya, tanpa perlu disegerakan.
Renungan dan Hikmah
- Kata bagian dipakai, seperti jatah yang dibagikan. Bukan hukuman acak. Allah menyebut setiap orang punya takarannya.
- Yang disebut teman-teman mereka, bukan musuh. Yang sepola dianggap satu golongan. Persamaan sikap menyatukan nasib.
- Larangan meminta percepatan ditaruh di ujung. Allah menutup dengan itu. Yang menantang disuruh menunggu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar zh-l-m, dz-n-b, m-ts-l, s-h-b, '-j-l): dhanuuban diterjemahkan 'bagian (azab)' (akar dz-n-b); ashaabihim diterjemahkan 'teman-teman mereka' (akar s-h-b); laa yasta'jiluun diterjemahkan 'jangan minta menyegerakan' (akar '-j-l). gloss '(dahulu)/(-nya)' dibuang.