وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ
Dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya, dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُwa-mina l-layli fa-sabbihhudan pada sebagian malam, bertasbihlah kepada-Nya
- وَإِدْبَارَ النُّجُومِwa-idbaara n-nujuumidan pada waktu terbenamnya bintang-bintang
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- اللَّيْلِl-laylimalam
- فَسَبِّحْهُfa-sabbihhumaka bertasbihlah kepada-Nya
- وَإِدْبَارَwa-idbaaradan pada waktu berbaliknya
- النُّجُومِn-nujuumibintang-bintang
Inti bacaan
Kelanjutan ritme ibadah 'pada sebagian malam. pada waktu terbenamnya bintang-bintang', penanda waktu berdasarkan fenomena alam sebagai pengingat rutin praktik spiritual.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini melengkapi rangkaian waktu tasbih: malam hari dan menjelang fajar saat bintang-bintang tenggelam.
Renungan dan Hikmah
- Surah itu ditutup Allah dengan waktu, bukan dengan ancaman. Sebagian malam. Terbenamnya bintang.
- Waktunya ditandai bintang, bukan jam. Bukan angka. Tanda di langit.
- Sebelumnya diperintahkan bersabar, di sini bertasbih. Allah merangkai keduanya. Menunggu sambil menyebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-y-l, s-b-h, d-b-r, n-j-m): sabbihhu diterjemahkan 'bertasbihlah kepada-Nya' (akar s-b-h); idbaar an-nujuum diterjemahkan 'terbenamnya bintang' (akar d-b-r + akar n-j-m). gloss '(waktu fajar)' dibuang.