فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذَنُوبًا مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَابِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُونِ
Maka, sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada bagian seperti bagian teman-teman mereka; maka, janganlah mereka meminta-Ku menyegerakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواfa-inna li-lladziina zhalamuumaka, sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim
- ذَنُوبًا مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَابِهِمْdzanuuban mitsla dzanuubi ashaabihimada bagian seperti bagian teman-teman mereka
- فَلَا يَسْتَعْجِلُونِfa-laa yasta'jiluunimaka, janganlah mereka meminta-Ku menyegerakan
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- ذَنُوبًاdzanuubanbagian
- مِثْلَmitslaseperti
- ذَنُوبِdzanuubibagian
- أَصْحَابِهِمْashaabihimkawan-kawan mereka
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- يَسْتَعْجِلُونِyasta'jiluunimereka meminta Aku menyegerakan
Inti bacaan
Kata (ذَنُوبًا, dzanuuban) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:59.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَإِنَّ, fa-inna) yang berarti "maka sesungguhnya", yang memuat penyambung "maka" di depan dan penegas "sesungguhnya" di belakang. Penyambung yang sama membuka 51:60 dalam bunyi (فَوَيْلٌ, fa-waylun) yang berarti "maka celakalah", dan terjemahan menulis keduanya dengan "Maka," berkoma. Sesudah penyambung itu, (لِلَّذِينَ ظَلَمُوا, li-lladziina zhalamuu) yang berarti "bagi orang-orang yang zalim" muncul enam kali di enam surah, yaitu 10:52, 34:42, 39:47, 43:65, 51:59, dan 52:47. Awalan (لِ, li) yang berarti "bagi" diterjemahkan "kepada" di 10:52 dan 34:42, tempat kata kerja ucapan mendahuluinya, dan diterjemahkan "bagi" di 51:59 dan 52:47, tempat kata kerja ucapan itu tidak ada. Di 52:47 bunyinya (وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَابًا, wa-inna li-lladziina zhalamuu 'adzaaban) yang berarti "sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada azab", dan sesudah penyambung awalnya susunan itu sejajar dengan 51:59, dengan kata benda berbunyi akhir -an di tempat yang sama.
Kata (ذَنُوبًا, dzanuuban) yang berarti "bagian" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:59, dan kata (ذَنُوبِ, dzanuubi) yang berarti "bagian" juga muncul satu kali, di ayat yang sama. Keduanya berakar ذ-ن-ب, dan data morfologi Al-Qur'an memberi keduanya lema tersendiri yang terpisah dari lema bagi 37 kemunculan lain dari akar yang sama. Terjemahan tidak memilih "dosa" karena bentuk lain dari akar itu, yaitu (ذُنُوبَكُمْ, dzunuubakum) yang berarti "dosa-dosa kalian", dipakai di 3:31, 33:71, dan 61:12 dengan terjemahan "dosa-dosa kalian", dan bunyinya berbeda dari (ذَنُوبًا, dzanuuban) yang berarti "bagian". Pilihan "bagian" ditopang dua hal. Pertama, 52:47 menaruh (عَذَابًا, 'adzaaban) yang berarti "azab" di tempat yang sama, sehingga 51:59 terbaca menaruh "bagian" di sana, dan tambahan "azab" tidak dipakai karena teks Arab tidak menuliskannya. Kedua, (مِثْلَ, mitsla) yang berarti "seperti" menghubungkan dua kata yang sama bunyi, sehingga perbandingan ayat ini berjalan antara dua bagian, dan satu padanan untuk keduanya membuat perbandingan itu terbaca.
Di 40:31 bunyi (مِثْلَ دَأْبِ, mitsla da'bi) yang berarti "seperti kebiasaan" muncul satu kali dan diikuti kaum Nuh, Ad, dan Tsamud, sehingga perbandingan dengan pihak terdahulu tampil juga di luar 51:59. Surah 51 memuat (مِثْلَ, mitsla) yang berarti "seperti" dua kali, yaitu di 51:23 dan 51:59. Kata (أَصْحَابِهِمْ, ash-haabihim) yang berarti "teman-teman mereka" berakar ص-ح-ب dan muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:59. Akhiran "mereka" kembali kepada orang-orang yang zalim. Terjemahan memilih "teman-teman" dan tidak memilih "penghuni", padanan bagi (أَصْحَابُ النَّارِ, ash-haabu n-naari) yang berarti "penghuni api" di 2:39 dan 2:81, karena kata di 51:59 bersambung dengan pelaku manusia dan tidak dengan tempat. Kata (ظَلَمُوا, zhalamuu) yang berarti "mereka berbuat zalim" berakar ظ-ل-م, dan terjemahan memakai "yang zalim" tanpa pelengkap karena ayat tidak menyebut apa yang dizalimi. Di 3:117 bunyi (ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ, zhalamuu anfusahum) yang berarti "menzalimi diri mereka" memuat pelengkap, dan terjemahan di sana memakai "menzalimi".
Penutup ayat dimulai dengan (فَلَا, fa-laa) yang berarti "maka janganlah", penyambung "maka" yang kedua dalam satu ayat, sehingga terjemahan menulis "maka," lagi sesudah titik koma. Kata (يَسْتَعْجِلُونِ, yasta'jiluuni) yang berarti "mereka meminta-Ku menyegerakan" berakar ع-ج-ل dan muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:59. Di dalamnya terdapat pelaku "mereka" dan, pada ujungnya, kata ganti "Aku" yang menjadi alasan terjemahan menulis "meminta-Ku". Bentuk terdekatnya muncul di 21:37, yaitu (فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ, fa-laa tasta'jiluuni) yang berarti "maka janganlah kalian meminta-Ku menyegerakannya", satu kali saja, dengan pelaku "kalian" dan terjemahan "menyegerakannya" karena kalimat sebelumnya menyebut tanda-tanda-Ku. Di 51:59 tidak ada kata benda yang disebut sebagai yang disegerakan, jadi terjemahan berhenti pada "menyegerakan" tanpa akhiran. Bentuk tanpa kata ganti "Aku", yaitu (تَسْتَعْجِلُونَ, tasta'jiluuna) yang berarti "kalian minta disegerakan", muncul enam kali di empat surah, yaitu 6:57, 6:58, 10:51, 27:46, 27:72, dan 51:14.
Tafsiran
Ayat ini dapat dibaca sebagai ujung rangkaian yang dibuka di 51:56, dan pembagian itu merupakan pembacaan tafsir. Ayat 51:56 dan 51:57 berbicara dengan kata ganti "Aku" tentang tujuan penciptaan dan tentang rezeki yang tidak dikehendaki dari makhluk, ayat 51:58 menyebut nama Allah sebagai Sang Pemberi Rezeki, dan ayat 51:59 kembali ke "Aku" pada kata terakhirnya. Sesudah tiga ayat tentang pihak yang tidak membutuhkan dan yang memberi, perhatian beralih kepada orang-orang yang zalim, dan peralihan itu ditandai (فَإِنَّ, fa-inna) yang berarti "maka sesungguhnya". Ayat 51:60 melanjutkan dengan (فَوَيْلٌ, fa-waylun) yang berarti "maka celakalah", sehingga dua ayat penutup surah ini sama-sama dibuka dengan "maka".
Bagian yang dibicarakan dibandingkan dengan bagian teman-teman mereka, dan ayat tidak menyebut siapa teman-teman itu. Surah ini sudah memuat daftar yang dapat dibaca sebagai pembandingnya: kaum yang berdosa di 51:32, Firaun beserta bala tentaranya di 51:38 sampai 51:40, Ad di 51:41 dan 51:42, Tsamud di 51:43 sampai 51:45, dan kaum Nuh di 51:46. Dibaca demikian, 51:59 merangkum yang terdahulu sebagai satu barisan dan menaruh orang-orang zalim di ayat ini di ujungnya. Bacaan itu tetap tafsir, karena rujukannya tidak tertulis. Ayat 51:52 menyebut orang-orang sebelum mereka yang menanggapi tiap rasul dengan "Penyihir atau orang gila", dan 51:53 bertanya apakah mereka saling mewariskannya; pertanyaan itu dapat dibaca sebagai penghubung antara dua kelompok yang diperbandingkan di 51:59.
Larangan di akhir ayat bersambung dengan percakapan tentang waktu yang sudah terdengar sejak awal surah. Ayat 51:12 memuat pertanyaan "Kapankah Hari Pertanggungjawaban?", ayat 51:14 menyebut hari itu dengan kalimat "Ini yang dahulu kalian minta agar disegerakan", dan kata kerja janji juga muncul di awal dan di akhir surah: (تُوعَدُونَ, tuu'aduuna) yang berarti "kalian dijanjikan" di 51:5, tempat apa yang dijanjikan dinyatakan pasti benar, dan (يُوعَدُونَ, yuu'aduuna) yang berarti "mereka dijanjikan" di 51:60, tempat hari itu disebut hari mereka yang dijanjikan. Dengan 51:59 di antara kedua ayat tersebut, permintaan menyegerakan tampil dalam tiga bentuk di surah ini: sebagai pertanyaan, sebagai kutipan, dan sebagai larangan.
Isi bagian itu tidak dirinci di 51:59 maupun di 51:60. Rincian akibat kaum terdahulu ada di ayat-ayat sebelumnya dan berlainan satu sama lain: Firaun beserta bala tentaranya dilemparkan ke dalam laut di 51:40, Ad dikirimi angin yang membinasakan di 51:41, dan 51:44 menyebut petir yang menyambar. Ayat 51:59 menaruh perbandingannya pada kata bagian dan tidak pada bentuk timpaan, sehingga pembaca menerima ukuran yang sama untuk akibat yang bentuknya berlainan.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang yang zalim dikenai bagian yang dibandingkan dengan bagian teman-teman mereka, dan perbandingan itu memakai ukuran yang sama untuk kedua pihak. Bagian dapat dibaca sebagai sesuatu yang sudah bertakaran, sehingga akibat sebuah perbuatan tidak terkesan sebagai kejadian yang datang tanpa pola. Pembaca yang menimbang akibat dari tindakannya sendiri dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut akibat melalui perbandingan dengan pihak lain, tidak melalui gambaran yang kabur. Apakah akibat sebuah tindakan pernah dibayangkan dengan cara yang sama, yaitu dengan melihat apa yang diterima pihak lain yang bersikap sejalan?
- Penutup ayat melarang orang-orang yang zalim meminta penyegeraan, dan permintaan itu dialamatkan kepada pembicara yang berkata "Aku". Dengan 51:58 di depannya, pembicara itu dapat dibaca sebagai Allah yang disebut tepat sebelumnya dengan gelar Sang Pemberi Rezeki. Pembaca yang sedang menunggu putusan atas sebuah ketidakadilan, atau yang menilai sebuah perkara berlarut-larut, dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh urusan waktu pada pihak yang diminta dan tidak pada pihak yang meminta. Ketika sebuah putusan terasa tertunda, ukuran waktu siapa yang sedang dipakai untuk menilainya?
- Ayat 51:58 menyebut Allah sebagai Sang Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi kukuh, dan ayat sesudahnya menyebut bagian bagi orang-orang yang zalim. Kedua ayat berdampingan, dan keduanya berbicara tentang apa yang sampai kepada manusia dari pihak yang dapat dibaca sama. Pembaca dapat melihat pemberian dan akibat sebagai dua hal yang disebut dalam satu rangkaian, dengan hubungan di antara keduanya tetap bacaan. Segala yang diterima seseorang, rezeki maupun bagian, dapat ditanyai dari mana datangnya. Apakah rezeki yang diterima pernah dilihat sebagai bagian dari pihak yang disebut 51:58 sebagai pemberinya?
- Pihak pembanding disebut teman-teman, tidak disebut lawan atau musuh, padahal yang dibicarakan akibat yang buruk. Pilihan kata itu dapat dibaca sebagai penanda bahwa kesamaan sikap menyatukan pihak-pihak yang terpisah, sehingga akibat dibagi menurut sikap dan tidak menurut siapa yang berdiri berhadapan. Pembaca yang menimbang dengan siapa sikapnya sejalan dapat memperhatikan bahwa terjemahan memilih kata teman untuk kebersamaan itu. Dalam barisan mana sikap yang dipegang saat ini terhitung, dan teman seperti apa yang akan disebut ayat bila sikap itu dituliskan di dalamnya?
- Di 51:55 ada perintah memberi peringatan karena peringatan bermanfaat bagi orang-orang beriman, dan di 51:59 bagian bagi orang-orang yang zalim disebut dengan kata "Aku" di ujung ayat. Dua ayat itu dapat dibaca menaruh dua pekerjaan pada pihak yang berbeda: memberi peringatan pada yang diperintah, dan menetapkan bagian pada Allah. Orang yang menyampaikan sebuah peringatan dapat memperhatikan bahwa ayat tidak membebankan hasil akhir kepada penyampai. Apa yang berubah dalam cara menyampaikan sesuatu bila penjatuhan akibat diletakkan di luar tangan penyampai?
- Larangan meminta penyegeraan kepada pembicara yang berkata "Aku" muncul dalam dua sapaan: kepada "kalian" di 21:37 dan tentang "mereka" di 51:59. Ayat ini memakai sapaan kedua, sehingga larangan itu terbaca sebagai kabar tentang pihak lain, dan pembaca dapat memperhatikan bahwa kabar tentang pihak lain dapat didengar sebagai sesuatu yang bukan miliknya. Allah menyampaikan larangan dalam bentuk langsung di 21:37, kepada para pendengar yang dipanggil "kalian". Ketika sebuah larangan dibaca dalam bentuk "mereka", apakah pernah dicoba membacanya ulang dalam bentuk "kalian"?