فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ
Maka, cobalah mereka datangkan tuturan yang serupa dengannya, jika mereka orang-orang yang benar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِfa-l-ya'tuu bi-hadiitsin mitslihimaka, cobalah mereka datangkan tuturan yang serupa dengannya
- إِنْ كَانُوا صَادِقِينَin kaanuu shaadiqiinajika mereka orang-orang yang benar
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَلْيَأْتُواfa-l-ya'tuumaka hendaklah mereka mendatangkan
- بِحَدِيثٍbi-hadiitsindengan perkataan
- مِثْلِهِmitslihisemisalnya
- إِنْinjika
- كَانُواkaanuumereka adalah
- صَادِقِينَshaadiqiinaorang-orang yang benar
Inti bacaan
Tantangan terbuka: 'cobalah mereka datangkan tuturan serupa dengannya jika mereka orang-orang benar', tawaran pembuktian konkret yang mengundang verifikasi langsung, bukan klaim yang menghindar dari pengujian nyata.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ, fa-l-ya'tuu bi-hadiitsin mitslihi in kaanuu shaadiqiina) yang berarti "maka, cobalah mereka datangkan tuturan yang serupa dengannya, jika mereka orang-orang yang benar". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi dua jeda: "maka, cobalah mereka datangkan tuturan yang serupa dengannya" dan "jika mereka orang-orang yang benar".
Kata kerja perintah (فَلْيَأْتُوا, fa-l-ya'tuu) berakar أ-ت-ي dan ada di dua ayat: 52:34 dan 68:41. Di 68:41 kata kerja itu memerintahkan hal yang lain: (فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَائِهِمْ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ, fa-l-ya'tuu bi-syurakaa'ihim in kaanuu shaadiqiina) "maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutu mereka, jika mereka orang-orang yang benar". Penutup (إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ, in kaanuu shaadiqiina) "jika mereka orang-orang yang benar" ada di dua ayat itu saja, yaitu 52:34 dan 68:41. Penutup bagi pihak kedua, (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum shaadiqiina) "jika kalian orang-orang yang benar", dipakai di 2:23 dan 10:38, misalnya, ketika tantangan ditujukan langsung kepada lawan bicara. Di 52:34 tantangan dibicarakan tentang mereka, dengan kata ganti pihak ketiga.
Kata (بِحَدِيثٍ, bi-hadiitsin) berakar ح-د-ث dan hanya ada di 52:34 dalam bentuk persis ini. Pemetaan kata per kata memberinya "dengan perkataan", sedangkan terjemahan ayat menulis "tuturan". Bentuk (حَدِيثٍ, hadiitsin) ada di lima ayat: 4:140, 6:68, 7:185, 45:6, dan 77:50, dan pemetaan kata per kata memberinya "perkataan". Bentuk (الْحَدِيثِ, l-hadiitsi) ada di enam ayat: 18:6, 31:6, 39:23, 53:59, 56:81, dan 68:44, dan pemetaan kata per kata memberinya "tuturan". Terjemahan ayat-ayat itu memakai "tuturan" di 18:6, 31:6, 39:23, 45:6, 53:59, 56:81, 68:44, dan 77:50, sehingga 52:34 mengikuti pilihan yang sama. Di 39:23 kata itu dijelaskan oleh kalimat yang mengikutinya, "sebaik-baik tuturan, sebuah Kitab yang serupa, berulang-ulang". Pilihan "tuturan" menjaga bahwa kata (حَدِيثٍ, hadiitsin) di ayat ini tidak dialihkan menjadi "kisah" atau "berita", sehingga tantangan "tuturan yang serupa dengannya" tetap terbaca sebagai tuturan yang menyamai kitab itu.
Kata (مِثْلِهِ, mitslihi) "semisalnya" ada di tujuh ayat dalam pemetaan kata per kata: 2:23, 10:38, 11:13, 20:58, 36:42, 46:10, dan 52:34. Dalam rangkaian tantangan, 2:23 dan 10:38 meminta satu surah semisalnya, 11:13 meminta sepuluh surah semisalnya, 17:88 menyatakan bahwa manusia dan jin yang berkumpul tidak akan mendatangkan yang serupa dengan bacaan ini, dan 52:34 meminta tuturan yang serupa. Dari rangkaian itu, ayat ini memakai kata paling umum, tuturan, dan tidak menyebut ukuran seperti surah atau jumlahnya.
Tafsiran
Ayat ini menantang mereka membuktikan tuduhan karangan dengan mendatangkan tuturan serupa. Tuduhan di 52:33 disebut dalam bentuk pertanyaan, dan ayat ini mengubahnya menjadi ujian: bila memang karangan manusia, mestinya manusia lain bisa menyusun yang serupa. Syaratnya ditaruh di ujung ayat, jika mereka orang-orang yang benar, sehingga tantangan itu juga menguji kejujuran para penuduh sendiri.
Tantangan ini berbeda dari tantangan di 2:23 dan 10:38. Di dua ayat itu lawan bicaranya disapa langsung dan diminta mendatangkan satu surah, sedangkan di 52:34 mereka disebut sebagai pihak ketiga dan yang diminta adalah tuturan yang serupa tanpa ukuran. Hasil tantangan itu, siapa yang sanggup, dan batas waktunya tidak tertera dalam ayat. Yang dikatakannya hanya dua hal: silakan datangkan, dan syaratnya kebenaran para penuduh.
Urutan di sekitar ayat ini patut dicatat. Setelah tuduhan karangan di 52:33 dan sebelum pertanyaan tentang penciptaan di 52:35, satu ayat perintah ini berdiri di antara dua pertanyaan, seperti 52:31 yang juga berbentuk perintah di antara pertanyaan. Ayat 52:38 pun memuat perintah serupa, (فَلْيَأْتِ, fa-l-ya'ti) dalam bentuk tunggal, sehingga bentuk menantang ini muncul beberapa kali di antara pertanyaan-pertanyaan yang mengisi bagian ini.
Renungan dan Hikmah
- Tantangan di ayat ini memindahkan perdebatan dari kata-kata ke sesuatu yang bisa dicoba orang lain. Seorang pengrajin yang dituduh menjiplak karya tidak perlu berdebat panjang bila lawannya diminta membuat yang sama di depan banyak orang. Allah menaruh tantangan itu di hadapan para penuduh dengan syarat kejujuran mereka. Pembaca bisa bertanya klaim apa dalam hidupnya yang bisa diuji dengan cara itu, dan apakah dirinya berani menyodorkan klaim itu untuk dicoba orang lain.
- Beban pembuktian dipindahkan kepada pihak yang menuduh. Dalam perumpamaan sidang di meja hijau, pihak yang mendalilkan sesuatu diminta menunjukkan bukti, dan tuduhan tanpa bukti sulit dipertahankan. Ayat ini menggambarkan susunan itu tanpa memakai istilah hukum, dan Allah yang menyusunnya. Pembaca bisa menimbang tuduhan apa yang selama ini dilemparkannya kepada orang lain tanpa pernah diminta menunjukkan buktinya, dan apakah tuduhan itu masih pantas diucapkan setelah dibaca ulang.
- Syarat jika mereka orang-orang yang benar mengubah tantangan menjadi ujian kejujuran. Penguji sebuah kejuaraan sering menutup aturan dengan kalimat bahwa hanya yang jujur akan dinilai. Ayat ini menaruh kalimat itu di ujung dan membiarkan pembaca mengetahui bahwa jawabannya akan terlihat dari tindakan, bukan dari kata. Sebagai pembaca Al-Qur'an, apakah dirinya bersedia diuji dengan syarat yang sama bila sebuah klaim keagamaan diajukannya di hadapan Allah?
- Ayat ini meminta tuturan yang serupa tanpa menyebut ukuran seperti surah atau jumlah ayat. Sebuah lomba menulis yang hanya menyebut tema, tanpa batas halaman, memberi ruang yang luas bagi peserta tetapi menuntut mutu yang tidak bisa disiasati dengan jumlah. Allah memakai kata tuturan yang luas itu. Pembaca bisa menimbang apakah dirinya lebih sering menilai sebuah tulisan dari panjangnya atau dari mutunya, dan apakah sudah pernah membandingkan tuturan Allah dengan tuturan manusia lain secara jujur.
- Tantangan ini ditaruh terbuka tanpa tenggat. Perusahaan yang menawarkan hadiah bagi siapa pun yang bisa menemukan cacat di produknya menunjukkan keyakinannya lewat tawaran itu, bukan lewat iklan. Batas waktu dan siapa yang akan berhasil tidak tertera di ayat. Allah membiarkan tantangan itu menunggu siapa pun yang mau mencoba. Apakah pembaca pernah benar-benar membaca Al-Qur'an dengan niat mencari cacat, atau hanya dengan niat membenarkan yang sudah diyakini?
- Ayat perintah diselipkan di antara pertanyaan, di sini dan juga di 52:31. Dalam wawancara yang panjang, pewawancara yang sesekali mengganti pertanyaan dengan permintaan, silakan tunjukkan, membuat suasana berpindah dari menjelaskan ke membuktikan. Allah menyelipkan permintaan seperti itu pada titik yang tepat. Pembaca bisa bertanya apakah dalam percakapan dengan orang yang menolaknya, dirinya hanya terus bertanya, atau pernah juga meminta mereka menunjukkan sesuatu.