ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ

yang mempunyai keteguhan; lalu ia menampakkan diri,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذُو مِرَّةٍdzuu mirratinyang mempunyai keteguhan
  2. فَاسْتَوَىٰfa-stawaalalu ia menampakkan diri

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. ذُوdzuupemilik
  2. مِرَّةٍmirratinketeguhan
  3. فَاسْتَوَىٰfa-stawaalalu ia menampakkan diri

Inti bacaan

Deskripsi lanjutan 'yang mempunyai keteguhan; lalu ia menampakkan diri', karakteristik kekuatan dan stabilitas dari sang pembawa wahyu.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(dalam rupa asli)' tidak dipakai: 'fa-stawaa' bermakna leksikal 'menjadi tegak/menampakkan diri' tanpa penjelasan tambahan mengenai wujud tersebut di teks Arab.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan gambaran pembawa wahyu: sosok kokoh yang menampakkan dirinya secara nyata.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut sifatnya sebelum menyebut perbuatannya. Yang teguh. Lalu menampakkan diri.
  • Yang menampakkan diri tidak dinamai. Kata gantinya dibiarkan. Tidak diterangkan siapa.
  • Kalimatnya menyambung gambaran di ayat sebelumnya. Allah menderetkan sifatnya. Kuat, lalu teguh, lalu tampak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-r-r, s-w-y): dhuu mirrah diterjemahkan 'yang mempunyai keteguhan (kekuatan)' (akar m-r-r); istawaa diterjemahkan 'menampakkan diri (tegak)' (akar s-w-y). gloss '(Jibril)/(dengan rupa yang asli)' dibuang.