وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا
dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَتَسِيرُ الْجِبَالُwa-tasiiru l-jibaaludan gunung-gunung bergerak
- سَيْرًاsayrandengan dahsyat
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَتَسِيرُwa-tasiirudan berjalan
- الْجِبَالُl-jibaalugunung-gunung
- سَيْرًاsayranperjalanan
Inti bacaan
Kelanjutan gambaran 'gunung-gunung bergerak dengan dahsyat': objek yang tampak kokoh bergerak dengan hebat.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا, wa-tasiiru l-jibaalu sayran) yang berarti "dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi dua jeda, "dan gunung-gunung bergerak" dan "dengan dahsyat". Kata (الْجِبَالُ, l-jibaalu) berbeda dari kata gunung yang disumpahkan di 52:1, (وَالطُّورِ, wa-th-thuuri), dan kata yang berbeda itu dipertahankan dalam terjemahan.
Kata kerja (تَسِيرُ, tasiiru) berakar س-ي-ر. Gunung-gunung dan akar ini bertemu di lima ayat: 13:31, 18:47, 52:10, 78:20, dan 81:3. Di empat ayat lain gunung-gunung itu dikenai perbuatan: "digerakkan" di 13:31, "Kami perjalankan" di 18:47 dalam (نُسَيِّرُ الْجِبَالَ, nusayyiru l-jibaala), "dijalankan" di 78:20 dalam (وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ, wa-suyyirati l-jibaalu), dan "dijalankan" di 81:3 dalam (سُيِّرَتْ, suyyirat). Di 52:10 gunung-gunung itu sendiri yang berjalan, dengan kata kerja yang tidak memuat pelaku lain. Terjemahan "bergerak" menjaga perbedaan itu. Gunung-gunung di kelima ayat itu disebut dengan kata (الْجِبَالُ, l-jibaalu) berbentuk jamak dengan kata sandang, sehingga terjemahannya "gunung-gunung" dan tidak "gunung". Kata tunggal dari akar lain yang disumpahkan di 52:1 diterjemahkan "gunung". Bedanya terlihat jelas di dua ayat yang berjauhan itu: 52:1 menyebut satu gunung yang dikenal, sedangkan 52:10 menyebut gunung-gunung sebagai kelompok yang bergerak bersama.
Kata (سَيْرًا, sayran) adalah kata benda yang seakar dengan kata kerjanya, seperti (مَوْرًا, mawran) di ayat sebelumnya. Terjemahan "dengan dahsyat" dipakai karena gerak gunung-gunung tidak cocok dengan "sekeras-kerasnya" yang dipakai untuk guncangan di 52:9. Dua ayat itu berhubungan lewat susunan yang sama dan lewat kata "dan" di awal ayat ini, sehingga gerak gunung-gunung terbaca sebagai lanjutan dari guncangan langit.
Di 20:105 gunung-gunung disebut dalam jawaban untuk pertanyaan tentang gunung, "Tuhanku akan menghancurkannya sehancur-hancurnya". Kata kerja dan pelaku di sana berbeda dari 52:10, yang menyebut gerak tanpa menyebut siapa yang menggerakkan. Korpus memiliki akar lain untuk gunung yang bergerak, yaitu م-ر-ر di 27:88, (تَمُرُّ, tamurru), yang menyebut gunung-gunung berjalan seperti berjalannya awan. Nasib gunung-gunung disebut dengan banyak kata kerja yang berbeda: berjalan di 52:10 dan empat ayat tadi, melintas di 27:88, dihancurkan sehancur-hancurnya di 56:5, dan menjadi onggokan pasir yang tercurah di 73:14. Terjemahan "bergerak" di 52:10 memilih kata yang paling dekat dengan kata kerja gerak itu sendiri dan tidak meminjam gambaran dari ayat-ayat lain.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi gambaran kehancuran kosmis: gunung yang selama ini menjadi lambang kekukuhan bergerak dan berjalan. Bersama 52:9 ayat ini mengisi keterangan "pada hari" dengan dua gambaran, langit lebih dulu, lalu gunung-gunung. Ayat 52:11 menyebut akibatnya bagi orang-orang yang mendustakan: celakalah pada hari itu. Ayat 52:9 memakai kata guncang untuk langit dan ayat ini memakai kata gerak untuk gunung-gunung, sehingga dua ayat itu memakai dua kata kerja yang berbeda untuk dua benda yang berbeda. Di surah lain gunung-gunung berakhir pada nasib yang berbeda, yaitu dihancurkan di 56:5 dan menjadi onggokan pasir di 73:14. Ayat 52:10 berhenti pada gerak dan tidak menyebut kesudahannya, sehingga gambaran itu dibiarkan terbuka sampai ayat berikutnya.
Gunung-gunung yang bergerak di sini berhadapan dengan gunung yang disumpahkan di awal surah. Ayat 52:1 menyebut gunung tanpa keterangan, dan 52:10 menyebut gunung-gunung dengan kata kerja yang menunjukkan gerak. Kata yang dipakai di dua tempat itu berbeda, sehingga hubungan keduanya adalah hubungan tema, sedangkan kata yang dipakai berbeda.
Di antara lima ayat yang memasangkan gunung dan akar س-ي-ر, 52:10 memakai kata kerja tanpa pelaku lain, dan keempat ayat lainnya menunjukkan gunung dikenai perbuatan. Dengan itu 52:10 menaruh gerak pada gunung sendiri, tanpa menyebut siapa yang menggerakkannya.
Renungan dan Hikmah
- Gunung adalah benda yang dipakai orang sebagai patokan arah, dan karena patokan jarang bergerak, orang terbiasa memercayainya tanpa berpikir. Ayat ini menyebut gunung-gunung berjalan, dan pembaca dapat bertanya patokan mana dalam hidupnya yang selama ini dianggap tidak akan berpindah. Pelaut yang kehilangan titik acuan di cakrawala mengenal kecemasan semacam itu, dan ayat ini menaruh kecemasan itu pada patokan terbesar yang bisa dibayangkan.
- Di 18:47 Kami memperjalankan gunung-gunung, di 78:20 dan 81:3 gunung-gunung dijalankan, dan di 52:10 gunung-gunung itu sendiri yang bergerak. Di 13:31 gunung-gunung digerakkan oleh suatu bacaan dalam pengandaian, lalu ayat itu menegaskan bahwa milik Allah segala urusan. Kata kerja tanpa pelaku lain di 52:10 membuat gerak itu terbaca seperti peristiwa yang berlangsung begitu saja. Pembaca yang membaca ayat ini di antara lima ayat sejenis menyadari bahwa cara sebuah peristiwa diceritakan mengubah rasa terhadap peristiwa itu, dan bahwa pelaku yang tidak disebut belum berarti tidak ada.
- Di 20:105 orang bertanya tentang gunung-gunung, dan jawabannya adalah bahwa Tuhanku akan menghancurkannya sehancur-hancurnya. Ayat itu memberi nama pada pelakunya, dan 52:10 membiarkan gerak itu berdiri sendiri. Orang yang mengagumi gunung dari kejauhan dan menyimpannya sebagai tempat berlibur dapat menimbang bahwa gunung yang sama disebut dalam ayat-ayat tentang hari yang dijanjikan, dan pandangan itu mengubah cara memandang bentang alam yang sama.
- Sejak 52:9 pembaca menerima keterangan waktu, dan ayat ini menambah isinya. Akibat bagi para pendusta baru disebut di 52:11. Orang yang mendengarkan kisah panjang dengan tokoh yang belum diperkenalkan mengenal rasa ini, karena setiap rincian menambah ketegangan tanpa memberi jawaban. Susunan itu menahan pembaca di depan gambaran yang luas, sehingga ketika akibatnya disebut, tidak ada lagi ruang untuk pura-pura tidak mendengar. Bagian mana dari hidup pembaca yang selama ini hanya didengar setengah?
- Terjemahan ayat ini memilih kata penguat yang lain daripada kata keras di 52:9. Dua kata penguat itu, sekeras-kerasnya di 52:9 dan satu lagi di 52:10, ditempatkan di ujung dua ayat yang berdampingan, sehingga pendengar menerima tekanan yang sama dua kali dengan kata yang berbeda. Ayat ini membiarkan pembaca membayangkan gerak gunung-gunung tanpa menyebut siapa yang menggerakkannya, dan pembayangan itu tak bisa digantikan oleh penjelasan apa pun.
- Gambaran langit dan gunung di 52:9-10 bergantung pada pernyataan di 52:7 tentang azab Tuhanmu yang pasti terjadi. Rangkaian itu bergerak dari kata pasti, ke ketiadaan penolak, lalu ke isi hari yang dijanjikan. Pembaca yang menempuhnya berurutan melihat bahwa kepastian tidak diberikan sebagai angka atau tanggal tetapi sebagai gambaran yang bisa dibayangkan. Orang yang lebih mudah percaya pada gambaran daripada pada pernyataan umum mengenal cara kerja ini.