بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ
Demi bintang ketika terbenam,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰwa-n-najmi idzaa hawaademi bintang ketika terbenam
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَالنَّجْمِwa-n-najmidemi bintang
- إِذَاidzaaketika
- هَوَىٰhawaajatuh
Inti bacaan
Sumpah pembukaan An-Najm 'demi bintang ketika terbenam', citra kosmis yang membuka pembelaan penting terhadap karakter Nabi pada ayat berikutnya.
Penjelasan pilihan kata
Surah An-Najm tidak dibuka dengan huruf muqatta'aat, melainkan sumpah: konsisten pola Surah 51-52 sebelumnya.
Tafsiran
Ayat ini membuka surah dengan sumpah demi bintang yang terbenam, sebagai pembuka penegasan kebenaran wahyu.
Renungan dan Hikmah
- Allah memilih bintang pada saat terbenamnya, bukan terbitnya. Bukan yang naik. Yang turun.
- Yang disumpahkan waktunya, bukan bendanya. Bintangnya biasa. Saatnya yang dipilih.
- Sumpah ini membuka pembelaan atas Nabi di ayat berikutnya. Allah menaruh yang jauh dulu. Baru yang dekat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-j-m, h-w-y): an-najm idhaa hawaa diterjemahkan 'bintang ketika terbenam (jatuh)' (akar n-j-m + akar h-w-y). Selaras.