هَٰذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ
“Inilah api yang dahulu kalian dustakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- هَٰذِهِ النَّارُhaadzihi n-naaruinilah api
- الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَallatii kuntum bihaa tukadzdzibuunayang dahulu kalian dustakan
Terjemahan per kata (6 kata)
- هَٰذِهِhaadzihiini
- النَّارُn-naaruapi
- الَّتِيallatiiyang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- بِهَاbihaapadanya
- تُكَذِّبُونَtukadzdzibuunakalian mendustakan
Inti bacaan
Konfrontasi langsung 'inilah neraka yang dahulu kalian dustakan', momen ketika penyangkalan yang lama dipertahankan akhirnya berhadapan langsung dengan realitas yang tak terbantahkan.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzihi' (dekat, feminin) benar diterjemahkan 'inilah', merujuk 'an-naar' (feminin). Kutipan dibuka di sini (perkataan yang disampaikan kepada para pendusta saat dicampakkan ke neraka), dan tetap terbuka, menyambung ke 52:15.
Tafsiran
Ayat ini mengutip ejekan pahit: api yang dahulu diragukan kini nyata di hadapan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Kata inilah dipakai, bukan itulah. Jaraknya dekat. Allah menaruh yang dahulu jauh kini di depan mata.
- Yang mendustakan disebut dengan perbuatannya sendiri. Kalian yang dahulu mendustakan. Tak perlu tuduhan tambahan.
- Kalimatnya belum ditutup di ayat ini. Allah menyambungnya ke ayat berikutnya. Ejekannya berlanjut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-w-r, k-w-n, k-dz-b): an-naar allatii kuntum bihaa tukadhdhibuun diterjemahkan 'neraka yang dahulu kalian dustakan' (akar n-a-r + akar k-dz-b). gloss '(Dikatakan kepada mereka,)' dibuang.