وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَابًا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada azab selain itu, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَابًاwa-inna li-lladziina zhalamuu 'adzaabansesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada azab
  2. دُونَ ذَٰلِكَduuna dzaalikaselain itu
  3. وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَwa-laakinna aktsarahum laa ya'lamuunatetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  3. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  4. عَذَابًا'adzaabanazab
  5. دُونَduunaselain
  6. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  7. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  8. أَكْثَرَهُمْaktsarahumkebanyakan mereka
  9. لَاlaatidak
  10. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Pengingat lapisan konsekuensi 'bagi orang-orang yang zalim ada azab selain itu, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui', konsekuensi lain yang belum sepenuhnya disadari oleh pelakunya sendiri. Praktiknya: baca ulang teguran lampau yang dianggap rampung, karena satu dampak kasatmata belum tentu mencakup keseluruhan konsekuensinya, termasuk yang tertunda lama.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَابًا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ, wa-inna li-lladziina zhalamuu 'adzaaban duuna dzaalika wa-laakinna aktsarahum laa ya'lamuuna) yang berarti "Sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada azab selain itu, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi tiga jeda: "sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada azab", "selain itu", dan "tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".

'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itu', dikonfirmasi morfologi sebagai kata tunjuk. Kata tunjuk itu tidak menyebut sendiri apa yang ditunjuknya, sehingga rujukannya dibaca dari ayat-ayat sebelumnya.

Sebutan (لِلَّذِينَ ظَلَمُوا, li-lladziina zhalamuu) "bagi orang-orang yang zalim" ada di enam ayat: 10:52, 34:42, 39:47, 43:65, 51:59, dan 52:47, dan terjemahan keenamnya memakai "orang-orang yang zalim". Pembukaan (وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا, wa-inna li-lladziina zhalamuu) paling dekat dengan (فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا, fa-inna li-lladziina zhalamuu) di 51:59, yang menyebut bagi mereka ada bagian seperti bagian teman-teman mereka, sedangkan 52:47 menyebut azab.

Susunan (دُونَ ذَٰلِكَ, duuna dzaalika) ada di delapan ayat: 4:48, 4:116, 7:168, 21:82, 23:63, 48:27, 52:47, dan 72:11. Terjemahan "selain itu" dipakai di 4:48, 4:116, 7:168, 21:82, 23:63, 52:47, dan 72:11. Di 48:27 bentuknya (مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ, min duuni dzaalika) dan diterjemahkan "sebelum itu". Kata (دُونَ, duuna) juga ada di 32:21, tempat Allah menimpakan sebagian dari azab yang dekat, (دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ, duuna l-'adzaabi l-akbari), dan terjemahannya "selain azab yang lebih besar". Terjemahan 52:47 memilih "selain itu", yang tidak menentukan urutan waktu antara azab ini dan azab yang disebut ayat-ayat sebelumnya.

Frasa (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ, wa-laakinna aktsarahum laa ya'lamuuna) ada di sembilan ayat: 6:37, 7:131, 8:34, 10:55, 28:13, 28:57, 39:49, 44:39, dan 52:47. Terjemahan kesembilannya memakai "kebanyakan mereka tidak mengetahui". Di 10:55 dan 28:13 kalimat sebelumnya menyebut bahwa janji Allah itu benar, di 44:39 bahwa langit dan bumi diciptakan dengan kebenaran, dan di 6:37 bahwa Allah berkuasa menurunkan suatu tanda. Di 52:47 kata kerja itu tidak punya objek yang disebut. Kata (أَكْثَرَهُمْ, aktsarahum) "kebanyakan mereka" menyebut sebagian besar, dan tidak menyebut semuanya.

Ayat ini terdiri atas sepuluh kata dalam pemetaan kata per kata. Kata (عَذَابًا, 'adzaaban) "azab" berbentuk indefinit, tanpa kata sandang, sehingga ayat ini menyebut adanya azab dan tidak menyebut azab tertentu.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan bahwa masih ada azab lain di luar yang disebut sebelumnya: bagi orang-orang yang zalim ada azab selain itu. Kata tunjuk itu tidak menyebut sendiri rujukannya, dan ayat ini tidak merinci jenis atau waktu azab yang lain. Pembacaan yang paling hati-hati menyatakan bahwa ayat ini menyebut adanya azab selain yang sudah disebut, bersama keterangan bahwa kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Kata duuna membuka dua pembacaan. Bila dibaca "selain", ayat ini menyebut azab lain di samping azab pada hari yang ditemui mereka di 52:45. Bila dibaca "sebelum", ayat ini menyebut azab yang mendahului azab yang lebih besar. Terjemahan memilih "selain itu", yang tidak memutuskan urutan waktunya, dan tafsiran ini tidak menambahkan keputusan itu.

Sebutan pihak yang dikenai berganti dari orang-orang yang kufur di 52:42 menjadi orang-orang yang zalim di sini. Teks tidak menyatakan keduanya satu golongan, jadi perbedaan sebutan itu tidak dianggap tanpa arti. Kalimat penutup, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui, memakai kata kebanyakan dan tidak memakai kata semua. Pola yang sama di 10:55 dan 44:39 menyebut ketidaktahuan kebanyakan orang tanpa menutup kemungkinan bahwa sebagian lain mengetahui.

Ayat ini tidak menyebut apa yang tidak diketahui kebanyakan mereka. Pembaca dapat memahami kalimat ini sebagai penilaian atas sikap mereka terhadap peringatan yang baru disebut, atau lebih luas sebagai pernyataan tentang ketidaktahuan mereka akan azab itu sendiri. Tafsiran ini membiarkan kedua kemungkinan terbuka karena teks tidak memilih salah satunya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memberi tahu bahwa masih ada azab selain yang sudah disebut. Penghuni rumah yang mendengar peringatan banjir tidak boleh berhenti bersiap setelah menyelamatkan perabot di lantai bawah, karena genangan yang lebih tinggi masih mungkin datang. Allah menyebut adanya azab lain tanpa merinci jenis dan waktunya. Pembaca bisa memeriksa peringatan apa yang selama ini dianggapnya selesai hanya karena satu akibat sudah dilihatnya, padahal teks yang memuat peringatan itu belum selesai dibaca.
  • Kata kebanyakan mengakui bahwa tidak semua orang tidak mengetahui. Seorang guru yang berkata sebagian besar muridnya belum paham masih membuka kemungkinan ada murid yang sudah paham, dan kemungkinan itu menahannya dari menyamaratakan satu kelas. Allah memakai ketelitian yang sama dalam menilai manusia. Apakah pembaca sering menyebut sebuah kelompok tidak tahu apa-apa, padahal kata kebanyakan sudah tersedia dan lebih tepat?
  • Ketidaktahuan tidak mengubah apa yang ada. Pengemudi yang tidak tahu bahwa jembatan di depan sudah ditutup tetap sampai ke tepi sungai bila terus melaju. Allah menaruh ketidaktahuan kebanyakan mereka di samping keberadaan azab, tanpa menyebut yang satu sebagai sebab bagi yang lain. Pembaca bisa bertanya hal apa dalam hidupnya yang tetap berlaku walaupun dirinya belum pernah memeriksa, seperti isi perjanjian yang sudah ditandatangani tanpa dibaca tuntas.
  • Sebutan pihak yang dikenai berganti dari orang-orang yang kufur di 52:42 menjadi orang-orang yang zalim di sini. Pembaca kontrak yang teliti bertanya apakah dua istilah di dua pasal menunjuk pihak yang sama, dan tidak langsung menganggapnya sama. Ayat ini meminta ketelitian serupa dari pembacanya karena teks tidak menyatakan kedua sebutan itu satu golongan. Pembaca bisa menahan diri dari menggabungkan dua sebutan yang berbeda menjadi satu tuduhan, dan membiarkan setiap kata memikul maknanya sendiri.
  • Satu kata dapat dibaca ke dua arah, dan terjemahan harus memilih tanpa menutup yang lain. Pengumuman rapat di luar jam kerja bisa berarti sesudah jam kerja atau pada hari lain, dan peserta yang teliti menanyakannya sebelum hadir. Kata duuna di ayat ini memberi ruang bacaan serupa. Pembaca bisa memperhatikan kata dalam ayat yang selama ini dibacanya dengan satu arah saja, lalu memeriksa apakah arah lain juga masuk akal.
  • Ayat ini menyebut azab tanpa merinci. Surat peringatan yang menutup dengan kalimat bahwa masih ada sanksi lain membuat penerimanya bertanya sanksi apa, dan pertanyaan itu menahannya dari menganggap perkara selesai. Allah menutup peringatan dengan cara yang sama, dan rincian yang tidak ada tidak diisi oleh teks. Pembaca bisa bertanya apakah dirinya terbiasa mengisi kekosongan seperti itu dengan dugaan sendiri, dan apakah dugaan itu lebih berat atau lebih ringan daripada yang diucapkan ayat.