مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ ۖ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ

bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun; dan Kami pasangkan mereka dengan bidadari yang bermata elok.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍmuttaki'iina 'alaa sururin mashfuufatinbersandar di atas dipan-dipan yang tersusun
  2. وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍwa-zawwajnaahum bi-huurin 'iinindan Kami pasangkan mereka dengan bidadari yang bermata elok

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. مُتَّكِئِينَmuttaki'iinabersandar
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. سُرُرٍsururindipan-dipan
  4. مَصْفُوفَةٍmashfuufatinyang berjajar
  5. وَزَوَّجْنَاهُمْwa-zawwajnaahumdan Kami memasangkan mereka
  6. بِحُورٍbi-huurindengan bidadari
  7. عِينٍ'iininbermata jeli

Inti bacaan

Kebersamaan yang digambarkan 'bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun', pengaturan sosial yang menekankan kedekatan dan interaksi, bukan isolasi individual.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi gambaran kenikmatan taman: kenyamanan fisik berpadu dengan pasangan yang telah disediakan.

Renungan dan Hikmah

  • Dipannya disebut Allah tersusun, bukan berserak. Bukan sendiri-sendiri. Berjajar.
  • Perintah makan disebut lebih dulu. Makan dan minumlah. Lalu bersandar.
  • Keluarganya Allah sebut di ayat sesudahnya. Mereka dulu. Keturunannya menyusul.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-k-a, s-r-r, s-f-f, z-w-j, h-w-r, '-y-n): muttaki'iin alaa surur masfuufah diterjemahkan 'bersandar di dipan tersusun' (akar w-k-' + akar s-r-r + akar s-f-f); zawwajnaahum bi-huur iin diterjemahkan 'memasangkan dengan bidadari bermata indah' (akar z-w-j + akar h-w-r + akar '-y-n). Selaras.