وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
dan ia tidak berbicara dari hawa nafsu.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰwa-maa yanthiqu 'ani l-hawaadan ia tidak berbicara dari hawa nafsu
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَنْطِقُyanthiquberbicara
- عَنِ'anidari
- الْهَوَىٰl-hawaahawa nafsu
Inti bacaan
Kelanjutan pembelaan 'ia tidak berbicara dari hawa nafsu', penegasan bahwa pesan yang disampaikan murni berasal dari sumber wahyu, bukan opini pribadi yang bias.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa ucapannya bukan bersumber dari kehendak pribadi, melainkan dari sumber yang lebih tinggi.
Renungan dan Hikmah
- Sesudah membela orangnya, Allah membela ucapannya. Bukan sesat orangnya. Bukan hawa ucapannya.
- Yang disangkal sumbernya, bukan isinya. Bukan salah. Bukan dari dirinya.
- Dua penyangkalan disusun Allah sebelum penegasan. Tidak sesat. Tidak dari hawa. Melainkan wahyu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-t-q, h-w-y): wa maa yantiqu an al-hawaa diterjemahkan 'ia tidak berbicara dari hawa nafsu' (akar n-t-q + akar h-w-y, Nabi TIDAK berbicara atas dorongan hawaa; kontras bayyinah-vs-hawaa 47:14; ucapannya bukan opini-pribadi melainkan wahyu). Selaras.