كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Makan dan minumlah dengan nikmat atas apa yang kalian kerjakan,”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- كُلُوا وَاشْرَبُواkuluu wa-syrabuumakan dan minumlah
- هَنِيئًاhanii'andengan nikmat
- بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَbi-maa kuntum ta'maluunaatas apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (6 kata)
- كُلُواkuluumakanlah kalian
- وَاشْرَبُواwa-syrabuudan minumlah kalian
- هَنِيئًاhanii'andengan nikmat
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Sambutan hangat 'makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan atas apa yang kalian kerjakan', hasil akhir yang secara eksplisit dikaitkan dengan usaha yang telah dilakukan sebelumnya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, kuluu wa-syrabuu hanii'an bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "makan dan minumlah dengan nikmat atas apa yang kalian kerjakan". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi tiga jeda: "makan dan minumlah", "dengan nikmat", dan "atas apa yang kalian kerjakan". Kutipan dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri: seruan yang disampaikan kepada orang-orang bertakwa di taman.
Pasangan (كُلُوا وَاشْرَبُوا, kuluu wa-syrabuu) "makan dan minumlah" memuat dua perintah untuk "kalian" jamak, dari akar أ-ك-ل dan ش-ر-ب. Pasangan itu ada di enam ayat: 2:60, 2:187, 7:31, 52:19, 69:24, dan 77:43. Tiga ayat terakhir, yaitu 52:19, 69:24, dan 77:43, memakainya untuk penghuni taman, dan ketiganya menyambungnya dengan kata (هَنِيئًا, hanii'an) "dengan nikmat". Di tiga ayat lainnya pasangan itu berupa izin atau pengaturan di dunia: kepada kaum Musa di 2:60 bersama larangan berbuat kerusakan di bumi, tentang malam puasa di 2:187, dan kepada anak cucu Adam di 7:31 bersama larangan (وَلَا تُسْرِفُوا, wa-laa tusrifuu) "janganlah berlebihan".
Kata (هَنِيئًا, hanii'an) berakar ه-ن-أ dan diterjemahkan "dengan nikmat". Kata itu berbentuk kata benda yang berfungsi menerangkan cara makan dan minum itu. Bunyi (هَنِيئًا, hanii'an) ada di empat ayat: 4:4, 52:19, 69:24, dan 77:43, dan akar ه-ن-أ dipakai di keempat ayat itu saja, seluruhnya berbentuk kata yang sama tanpa kata kerja. Di 4:4 kata itu dipasangkan dengan (مَرِيئًا, marii'an) dan terjemahannya "makanlah ia dengan senang dan lezat". Di tiga ayat lainnya kata itu berdiri sendiri sesudah perintah makan dan minum. Karena itu padanannya di sini "dengan nikmat", yang menerangkan cara menikmati dan tidak memuat rasa makanan.
Bagian (بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, bi-maa kuntum ta'maluuna) diterjemahkan "atas apa yang kalian kerjakan". Kata "sebagai balasan" tidak dipakai: bi-maa kuntum ta'maluuna adalah frasa kausal harfiah, tanpa kata terpisah bermakna "balasan", beda dari 52:16 yang punya kata kerja tujzawna "dibalas" secara eksplisit. Bunyi lengkap (كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, kuluu wa-syrabuu hanii'an bi-maa kuntum ta'maluuna) ada dua kali, yaitu di 77:43 dan di ayat ini. Di 69:24 bagian terakhirnya diganti (بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ, bi-maa aslaftum fii l-ayyaami l-khaaliyati) "atas apa yang telah kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu". Rangkaian (مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, maa kuntum ta'maluuna) sendiri dipakai di 24 ayat pada 19 surah.
Tafsiran
Ayat ini mengutip seruan penuh kenikmatan bagi penghuni taman, kontras total dengan ucapan pahit bagi penghuni neraka di ayat-ayat sebelumnya. Sampai 52:18 para penghuni taman dibicarakan dengan kata "mereka", dan di 52:19 mereka diajak bicara langsung dengan kata "kalian". Urutan itu sama dengan yang terjadi pada golongan pertama: 52:11 sampai 52:13 membicarakan mereka, dan 52:14 mulai berbicara kepada mereka.
Dua ucapan itu juga sejajar dalam bentuknya. Ucapan kepada golongan pertama di 52:16 dibuka dengan perintah, masuklah, dan ucapan kepada golongan kedua di 52:19 dibuka dengan perintah, makan dan minumlah. Perintah di kedua ayat sama-sama berbentuk jamak dan sama-sama ditutup dengan penyebutan apa yang dikerjakan. Pasangan itu memperlihatkan bahwa satu surah menyajikan dua ucapan dengan bentuk yang sama dan isi yang berlawanan.
Ayat ini menutup gambaran tentang makanan dan minuman pada kalimat yang pendek. Tidak ada daftar hidangan di sini, dan rincian baru muncul di 52:22, yang menyebut buah-buahan dan daging. Di 52:19 cara menikmatinya ditekankan, yaitu dengan nikmat, dan sebabnya, yaitu apa yang dikerjakan. Dengan demikian ayat ini memperlihatkan bahwa kenikmatan di 52:17 dan penjagaan di 52:18 sampai ke penghuninya dalam bentuk yang paling sederhana, yaitu kebebasan untuk makan dan minum.
Renungan dan Hikmah
- Dua perintah di ayat ini, makan dan minumlah, lebih terdengar sebagai izin daripada tuntutan. Orang yang pernah diundang makan oleh tuan rumah yang ramah dan diberi tahu bahwa semuanya boleh diambil mengenal bedanya: perintah itu menghilangkan keraguan, dan tidak menambah beban. Ayat ini memakai bentuk perintah yang sama dengan perintah masuk di 52:16, tetapi arah dan rasanya berlawanan. Bentuk perintah apa yang selama ini paling sering didengar dari Allah, dan bagaimana perintah itu disambut?
- Ayat ini menyebut sebab kenikmatan itu sekaligus: atas apa yang kalian kerjakan. Orang yang bekerja lama untuk sesuatu lalu menikmatinya mengenal bahwa rasa sesuatu itu berbeda ketika asalnya diketahui. Penghuni taman di ayat ini diberi tahu bahwa yang mereka nikmati berhubungan dengan perbuatan mereka, dan hubungan itu disebut bersama kenikmatannya, tidak ditunda ke ayat lain. Pembaca bisa menanyakan kepada dirinya sendiri apa yang sedang dikerjakan hari ini yang kelak akan disebut dalam kalimat semacam itu.
- Makanan dan minuman penghuni taman dirinci di ayat lain, sedangkan di sini ada satu kalimat pendek tanpa daftar hidangan. Orang yang pernah menerima undangan makan malam dari seseorang yang tidak perlu menyebut menunya tahu bahwa kehangatan sambutan tidak bergantung pada daftar masakan. Allah menyampaikan kenikmatan itu dalam kalimat yang mudah diingat, dan pembaca bisa menimbang bahwa yang diberikan mencakup kebebasan untuk menikmati hidangan tanpa ragu, di luar jumlahnya.
- Ucapan kepada golongan yang masuk api di 52:16 dan ucapan kepada penghuni taman di 52:19 sama-sama dibuka dengan perintah jamak dan sama-sama menyebut apa yang dikerjakan. Pembaca yang membaca keduanya berurutan merasakan satu suara yang berbicara kepada dua kelompok dengan bentuk yang sama dan isi yang berlawanan. Orang yang pernah menerima dua pengumuman dari satu pengeras suara, satu bagi yang terlambat dan satu bagi yang tepat waktu, mengenal pengalaman itu. Kesamaan bentuk itu membuat kedua kelompok tampak berasal dari satu timbangan yang sama, dan pembaca bisa bertanya kelompok mana yang sedang didekati.
- Di 52:16 bersabar atau tidak bersabar dinyatakan sama saja, dan di 52:19 permintaannya sudah tinggal menikmati. Orang yang pernah lelah menunggu hasil lalu akhirnya boleh beristirahat tahu bahwa tidak ada lagi yang perlu ditahan-tahan. Ayat ini memperlihatkan keadaan ketika menahan diri sudah selesai tugasnya, dan tinggal menerima yang tersisa. Pembaca yang hidupnya penuh tugas bisa menimbang kapan terakhir kali menerima sesuatu dengan nikmat, tanpa menghitung apa yang masih harus dikerjakan.
- Kata nikmat di ayat ini menerangkan cara makan dan minum, tidak menerangkan makanannya. Orang yang pernah makan makanan sederhana dengan hati lapang mengenal bahwa rasa sering datang dari cara menyantap dan juga dari hidangan. Ayat ini menaruh kenikmatan pada cara, sehingga pembaca bisa melihat bahwa nikmat dari Allah mencakup kemampuan menikmati, dan juga benda yang dinikmati. Pembaca bisa bertanya apakah kemampuan itu sudah disyukuri sebelum yang lain.