وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ

Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling bertanya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍwa-aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhindan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain
  2. يَتَسَاءَلُونَyatasaa'aluunasaling bertanya

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَأَقْبَلَwa-aqbaladan menghadap
  2. بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
  3. عَلَىٰ'alaaatas
  4. بَعْضٍba'dhinsebagian
  5. يَتَسَاءَلُونَyatasaa'aluunasaling bertanya

Inti bacaan

Dialog reflektif 'sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling bertanya', interaksi sosial yang tetap hidup, kebahagiaan yang melibatkan percakapan bermakna.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ, wa-aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhin yatasaa'aluuna) yang berarti "dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling bertanya". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi dua jeda: "dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain" dan "saling bertanya". Kata (بَعْضُهُمْ, ba'dhuhum) "sebagian mereka" menunjuk penghuni taman yang disebut sejak 52:17, dan kata yang sama diulang sebagai (بَعْضٍ, ba'dhin) "sebagian yang lain", sehingga pelaku dan sasaran perbuatan berasal dari kelompok yang sama.

Kata kerja (وَأَقْبَلَ, wa-aqbala) berakar ق-ب-ل dalam bentuk keempat dan diterjemahkan "menghadap". Rangkaian (أَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ, aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhin) ada di empat ayat: 37:27, 37:50, 52:25, dan 68:30. Di 37:27 rangkaian itu menyangkut orang-orang yang diperintahkan ditahan dan akan ditanya, di 37:50 menyangkut penghuni taman, dan di 68:30 menyangkut para pemilik kebun yang kemudian saling mencela. Di 52:25 rangkaian itu menyangkut penghuni taman dan dibuka dengan (وَ, wa) "dan".

Akar ق-ب-ل dalam bentuk keempat, seperti (وَأَقْبَلَ, wa-aqbala), dipakai di sembilan ayat: 12:71, 12:82, 28:31, 37:27, 37:50, 37:94, 51:29, 52:25, dan 68:30. Di 28:31 kata itu menjadi seruan "majulah" kepada Musa, dan di 12:71 menyangkut saudara-saudara Yusuf yang berbicara sambil menghadap kepada para penyeru, sehingga arti dasarnya bergerak menghadap seseorang. Kata kerja (يَتَسَاءَلُونَ, yatasaa'aluuna) berakar س-ء-ل dalam bentuk keenam dan diterjemahkan "saling bertanya". Bentuk itu dipakai di tujuh ayat: 23:101, 28:66, 37:27, 37:50, 52:25, 74:40, dan 78:1. Di 23:101 dan 28:66 kata itu didahului kata tidak, yaitu mereka tidak saling bertanya pada hari itu. Di 78:1 kata itu menjadi pertanyaan, (عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ, 'amma yatasaa'aluuna) "tentang apakah mereka saling bertanya?". Di 74:40 kata itu menyangkut penghuni taman, (فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ, fii jannaatin yatasaa'aluuna) "di dalam taman-taman, mereka saling bertanya", dan di ayat berikutnya disebutkan bahwa mereka menanyakan para pendosa.

Bunyi lengkap (وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ, wa-aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhin yatasaa'aluuna) ada di dua ayat: 37:27 dan 52:25. Bunyi di 37:50 berbeda pada awalnya, yaitu (فَأَقْبَلَ, fa-aqbala) "maka", dan di 68:30 berbeda pada ujungnya, yaitu (يَتَلَاوَمُونَ, yatalaawamuuna) "saling mencela". Di 52:25 ayat ini tidak menyebut apa yang mereka tanyakan, dan isi pertanyaan itu baru terdengar di ayat berikutnya.

Tafsiran

Ayat ini membuka adegan percakapan penghuni taman, saling mengenang perjalanan hidup mereka di dunia. Sesudah gambaran hidangan, minuman, dan pelayan di 52:22 sampai 52:24, ayat ini berpindah dari apa yang diterima penghuni ke apa yang mereka lakukan sesamanya. Ayat 52:26 sesudahnya langsung menyebut isi percakapan itu, yaitu bahwa mereka dahulu di tengah keluarga mereka adalah orang-orang yang cemas.

Adegan ini punya dua saudara di surah lain. Di 37:27 kalimat yang sama dipakai untuk orang-orang yang ditahan dan akan ditanya, dan di 37:50 untuk penghuni taman. Dua adegan itu memakai satu gerak, yaitu menghadap dan saling bertanya, dengan arah yang berlawanan: yang pertama berbicara dalam keadaan berserah dan yang kedua dalam keadaan menikmati. Ayat 52:25 sendiri menaruh gerak itu di taman.

Percakapan ini menandai berakhirnya rangkaian gambaran yang disusun dari tempat, hidangan, dan orang di sekeliling penghuni. Mulai 52:25 pikiran para penghuni sendiri yang disebut, dan taman tidak lagi digambarkan dari luar. Ayat ini berfungsi sebagai pintu masuk ke kenangan mereka tentang kehidupan sebelum taman. Kata "sebagian" diulang dua kali di ayat ini, sehingga yang bertanya dan yang ditanya adalah penghuni yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Penghuni taman digambarkan menghadap satu sama lain, tidak menghadap ke depan atau ke hidangan. Orang yang pernah duduk di meja makan bersama keluarga dan memutar tubuh untuk saling bercakap mengenal bedanya menghadap orang dan duduk bersebelahan saja. Ayat ini menyebut sikap itu sebagai tanda kebersamaan di taman, dan Allah menggambarkannya sebelum menyebut isi percakapan. Kapan terakhir kali benar-benar menghadap seseorang untuk berbicara, tanpa mengerjakan hal lain di saat yang sama?
  • Pertanyaan di ayat ini disebut dalam urutan sesudah hidangan, minuman, dan pelayanan, dan urutan penyajian itu membuat bertanya terbaca sebagai pilihan dan tidak lagi kebutuhan. Orang yang pernah mengobrol santai setelah semua urusan selesai tahu bahwa percakapan yang tidak mendesak punya rasa yang berbeda dari percakapan yang mendesak. Ayat ini menaruh percakapan dalam suasana itu. Pembaca bisa menimbang apakah memberi ruang bagi percakapan semacam itu dalam hidupnya, atau menunggu semua urusan selesai yang mungkin tak pernah datang.
  • Kalimat yang sama dipakai untuk orang-orang yang ditahan di 37:27 dan untuk penghuni taman di 52:25, sehingga satu gerak menghadap dan bertanya bisa terjadi di dua keadaan. Orang yang pernah mendengar ungkapan yang sama dari dua orang dengan perasaan berbeda tahu bahwa kata-kata tidak membawa nasibnya sendiri. Ayat ini memperlihatkan bahwa percakapan di dua tempat itu mirip bentuknya dan berbeda isinya. Pembaca bisa bertanya apa yang akan menjadi isi percakapannya sendiri kelak, dan apakah Allah akan menemukan isi itu dalam hidupnya hari ini.
  • Ayat ini berhenti sebelum menyebut apa yang ditanyakan, dan isi pertanyaan itu baru ada di ayat berikutnya. Orang yang pernah mendengar seseorang berkata bahwa akan bertanya sesuatu lalu menunggu pertanyaannya tahu bahwa jeda itu membuat pendengar condong ke depan. Ayat ini memakai jeda semacam itu, dan pembaca menjadi bagian dari mereka yang menunggu. Pembaca bisa menimbang pertanyaan apa yang diharapkannya akan diajukan penghuni taman, dan apakah jawabannya sudah ada dalam hidupnya hari ini.
  • Percakapan disebut sebagai bagian dari gambaran taman, sesudah makanan dan pelayan. Orang yang pernah merasa bahwa percakapan terbaik terjadi di tempat yang tenang mengenal anggapan bahwa bercakap termasuk kenikmatan. Ayat ini menyatukan kenikmatan fisik dan kenikmatan bercakap dalam satu rangkaian dan membiarkan pembaca melihat bahwa yang kedua tidak lebih kecil dari yang pertama. Pembaca bisa bertanya apakah menghitung percakapan bermakna sebagai nikmat dari Allah, sama seperti menghitung hidangan.
  • Ayat ini menjadi pintu dari gambaran luar taman ke pikiran penghuninya sendiri. Orang yang pernah membuka album foto lama bersama keluarga mengenal peralihan dari melihat benda ke mengingat peristiwa. Ayat ini menandai peralihan itu di tengah surah, sehingga pembaca melihat bahwa taman menjadi tempat menikmati dan juga tempat mengenang. Pembaca bisa menimbang apa yang akan dikenangnya bersama orang-orang yang dicintainya kelak, dan bagian mana dari kenangan itu yang sedang dikumpulkannya hari ini di hadapan Allah.