وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ
Dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya, dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُwa-mina l-layli fa-sabbihhudan pada sebagian malam, bertasbihlah kepada-Nya
- وَإِدْبَارَ النُّجُومِwa-idbaara n-nujuumidan pada waktu terbenamnya bintang-bintang
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- اللَّيْلِl-laylimalam
- فَسَبِّحْهُfa-sabbihhumaka bertasbihlah kepada-Nya
- وَإِدْبَارَwa-idbaaradan pada waktu berbaliknya
- النُّجُومِn-nujuumibintang-bintang
Inti bacaan
Kelanjutan ritme ibadah 'pada sebagian malam, dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang', penanda waktu berdasarkan fenomena alam sebagai pengingat rutin praktik spiritual. Praktiknya: sisihkan sejenak keheningan pada sebagian malam, tanpa gawai dan tanpa target hitungan apa pun.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi "dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya, dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang." Bagian pertama memuat kata kerja (فَسَبِّحْهُ, fa-sabbihhu) "maka bertasbihlah kepada-Nya", dan bagian kedua berakhir pada (وَإِدْبَارَ النُّجُومِ, wa-idbaara n-nujuumi) "dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang". Terjemahan bertahapnya membagi ayat ini menjadi dua jeda: "dan pada sebagian malam, bertasbihlah kepada-Nya" dan "dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang".
Kata kerja bertasbih tidak diulang pada bagian kedua ayat. Kata "pada waktu" dalam terjemahan menandai bahwa (وَإِدْبَارَ, wa-idbaara) menjadi keterangan waktu bagi kata kerja di bagian pertama, sehingga terjemahan tidak menambahkan kata kerja baru.
Susunan (فَسَبِّحْهُ, fa-sabbihhu) "maka bertasbihlah kepada-Nya" ada di dua ayat: 50:40 dan 52:49, dan keduanya diawali frasa "dan pada sebagian malam". Awalan itu ada juga di 17:79 dan 76:26, dan terjemahan keempat ayat itu memakai "pada sebagian malam". Dua ayat yang memakai kata kerja tasbih berakhir pada keterangan waktu yang hampir kembar: (وَأَدْبَارَ السُّجُودِ, wa-adbaara s-sujuudi) di 50:40, diterjemahkan "pada akhir-akhir sujud", dan (وَإِدْبَارَ النُّجُومِ, wa-idbaara n-nujuumi) di 52:49.
Kata (إِدْبَارَ, idbaara) hanya ada di 52:49. Bentuk (أَدْبَارَ, adbaara) dari akar yang sama, د-ب-ر, ada di sembilan ayat: 3:111, 8:15, 8:50, 15:65, 33:15, 47:27, 48:22, 50:40, dan 59:12. Di sebagian besar ayat itu bentuk tersebut menunjuk sisi belakang: "punggung" di 8:50 dan 47:27, "dari belakang" di 15:65, "memberikan punggung" di 3:111, "membelakangi" di 8:15, dan "ke belakang" dalam ungkapan berbalik atau berpaling di 33:15, 48:22, dan 59:12. Pemetaan kata per kata memberi (إِدْبَارَ, idbaara) arti "berbaliknya", dan terjemahan 52:49 memilih "terbenamnya", yaitu ungkapan Indonesia untuk bintang yang meninggalkan langit. Glos '(waktu fajar)' dibuang karena teks Arab tidak menyebut fajar.
Kata (النُّجُومِ, n-nujuumi) "bintang-bintang" berakar ن-ج-م, dan bentuk persis ini ada di enam ayat: 6:97, 37:88, 52:49, 56:75, 77:8, dan 81:2. Terjemahan keenamnya memakai "bintang-bintang". Di 6:97 bintang-bintang dijadikan penunjuk arah dalam kegelapan di darat dan di laut, dan di 77:8 serta 81:2 bintang-bintang disebut dihapuskan dan berjatuhan. Di 52:49 bintang-bintang menjadi penanda waktu.
Ayat ini adalah ayat terakhir surah 52. Ayat sebelumnya, 52:48, memuat perintah bertasbih dengan memuji Tuhan ketika berdiri, dan ayat ini menambahkan dua penanda waktu bagi tasbih yang sama: sebagian malam dan waktu terbenamnya bintang-bintang.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini melengkapi perintah bertasbih di 52:48 dengan dua penanda waktu, yaitu sebagian malam dan saat bintang-bintang terbenam. Surah yang di banyak ayatnya berisi pertanyaan keras kepada para pengingkar berakhir dengan perintah yang tenang kepada sang penyampai peringatan. Urutan tiga ayat terakhir adalah azab di 52:47, sabar dan tasbih di 52:48, lalu waktu tasbih di 52:49.
Ayat 50:40 memakai pembuka dan kata kerja yang sama, tetapi berakhir pada keterangan waktu yang lain, yaitu akhir-akhir sujud. Dua ayat itu memperlihatkan bahwa perintah bertasbih pada sebagian malam disusul penanda waktu yang berbeda di tiap tempat. Di 17:79 dan 76:26 sebagian malam disebut bersama kegiatan lain, yaitu berjaga dan tunduk, sehingga sebagian malam dalam Al-Qur'an dipakai untuk lebih dari satu kegiatan.
Dua penanda waktu itu disambung oleh kata dan, sehingga ayat ini menyebut dua penanda waktu berurutan tanpa merinci hubungan keduanya. Penanda waktu di ayat ini adalah keadaan langit dan malam, dan tidak berupa jam atau hitungan. Bintang-bintang yang di 6:97 dijadikan penunjuk arah di darat dan di laut di sini dijadikan penunjuk waktu. Ayat ini tidak merinci berapa lama atau berapa kali tasbih dilakukan pada waktu itu, dan tafsiran ini tidak menambahkan rincian tersebut.
Renungan dan Hikmah
- Setelah ayat-ayat tentang azab dan siasat, kalimat terakhir surah menyebut waktu untuk bertasbih. Orkestra yang menutup nomor yang gaduh dengan satu nada panjang yang lembut meninggalkan kesan yang berbeda dari orkestra yang berhenti mendadak. Allah menutup surah ini dengan cara itu, dan pembacanya diajak menutup dengan tenang. Bagaimana pembaca biasa menutup hari setelah hari yang penuh perselisihan, dan apakah penutup itu membawa ketenangan atau membawa sisa perdebatan ke dalam tidur?
- Allah menandai waktu di ayat ini dengan bintang-bintang, dan tidak dengan jam. Nelayan yang membaca langit menjelang subuh tahu kapan harus mengangkat jaring tanpa melihat arloji. Penanda yang bisa dilihat siapa saja tanpa alat membuat perintahnya terjangkau oleh yang paling sederhana. Pembaca bisa memilih satu tanda di sekitarnya, seperti langit yang menggelap atau udara yang mendingin, dan menjadikannya penanda waktu tenang yang tidak bergantung pada layar atau pengingat.
- Ayat ini menyebut sebagian malam dan tidak menyebut seluruh malam. Dokter jaga yang menyisihkan satu jam hening di antara dua pasien tidak meninggalkan pekerjaannya, tetapi tetap menjaga dirinya agar bisa bekerja lebih lama. Kata sebagian membuat perintah ini terjangkau bagi yang paling sibuk. Pembaca bisa memeriksa apakah dirinya menunda sesuatu karena menganggap harus dikerjakan penuh, padahal ayat ini sendiri menyebut bagian malam sebagai ukuran yang cukup untuk disebut.
- Allah tidak menyebut jumlah dan lamanya di ayat ini. Resep yang hanya menyebut pada pagi hari memberi pasien ruang untuk menyesuaikan, tetapi juga menuntutnya jujur memeriksa diri sendiri. Teks yang tidak merinci membiarkan pelaksananya bertanggung jawab atas kesungguhannya. Pembaca bisa membedakan antara rincian yang memang disebut ayat dan rincian yang ditambahkan oleh kebiasaan atau perasaan sendiri, lalu bertanya rincian mana yang sebenarnya menjaga dan rincian mana yang hanya membebani.
- Allah memberi kesabaran yang diperintahkan di 52:48 isi harian di ayat ini. Petani yang menunggu panen tidak hanya menunggu: pagi memeriksa air, malam menyimpan alat, dan menunggu menjadi rangkaian kegiatan kecil. Dua ayat terakhir surah ini bekerja dengan cara itu, satu menyebut sikap dan satu menyebut waktunya. Kegiatan harian apa yang bisa memberi bentuk pada kesabaran yang sedang dijalani pembaca, supaya sabar itu dapat dikerjakan hari ini?
- Ayat 50:40 dan 52:49 memakai pembuka dan kata kerja yang sama, tetapi berakhir pada waktu yang berbeda: akhir-akhir sujud dan terbenamnya bintang-bintang. Dua surat dari pengirim yang sama dengan pembuka yang sama dan penutup yang berbeda memperlihatkan bahwa satu pesan punya beberapa sisi. Pembaca yang membaca keduanya berdampingan melihat bahwa satu perintah punya beberapa waktu. Pembaca bisa mencatat bagian hari yang sampai sekarang belum punya waktu tenang sama sekali, lalu bertanya bagian mana yang paling mungkin diberi satu.