وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

Dan Kami tambahkan kepada mereka buah-buahan dan daging dari apa yang mereka inginkan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَأَمْدَدْنَاهُمْwa-amdadnaahumdan Kami tambahkan kepada mereka
  2. بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍbi-faakihatin wa-lahminbuah-buahan dan daging
  3. مِمَّا يَشْتَهُونَmimmaa yasytahuunadari apa yang mereka inginkan

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَأَمْدَدْنَاهُمْwa-amdadnaahumdan Kami menambah mereka
  2. بِفَاكِهَةٍbi-faakihatindengan buah
  3. وَلَحْمٍwa-lahmindan daging
  4. مِمَّاmimmaadari apa yang
  5. يَشْتَهُونَyasytahuunamereka inginkan

Inti bacaan

Kelimpahan detail 'buah-buahan dan daging dari apa yang mereka inginkan', pemenuhan keinginan yang responsif dan personal, bukan jatah seragam tanpa variasi.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ, wa-amdadnaahum bi-faakihatin wa-lahmin mimmaa yasytahuuna) yang berarti "dan Kami tambahkan kepada mereka buah-buahan dan daging dari apa yang mereka inginkan". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi tiga jeda: "dan Kami tambahkan kepada mereka", "buah-buahan dan daging", dan "dari apa yang mereka inginkan". Pelaku di jeda pertama adalah Kami, dan jeda terakhir memberi batas pada hal yang ditambahkan: sesuatu yang berasal dari keinginan mereka sendiri.

Kata kerja (وَأَمْدَدْنَاهُمْ, wa-amdadnaahum) berakar م-د-د dan berbentuk keempat. Bentuk itu dipakai di sebelas ayat: 3:124, 3:125, 8:9, 17:6, 17:20, 23:55, 26:132, 26:133, 27:36, 52:22, dan 71:12. Dengan bentuk (وَأَمْدَدْنَاهُمْ, wa-amdadnaahum) yang persis, hanya ayat ini yang memakainya. Di ayat-ayat lain urutannya sama, yaitu kata kerja, lalu (بِ, bi), lalu apa yang diberikan: harta dan anak-anak di 17:6 dan 71:12, hewan ternak dan anak-anak di 26:133, dan seribu malaikat di 8:9. Terjemahannya berbeda menurut apa yang diberikan, "bantu" untuk harta dan malaikat, "menganugerahkan" untuk ternak, dan "tambahkan" di ayat ini, karena yang diberikan di sini datang sesudah hidangan di 52:19 dan keluarga di 52:21.

Kata (فَاكِهَةٍ, faakihatin) diterjemahkan "buah-buahan" dan berakar ف-ك-ه, akar yang sama dengan (فَاكِهِينَ, faakihiina) di 52:18. Rangkaian (بِفَاكِهَةٍ, bi-faakihatin) ada di dua ayat: 38:51, yang berbunyi (يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ, yad'uuna fiihaa bi-faakihatin katsiiratin wa-syaraabin) "meminta buah-buahan yang banyak dan minuman", dan ayat ini. Di 38:51 buah disandingkan dengan minuman, sedangkan di 52:22 buah disandingkan dengan (لَحْمٍ, lahmin) "daging".

Frasa penutup (مِمَّا يَشْتَهُونَ, mimmaa yasytahuuna) "dari apa yang mereka inginkan" ada di tiga ayat: 52:22, 56:21, dan 77:42. Di 56:21 frasa itu terikat pada daging, (وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ, wa-lahmi thayrin mimmaa yasytahuuna) "dan daging burung dari apa yang mereka inginkan", sedangkan buahnya di 56:20 diikat pada (مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ, mimmaa yatakhayyaruuna) "yang mereka pilih". Di 77:42 frasa itu terikat pada buah-buahan. Di 52:22 satu frasa penutup menaungi buah sekaligus daging.

Kata kerja (يَشْتَهُونَ, yasytahuuna) berakar ش-ه-و dan bentuk kedelapannya dipakai di delapan ayat: 16:57, 21:102, 34:54, 41:31, 43:71, 52:22, 56:21, dan 77:42. Enam di antaranya, yaitu 21:102, 41:31, 43:71, 52:22, 56:21, dan 77:42, menyangkut taman. Dua lainnya menyangkut pihak lain: di 34:54 ada keadaan yang dihalangi antara mereka dan apa yang mereka inginkan, dan di 16:57 ada orang yang menetapkan bagi diri mereka sendiri apa yang mereka sukai.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan gambaran kenikmatan taman: kelimpahan makanan sesuai keinginan mereka. Sesudah keluarga di 52:21, ayat ini kembali ke hidangan, tetapi dengan kata kerja yang baru, yaitu menambah. Kata itu menandai bahwa yang disebut di sini datang di atas apa yang sudah ada: hidangan di 52:19, tempat istirahat di 52:20, dan keluarga di 52:21 sudah disebut, dan buah serta daging ditambahkan kepadanya.

Susunan ayat ini terdiri dari pelaku, hal yang ditambahkan, dan batasnya. Pelakunya Kami, yang ditambahkan buah dan daging, dan batasnya keinginan penghuni sendiri. Batas itu memperlihatkan bahwa takaran di taman ditentukan oleh keinginan mereka, tidak oleh jatah yang seragam. Ayat ini sejajar dengan 56:20-21, yang menyebut buah dan daging dengan dua keterangan berbeda, yaitu dipilih dan diinginkan, sedangkan 52:22 menyatukan keduanya dalam satu keterangan.

Letak ayat ini juga penting bagi urutan surah. Ayat 52:19 mengajak makan dan minum dengan nikmat, dan ayat 52:22 menyebut isi hidangan itu untuk pertama kalinya. Sesudahnya 52:23 menyebut minuman, 52:24 menyebut pelayan, dan 52:25 menyebut percakapan. Urutan itu bergerak dari makanan ke minuman, lalu ke orang-orang di sekitar penghuni, lalu ke percakapan di antara mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja di ayat ini menyatakan penambahan, sehingga yang disebut datang di atas apa yang sudah diterima. Orang yang pernah menerima hadiah lalu masih diberi sesuatu lagi tanpa meminta mengenal rasa yang berbeda dari menerima sekali saja, karena penambahan menandakan bahwa pemberi tidak berhenti pada kewajibannya. Ayat ini menaruh rasa itu di tengah gambaran taman. Apa saja yang sudah diterimanya dari Allah hari ini, dan apa yang datang sesudahnya tanpa disadarinya sebagai tambahan?
  • Penambahan di ayat ini dibatasi oleh apa yang diinginkan penghuninya, dan batas itu tidak ditentukan oleh orang lain. Orang yang pernah makan di pesta dengan menu yang sama untuk semua tamu tahu bahwa makanan bisa melimpah tetapi tidak cocok dengan selera masing-masing. Ayat ini memperlihatkan kelimpahan yang menyesuaikan diri dengan keinginan, dan Allah menyebut keinginan itu sebagai ukurannya. Pembaca bisa menimbang apakah keinginannya sendiri selama ini cukup dikenalinya, sehingga tahu apa yang akan diminta bila diberi kesempatan.
  • Buah dan daging di ayat ini disatukan oleh satu keterangan penutup, sedangkan di 56:20-21 keduanya diberi dua keterangan yang berbeda. Perbedaan itu seperti dua cara menyusun daftar belanja: satu daftar dengan satu catatan untuk semuanya, atau dua catatan yang dibedakan per barang. Ayat ini memakai cara yang pertama, dan pembaca bisa melihat bahwa keinginan penghuni mencakup semua yang disebut. Orang yang selalu menyaring keinginannya satu per satu mungkin menemukan di sini gambaran keinginan yang tidak perlu dipilah ulang di hadapan Allah.
  • Kata kerja untuk menginginkan dipakai di delapan ayat, dan enam di antaranya menyangkut taman, sedangkan dua lainnya menyangkut keadaan di luar taman. Di 34:54 keinginan itu dihalangi, dan di 16:57 keinginan itu ditujukan kepada diri sendiri. Orang yang pernah menginginkan sesuatu sampai lupa menimbang apakah keinginan itu baik tahu bahwa kata yang sama bisa menggambarkan dua keadaan yang berjauhan. Ayat ini menaruh keinginan di taman sebagai sesuatu yang dipenuhi. Keinginan mana dalam hidupnya yang pantas disebut dengan kata itu di hadapan Allah?
  • Hidangan di ayat ini disebut sesudah keluarga di 52:21, dan urutan itu menaruh orang lebih dulu daripada makanan. Orang yang pernah menyiapkan jamuan besar untuk orang-orang yang dikasihi tahu bahwa makanan baru terasa sempurna ketika mereka hadir. Ayat ini memperlihatkan bahwa kenikmatan di taman disusun dengan urutan yang sama. Pembaca bisa menimbang urutan dalam hidupnya sendiri: mana yang disiapkannya lebih dulu, orang-orang yang disayanginya atau hidangan untuk mereka, dan bagaimana Allah menyebut urutan itu.
  • Ayat ini menyebut kelimpahan yang diukur oleh keinginan penghuni dan tidak oleh perbandingan dengan orang lain. Orang yang terbiasa menilai cukup atau kurang dengan melihat apa yang dimiliki tetangganya mengenal kegelisahan yang datang dari ukuran semacam itu. Di sini ukurannya satu: apa yang mereka inginkan. Apakah rasa cukupnya selama ini ditentukan oleh keinginannya sendiri atau oleh apa yang dilihatnya pada orang lain, dan bagaimana Allah akan menjadi ukuran bagi rasa cukup itu?