فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Maka, celakalah pada hari itu orang-orang yang mendustakan,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَوَيْلٌfa-waylunmaka, celakalah
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- لِلْمُكَذِّبِينَli-l-mukadzdzibiinabagi orang-orang yang mendustakan
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَوَيْلٌfa-waylunmaka celaka
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- لِلْمُكَذِّبِينَli-l-mukadzdzibiinabagi para pendusta
Inti bacaan
Konsekuensi khusus 'celakalah pada hari itu orang-orang yang mendustakan', sasaran spesifik dari seluruh kekacauan kosmis yang digambarkan.
Penjelasan pilihan kata
'Yawma'idzin' diterjemahkan 'pada hari itu', konsisten dengan luas di seluruh proyek (mis. 14:49, 16:87, 18:99-100, 20:102): kata ini secara leksikal sudah mengandung rujukan kembali ke 'hari' yang disebutkan di ayat-ayat sebelumnya (52:9-10).
Tafsiran
Ayat ini membuka konsekuensi bagi mereka yang mendustakan kepastian azab yang baru saja ditegaskan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyempitkan sasarannya sesudah gambaran yang luas. Langit dan gunung tadi. Kini satu golongan.
- Yang disebut mendustakan, bukan berbuat dosa. Yang dipersoalkan sikap terhadap kabar. Bukan daftar pelanggaran.
- Kata celaka dipakai Allah sebagai pembuka, bukan penutup. Ayat-ayat sesudahnya merinci. Vonisnya dahulu, keterangannya kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b): mukadhdhibiin diterjemahkan 'orang yang mendustakan' (akar k-dz-b). Selaras.