اصْلَوْهَا فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Masuklah ke dalamnya; maka, bersabarlah atau tidak bersabar, sama saja bagi kalian; sesungguhnya kalian hanya dibalas atas apa yang kalian kerjakan.”

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. اصْلَوْهَاishlawhaamasuklah ke dalamnya
  2. فَاصْبِرُواfa-shbiruumaka, bersabarlah
  3. أَوْ لَا تَصْبِرُواaw laa tashbiruuatau tidak bersabar
  4. سَوَاءٌ عَلَيْكُمْsawaa'un 'alaykumsama saja bagi kalian
  5. إِنَّمَا تُجْزَوْنَinnamaa tujzawnasesungguhnya kalian hanya dibalas
  6. مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَmaa kuntum ta'maluunaatas apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. اصْلَوْهَاishlawhaamasukilah ia
  2. فَاصْبِرُواfa-shbiruumaka bersabarlah kalian
  3. أَوْawatau
  4. لَاlaajanganlah
  5. تَصْبِرُواtashbiruukalian bersabar
  6. سَوَاءٌsawaa'unsama saja
  7. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  8. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  9. تُجْزَوْنَtujzawnakalian dibalas
  10. مَاmaaapa yang
  11. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  12. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Konsekuensi tanpa harapan 'bersabarlah atau tidak bersabar, sama saja bagi kalian', momen ketika respons emosional apa pun tidak lagi mengubah hasil, konsekuensi murni proporsional terhadap perbuatan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (اصْلَوْهَا فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, ishlawhaa fa-shbiruu aw laa tashbiruu sawaa'un 'alaykum innamaa tujzawna maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "masuklah ke dalamnya; maka, bersabarlah atau tidak bersabar, sama saja bagi kalian; sesungguhnya kalian hanya dibalas atas apa yang kalian kerjakan". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi enam jeda: "masuklah ke dalamnya", "maka, bersabarlah", "atau tidak bersabar", "sama saja bagi kalian", "sesungguhnya kalian hanya dibalas", dan "atas apa yang kalian kerjakan". Kutipan yang dibuka di 52:14 ditutup di akhir ayat ini.

Kata (اصْلَوْهَا, ishlawhaa) berakar ص-ل-ي dan berbentuk perintah untuk "kalian" jamak, dengan akhiran (هَا, haa) yang berarti "nya" dan menunjuk api di 52:14, karena kata api berbentuk perempuan seperti akhiran itu. Akar ص-ل-ي dipakai di 25 ayat, dan bentuk perintah (اصْلَوْهَا, ishlawhaa) ada dua kali: di 36:64, (اصْلَوْهَا الْيَوْمَ, ishlawhaa l-yawma) "masuklah ke dalamnya pada hari ini", dan di ayat ini. Terjemahan "masuklah ke dalamnya" dipakai di kedua ayat itu. Akhiran "nya" tetap ditulis supaya perintah ini terbaca tertuju pada api yang baru ditunjuk di ayat sebelumnya.

Bagian (فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا, fa-shbiruu aw laa tashbiruu) berisi dua perintah dari akar ص-ب-ر yang disambung kata (أَوْ, aw) "atau". Bentuk (فَاصْبِرُوا, fa-shbiruu) muncul dua kali, di 7:87 dan di ayat ini. Di 7:87 perintah itu diucapkan kepada segolongan orang yang menunggu sampai Allah menetapkan keputusan di antara dua pihak, sedangkan di 52:16 perintah yang sama dipasangkan dengan lawannya dan disusul kata "sama saja". Bagian kedua memakai (لَا, laa) sebelum kata kerja bentuk jazm, yang oleh korpus ditandai sebagai partikel larangan, tetapi terjemahannya "atau tidak bersabar" dan tidak "janganlah bersabar", karena ayat ini menyajikan dua pilihan yang disamakan oleh kata sesudahnya dan tidak melarang salah satunya.

Kata (سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ, sawaa'un 'alaykum) berarti "sama saja bagi kalian". Rangkaian ini ada di dua ayat: 7:193 dan 52:16. Di 7:193 kata itu disusul dua kemungkinan, apakah kalian menyeru mereka atau kalian diam, dan di 52:16 disusul dua kemungkinan, bersabar atau tidak. Bentuk dengan "bagi mereka", (سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ, sawaa'un 'alayhim), ada di 2:6, 36:10, dan 63:6, dan bentuk dengan "bagi kami", (سَوَاءٌ عَلَيْنَا, sawaa'un 'alaynaa), ada di 14:21 dan 26:136. Di 14:21 pembicaranya orang-orang yang menghadap Allah, dan dua kemungkinan itu, mengeluh atau bersabar, disamakan. Dengan demikian kata ini menyamakan pasangan mengeluh atau bersabar di 14:21 dan pasangan bersabar atau tidak bersabar di 52:16.

Kata (إِنَّمَا تُجْزَوْنَ, innamaa tujzawna) diterjemahkan "sesungguhnya kalian hanya dibalas". Rangkaian ini ada di dua ayat: 52:16 dan 66:7, dan di 66:7 kalimat sesudahnya sama, (مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, maa kuntum ta'maluuna) "atas apa yang kalian kerjakan". Kata (تُجْزَوْنَ, tujzawna) adalah bentuk yang tidak menyebut siapa yang membalas, dipakai di sembilan ayat: 6:93, 10:52, 27:90, 36:54, 37:39, 45:28, 46:20, 52:16, dan 66:7. Kata "hanya" di terjemahan datang dari (إِنَّمَا, innamaa) yang membatasi pembalasan itu pada satu sebab. Sebab itu disebut dengan (مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, maa kuntum ta'maluuna), rangkaian yang dipakai di 24 ayat pada 19 surah, di antaranya 5:105, 10:23, 52:19, dan 77:43.

Tafsiran

Ayat ini menutup ucapan dengan penegasan bahwa kesabaran atau ketidaksabaran mereka sama sekali tidak mengubah nasib: semua murni balasan atas perbuatan mereka sendiri. Ucapan yang dibuka di 52:14 sampai di sini dengan tiga bagian yang berurutan: pernyataan tentang api di 52:14, pertanyaan di 52:15, dan perintah di 52:16. Perintah itu memuat dua hal sekaligus, masuk ke dalam api dan sikap yang boleh dipilih sesudahnya, dan pilihan itu langsung dinyatakan tidak berpengaruh.

Pertanyaan di 52:15 meminta mereka memeriksa mata mereka sendiri, dan 52:16 tidak menunggu jawabannya. Perintah masuk datang tanpa jeda, dan pilihan yang tersisa menyangkut sikap: bersabar atau tidak. Di 14:21 orang-orang yang menghadap Allah menyatakan hal yang sama dari sisi mereka, bahwa mengeluh atau bersabar sama saja, jadi dua ayat itu menaruh kalimat yang serupa di mulut dua pihak yang berbeda, ucapan kepada mereka di 52:16 dan ucapan di antara mereka sendiri di 14:21.

Alasan ditaruh di ujung ayat. Sesudah perintah dan sesudah penyamaan dua sikap, ayat ini menyebut sebabnya dalam satu bagian kalimat: kalian dibalas atas apa yang kalian kerjakan. Kalimat yang sama dipakai di 66:7 sebagai jawaban atas orang-orang yang mencari alasan, dan di sini kalimat itu menjadi jawaban atas dua sikap yang bertentangan. Dengan itu ayat ini menutup rangkaian ayat 52:11 sampai 52:16, yang dimulai dengan vonis tanpa alasan dan diakhiri dengan alasan tanpa vonis tambahan.

Ayat sesudahnya, 52:17, membalik gambaran dengan menyebut orang-orang yang bertakwa, dan 52:19 memakai rangkaian yang sama, (مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, maa kuntum ta'maluuna), untuk makan dan minum. Dengan demikian balasan di 52:16 dan di 52:19 berdasar pada hal yang sama, yaitu apa yang dikerjakan, dan keadaan yang diterima berbeda.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah masuk datang tanpa jeda sesudah pertanyaan di ayat sebelumnya, dan pertanyaan itu tidak diberi waktu untuk dijawab. Orang yang pernah menunggu jawaban atas pertanyaan penting mengenal bagaimana jeda memberi rasa bahwa masih ada ruang untuk bicara. Ayat ini meniadakan jeda itu, sehingga pembaca merasakan bahwa hari yang digambarkan tidak menunggu pertimbangan orang yang dikenainya. Pembaca bisa bertanya apa yang sebaiknya sudah dijawabnya dari sekarang.
  • Kesabaran biasanya dianggap jalan keluar, dan di ayat ini kesabaran dijajarkan dengan lawannya lalu dinyatakan sama saja. Orang yang pernah bersabar menanti hasil dan akhirnya mendapati tidak ada yang berubah mengenal rasa hampa ini. Di 7:87 perintah bersabar dipakai untuk menunggu keputusan Allah, dan di 52:16 perintah yang sama tidak lagi membawa apa-apa. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa di 52:16 kesabaran tidak lagi mengubah hasil.
  • Ayat ini menyamakan bersabar dengan tidak bersabar, dan kalimat serupa di 14:21 diucapkan oleh orang-orang yang sudah menghadap Allah. Pembaca mungkin teringat pada orang yang berkata kepada diri sendiri bahwa apa pun yang dilakukannya tidak akan mengubah hasil. Pembaca bisa menimbang apakah kalimat itu pernah diucapkannya tentang hal yang sebenarnya masih bisa diubah. Bagian dari hidup mana yang sekarang dibiarkan karena terasa tak ada gunanya diubah, padahal masih ada waktu untuk mengubahnya, dan apa yang akan berbeda bila Allah dijadikan alasan untuk mencoba sekali lagi?
  • Alasan balasan itu disebut di ujung ayat, yaitu apa yang dikerjakan. Orang yang pernah menerima gaji sesuai jam kerja yang tercatat mengenal rasa jelas dari hubungan semacam itu, karena yang diterima dapat ditelusuri ke apa yang dilakukan. Ayat ini memakai ukuran yang sama untuk hari yang digambarkan, sehingga pembaca bisa memeriksa catatan kerjanya sendiri dengan pertanyaan: apa yang selama ini dikerjakannya terhadap kabar yang datang dari Tuhannya?
  • Rangkaian "atas apa yang kalian kerjakan" muncul di 52:16 untuk orang yang dimasukkan ke api, dan muncul lagi di 52:19 untuk orang yang disuruh makan dan minum. Dua keadaan yang berlawanan memakai dasar yang sama. Orang yang menganggap hasil hidupnya ditentukan oleh nasib atau keadaan mungkin menemukan bahwa teks ini menolak dua-duanya. Allah menyebut apa yang dikerjakan sebagai dasar di dua ayat itu, dan dasar yang sama membuat setiap pembaca bertanggung jawab atas ayat yang mana yang akan terdengar untuk dirinya.
  • Kata kerja dibalas di ayat ini tidak menyebut siapa yang membalas. Nama dan pelaku tidak disebut, sehingga perhatian tertuju pada hubungan antara perbuatan dan balasan. Orang yang pernah mengurus sebuah sengketa tahu bahwa kalimat yang tidak menyebut pelaku sering terasa lebih berat, karena perhatian tertuju pada hubungan antara sebab dan akibat dan tidak lagi pada siapa yang menjatuhkannya. Pembaca ayat ini ikut memperhatikan hubungan itu, dan bisa bertanya perbuatan apa yang sedang membentuk balasan baginya.