وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ

ketika dia berada di ufuk yang tinggi.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰwa-huwa bi-l-ufuqi l-a'laaketika dia berada di ufuk yang tinggi

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَهُوَwa-huwadan ia
  2. بِالْأُفُقِbi-l-ufuqidi ufuk
  3. الْأَعْلَىٰl-a'laaYang Mahatinggi

Inti bacaan

Posisi 'berada di ufuk yang tinggi', lokasi simbolis yang menegaskan keagungan momen penyampaian wahyu ini.

Tafsiran

Ayat ini menempatkan penampakan itu di ufuk tertinggi, menegaskan keagungan peristiwa tersebut.

Renungan dan Hikmah

  • Tempat penampakannya disebut Allah paling tinggi. Bukan di dekatnya. Di ufuk yang tinggi.
  • Jauhnya disebut lebih dulu. Di ufuk tinggi. Lalu mendekat dan bertambah dekat.
  • Sifatnya Allah sebut lebih dulu. Yang mempunyai keteguhan. Lalu menampakkan diri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.