أَمْ لَهُمْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمْ لَهُمْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِam lahum ilaahun ghayru llaahiataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah
- سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَsubhaana llaahi 'ammaa yusyrikuunaMahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan
Terjemahan per kata (9 kata)
- أَمْamatau
- لَهُمْlahumbagi mereka
- إِلَٰهٌilaahunTuhan
- غَيْرُghayruselain
- اللَّهِllaahiAllah
- سُبْحَانَsubhaanaMahasuci
- اللَّهِllaahiAllah
- عَمَّا'ammaadari apa yang
- يُشْرِكُونَyusyrikuunamenyekutukan
Inti bacaan
Puncak rangkaian pertanyaan 'apakah mereka mempunyai tuhan selain Allah?' ditutup 'Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan', penutup logis dari seluruh rangkaian yang meruntuhkan setiap kemungkinan pembenaran penolakan.
Penjelasan pilihan kata
'Mahasuci' adalah pengecualian baku disiplin larangan superlatif ilahi proyek (khusus frasa 'subhaana llaahi').
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian pertanyaan retoris dengan penegasan ketunggalan Allah dari segala sekutu yang dituduhkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup deretan pertanyaan dengan yang paling pokok. Sesudah banyak dugaan. Kini soal tuhan lain.
- Jawabannya tidak berupa bantahan panjang. Mahasuci Allah. Satu kalimat sudah cukup.
- Pertanyaan-pertanyaan sebelumnya semua dijawab sama. Allah menaruh satu penutup untuk banyak dugaan. Semuanya bermuara ke sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, gh-y-r, s-b-h, sh-r-k): am lahum ilaah ghayr allaah diterjemahkan 'apakah mereka punya tuhan selain Allah' (ilaah, puncak rantai-dilema: tak ada tuhan lain; subhaana llaah ammaa yushrikuun diterjemahkan 'Maha Suci dari yang mereka sekutukan' (akar s-b-h + akar sh-r-k). Selaras).