يَوْمَ لَا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

pada hari siasat mereka tidak mencukupkan mereka sedikit pun dan mereka tidak akan ditolong.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَوْمَyawmapada hari
  2. لَا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًاlaa yughnii 'anhum kayduhum syay'ansiasat mereka tidak mencukupkan mereka sedikit pun
  3. وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَwa-laa hum yunsharuunadan mereka tidak akan ditolong

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. لَاlaatidak
  3. يُغْنِيyughniimencukupkan
  4. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  5. كَيْدُهُمْkayduhumsiasat mereka
  6. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  7. وَلَاwa-laadan tidak pula
  8. هُمْhummereka
  9. يُنْصَرُونَyunsharuunaditolong

Inti bacaan

Konsekuensi tegas 'siasat mereka tidak mencukupkan mereka sedikit pun dan mereka tidak akan ditolong', kegagalan total strategi yang dulu diandalkan pada momen paling dibutuhkan. Praktiknya: inventarisasi penyangga andalan yang dipercaya menyelamatkan situasi genting, kemudian bayangkan kehilangan seluruh dukungan eksternal secara serentak dan nilai ketahanannya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (يَوْمَ لَا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ, yawma laa yughnii 'anhum kayduhum syay'an wa-laa hum yunsharuuna) yang berarti "pada hari siasat mereka tidak mencukupkan mereka sedikit pun dan mereka tidak akan ditolong." Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi tiga jeda: "pada hari", "siasat mereka tidak mencukupkan mereka sedikit pun", dan "dan mereka tidak akan ditolong".

Tambahan '(yaitu)' dan '(ketika)' tidak dipakai: ayat ini anak kalimat keterangan lanjutan bagi (يَوْمَهُمُ, yawmahumu) "hari mereka" dari 52:45, sehingga terjemahan cukup dibuka dengan "pada hari". Kalimat yang dimulai di 52:45 selesai di sini.

Frasa (وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ, wa-laa hum yunsharuuna) "dan mereka tidak akan ditolong" ada di enam ayat: 2:48, 2:86, 2:123, 21:39, 44:41, dan 52:46. Terjemahan keenamnya memakai "ditolong". Kata kerja pasif (يُنْصَرُونَ, yunsharuuna) ada di sebelas ayat: 2:48, 2:86, 2:123, 3:111, 21:39, 28:41, 36:74, 41:16, 44:41, 52:46, dan 59:12, dan terjemahan semuanya memakai "ditolong".

Kata kerja (يُغْنِي, yughnii) berakar غ-ن-ي. Terjemahan "mencukupkan" dipakai untuk kata kerja ini pada sesuatu yang diandalkan orang tetapi tidak menolong pemiliknya: harta dan anak-anak di 3:10, 3:116, dan 58:17, syafaat para malaikat di 53:26, dugaan di 53:28, serta apa yang telah mereka kerjakan dan jadikan pelindung di 45:10. Susunan (يَوْمَ لَا يُغْنِي, yawma laa yughnii) "pada hari ... tidak mencukupkan" ada di dua ayat: 44:41 dan 52:46. Di 44:41 seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya, dan di 52:46 siasat mereka tidak mencukupkan mereka.

Kata (كَيْدُهُمْ, kayduhum) "siasat mereka" berakar ك-ي-د, dan bentuk ini ada di 3:120 dan 52:46, sedangkan bentuk (كَيْدَهُمْ, kaydahum) dari akar yang sama ada di 105:2. Di 3:120 siasat itu tidak membahayakan orang-orang yang bersabar dan bertakwa, dan di 105:2 Allah menjadikannya sia-sia. Pemetaan kata per kata memberi (شَيْئًا, syay'an) arti "sedikit pun", dan 3:120 memakai kata yang sama untuk siasat yang tidak membahayakan "sedikit pun". Di 52:42 kata dari akar yang sama dipakai dua kali untuk niat mereka dan untuk keadaan yang menimpa mereka, dan ayat ini menyebut apa yang terjadi pada hari mereka.

Ayat ini terdiri atas sembilan kata dalam pemetaan kata per kata. Pemetaan itu memberi (يُغْنِي, yughnii) arti "mencukupkan" dan (يُنْصَرُونَ, yunsharuuna) arti "ditolong", sehingga terjemahan mengikuti pemetaan tanpa mengganti kata. Ayat berikutnya, 52:47, beralih ke (وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا, wa-inna li-lladziina zhalamuu) "sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim".

Tafsiran

Ayat ini menyebut isi hari yang ditemui para pengingkar di 52:45. Dua sandaran yang mereka punya, siasat mereka sendiri dan pertolongan dari pihak lain, sama-sama disebut gagal pada hari itu. Kalimatnya tidak berkata siasat itu lenyap. Siasat itu tetap ada dan tidak mencukupkan mereka sedikit pun, sehingga ayat ini menyatakan ketidakmampuannya menolong pemiliknya.

Ayat ini menutup alur yang dibuka di 52:42, tempat siasat muncul dua kali dalam satu ayat, pertama sebagai niat mereka dan kedua sebagai keadaan yang menimpa mereka. Pola yang sejajar ada di 3:120, ketika siasat mereka tidak membahayakan orang yang bersabar dan bertakwa, dan di 105:2, ketika Allah menjadikan siasat mereka sia-sia. Tiga ayat itu menunjukkan siasat yang gagal dari tiga arah: tidak membahayakan sasarannya, menjadi sia-sia, dan tidak mencukupkan pemiliknya.

Bagian kedua ayat ini memakai bentuk pasif, mereka tidak akan ditolong, tanpa menyebut siapa yang tidak menolong. Susunan serupa di 44:41 menyebut hari ketika seorang pelindung tidak mencukupkan pelindung lainnya, dan di 2:48 dan 2:123 tidak ada satu jiwa pun yang dapat berguna bagi jiwa lain. Dengan latar itu, hari yang disebut di 52:46 meniadakan dua sumber bantuan sekaligus, yaitu kecerdikan sendiri dan orang lain. Ayat ini tidak merinci siapa yang dimaksud sebagai penolong, dan tafsiran ini tidak menambahkannya.

Renungan dan Hikmah

  • Siasat yang diandalkan bertahun-tahun disebut tidak mencukupkan pemiliknya sedikit pun. Seorang kontraktor yang mengandalkan trik penggelembungan anggaran merasa aman sampai auditor datang, dan pada saat itu keahliannya menyusun laporan palsu tidak menolongnya. Ayat ini menyebut hari ketika kecerdikan semacam itu kehilangan gunanya, dan Allah tidak mengatakan bahwa kecerdikan itu lenyap. Pembaca bisa menuliskan siasat yang paling sering dipakainya untuk keluar dari kesulitan, lalu bertanya apakah siasat itu masih berguna ketika semua yang ada di sekitarnya dibuka.
  • Ayat ini menyebut dua sandaran gugur dalam satu kalimat, kecerdikan sendiri dan pertolongan orang lain. Pendaki yang kehabisan oksigen sekaligus kehilangan tali pengaman tidak punya tempat bergantung, baik pada tenaganya maupun pada rekannya. Allah menaruh kedua sandaran itu berdampingan sehingga tidak ada ruang untuk berpikir bahwa yang satu akan menggantikan yang lain. Pembaca bisa memeriksa dua hal yang paling sering dijadikannya tempat bersandar dalam kesulitan, lalu membayangkan keduanya tidak tersedia pada hari yang sama.
  • Allah membiarkan siasat tetap ada dalam kalimat ini dan hanya menyebut hasilnya. Seorang pedagang yang masih menyimpan semua trik tawar-menawarnya tetap tidak bisa memakainya ketika semua pembeli sudah memegang daftar harga resmi. Kecakapannya utuh, tetapi tempat memakainya sudah tidak ada. Kecakapan apa dalam diri pembaca yang berguna hanya selama keadaan tertentu bertahan, dan apa yang tersisa ketika keadaan itu berubah?
  • Di 44:41 hari yang sama ditandai oleh seorang pelindung yang tidak mencukupkan pelindung lainnya. Penumpang yang yakin bahwa kenalannya di maskapai akan membantu di saat darurat baru tahu nilai kenalan itu di depan pintu keberangkatan yang sudah ditutup. Dua ayat itu memakai susunan kata yang sama dan menunjuk dua tempat bersandar yang lazim, yaitu siasat sendiri dan relasi dengan orang lain. Pembaca bisa menuliskan nama orang yang selama ini dianggapnya pasti membantu dalam keadaan paling sulit, lalu bertanya apa dasar anggapan itu selain kedekatan hari ini.
  • Bentuk pasif pada kata ditolong tidak menyebut pelakunya. Pasien yang menunggu di ruang gawat darurat tanpa satu pun petugas memanggil namanya merasakan kekosongan yang sama dengan kalimat tanpa pelaku. Allah membiarkan kekosongan itu terbaca dan tidak merinci siapa saja yang tidak menolong. Apakah pembaca terbiasa mengisi kekosongan seperti itu dengan nama orang yang dibayangkannya akan datang membantu, dan apakah bayangan itu pernah diperiksa terhadap kenyataan?
  • Alur siasat yang dibuka di 52:42 sampai ke ujungnya di ayat ini. Pemain catur yang menyiapkan jebakan untuk lawannya lalu melihat jebakan itu menutup jalannya sendiri akan menengok ke belakang dan menemukan langkah pertama yang mengarah ke sana. Dua ayat itu memperlihatkan bahwa langkah awal dan hasil akhir saling terhubung. Pembaca bisa menelusuri sebuah rencana yang pernah disiapkannya untuk mengakali orang lain, dan menemukan di langkah mana rencana itu sudah mengarah ke hasil yang tidak diinginkannya.
  • Kata sedikit pun menutup kemungkinan bahwa siasat itu menolong walau kecil. Tambalan tipis pada dinding yang retak tetap menahan angin sedikit, dan ayat ini menyebut bahwa tambalan sekecil itu pun tidak ada. Pembaca bisa memperhatikan bahwa dirinya mudah menghitung siasat kecil sebagai perlindungan yang masih berarti. Allah menutup hitungan semacam itu dengan satu kata, dan pembaca bisa bertanya perlindungan kecil apa yang selama ini ikut dihitungnya padahal tidak sanggup menahan apa pun.