فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ
pada lembaran yang terbuka,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فِي رَقٍّfii raqqinpada lembaran
- مَنْشُورٍmansyuurinyang terbuka
Terjemahan per kata (3 kata)
- فِيfiipada
- رَقٍّraqqinlembaran
- مَنْشُورٍmansyuurinyang terbuka
Inti bacaan
Sumpah ketiga 'lembaran yang terbuka', kejelasan dan aksesibilitas dokumen sebagai citra tambahan yang memperkuat sumpah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ, fii raqqin mansyuurin) yang berarti "pada lembaran yang terbuka". Ayat ini tidak diawali awalan sumpah, sehingga tidak ada kata "demi" di depannya, dan terjemahannya menyambung langsung dengan "Kitab yang ditulis" di 52:2. Kata depan (فِي, fii) diterjemahkan "pada" dan tidak "di dalam", karena lembaran memiliki permukaan tempat tulisan berada. Terjemahan "di dalam" dipakai untuk kitab sebagai tempat catatan disimpan, seperti di 17:58.
Kata (رَقٍّ, raqqin) berakar ر-ق-ق, dan akar ini dipakai di satu ayat saja dalam seluruh korpus, yaitu 52:3. Karena tidak ada pemakaian lain, arti "lembaran" tidak bisa diuji dari ayat lain yang memakai kata yang sama. Terjemahan itu bertumpu pada petunjuk di sekitarnya: kata ini berpasangan dengan "ditulis" di 52:2 dan diterangkan dengan "terbuka". Korpus memiliki kata lain untuk lembaran tulisan, yaitu (صُحُفًا, shuhufan) dalam bentuk jamak, yang dipakai di delapan ayat: 20:133, 53:36, 74:52, 80:13, 81:10, 87:18, 87:19, dan 98:2. Contohnya (يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً, yatluu shuhufan muthahharatan) di 98:2 yang berarti "membacakan lembaran-lembaran yang disucikan". Terjemahan memakai kata Indonesia yang sama, "lembaran", untuk dua kata Arab itu, dan bedanya terjaga lewat jumlah: "lembaran" untuk satu dan "lembaran-lembaran" untuk banyak. Korpus tidak memberi pemakaian kedua bagi (رَقٍّ, raqqin), sehingga perbedaan arti di luar jumlah tidak bisa dipastikan.
Kata (مَنْشُورٍ, mansyuurin) berakar ن-ش-ر. Akar ini dipakai di dua puluh ayat: 17:13, 18:16, 21:21, 25:3, 25:40, 25:47, 30:20, 33:53, 35:9, 42:28, 43:11, 44:35, 52:3, 54:7, 62:10, 67:15, 74:52, 77:3, 80:22, dan 81:10. Pemakaiannya beragam, misalnya (فَانْتَشِرُوا, fa-ntasyiruu) di 62:10 yang berarti "bertebaranlah kalian", sehingga gambaran umumnya adalah sesuatu yang menyebar atau terbentang. Bentuk (مَنْشُورٍ, mansyuurin) sendiri dipakai dua kali, di 17:13 dan 52:3. Di 17:13, (كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا, kitaaban yalqaahu mansyuuran) yang berarti "sebuah kitab yang ia jumpai dalam keadaan terbuka", kata ini berpasangan dengan kitab seperti di 52:2-3. Di 74:52, (صُحُفًا مُنَشَّرَةً, shuhufan munasysyaratan) memakai bentuk lain dari akar yang sama untuk lembaran dan berarti "lembaran-lembaran yang terbuka". Di 81:10, (وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ, wa-idzaa sh-shuhufu nusyirat) memakai kata kerjanya dan berarti "dan apabila lembaran-lembaran dibentangkan". Terjemahan "yang terbuka" di 52:3 mengikuti 17:13 dan 74:52. Kata "dibentangkan" di 81:10 dipakai karena kata itu kata kerja yang berdiri di antara rangkaian peristiwa, sedangkan 52:3 menyebut keadaan lembaran.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan sifat catatan itu, yaitu terbentang terbuka dan tidak tersembunyi. Catatan yang ditulis di 52:2 bisa saja tersimpan tertutup, dan ayat ini menyebut keadaan yang berbeda, yaitu terbuka. Dua ayat berurutan itu menggambarkan satu benda dari dua sisi: 52:2 menyebut bahwa benda itu sudah ditulis, dan 52:3 menyebut bahwa benda itu sudah dibuka. Siapa yang membukanya tidak tertulis, karena kata yang dipakai menyebut keadaan lembaran yang sudah terbuka tanpa pelaku, sama seperti "ditulis" di 52:2 yang tanpa penulis.
Dalam korpus, tulisan yang terbuka muncul bersama saat ketika sesuatu ditunjukkan. Di 17:13 sebuah kitab dikeluarkan pada hari kebangkitan dan dijumpai dalam keadaan terbuka. Di 81:10 lembaran-lembaran dibentangkan di tengah rangkaian peristiwa yang berujung pada 81:14, ketika setiap jiwa mengetahui apa yang telah dikerjakannya. Di 74:52 setiap orang ingin diberi lembaran-lembaran yang terbuka. Ayat 52:3 tidak menyebut hari itu, tetapi pembaca yang mengenal ayat-ayat tadi mendengar gema yang sama.
Sesudah dua ayat tentang tulisan, rangkaian sumpah beralih ke benda yang ditempati dan ditinggikan, yaitu Rumah di 52:4 dan atap di 52:5. Perpindahan itu menaruh tulisan yang terbuka di antara gunung dan bangunan yang dihuni.
Renungan dan Hikmah
- Lembaran yang terbuka tidak punya halaman yang tertutup, sehingga apa yang tertulis dapat dibaca oleh siapa pun yang berdiri di dekatnya. Orang yang mengatur hidupnya dengan memisahkan apa yang diperlihatkan dan apa yang disimpan sering merasa tenang sampai ada yang membukanya, dan ayat ini menaruh gambaran sebaliknya di depan pembaca, yaitu catatan yang sejak awal terbuka. Pembaca bisa bertanya bagian mana dari hidupnya yang tahan dibiarkan terbuka tanpa rasa waswas, dan bagian mana yang membuatnya ingin menutup.
- Dalam korpus lembaran sering muncul dalam keadaan sedang dibacakan. Di 98:2 seorang Rasul dari Allah membacakan lembaran-lembaran yang disucikan, sehingga lembaran dihubungkan dengan suara yang membacakannya. Pembaca yang mendengar kata lembaran di 52:3 bisa membayangkan suara itu, lalu bertanya kapan terakhir kali ia mendengarkan sebuah tulisan sampai selesai tanpa memeriksa ponsel di tengahnya. Mendengarkan bacaan sampai tuntas adalah kebiasaan yang mudah hilang ketika semua bacaan tersedia di genggaman.
- Di 20:133 orang bertanya mengapa tidak datang tanda dari Tuhannya, lalu dijawab dengan pertanyaan apakah bukti nyata yang tersebut di dalam lembaran-lembaran terdahulu belum datang kepada mereka. Orang yang menunggu isyarat baru sebelum bertindak, sementara lembaran yang terbuka sudah ada di depannya, mengenal ketegangan ini. Ayat 52:3 menaruh lembaran itu dalam keadaan terbuka, sehingga alasan "belum ada yang menunjukkan" kehilangan sebagian tenaganya.
- Sesuatu yang terbuka dapat diperiksa, dan pemeriksaan itu tidak bergantung pada kemauan pemiliknya untuk menunjukkan. Orang yang pernah berurusan dengan pembukuan yang rapi tahu rasa lega ketika semua angka bisa dicocokkan satu per satu, dan rasa gelisah ketika ada halaman yang tidak boleh dilihat. Ayat ini menaruh catatan yang terbuka pada deretan benda yang disumpahkan. Rasa mana dari keduanya yang lebih sering muncul ketika memikirkan catatan hidup sendiri?
- Lembaran yang terbuka belum tentu sudah dibaca. Buku yang tergeletak terbuka di meja bisa berhari-hari berada di halaman yang sama, dan orang yang lewat mengira buku itu sedang dibaca. Ayat ini menyebut keadaan lembaran, dan pembaca bisa memeriksa jarak antara apa yang terbuka di sekelilingnya dan apa yang sungguh sedang dibacanya, misalnya nasihat yang sudah lama tersedia, peringatan yang sudah lama diketahui, atau pertanyaan yang sudah lama tidak dijawab.
- Dua ayat tentang tulisan berdiri di antara gunung dan Rumah, lalu seluruh rangkaian dijawab di 52:7 dengan pernyataan bahwa azab Tuhanmu pasti terjadi. Pembaca yang melewati kitab dan lembaran terbuka sebelum sampai pada sapaan itu mengalami urutan yang menaruh bukti tertulis lebih dulu, baru kemudian pernyataan yang menuntut jawabannya. Orang yang terbiasa menandatangani sesuatu setelah membaca semua pasalnya mengenal urutan seperti itu, karena kesepakatan terasa lebih berat bila isinya sudah dibaca.