الَّذِينَ هُمْ فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ

orang-orang yang tenggelam dalam permainan,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. الَّذِينَ هُمْalladziina humorang-orang yang
  2. فِي خَوْضٍfii khawdhindalam ketenggelaman
  3. يَلْعَبُونَyal'abuunabermain-main

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. هُمْhummereka
  3. فِيfiidalam
  4. خَوْضٍkhawdhinketenggelaman
  5. يَلْعَبُونَyal'abuunamereka bermain

Inti bacaan

Identifikasi kelompok 'orang-orang yang tenggelam dalam permainan', karakterisasi mereka yang menyia-nyiakan waktu hidup dalam permainan tanpa isi yang disebut.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (الَّذِينَ هُمْ فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ, alladziina hum fii khawdhin yal'abuuna) yang berarti "orang-orang yang tenggelam dalam permainan". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi tiga jeda: "orang-orang yang", "dalam ketenggelaman", dan "bermain-main". Terjemahan utuhnya memadatkan dua kata Arab menjadi satu rangkaian: (خَوْضٍ, khawdhin) menjadi "tenggelam", dan (يَلْعَبُونَ, yal'abuuna) menjadi "permainan". Kata ganti (هُمْ, hum), yang berarti "mereka", menunjuk kembali ke golongan yang disebut di 52:11, dan dalam bahasa Indonesia maknanya terserap ke dalam "yang tenggelam".

Akar خ-و-ض dipakai di sembilan ayat: 4:140, 6:68, 6:91, 9:65, 9:69, 43:83, 52:12, 70:42, dan 74:45. Di tujuh ayat di antaranya akar itu berupa kata kerja, dan kata benda yang menyebut keadaannya hanya ada dua kali, yaitu di 6:91 dan di ayat ini. Bunyi kedua kata benda itu hampir sama: (فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ, fii khawdhihim yal'abuuna) di 6:91 dan (فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ, fii khawdhin yal'abuuna) di 52:12, dan bentuk yang kedua itu hanya muncul sekali di seluruh korpus. Di 4:140 dan 6:68 kata kerjanya diikuti keterangan tentang apa yang dimasuki, yaitu (يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ, yakhuudhuu fii hadiitsin ghayrihi) "memasuki pembicaraan yang lain", dan di 6:68 juga (يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا, yakhuudhuuna fii aayaatinaa) "memperolok-olokkan tanda-tanda Kami". Ayat 52:12 tidak menyebut apa yang dimasuki.

Karena itu padanan "pembicaraan batil" tidak dipakai di terjemahan ayat ini. Pembicaraan disebut di ayat yang memuatnya, sedangkan 52:12 menyebut keadaan (فِي, fii) "dalam" sesuatu tanpa isinya. Padanan "tenggelam" dipakai karena kata itu yang diberikan proyek ini untuk kata kerja dari akar yang sama di 43:83 dan 70:42, dua ayat yang paling dekat sebagai kata kerja, sedangkan 74:45 memakai "larut" untuk (نَخُوضُ, nakhuudhu) dan (الْخَائِضِينَ, l-khaa'idhiina). Kata "tenggelam" menyatakan keadaan yang ditempati dan tidak memuat isi pembicaraan, sehingga cocok dengan ayat yang tidak menyebut isinya.

Akar خ-و-ض dan ل-ع-ب bertemu di lima ayat: 6:91, 9:65, 43:83, 52:12, dan 70:42. Di kelimanya kata dari akar خ-و-ض lebih dulu, lalu kata dari akar ل-ع-ب. Di 9:65 pasangan itu keluar dari mulut para pelakunya sendiri, (نَخُوضُ وَنَلْعَبُ, nakhuudhu wa-nal'abu) "kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja". Di 43:83 dan 70:42 pasangan itu berbentuk (يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا, yakhuudhuu wa-yal'abuu) "tenggelam dan bermain-main", dan keduanya disusul keterangan bahwa mereka akan menemui hari yang dijanjikan.

Kata (يَلْعَبُونَ, yal'abuuna) adalah kata kerja bentuk sedang berlangsung yang menunjuk orang ketiga jamak, dan bunyi itu ada di lima ayat: 6:91, 7:98, 21:2, 44:9, dan 52:12. Di 7:98 pelakunya bermain pada waktu duha ketika azab datang, di 21:2 mereka mendengarkan peringatan sambil bermain-main, dan di 44:9 mereka berada dalam keraguan sambil bermain-main. Terjemahan "permainan" di 52:12 mengubah kata kerja itu menjadi kata benda karena kata yang mendahuluinya, "tenggelam", sudah memuat keadaan berlangsung, dan rangkaian "tenggelam dalam permainan" lebih alami dalam bahasa Indonesia daripada "dalam ketenggelaman bermain-main".

Tafsiran

Ayat ini menerangkan siapa yang dimaksud oleh 52:11. Ayat ini menggambarkan sikap orang-orang yang mendustakan: larut dalam kesia-siaan dan permainan, mengabaikan kabar yang telah disampaikan. Dengan kata penghubung di awalnya, "orang-orang yang", ayat ini bersambung ke ayat sebelumnya sehingga keduanya terbaca sebagai satu kalimat: celakalah pada hari itu orang-orang yang mendustakan, orang-orang yang tenggelam dalam permainan. Golongan yang dicelakakan itu tidak digambarkan lewat pertentangan atau permusuhan. Ayat ini menyebut mereka sibuk, dan kesibukan itu disebut permainan.

Gambaran itu bertolak belakang dengan isi 52:9-10. Di dua ayat itu langit berguncang dan gunung-gunung bergerak, sedangkan di 52:12 sekelompok orang tenggelam dalam permainan. Dalam susunan itu dua keadaan berdampingan tanpa kata penghubung yang menjelaskan hubungannya, dan pembaca sendiri yang melihat jaraknya. Ayat 52:12 juga tidak menyebut apa yang mereka bicarakan atau mainkan, sehingga yang tampak hanya keadaan tenggelamnya.

Rangkaian ini punya padanan di dalam surah yang sama. Ayat 52:45 berbunyi (فَذَرْهُمْ حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ, fa-dzarhum hattaa yulaaquu yawmahumu) "maka, biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari mereka", dan di 43:83 serta 70:42 kalimat yang hampir sama dipakai sesudah pasangan tenggelam dan bermain. Urutannya sama di 52:11-13: golongan itu disebut, keadaan mereka diterangkan, lalu 52:13 menyebut hari ketika mereka dicampakkan. Ayat 52:12 menjadi bagian tengah dari urutan itu, tempat keadaan mereka diperlihatkan sebelum hari itu tiba.

Ayat ini juga menghubungkan pendustaan dengan permainan. Ayat 52:11 menyebut pendustaan dan 52:12 menyebut permainan, dan teks tidak menyatakan sebab atau akibat di antara keduanya. Pembaca diberi dua sebutan untuk satu golongan, dan hubungan keduanya dibiarkan terlihat dari kedekatan kedua ayat itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 52:11 menyebut golongan ini orang-orang yang mendustakan, dan 52:12 melukiskan keadaan mereka: tenggelam dalam permainan. Pembaca yang membayangkan pendusta sebagai lawan yang berteriak mendapati gambaran yang lebih sehari-hari, yaitu orang yang sibuk dengan sesuatu. Kabar yang datang kepada orang seperti itu tidak mendapat tempat untuk ditimbang, dan Allah menyebut keadaan itu bersama pendustaan dalam satu kalimat yang berujung celaka.
  • Kata untuk tenggelam dan kata untuk bermain bertemu di lima ayat, dan di 9:65 pasangan itu dipakai para pelakunya sendiri sebagai dalih, bahwa mereka hanya bersenda gurau. Pembaca yang menimbang pasangan itu mungkin teringat bahwa kesibukan bisa tampak sangat serius dari luar, dengan jadwal padat dan banyak urusan, sementara isinya tidak pernah dipertemukan dengan pertanyaan penting. Dalih bahwa sesuatu cuma main-main juga lazim di antara orang yang tidak ingin ditanyai lebih jauh. Ayat ini meletakkan kesibukan dan permainan dalam satu rangkaian dan membiarkan pembaca memeriksa sendiri mana di antara keduanya yang sedang mengisi harinya.
  • Di 21:2 peringatan yang baru dari Tuhan mereka didengarkan sambil bermain-main, sehingga peringatannya sampai ke telinga dan tidak ke pertimbangan. Gambaran itu dekat dengan pengalaman orang yang menerima kabar penting lewat telepon sambil tangannya masih memegang pekerjaan lain, sehingga kabar itu terekam tetapi tidak dipikirkan. Ayat 52:12 memakai kata kerja yang sama untuk golongan ini, dan pembaca bisa bertanya: bagaimana peringatan dari Tuhan yang sampai kepadanya didengar, dengan perhatian penuh atau dengan sebagian dirinya saja? Pertanyaan itu bisa dijawab tanpa harus menunggu hari yang digambarkan.
  • Di 43:83 dan 70:42 permainan itu berjalan hingga mereka menemui hari mereka, dan 52:45 memakai kalimat serupa tentang hari mereka. Permainan itu berhenti ketika hari itu tiba, tanpa menunggu keputusan pemainnya. Anak yang bermain sampai dipanggil pulang mengenal urutan ini: permainan terasa tak berujung sampai suara dari luar menghentikannya. Ayat 52:12 berada di tengah urutan yang sama dan 52:13 menyebut hari itu. Orang yang membaca urutan ini bisa menimbang bahwa kapan sebuah kesibukan berakhir tidak selalu berada di tangan orang yang menjalaninya.
  • Ayat ini tidak menyebut apa yang mengisi permainan itu, berbeda dari 4:140 dan 6:68 yang menyebut pembicaraan atau tanda-tanda. Karena tak ada isi yang disebut, pembaca tidak punya daftar kegiatan untuk dicentang, dan tidak bisa menenangkan diri dengan mengatakan bahwa kegiatannya bukan jenis yang dimaksud. Pemeriksaan yang tersisa menyangkut keadaan tenggelam dan bermain itu sendiri: sedang tenggelam atau masih bisa melihat permukaan.
  • Golongan yang disebut celaka di 52:11 diperkenalkan dalam rangkaian pendek: orang-orang yang tenggelam dalam permainan. Pembaca bisa membayangkan bagaimana seorang pengamat akan meringkas pekannya sendiri dalam beberapa kata, tanpa pembelaan dan tanpa keterangan tambahan. Ringkasan sependek itu menyisakan apa yang paling tampak dari luar, yaitu ke mana waktu dihabiskan. Allah memakai ukuran yang sama untuk golongan yang dicelakakan: tak ada daftar panjang, cukup satu sebutan yang menggambarkan bagaimana mereka mengisi hari-hari sebelum hari itu.