فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

bersuka ria dengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka; dan Tuhan mereka menjaga mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَاكِهِينَfaakihiinabersuka ria
  2. بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْbi-maa aataahum rabbuhumdengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka
  3. وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْwa-waqaahum rabbuhumdan Tuhan mereka menjaga mereka
  4. عَذَابَ الْجَحِيمِ'adzaaba l-jahiimidari azab neraka yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَاكِهِينَfaakihiinaorang-orang yang bergembira
  2. بِمَاbi-maaatas apa yang
  3. آتَاهُمْaataahummemberi mereka
  4. رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
  5. وَوَقَاهُمْwa-waqaahumdan Dia memelihara mereka
  6. رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
  7. عَذَابَ'adzaabaazab
  8. الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala

Inti bacaan

Perlindungan menyeluruh 'dijaga dari azab Jahim', jaminan keamanan total yang menyertai kenikmatan yang dianugerahkan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ, faakihiina bi-maa aataahum rabbuhum wa-waqaahum rabbuhum 'adzaaba l-jahiimi) yang berarti "bersuka ria dengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka; dan Tuhan mereka menjaga mereka dari azab neraka yang menyala-nyala". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi empat jeda: "bersuka ria", "dengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka", "dan Tuhan mereka menjaga mereka", dan "dari azab neraka yang menyala-nyala".

Kata (فَاكِهِينَ, faakihiina) berakar ف-ك-ه dan diterjemahkan "bersuka ria". Akar ini dipakai di 19 ayat, kebanyakan untuk buah-buahan, seperti (فَاكِهَةٍ, faakihatin) di 44:55 dan 52:22. Sebagai pelaku jamak yang berarti orang yang bersuka, bentuk (فَاكِهِينَ, faakihiina) ada dua kali, di 44:27 dan di ayat ini, dan bentuk (فَاكِهُونَ, faakihuuna) ada di 36:55. Di 44:25-27 orang-orang yang meninggalkan taman-taman dan mata air disebut, dan kata itu dipakai untuk kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria. Karena itu "bersuka ria" dipilih sebagai padanan yang tidak khusus untuk taman, dan arah kesenangannya di ayat ini ditentukan oleh kata sesudahnya.

Bagian (بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, bi-maa aataahum rabbuhum) menyebut sumber kesukaan itu: "apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka". Kata kerja (آتَاهُمْ, aataahum) berakar أ-ت-ي dan diterjemahkan "anugerahkan" karena pelakunya Tuhan dan penerimanya mereka. Rangkaian (مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, maa aataahum rabbuhum) ada di dua ayat: 51:16 dan 52:18. Di 51:16 bunyinya (آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, aakhidziina maa aataahum rabbuhum) "seraya mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka", dan ayat itu juga datang tepat sesudah (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ, inna l-muttaqiina fii jannaatin) di 51:15. Kedua ayat itu mengulang urutan yang sama, yaitu orang bertakwa di taman, lalu apa yang diberikan Tuhan mereka, tetapi kata pelakunya berbeda: "mengambil" di 51:16 dan "bersuka ria" di 52:18.

Bagian (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ, wa-waqaahum rabbuhum) diterjemahkan "dan Tuhan mereka menjaga mereka". Kata kerja (وَقَاهُمْ, waqaahum) berakar و-ق-ي, akar yang sama dengan kata (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina) di 52:17, dan dipakai dua kali di seluruh korpus dalam bunyi ini: di 44:56 dan 52:18. Di 44:56 pelakunya tidak disebut dan terjemahannya "Dia melindungi mereka". Di 52:18 pelakunya disebut ulang dengan kata (رَبُّهُمْ, rabbuhum) "Tuhan mereka" persis sesudah kata kerja, sehingga satu ayat memuat kata itu dua kali: sekali untuk memberi, sekali untuk menjaga. Rangkaian (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ, wa-waqaahum rabbuhum) ada di ayat ini saja.

Kata (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) diterjemahkan "neraka yang menyala-nyala", dan berbeda dari (جَهَنَّمَ, jahannama) yang di 52:13 ditulis "Jahanam". Bentuk bersandang (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) muncul antara lain di 2:119, 37:23, 40:7, dan 44:56, sedangkan (جَهَنَّمَ, jahannama) muncul jauh lebih sering di seluruh mushaf. Rangkaian (عَذَابَ الْجَحِيمِ, 'adzaaba l-jahiimi) "azab neraka yang menyala-nyala" ada di tiga ayat: 40:7, 44:56, dan 52:18. Di 40:7 rangkaian itu berada dalam doa para pemikul Arasy untuk orang-orang beriman, sedangkan di 44:56 dan 52:18 rangkaian itu muncul sebagai sesuatu yang sudah dijauhkan dari penghuni taman.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kenikmatan ganda: anugerah yang diterima dan perlindungan penuh dari azab yang mereka saksikan menimpa orang lain. Ayat 52:17 menyebut tempat dan keadaan, dan 52:18 menyebut dua pemberian yang menjadi sumbernya, yaitu apa yang dianugerahkan dan azab yang dijauhkan. Dua pemberian itu disebut berdampingan dengan pelaku yang sama, dan pelaku itu dinamai dua kali.

Ayat ini memuat dua sisi dari satu keadaan. Sisi pertama menyangkut apa yang didapat, dan sisi kedua menyangkut apa yang dihindarkan. Dengan menyebut keduanya, ayat ini menaruh azab di dekat kenikmatan tanpa mengaitkan keduanya pada perbuatan: sebabnya baru disebut di 52:19, dan di sini pelakunya disebut dengan sebutan Tuhan mereka.

Gambaran ini terhubung ke enam ayat sebelum 52:17. Golongan yang dicampakkan di 52:13 berhadapan dengan api, sedangkan golongan yang bertakwa di 52:18 dijauhkan dari azab dengan kata yang berakar sama dengan sebutan mereka. Kata (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina) di 52:17 dan (وَقَاهُمْ, waqaahum) di 52:18 membuat sebutan golongan itu dan tindakan terhadap mereka bertemu dalam dua ayat berurutan.

Ayat 52:18 juga bergema dengan 51:15-16. Dua surah itu sama-sama menyebut orang bertakwa di taman, lalu apa yang diberikan Tuhan mereka. Isi sesudahnya berbeda: 51:16 meneruskan dengan alasan, bahwa mereka sebelum itu orang-orang yang berbuat kebaikan, sedangkan 52:18 meneruskan dengan perlindungan dari azab, dan alasan baru datang di 52:19.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut dua pemberian yang berbeda, yaitu apa yang dianugerahkan dan azab yang dijauhkan, dan keduanya dinisbahkan kepada pelaku yang sama. Orang yang pernah menerima hadiah sekaligus perlindungan dari orang yang sama, misalnya dari orang tua yang memberi bekal dan juga menjaga dari bahaya, tahu bahwa kedua hal itu terasa satu kasih dalam dua bentuk. Pembaca bisa menimbang apakah selama ini lebih sering dihitung apa yang diberikan Allah kepadanya daripada apa yang dijauhkan darinya.
  • Azab yang dijauhkan disebut sesudah kesenangan, seolah tidak terlihat dari dalam taman. Orang yang pernah dijauhkan dari kecelakaan oleh sebuah keputusan kecil, misalnya terlambat naik kendaraan yang kemudian mengalami kecelakaan, mengenal bahwa perlindungan paling besar sering tidak dikenali ketika terjadi. Ayat ini memuat perlindungan itu dalam rinciannya, dan membiarkan pembaca bertanya apa yang sudah dijauhkan dari hidupnya tanpa pernah disadarinya. Pertanyaan itu bisa dijawab dengan cara berhenti sebentar dan bersyukur kepada Allah untuk hal yang tidak terjadi.
  • Para penghuni taman digambarkan bersuka ria atas apa yang diberikan, dan tidak berhenti pada menerimanya. Orang yang menerima hadiah dengan datar dan orang yang menerima dengan gembira sama-sama menerima, tetapi hadiah itu terasa berbeda bagi keduanya. Di 51:16 pelakunya digambarkan mengambil, dan di 52:18 bersuka ria, sehingga satu bahan yang sama dapat dijalani dengan sikap yang berbeda. Sikap mana yang sedang dipakai terhadap apa yang diterima dari Tuhannya: mengambil begitu saja atau bersuka ria?
  • Dalam satu ayat sebutan "Tuhan mereka" muncul dua kali, sekali sesudah kata memberi dan sekali sesudah kata menjaga. Orang yang menulis ucapan terima kasih mengenal gunanya menyebut nama orang yang berjasa di setiap hal yang dipujinya, karena tiap hal itu memang pantas disebut sendiri. Ayat ini memperlakukan pemberian dan penjagaan sebagai dua jasa yang masing-masing menyebut pelakunya, dan pembaca bisa menimbang apakah nama itu pernah disebut di kedua tempat: ketika mendapat sesuatu, dan ketika terhindar dari sesuatu.
  • Sebutan untuk para penghuni taman di 52:17 dan kata kerja tentang tindakan terhadap mereka di 52:18 berasal dari akar yang sama. Orang yang menjaga diri dari sesuatu lalu mendapati dirinya dijaga oleh Pihak yang lebih kuat mengenal pola saling berbalas ini. Ayat ini memperlihatkan bahwa pihak yang bertakwa dan Tuhan yang menjaga bertemu pada satu kata, dan pembaca bisa melihat bahwa usaha menjaga diri tidak berjalan sendirian di hadapan Allah.
  • Ayat 51:15-16 dan 52:17-18 memakai urutan yang sama: orang bertakwa di taman, lalu apa yang diberikan Tuhan mereka. Pembaca yang bertemu urutan itu di dua surah mengenal rasa membaca kabar yang sama dari dua sisi. Orang yang pernah mendengar nasihat penting dari dua orang yang tidak saling mengenal tahu bahwa kesamaan itu menguatkan. Bunyi yang berulang di dua tempat ini memberi pembaca satu alasan untuk memperlakukan gambaran taman sebagai kabar yang sungguh disampaikan, dan tidak sebagai hiasan di satu surah saja.