أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ
Ataukah mereka berkata, “Seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kematiannya?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَمْ يَقُولُونَam yaquuluunaataukah mereka berkata
- شَاعِرٌsyaa'irunseorang penyair
- نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِnatarabbashu bihi rayba l-manuuniyang kami tunggu-tunggu kematiannya
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَمْamatau
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- شَاعِرٌsyaa'irunpenyair
- نَتَرَبَّصُnatarabbashukami menunggu
- بِهِbihipadanya
- رَيْبَraybakeraguan
- الْمَنُونِl-manuunikematian
Inti bacaan
Tuduhan 'penyair yang kami tunggu-tunggu kematiannya', harapan jahat yang diungkapkan terang-terangan terhadap seseorang yang hanya menyampaikan kebenaran.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Ia)' tidak dipakai: ucapan elips 'shaa'irun' dibiarkan tanpa subjek eksplisit sesuai struktur Arab, konsisten pola identik di 51:39 dan 51:52. Kutipan dibuka oleh 'yaquuluuna' dan ditutup dalam ayat ini sendiri.
Tafsiran
Ayat ini mengutip tuduhan lain dari para pengingkar: menunggu kematiannya dengan harapan wahyu akan terhenti bersamanya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam harapan yang diucapkan terang-terangan. Mereka menunggu ia mati. Tak disembunyikan.
- Yang mereka tunggu kematian, bukan bantahan. Argumennya sudah habis. Yang tersisa menunggu waktu.
- Sebutan penyair dipakai Allah untuk merendahkan, dan direkam apa adanya. Bukan dihapus. Yang menghina tercatat menghina.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, sh-'-r, r-b-s, r-y-b, m-n-n): shaa'ir diterjemahkan 'penyair' (akar sh-'-r); natarabbasu bihi rayb al-manuun diterjemahkan 'menunggu kecelakaan/kematian menimpanya' (akar r-b-s + akar r-y-b + akar m-n-n). gloss '(orang musyrik Makkah)/(Nabi Muhammad)' dibuang.