وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ
dan demi laut yang dipenuhi,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالْبَحْرِwa-l-bahridan demi laut
- الْمَسْجُورِal-masjuuriyang dipenuhi
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَالْبَحْرِwa-l-bahridan laut
- الْمَسْجُورِal-masjuuriyang dipenuhi
Inti bacaan
Sumpah keenam 'laut yang dipenuhi', penutup rangkaian enam citra berbeda (geografis, tekstual, spiritual, kosmis, alam) sebelum penegasan inti disampaikan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ, wa-l-bahri al-masjuuri) yang berarti "dan demi laut yang dipenuhi". Awalan sumpah menyatu pada kata pertama, dan terjemahan "dan demi" menyambungnya dengan lima sumpah di 52:1-5. Bentuk (الْمَسْجُورِ, al-masjuuri) menyebut sesuatu yang sudah dikenai perbuatan, sehingga terjemahannya "yang dipenuhi" dan tidak "yang memenuhi". Pola yang sama ada pada empat penutup ayat sebelumnya, yaitu 52:2 sampai 52:5.
Kata (الْمَسْجُورِ, al-masjuuri) berakar س-ج-ر. Akar ini dipakai di tiga ayat dalam seluruh korpus, yaitu 40:72, 52:6, dan 81:6. Di 81:6, (سُجِّرَتْ, sujjirat) menyebut lautan juga, dan terjemahannya "Dan apabila lautan meluap-menyala". Di 40:72, (يُسْجَرُونَ, yusjaruuna) menyebut orang-orang yang dikenai perbuatan itu, dan terjemahannya "mereka dibakar dalam api". Tiga ayat memberi tiga terjemahan, yaitu "dipenuhi", "meluap-menyala", dan "dibakar", dan ketiganya memilih bagian arti yang berbeda dari akar yang sama. Korpus tidak memberi pemakaian keempat yang dapat dipakai untuk menimbang di antara bagian-bagian arti itu. Tiga ayat itu memakai tiga bentuk dari akar yang sama. Di 40:72 kata kerjanya sedang berlangsung dan pelakunya orang-orang, di 81:6 kata kerjanya sudah terjadi dan pelakunya lautan, dan di 52:6 bentuknya menyebut keadaan laut. Di 81:6 kata untuk laut berbentuk jamak, (الْبِحَارُ, l-bihaaru), dan terjemahannya "lautan", sedangkan di 52:6 kata untuk laut berbentuk tunggal dan terjemahannya "laut". Perbedaan "laut" dan "lautan" mengikuti perbedaan bentuk itu. Laut dan akar س-ج-ر bertemu di dua ayat, yaitu 52:6 dan 81:6, sedangkan di 40:72 akar ini bertemu dengan api. Ketiga bentuk itu menyebut sesuatu sebagai yang dikenai perbuatan, dengan dua kata kerja pasif di 40:72 dan 81:6 dan satu kata keadaan di 52:6, sehingga pelaku yang memenuhi, menyalakan, atau membakar tidak pernah disebut bersama akar ini di korpus.
Tambahan "(api)" tidak dipakai: akar س-ج-ر muncul dengan dua arah arti dalam tiga pemakaiannya ("mengisi atau memenuhi" dan "menyalakan atau memanaskan"); ayat ini sendiri tidak menyebut kata "api" secara eksplisit, sehingga makna spesifik "dinyalakan dengan api" adalah tafsiran, berbeda dari terjemahan harfiah. Api muncul di 40:72 sebagai kata yang tertulis, dan di 52:6 kata itu tidak ada.
Terjemahan "dipenuhi" mempertahankan arah arti yang cocok dengan 81:6 yang menyebut lautan juga, tanpa menambahkan kata yang tidak ada di ayat ini. Kata "meluap" dipakai di 81:6 karena kata kerjanya berdiri di tengah rangkaian peristiwa, sedangkan 52:6 menyebut keadaan laut yang sedang disumpahkan.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan laut yang penuh/tertahan, dan laut itu dapat dibaca sebagai laut yang kelak akan meluap atau menyala pada hari kiamat. Pembacaan itu bertumpu pada 81:6 yang menyebut lautan meluap-menyala di antara peristiwa hari itu, dan ayat ini sendiri menyebut keadaan laut yang sudah dipenuhi. Kata untuk laut di 52:6 berbentuk tunggal dan di 81:6 berbentuk jamak, sehingga penyejajaran kedua ayat adalah pembacaan dan tidak membuktikan bahwa keduanya menunjuk laut yang sama.
Laut disebut paling akhir dari benda-benda yang disumpahkan. Tiga ayat sebelumnya membawa pembaca dari tulisan ke tempat berpenghuni dan ke atap, lalu 52:6 menurunkan pandangan ke laut yang luas. Sesudahnya tidak ada benda lain, dan pernyataan di 52:7, (إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ, inna 'adzaaba rabbika la-waaqi'un) yang berarti "sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi", datang tanpa perantara.
Laut juga terhubung dengan tema tulisan yang dibuka di 52:2-3. Di 18:109 lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku, dan lautan itu habis sebelum habis kalimat-kalimat itu. Dengan gambaran itu, laut di ayat ini dapat dibaca berdampingan dengan kitab dan lembaran yang disumpahkan sebelumnya, sebagai benda yang ukurannya tak terbayangkan dan tetap kecil di hadapan yang dituliskan.
Renungan dan Hikmah
- Laut disebut sesudah gunung, tulisan, Rumah, dan atap, dan tidak ada benda yang lebih luas daripada laut dalam daftar itu. Orang yang berdiri di tepi pantai merasakan batas pandangannya sendiri, karena garis air terus berjalan sampai ke tempat mata menyerah. Ukuran yang luas seperti itu mengubah cara menimbang urusan sehari-hari, dan pembaca dapat bertanya urusan mana yang terasa raksasa di dalam rumah tetapi mengecil begitu dibawa ke depan laut?
- Di 18:109 lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku, dan lautan itu habis sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun ditambah sebanyak itu. Pembaca yang membawa ayat tadi ke 52:6 mendengar dua sumpah tentang tulisan bertemu dengan sumpah tentang laut. Orang yang pernah menulis panjang dan merasa belum selesai tahu bahwa menulis tidak pernah mengosongkan apa yang hendak ditulis, dan gambaran tinta yang habis lebih dulu mempertemukan rasa itu dengan ukuran yang sebenarnya.
- Di 17:66 Tuhan kalianlah yang melayarkan kapal-kapal di lautan agar kalian mencari karunia-Nya. Laut dalam ayat itu adalah tempat kapal-kapal berlayar, sehingga laut yang meluap-menyala di 81:6 menunjukkan wajah yang lain. Dua wajah laut itu disebut di ayat yang berbeda: laut yang menopang pelayaran di 17:66 dan laut yang meluap-menyala di 81:6, dan keduanya menyebut laut dalam dua keadaan. Ayat 52:6 menyebut laut yang dipenuhi, dan pembaca dapat bertanya wajah mana dari laut itu yang selama ini paling sering diingatnya.
- Laut yang dipenuhi adalah laut yang sudah tidak lagi kosong, dan 81:6 menyebut lautan meluap-menyala. Sesuatu yang penuh bisa tenang selama permukaannya tidak bergerak, tetapi penuh juga berarti dekat dengan batas. Orang yang menumpuk pekerjaan, utang, atau janji sampai tinggal sedikit ruang kosong mengenal keadaan itu, dan ayat ini membiarkan pembacanya menimbang berapa jauh penuhnya sendiri dari batas, lalu apa yang terjadi ketika satu tambahan kecil datang?
- Sesudah enam benda disebut, ayat berikutnya menyapa langsung dengan kata Tuhanmu di 52:7. Pembaca yang menempuh daftar benda sampai ke laut lalu mendengar sapaan itu mengalami perpindahan dari yang luas dan jauh ke yang dekat dan pribadi. Orang yang membaca daftar panjang di sebuah surat resmi sampai ke satu kalimat yang menyebut namanya mengenal perpindahan ini, karena perhatian mendadak pindah dari mata ke dada.
- Akar kata laut yang dipenuhi ini dipakai di tiga ayat dengan tiga terjemahan, dan korpus tidak memutuskan di antaranya. Pembaca yang bertemu kata seperti itu bisa memilih dua sikap: memaksakan satu arti supaya terasa tuntas, atau menyimpan dua arah arti dan membiarkan konteks memutuskan. Orang yang terbiasa memastikan semuanya sebelum melangkah diajak berlatih menahan keputusan, dan bertanya berapa banyak hal penting dalam hidup yang ternyata memang menyimpan dua arah arti?