Ayat 52:17
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman dan kenikmatan,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ الْمُتَّقِينَinna l-muttaqiinasesungguhnya orang-orang yang bertakwa
- فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍfii jannaatin wa-na'iiminberada di dalam taman-taman dan kenikmatan
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
- فِيfiidi dalam
- جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
- وَنَعِيمٍwa-na'iimindan kenikmatan
Inti bacaan
Kontras kebahagiaan 'surga dan kenikmatan', pergantian fokus menuju gambaran hasil akhir positif bagi yang bertakwa.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ, inna l-muttaqiina fii jannaatin wa-na'iimin) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman dan kenikmatan". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi dua jeda: "sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" dan "berada di dalam taman-taman dan kenikmatan". Ayat ini tidak memuat kata kerja. Kata "berada" di terjemahan berasal dari kata depan (فِي, fii) "di dalam", yang mengikuti pelakunya langsung dan membentuk kalimat tentang keadaan.
Rangkaian (إِنَّ الْمُتَّقِينَ, inna l-muttaqiina) membuka enam ayat: 15:45, 44:51, 51:15, 52:17, 54:54, dan 77:41. Di keenamnya kalimat itu disusul keterangan tempat, tetapi isinya berbeda. Di 44:51 disebut tempat yang aman, di 77:41 naungan dan mata air, di 15:45 dan 51:15 taman-taman dan mata air, dan di 54:54 taman-taman dan sungai. Ayat 52:17 memakai bagian pertama yang sama dengan 15:45, 51:15, dan 54:54, yaitu (فِي جَنَّاتٍ, fii jannaatin) "di dalam taman-taman", yang ada di delapan ayat: 15:45, 26:147, 44:52, 51:15, 52:17, 54:54, 70:35, dan 74:40. Bagian kedua di 52:17 berbeda dari semuanya: sesudah kata "dan", ayat ini menyebut (نَعِيمٍ, na'iimin) "kenikmatan", sebuah keadaan, sedangkan ayat-ayat lain menyebut mata air atau sungai.
Kata (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina) berakar و-ق-ي dan dalam korpus ditandai sebagai bentuk pelaku jamak. Terjemahan "orang-orang yang bertakwa" dipakai proyek ini untuk bentuk itu, yang dengan kata sandang muncul 25 kali di 16 surah, antara lain di 2:180, 9:4, 15:45, 51:15, dan 77:41. Akar yang sama dipakai satu ayat sesudahnya untuk kata kerja (وَقَاهُمْ, waqaahum) di 52:18, sehingga kata "bertakwa" dan kata "menjaga" di dua ayat berurutan berasal dari akar yang sama.
Kata (جَنَّاتٍ, jannaatin) diterjemahkan "taman-taman" sesuai keputusan proyek ini untuk akar ج-ن-ن dalam arti taman, dan bentuk bertanwin itu muncul 41 kali di 29 surah. Ada bentuk lain yang tampak mirip, (جَنَّاتِ النَّعِيمِ, jannaati n-na'iimi) "taman-taman kenikmatan", di enam ayat: 5:65, 10:9, 22:56, 37:43, 56:12, dan 68:34. Di bentuk itu kedua kata disambung langsung, sedangkan di 52:17 kedua kata dipisah kata (وَ, wa) "dan" dan keduanya bertanwin. Karena itu terjemahannya "taman-taman dan kenikmatan", dua hal yang disebut berdampingan, dan tidak "taman-taman kenikmatan".
Kata (نَعِيمٍ, na'iimin) berakar ن-ع-م dan diterjemahkan "kenikmatan". Bentuk bertanwin itu muncul di lima ayat: 52:17, 56:89, 70:38, 82:13, dan 83:22. Di 82:13 dan 83:22 bunyinya (فِي نَعِيمٍ, fii na'iimin) "dalam kenikmatan", yaitu keadaan yang ditempati langsung tanpa kata taman di depannya. Di 52:17 kenikmatan disebut sesudah taman-taman, sehingga ayat ini memuat tempat dan keadaan sekaligus, dan bunyi (وَنَعِيمٍ, wa-na'iimin) itu ada di ayat ini saja.
Tafsiran
Ayat ini membalik adegan dari azab yang baru dijelaskan ke kenikmatan bagi orang-orang bertakwa. Enam ayat sebelumnya, 52:11 sampai 52:16, menggambarkan golongan yang mendustakan: dicelakakan, tenggelam dalam permainan, dicampakkan ke api, ditunjuki api itu, ditanyai, dan disuruh masuk. Ayat 52:17 membuka gambaran baru dengan kata penegas yang sama dengan 52:7, (إِنَّ, inna), tetapi sekarang tentang golongan yang lain.
Dua golongan itu dipertemukan lewat dua sebutan yang berlawanan. Di 52:11 golongan pertama disebut orang-orang yang mendustakan, dan di 52:17 golongan kedua disebut orang-orang yang bertakwa. Keduanya disebut dengan kata yang menunjuk sikap mereka terhadap kabar, tanpa menyebut nasab atau kedudukan. Gambaran kenikmatan ini berlangsung sampai 52:28, dua belas ayat, dua kali panjang gambaran azabnya.
Perbedaan keadaan terlihat dari kata depan yang dipakai. Golongan yang dicelakakan di 52:13 digambarkan sedang bergerak menuju sesuatu, dengan kata (إِلَىٰ, ilaa) "ke", sedangkan golongan yang bertakwa di sini digambarkan sudah berada di dalam sesuatu, dengan kata (فِي, fii) "di dalam". Ayat ini tidak memuat kata kerja gerak sama sekali, dan seluruh gambaran bergantung pada kata depan itu. Pergeseran dari gerak yang dikenai ke keadaan yang dihuni terjadi dalam satu ayat pendek.
Ayat berikutnya, 52:18, menerangkan sumber kenikmatan itu dengan dua pemberian yang disebut berdampingan, dan 52:19 sampai 52:20 melukiskan isinya. Ayat 52:17 sendiri berhenti pada pernyataan umum, tempat dan keadaan, dan merinci keduanya diserahkan kepada ayat-ayat sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Sesudah enam ayat tentang api, gambaran taman datang dalam satu kalimat pendek yang dibuka dengan kata penegas. Orang yang pernah keluar dari ruang gawat darurat dan mendengar satu kalimat singkat tentang keadaan keluarganya yang selamat mengenal beda antara ketegangan yang panjang dan kabar baik yang pendek. Ayat ini memakai susunan yang sama: gambaran buruk dirinci panjang, dan balasannya dibuka dengan satu pernyataan. Pembaca bisa merasakan bahwa Allah tidak menahan kabar baik sampai semua peringatan selesai dibahas.
- Ayat ini menyebut taman-taman dan kenikmatan sebagai dua hal yang dipisah kata "dan". Orang yang pernah tinggal di rumah yang bagus tetapi tidak merasa tenang tahu bahwa tempat dan keadaan bisa berpisah. Penyebutan keduanya berdampingan di ayat ini memperlihatkan bahwa yang diberikan mencakup tempat sekaligus rasa di dalamnya. Pembaca bisa menimbang apakah selama ini yang dikejar adalah tempat yang baik tanpa memperhatikan keadaan yang ingin dirasakan di sana.
- Dalam enam ayat berurutan golongan yang dicelakakan disebut orang-orang yang mendustakan, dan di ayat ini golongan yang diberi taman disebut orang-orang yang bertakwa. Dua sebutan itu seperti dua label yang disodorkan kepada pembaca. Orang yang pernah mengisi formulir dengan dua kotak pilihan dan menyadari bahwa tidak ada kotak ketiga mengenal rasa ini. Ayat ini tidak menyebut keturunan atau jabatan, dan pembaca bisa bertanya kepada dirinya sendiri: di hadapan Allah, kotak mana yang akan terisi untuk namanya?
- Golongan yang dicelakakan di 52:13 bergerak karena didorong, sedangkan golongan yang bertakwa di ayat ini berada di dalam taman tanpa kata kerja gerak. Orang yang lelah mengejar sesuatu sepanjang hari mengenal bedanya berdiam di dalam rumah dan terus diburu waktu di luar. Ayat ini menggambarkan keadaan yang tidak perlu didorong lagi. Pembaca yang hidupnya dipenuhi tenggat bisa menimbang gerakannya sendiri: dirinya yang menggerakkan atau digerakkan oleh sesuatu yang lain.
- Empat ayat lain yang berbunyi hampir sama menyebut mata air dan sungai sesudah kata taman, sedangkan ayat ini menyebut kenikmatan, sebuah keadaan tanpa gambar. Orang yang biasa membayangkan taman sebagai pemandangan menemukan bahwa ayat ini mengalihkan perhatian dari apa yang dilihat ke apa yang dirasakan. Pembaca bisa bertanya apa yang sebenarnya dicari pada sebuah tempat yang baik: pemandangannya, atau rasa aman dan tenang yang tidak tampak di foto. Pertanyaan itu penting karena Allah menyebut keadaan itu lebih dulu daripada rinciannya.
- Gambaran azab di 52:11-16 enam ayat panjangnya, dan gambaran taman di 52:17-28 dua belas ayat panjangnya. Pembaca yang cenderung lebih lama mengingat bagian yang menakutkan dibanding bagian yang menenangkan bisa melihat perbandingan itu. Orang yang pernah membaca ulasan sebuah produk dan mengingat satu keluhan saja di antara banyak pujian mengenal kecenderungan ini. Panjang tiap bagian di surah ini memberi pembaca satu ukuran untuk menimbang bagian mana yang selama ini lebih banyak diperhatikan.
Ayat 52:18
فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
bersuka ria dengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka; dan Tuhan mereka menjaga mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَاكِهِينَfaakihiinabersuka ria
- بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْbi-maa aataahum rabbuhumdengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka
- وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْwa-waqaahum rabbuhumdan Tuhan mereka menjaga mereka
- عَذَابَ الْجَحِيمِ'adzaaba l-jahiimidari azab neraka yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَاكِهِينَfaakihiinaorang-orang yang bergembira
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- آتَاهُمْaataahummemberi mereka
- رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
- وَوَقَاهُمْwa-waqaahumdan Dia memelihara mereka
- رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
- عَذَابَ'adzaabaazab
- الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala
Inti bacaan
Perlindungan menyeluruh 'dijaga dari azab Jahim', jaminan keamanan total yang menyertai kenikmatan yang dianugerahkan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, faakihiina bi-maa aataahum rabbuhum wa-waqaahum rabbuhum 'adzaaba l-jahiimi) yang berarti "bersuka ria dengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka; dan Tuhan mereka menjaga mereka dari azab neraka yang menyala-nyala". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi empat jeda: "bersuka ria", "dengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka", "dan Tuhan mereka menjaga mereka", dan "dari azab neraka yang menyala-nyala".
Kata (فَاكِهِينَ, faakihiina) berakar ف-ك-ه dan diterjemahkan "bersuka ria". Akar ini dipakai di 19 ayat, kebanyakan untuk buah-buahan, seperti (فَاكِهَةٍ, faakihatin) di 44:55 dan 52:22. Sebagai pelaku jamak yang berarti orang yang bersuka, bentuk (فَاكِهِينَ, faakihiina) ada dua kali, di 44:27 dan di ayat ini, dan bentuk (فَاكِهُونَ, faakihuuna) ada di 36:55. Di 44:25-27 orang-orang yang meninggalkan taman-taman dan mata air disebut, dan kata itu dipakai untuk kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria. Karena itu "bersuka ria" dipilih sebagai padanan yang tidak khusus untuk taman, dan arah kesenangannya di ayat ini ditentukan oleh kata sesudahnya.
Bagian (بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, bi-maa aataahum rabbuhum) menyebut sumber kesukaan itu: "apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka". Kata kerja (آتَاهُمْ, aataahum) berakar أ-ت-ي dan diterjemahkan "anugerahkan" karena pelakunya Tuhan dan penerimanya mereka. Rangkaian (مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, maa aataahum rabbuhum) ada di dua ayat: 51:16 dan 52:18. Di 51:16 bunyinya (آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, aakhidziina maa aataahum rabbuhum) "seraya mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka", dan ayat itu juga datang tepat sesudah (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ, inna l-muttaqiina fii jannaatin) di 51:15. Kedua ayat itu mengulang urutan yang sama, yaitu orang bertakwa di taman, lalu apa yang diberikan Tuhan mereka, tetapi kata pelakunya berbeda: "mengambil" di 51:16 dan "bersuka ria" di 52:18.
Bagian (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ, wa-waqaahum rabbuhum) diterjemahkan "dan Tuhan mereka menjaga mereka". Kata kerja (وَقَاهُمْ, waqaahum) berakar و-ق-ي, akar yang sama dengan kata (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina) di 52:17, dan dipakai dua kali di seluruh korpus dalam bunyi ini: di 44:56 dan 52:18. Di 44:56 pelakunya tidak disebut dan terjemahannya "Dia melindungi mereka". Di 52:18 pelakunya disebut ulang dengan kata (رَبُّهُمْ, rabbuhum) "Tuhan mereka" persis sesudah kata kerja, sehingga satu ayat memuat kata itu dua kali: sekali untuk memberi, sekali untuk menjaga. Rangkaian (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ, wa-waqaahum rabbuhum) ada di ayat ini saja.
Kata (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) diterjemahkan "neraka yang menyala-nyala", dan berbeda dari (جَهَنَّمَ, jahannama) yang di 52:13 ditulis "Jahanam". Bentuk bersandang (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) muncul antara lain di 2:119, 37:23, 40:7, dan 44:56, sedangkan (جَهَنَّمَ, jahannama) muncul jauh lebih sering di seluruh mushaf. Rangkaian (عَذَابَ الْجَحِيمِ, 'adzaaba l-jahiimi) "azab neraka yang menyala-nyala" ada di tiga ayat: 40:7, 44:56, dan 52:18. Di 40:7 rangkaian itu berada dalam doa para pemikul Arasy untuk orang-orang beriman, sedangkan di 44:56 dan 52:18 rangkaian itu muncul sebagai sesuatu yang sudah dijauhkan dari penghuni taman.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kenikmatan ganda: anugerah yang diterima dan perlindungan penuh dari azab yang mereka saksikan menimpa orang lain. Ayat 52:17 menyebut tempat dan keadaan, dan 52:18 menyebut dua pemberian yang menjadi sumbernya, yaitu apa yang dianugerahkan dan azab yang dijauhkan. Dua pemberian itu disebut berdampingan dengan pelaku yang sama, dan pelaku itu dinamai dua kali.
Ayat ini memuat dua sisi dari satu keadaan. Sisi pertama menyangkut apa yang didapat, dan sisi kedua menyangkut apa yang dihindarkan. Dengan menyebut keduanya, ayat ini menaruh azab di dekat kenikmatan tanpa mengaitkan keduanya pada perbuatan: sebabnya baru disebut di 52:19, dan di sini pelakunya disebut dengan sebutan Tuhan mereka.
Gambaran ini terhubung ke enam ayat sebelum 52:17. Golongan yang dicampakkan di 52:13 berhadapan dengan api, sedangkan golongan yang bertakwa di 52:18 dijauhkan dari azab dengan kata yang berakar sama dengan sebutan mereka. Kata (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina) di 52:17 dan (وَقَاهُمْ, waqaahum) di 52:18 membuat sebutan golongan itu dan tindakan terhadap mereka bertemu dalam dua ayat berurutan.
Ayat 52:18 juga bergema dengan 51:15-16. Dua surah itu sama-sama menyebut orang bertakwa di taman, lalu apa yang diberikan Tuhan mereka. Isi sesudahnya berbeda: 51:16 meneruskan dengan alasan, bahwa mereka sebelum itu orang-orang yang berbuat kebaikan, sedangkan 52:18 meneruskan dengan perlindungan dari azab, dan alasan baru datang di 52:19.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut dua pemberian yang berbeda, yaitu apa yang dianugerahkan dan azab yang dijauhkan, dan keduanya dinisbahkan kepada pelaku yang sama. Orang yang pernah menerima hadiah sekaligus perlindungan dari orang yang sama, misalnya dari orang tua yang memberi bekal dan juga menjaga dari bahaya, tahu bahwa kedua hal itu terasa satu kasih dalam dua bentuk. Pembaca bisa menimbang apakah selama ini lebih sering dihitung apa yang diberikan Allah kepadanya daripada apa yang dijauhkan darinya.
- Azab yang dijauhkan disebut sesudah kesenangan, seolah tidak terlihat dari dalam taman. Orang yang pernah dijauhkan dari kecelakaan oleh sebuah keputusan kecil, misalnya terlambat naik kendaraan yang kemudian mengalami kecelakaan, mengenal bahwa perlindungan paling besar sering tidak dikenali ketika terjadi. Ayat ini memuat perlindungan itu dalam rinciannya, dan membiarkan pembaca bertanya apa yang sudah dijauhkan dari hidupnya tanpa pernah disadarinya. Pertanyaan itu bisa dijawab dengan cara berhenti sebentar dan bersyukur kepada Allah untuk hal yang tidak terjadi.
- Para penghuni taman digambarkan bersuka ria atas apa yang diberikan, dan tidak berhenti pada menerimanya. Orang yang menerima hadiah dengan datar dan orang yang menerima dengan gembira sama-sama menerima, tetapi hadiah itu terasa berbeda bagi keduanya. Di 51:16 pelakunya digambarkan mengambil, dan di 52:18 bersuka ria, sehingga satu bahan yang sama dapat dijalani dengan sikap yang berbeda. Sikap mana yang sedang dipakai terhadap apa yang diterima dari Tuhannya: mengambil begitu saja atau bersuka ria?
- Dalam satu ayat sebutan "Tuhan mereka" muncul dua kali, sekali sesudah kata memberi dan sekali sesudah kata menjaga. Orang yang menulis ucapan terima kasih mengenal gunanya menyebut nama orang yang berjasa di setiap hal yang dipujinya, karena tiap hal itu memang pantas disebut sendiri. Ayat ini memperlakukan pemberian dan penjagaan sebagai dua jasa yang masing-masing menyebut pelakunya, dan pembaca bisa menimbang apakah nama itu pernah disebut di kedua tempat: ketika mendapat sesuatu, dan ketika terhindar dari sesuatu.
- Sebutan untuk para penghuni taman di 52:17 dan kata kerja tentang tindakan terhadap mereka di 52:18 berasal dari akar yang sama. Orang yang menjaga diri dari sesuatu lalu mendapati dirinya dijaga oleh Pihak yang lebih kuat mengenal pola saling berbalas ini. Ayat ini memperlihatkan bahwa pihak yang bertakwa dan Tuhan yang menjaga bertemu pada satu kata, dan pembaca bisa melihat bahwa usaha menjaga diri tidak berjalan sendirian di hadapan Allah.
- Ayat 51:15-16 dan 52:17-18 memakai urutan yang sama: orang bertakwa di taman, lalu apa yang diberikan Tuhan mereka. Pembaca yang bertemu urutan itu di dua surah mengenal rasa membaca kabar yang sama dari dua sisi. Orang yang pernah mendengar nasihat penting dari dua orang yang tidak saling mengenal tahu bahwa kesamaan itu menguatkan. Bunyi yang berulang di dua tempat ini memberi pembaca satu alasan untuk memperlakukan gambaran taman sebagai kabar yang sungguh disampaikan, dan tidak sebagai hiasan di satu surah saja.