أَمْ لَهُ الْبَنَاتُ وَلَكُمُ الْبَنُونَ
Ataukah bagi-Nya anak-anak perempuan, sedangkan bagi kalian anak-anak lelaki?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمْ لَهُ الْبَنَاتُam lahu l-banaatuataukah bagi-Nya anak-anak perempuan
- وَلَكُمُ الْبَنُونَwa-lakumu l-banuunasedangkan bagi kalian anak-anak lelaki
Terjemahan per kata (5 kata)
- أَمْamataukah
- لَهُlahubaginya
- الْبَنَاتُl-banaatuanak-anak perempuan
- وَلَكُمُwa-lakumudan bagi kalian
- الْبَنُونَl-banuunaanak-anak lelaki
Inti bacaan
Pertanyaan kelima dengan kontradiksi nilai 'bagi-Nya anak-anak perempuan, sedangkan bagi kalian anak-anak lelaki?', pengulangan kritik terhadap inkonsistensi nilai budaya yang merendahkan anak perempuan namun menisbahkannya kepada Tuhan. Rumusan sejajar itu memperlihatkan bahwa kecurangan pembagian dapat dikenali dari susunan kalimatnya sendiri tanpa dalil tambahan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (أَمْ لَهُ الْبَنَاتُ وَلَكُمُ الْبَنُونَ, am lahu l-banaatu wa-lakumu l-banuuna) yang berarti "ataukah bagi-Nya anak-anak perempuan, sedangkan bagi kalian anak-anak lelaki?" Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi dua jeda: "ataukah bagi-Nya anak-anak perempuan" dan "sedangkan bagi kalian anak-anak lelaki".
Kata (الْبَنَاتُ, l-banaatu) "anak-anak perempuan" dan (الْبَنُونَ, l-banuuna) "anak-anak lelaki" muncul berpasangan di dua ayat: 37:149 dan 52:39. Pertentangan antara anak-anak perempuan yang dinisbahkan kepada Allah dan anak-anak lelaki bagi para penuduh muncul di lima ayat: 16:57, 37:149, 37:153, 43:16, dan 52:39. Dua bentuk jamak itu berbeda susunannya dalam bahasa Arab, tetapi terjemahan memakai pola yang sama, "anak-anak perempuan" dan "anak-anak lelaki", sehingga kesejajaran dua kelompok itu terbaca di Indonesia seperti di Arab.
Di 37:149 pertanyaan yang sejajar didahului perintah bertanya, (فَاسْتَفْتِهِمْ, fa-staftihim) "maka, tanyakanlah kepada mereka", dan 37:153 mengulangnya dengan kata kerja memilih: "apakah Dia memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak lelaki?" Ayat 52:39 mengajukan pertanyaan itu langsung, tanpa perintah bertanya di depannya.
Pasangan yang sama disebut dengan kata lain di 53:21, (أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ, a-lakumu dz-dzakaru wa-lahu l-untsaa) "apakah bagi kalian yang lelaki, sedangkan bagi-Nya yang perempuan?", dengan urutan terbalik: kalian disebut lebih dulu, Dia kemudian. Ayat berikutnya, 53:22, memuat (تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ, tilka idzan qismatun dhiizaa) "kalau begitu, itu suatu pembagian yang tidak adil", dan menamai susunan itu. Di 17:40 dan 43:19 anak-anak perempuan dikaitkan dengan malaikat, dan di 16:58 serta 43:17 diceritakan wajah seseorang menghitam ketika diberi kabar tentang anak perempuan.
Huruf (لِ, li-) pada (لَهُ, lahu) dan (لَكُمُ, lakumu) diterjemahkan "bagi" di kedua bagian ayat, sehingga kesejajaran "bagi-Nya" dan "bagi kalian" terlihat. Terjemahan 37:149 yang sejajar memakai "bagi" juga, dan 53:21 memakai "bagi kalian" dan "bagi-Nya". Kata ganti berpindah dari orang ketiga "-Nya" kepada orang kedua "kalian" di tengah ayat, dan terjemahan mengikuti perpindahan itu karena teks Arab sendiri berpindah dari (لَهُ, lahu) ke (لَكُمُ, lakumu).
Awalan (أَمْ, am) "ataukah" membuka ayat ini, seperti sembilan ayat dari 52:35 sampai 52:43. Ayat 52:39 tidak memuat kata kerja sama sekali: kedua bagiannya terdiri atas keterangan kepemilikan (لَهُ, lahu) dan (لَكُمُ, lakumu) yang disusul oleh benda yang dimiliki, sehingga seluruh kalimat berbentuk pembagian dan tidak berbentuk perbuatan.
Tafsiran
Ayat ini menunjukkan ketimpangan dalam cara para penuduh menilai. Mereka menisbahkan kepada Allah anak-anak perempuan, bagian yang mereka sendiri terima dengan berat hati bila mengenai diri mereka, sedangkan bagi diri sendiri mereka menyediakan anak-anak lelaki. Ayat ini menaruh kedua bagian itu berdampingan dalam satu kalimat dan membiarkan kontrasnya terbaca.
Dasar penilaian ketimpangan itu tersedia dalam ayat-ayat lain. Di 16:58 wajah seseorang menghitam ketika diberi kabar tentang anak perempuan, dan di 16:59 orang itu bersembunyi dari orang banyak karena buruknya kabar tersebut. Dengan latar itu susunan argumennya terbaca jelas. Mereka menganggap anak perempuan kabar yang buruk bagi diri sendiri, tetapi menyodorkan anak perempuan sebagai bagian untuk Allah. Pembagian itu mereka lakukan sendiri, dan 53:22 menamainya pembagian yang tidak adil.
Ayat ini tidak membahas nilai perempuan. Sasarannya adalah cara menilai yang memberi bagian yang dianggap lebih rendah kepada pihak yang paling tinggi dan menyimpan bagian yang dianggap lebih baik untuk diri sendiri. Kalimat yang sama bisa disusun untuk barang apa pun: bila seseorang menyisihkan yang jelek bagi atasannya dan menyimpan yang bagus untuk dirinya, ketimpangannya terlihat dari susunan pembagiannya.
Ayat ini berdiri sesudah pertanyaan tentang perbendaharaan, kekuasaan, dan sarana mendengar (52:37, 52:38), dan sebelum pertanyaan tentang imbalan (52:40). Isinya berpindah dari klaim kemampuan ke klaim tentang Allah, dan ketimpangan nilainya terbaca dari bentuk kalimat itu sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Dua ukuran untuk perkara yang sama mudah terlihat dari luar dan sulit terlihat dari dalam. Atasan yang menuntut ketepatan waktu dari bawahan tetapi sering datang terlambat jarang menyadari ketimpangan itu. Ayat ini menaruh dua ukuran para penuduh dalam satu kalimat supaya terlihat. Ukuran ganda apa yang selama ini dipakainya, satu untuk dirinya dan satu untuk orang lain? Dua ukuran itu baru terasa ketika keduanya diletakkan berdampingan di atas satu meja.
- Sasaran ayat ini adalah cara menilai yang timpang. Ayat ini menyebut anak perempuan dan anak lelaki untuk menunjukkan pembagian yang mereka sendiri anggap merugikan bila menimpa diri mereka, dan tidak membahas nilai seorang perempuan. Pembagi warisan yang menyisihkan bagian terburuk untuk orang lain dan bagian terbaik untuk dirinya akan terbaca kecurangannya tanpa perlu penjelasan. Pembaca bisa menimbang apakah ada pembagian dalam kehidupannya yang menempatkan bagian terbaik di pihaknya dan bagian terburuk di pihak lain.
- Orang yang menyumbangkan barang rusak ke panti sambil menyimpan barang bagus untuk dirinya sedang membagi dengan timbangan yang timpang. Ayat ini menyebut pola yang sama dalam urusan terhadap Allah: yang tidak diinginkan bagi diri sendiri diberikan kepada-Nya. Allah menaruh pembagian itu dalam bentuk pertanyaan. Pembaca bisa bertanya apakah dalam ibadah atau pemberian, dirinya pernah menyisihkan sisa dan menyimpan yang terbaik untuk diri sendiri.
- Kata ganti berpindah dari -Nya kepada kalian di tengah ayat, dan perpindahan itu menaruh para penuduh di hadapan pertanyaan secara langsung. Dalam rapat, pimpinan yang beralih dari menyebut pihak ketiga menjadi menyapa Anda membuat peserta sadar bahwa pertanyaan itu ditujukan kepadanya. Pembaca bisa memperhatikan saat sebuah teks beralih menyapanya, dan bertanya apakah sapaan itu dibiarkannya lewat.
- Pertentangan anak-anak perempuan dan anak-anak lelaki ini muncul di lima ayat: 16:57, 37:149, 37:153, 43:16, dan 52:39, ditambah 53:21 dengan kata lain. Pengulangan di beberapa surah menandai pokok ini sebagai sesuatu yang berkali-kali diangkat. Pengajar yang mengulang contoh yang sama di beberapa pertemuan sedang menyasar kebiasaan yang melekat. Pembaca bisa memeriksa kebiasaan apa dalam komunitasnya yang sudah lama dikritik berulang kali tetapi belum berubah.
- Pembagian yang timpang diberi nama di 53:22: pembagian yang tidak adil. Ahli waris yang menerima bagian terbaik lalu diminta menerima nama itu untuk susunan pembagiannya biasanya baru menyadari ketimpangannya ketika orang lain menyebutnya terang-terangan. Allah menamai pembagian para penuduh tanpa menyebut siapa pun, dan ayat ini mengajukan pertanyaan yang sama dalam bentuk lebih ringan. Pembaca bisa bertanya apakah ada pembagian dalam lingkungannya yang sudah lama dijalankan tanpa pernah diberi nama oleh siapa pun.