يَوْمَ تَمُورُ السَّمَاءُ مَوْرًا
Pada hari langit berguncang sekeras-kerasnya,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَوْمَyawmapada hari
- تَمُورُ السَّمَاءُtamuuru s-samaa'ulangit berguncang
- مَوْرًاmawransekeras-kerasnya
Terjemahan per kata (4 kata)
- يَوْمَyawmahari
- تَمُورُtamuuruberguncang
- السَّمَاءُs-samaa'ulangit
- مَوْرًاmawransegoncang-goncangnya
Inti bacaan
Ayat ini menggambarkan hari ketika langit yang dikira kukuh bergerak hebat.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (يَوْمَ تَمُورُ السَّمَاءُ مَوْرًا, yawma tamuuru s-samaa'u mawran) yang berarti "Pada hari langit berguncang sekeras-kerasnya". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi tiga jeda: "pada hari", "langit berguncang", dan "sekeras-kerasnya". Kata (يَوْمَ, yawma) diterjemahkan "Pada hari" dan tidak "Hari", karena ayat ini berfungsi sebagai keterangan waktu bagi ayat-ayat di sekitarnya.
Kata (تَمُورُ, tamuuru) berakar م-و-ر. Akar ini dipakai di dua ayat saja, yaitu 52:9 dan 67:16. Di 67:16, (تَمُورُ, tamuuru) diterjemahkan "terguncang" dan pelakunya adalah bumi, dalam kalimat "lalu tiba-tiba ia terguncang". Di 52:9 pelakunya langit. Terjemahan "berguncang" di 52:9 dan "terguncang" di 67:16 menjaga kesamaan arti pada dua ayat yang memakai kata kerja yang sama dengan pelaku yang berbeda. Korpus memiliki akar lain untuk guncangan. Akar ر-ج-ف dipakai di enam ayat untuk guncangan: 7:78, 7:91, 7:155, 29:37, 73:14, dan 79:6, dan di 73:14 bentuk (تَرْجُفُ, tarjufu) diterjemahkan "berguncang" dengan pelaku bumi dan gunung-gunung. Akar ر-ج-ج dipakai di 56:4 saja, dan akar ز-ل-ز-ل dipakai di 2:214, 22:1, 33:11, dan 99:1. Terjemahan memakai "berguncang" untuk dua kata kerja yang berbeda, yaitu (تَمُورُ, tamuuru) di 52:9 dan (تَرْجُفُ, tarjufu) di 73:14, dan korpus tidak memberi bukti untuk membedakan keduanya lebih jauh. Kata (تَمُورُ, tamuuru) dipakai dengan langit sebagai pelakunya, dan terjemahan "berguncang" memakai awalan "ber-" mengikuti kalimat di ayat ini, berbeda dari "diguncang" di 56:4 dan 99:1 yang menyebut bumi dikenai perbuatan.
Kata (مَوْرًا, mawran) adalah kata benda yang seakar dengan kata kerjanya dan hanya dipakai di ayat ini. Keduanya berakar م-و-ر, jadi guncangan disebut dua kali dalam satu ayat pendek, sekali sebagai gerakan dan sekali sebagai penguatnya. Susunan kata kerja yang disusul kata benda seakar muncul juga, antara lain, di 52:10, (وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا, wa-tasiiru l-jibaalu sayran), dan di 56:4, (رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا, rujjati l-ardhu rajjan). Susunan itu berfungsi memperkuat arti kata kerja, dan terjemahan memakai kata penguat yang berbeda untuk tiap ayat: "sekeras-kerasnya" di 52:9, "dengan dahsyat" di 52:10, dan "sedahsyat-dahsyatnya" di 56:4. Perbedaan antara 52:9 dan 52:10 mengikuti kata kerjanya, karena "sekeras-kerasnya" cocok untuk guncangan dan tidak cocok untuk perjalanan; antara 52:9 dan 56:4 korpus tidak menyatakan alasannya.
Kata (السَّمَاءُ, s-samaa'u) diterjemahkan "langit". Pada ayat ini langit disebut dengan namanya dan menjadi pokok kalimat: langit sendiri yang digambarkan berguncang, berbeda dari 52:5 yang menyebut atap. Hubungan atap dan langit di 52:5 adalah pembacaan, sedangkan di 52:9 kata langit tertulis di ayatnya.
Tafsiran
Ayat ini melukiskan kedahsyatan hari itu: langit, yang dalam pengalaman pembaca tampak kukuh, berguncang dahsyat. Ayat ini membuka dengan keterangan waktu, "Pada hari", yang menyambung 52:7-8 dengan gambaran peristiwa, dan 52:11 menyebut akibatnya: (فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ, fa-waylun yawma'idzin li-l-mukadzdzibiina) yang berarti "Maka, celakalah pada hari itu orang-orang yang mendustakan". Dua ayat di antaranya, 52:9 dan 52:10, melukiskan hari itu dengan langit dan gunung-gunung.
Langit di ayat ini dapat dihubungkan dengan sumpah di 52:5. Bila atap yang ditinggikan di 52:5 dibaca sebagai langit, sumpah dan peristiwa saling berhadapan: langit disumpahkan sebagai benda yang ditinggikan, lalu digambarkan berguncang pada hari yang dapat dibaca sebagai waktu terjadinya azab di 52:7. Surah ini menyebut langit lagi di 52:36, (أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, am khalaquu s-samaawaati wa-l-ardha) yang berarti "Ataukah mereka menciptakan langit dan bumi?", sehingga langit disebut dengan namanya antara lain di 52:9 dan 52:36, dan, bila atap dibaca sebagai langit, sebagai atap di 52:5.
Di 67:16 kata kerja yang sama dipakai untuk bumi yang terguncang sesudah pertanyaan apakah kalian merasa aman dari Dia yang di langit. Dengan itu kata guncang di korpus berpasangan dengan langit di 52:9 dan dengan bumi di 67:16, dan kalimat di 67:16 menyangkut rasa aman manusia dari Dia yang di langit.
Renungan dan Hikmah
- Langit adalah latar yang jarang diperhitungkan dalam keseharian karena selalu ada di atas kepala. Orang yang menjadikan sesuatu sebagai latar permanen hidupnya, entah pekerjaan, rumah, atau nama baik, jarang membayangkan latar itu berguncang. Ayat ini menaruh langit dalam keadaan bergerak, dan pembaca dapat bertanya latar mana dalam hidupnya yang selama ini dianggap tidak mungkin bergeser? Latar semacam itu baru terasa ketika bergeser. Langit di ayat ini disebut dengan namanya sebagai pokok kalimat, dan langit itu sendiri yang digambarkan berguncang.
- Di 52:9 kata guncang dipakai untuk langit, dan di 67:16 untuk bumi sesudah pertanyaan apakah kalian merasa aman dari Dia yang di langit. Di 67:16 rasa aman itu dipertanyakan, dan 52:9 berbagi kata guncang dengannya. Orang yang pernah mengalami gempa mengenal saat tubuh sadar bahwa tanah yang dipijak tidak bisa dipercaya. Pembaca dapat bertanya apa yang masih dipercayainya sepenuhnya.
- Ayat ini dibuka dengan keterangan waktu. Pembaca mendengar "Pada hari" lalu menunggu apa yang akan disebut sesudahnya. Orang yang pernah menunggu lanjutan sebuah pengumuman penting mengenal ketegangan itu, karena makna kalimat belum utuh dan perhatian menajam. Pernyataan tentang azab Tuhanmu di 52:7 sudah lewat, dan keterangan waktu ini mengisi bagian yang belum terjawab, yaitu kapan, dan jawabannya pada hari ketika langit berguncang sekeras-kerasnya.
- Terjemahan memakai kata penguat yang berbeda di tiga ayat yang dibandingkan di sini, yaitu sekeras-kerasnya, dengan dahsyat, dan sedahsyat-dahsyatnya. Pembaca yang mendengar penguat ini mendapati bahwa tiap ayat memakai kata sendiri untuk guncangannya. Orang yang pernah menceritakan sebuah gempa kepada orang lain tahu bahwa kata yang dipilihnya untuk "keras" mengubah apa yang dibayangkan pendengar, dan tiga ayat ini menaruh tiga kata yang berbeda pada tiga kejadian.
- Di 52:5 tertulis atap, dan bila atap itu dibaca sebagai langit, 52:9 menyebutnya dengan namanya sendiri. Sesuatu yang disebut dengan nama langsung terasa lebih dekat daripada sesuatu yang diberi sebutan lain. Orang yang pernah berbicara tentang orang lain dengan julukan, lalu suatu hari menyebut nama aslinya, mengenal perubahan jarak itu, dan pembacaan itu menyingkat jarak antara benda yang disumpahkan dan peristiwa yang digambarkan. Bila pembacaan itu dipakai, perubahan dari sebutan ke nama terjadi dalam satu surah, hanya empat ayat sesudah sumpah tentang atap.
- Di 67:16 pertanyaan tentang rasa aman menyangkut Dia yang di langit, bahwa Dia akan membenamkan kalian ke dalam bumi. Ayat 52:9 tidak memuat pertanyaan itu, tetapi pembaca yang mengenal 67:16 mendengar bunyi yang sama pada kata guncang. Orang yang membangun rumah di tempat yang rawan gempa mengenal pertanyaan tentang dasar rasa aman, dan 67:16 mengajukan pertanyaan semacam itu kepada pembacanya.