فَذَرْهُمْ حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَ
Maka, biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari mereka, ketika mereka dibinasakan,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَذَرْهُمْfa-dzarhummaka, biarkanlah mereka
- حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُhattaa yulaaquu yawmahumuhingga mereka menemui hari mereka
- الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَalladzii fiihi yush'aquunaketika mereka dibinasakan
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَذَرْهُمْfa-dzarhummaka biarkanlah mereka
- حَتَّىٰhattaasampai
- يُلَاقُواyulaaquumereka menemui
- يَوْمَهُمُyawmahumuhari mereka
- الَّذِيalladziiyang
- فِيهِfiihidi dalamnya
- يُصْعَقُونَyush'aquunamereka pingsan
Inti bacaan
Instruksi pelepasan 'biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari mereka', kesabaran menunggu hasil akhir yang pasti, tanpa perlu memaksa perubahan yang belum siap terjadi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَذَرْهُمْ حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَ, fa-dzarhum hattaa yulaaquu yawmahumu lladzii fiihi yush'aquuna) yang berarti "maka, biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari mereka, ketika mereka dibinasakan". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi tiga jeda: "maka, biarkanlah mereka", "hingga mereka menemui hari mereka", dan "ketika mereka dibinasakan".
Kata 'itu' setelah 'hari' dihapus: 'alladzii fiihi' adalah kata sambung relatif + kata ganti kembali ('yang di dalamnya'), bukan kata tunjuk dzaalika/haadzaa. Terjemahan menulis "ketika" untuk menyatukan 'yang' dan 'di dalamnya' agar kalimatnya tidak berat.
Kata kerja perintah (فَذَرْهُمْ, fa-dzarhum) "maka, biarkanlah mereka" ada di enam ayat: 6:112, 6:137, 23:54, 43:83, 52:45, dan 70:42. Terjemahan keenamnya memakai "biarkanlah mereka". Di 6:112 dan 6:137 perintah itu disusul "bersama apa yang mereka ada-adakan", di 23:54 disusul "dalam kelalaian mereka", dan di 43:83, 52:45, serta 70:42 disusul batas waktu yang diawali (حَتَّىٰ, hattaa) "hingga" atau "sampai".
Kata kerja (يُلَاقُوا, yulaaquu) "mereka menemui" ada di tiga ayat: 43:83, 52:45, dan 70:42, dan ketiganya memakai kata yang sama untuk (يَوْمَهُمُ, yawmahumu) "hari mereka". Terjemahan ketiganya memakai "menemui hari mereka". Ayat 43:83 dan 70:42 sama kata demi kata, dan keduanya menyebut hari itu sebagai (الَّذِي يُوعَدُونَ, alladzii yuu'aduuna) "yang dijanjikan kepada mereka". Ayat 52:45 memakai anak kalimat lain untuk hari yang sama, (الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَ, alladzii fiihi yush'aquuna) "ketika mereka dibinasakan".
Kata kerja pasif (يُصْعَقُونَ, yush'aquuna) hanya ada di 52:45. Pemetaan kata per kata memberinya "mereka pingsan", dan terjemahan ayat menulis "dibinasakan". Akar ص-ع-ق ada di sepuluh ayat: 2:19, 2:55, 4:153, 7:143, 13:13, 39:68, 41:13, 41:17, 51:44, dan 52:45. Bentuk benda, (الصَّاعِقَةُ, ash-shaa'iqatu) atau (صَاعِقَةً, shaa'iqatan), diterjemahkan "petir" atau "halilintar" di ayat-ayat seperti 2:55, 41:13, dan 51:44. Bentuk kata kerja lampau (صَعِقَ, sha'iqa) di 39:68 diterjemahkan "matilah", dan bentuk (صَعِقًا, sha'iqan) di 7:143 diterjemahkan "jatuh pingsan". Terjemahan 52:45 memilih akibat akhir dari disambar, sebagaimana 39:68, karena ayat ini berbicara tentang hari yang ditemui mereka, sedangkan 7:143 memakai "pingsan" karena Musa sadar kembali di ujung ayatnya.
Kalimat ayat ini berlanjut ke ayat berikutnya. Ayat 52:46 menyambung dengan (يَوْمَ لَا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا, yawma laa yughnii 'anhum kayduhum syay'an) "pada hari siasat mereka tidak mencukupkan mereka sedikit pun", dan kata (كَيْدُهُمْ, kayduhum) memakai akar yang sama dengan (كَيْدًا, kaydan) di 52:42.
Tafsiran
Ayat ini memerintahkan sang penyampai peringatan membiarkan para pengingkar hingga tiba hari kebinasaan yang telah dijanjikan. Perintah itu datang sesudah serangkaian pertanyaan yang menutup dasar-dasar penolakan mereka, sehingga pembiaran di sini adalah langkah terakhir sesudah seluruh jalan dibuka dan tidak diambil. Ayat ini tidak menyuruh berhenti menyampaikan; yang dihentikan adalah pengejaran terhadap mereka. Pembiaran menandai bahwa tugas peringatan terhadap mereka sudah dijalankan.
Perintah ini membentuk pasangan dengan 52:31. Di 52:31 sang penyampai diminta berkata, tunggulah, dan sang penyampai termasuk orang-orang yang menunggu bersama mereka. Di 52:45 sang penyampai diminta membiarkan mereka sampai hari mereka. Dua ayat itu memegang satu sikap dari dua sisi: menunggu bersama, lalu membiarkan sampai waktunya.
Hari itu disebut hari mereka, dengan akhiran kepemilikan, sehingga hari tersebut milik mereka sendiri. Kalimatnya menempatkan mereka sebagai pihak yang bergerak menuju hari itu. Ayat 52:46 menyebut isi hari itu: siasat mereka tidak mencukupkan mereka, dan mereka tidak diberi pertolongan, sehingga hasil dari siasat yang dibalikkan di 52:42 tertulis lengkap di ayat sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Perintahnya melepas dan tidak mengejar. Orang tua yang sudah menjelaskan bahaya berkali-kali kepada anak remajanya akhirnya sampai pada saat menunggu pelajaran dari kenyataan. Allah memerintahkan hal itu kepada sang penyampai setelah seluruh pertanyaan diajukan. Pembaca bisa bertanya hubungan mana dalam hidupnya yang sudah lama dikejar dengan nasihat yang sama, padahal waktunya sudah tiba untuk membiarkan kenyataan yang bicara? Melepas pada saat yang tepat menyelamatkan hubungan dari pertengkaran yang tidak lagi menghasilkan apa-apa.
- Batas pembiaran disebut jelas: hingga mereka menemui hari mereka. Pengawas ujian yang membiarkan peserta menyelesaikan soal sampai bel berbunyi tahu kapan membiarkan berakhir. Ayat ini menaruh titik berhenti pada kalimat itu sendiri, yaitu hari yang akan mereka temui. Pembiaran ini punya ujung. Pembaca bisa menuliskan hal apa yang sedang dibiarkannya, dan bertanya apakah ujungnya sudah diketahuinya. Titik berhenti yang jelas membuat pelepasan terasa sebagai keputusan yang punya akhir.
- Hari itu disebut sebagai hari ketika mereka dibinasakan, dan kata yang dipilih menunjuk akibat yang keras. Warga yang mendengar peringatan banjir besar akan memahami perbedaan antara disuruh mengungsi dan hanya diminta waspada. Allah memilih kata yang menunjukkan kerasnya akibat. Pembaca bisa menimbang apakah dirinya memperlakukan peringatan keras dengan kesungguhan yang sebanding. Warga yang sudah diperingatkan dan tetap bertahan di tepi sungai menghadapi akibat dari keputusannya sendiri.
- Menunggu bersama di 52:31 dan membiarkan di 52:45 adalah dua sikap yang berpasangan. Perawat jaga malam menemani pasien yang gelisah, lalu pada saatnya membiarkan pasien tidur sendiri. Ayat ini memberikan urutan yang sama kepada sang penyampai. Kedua sikap itu tidak bertentangan, dan keduanya menjaga sang penyampai dari tekanan untuk memaksa hasil. Apakah pembaca bisa membedakan kapan harus menemani dan kapan harus membiarkan?
- Hari itu disebut hari mereka, dan merekalah yang menemuinya. Seorang mahasiswa yang menunda skripsi bertahun-tahun akan tetap menemui hari sidangnya. Ayat ini menempatkan mereka sebagai pihak yang bergerak menuju hari itu, tanpa menggambarkan mereka sebagai korban yang didatangi. Pembaca bisa memeriksa hari apa dalam hidupnya yang sedang dituju sambil menunda persiapan. Semakin lama skripsi ditunda, semakin dekat hari itu tanpa persiapan.
- Isi hari itu disebut di 52:46: siasat mereka tidak mencukupkan mereka. Penjual yang bertahun-tahun mengandalkan tipu muslihat di pasar akan kehilangan semua tipu muslihatnya ketika pemeriksa datang tanpa pemberitahuan. Ayat 52:42 sudah menyebut siasat mereka berbalik, dan 52:46 menyebut hasilnya pada hari itu. Pembaca bisa bertanya cara apa yang sedang dipakainya untuk melindungi diri dan apakah cara itu masih berguna bila dirinya berdiri di hadapan Allah.