وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ
Dan sungguh, ia telah melihatnya pada penurunan yang lain,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ رَآهُwa-la-qad ra'aahudan sungguh, ia telah melihatnya
- نَزْلَةً أُخْرَىٰnazlatan ukhraapada penurunan yang lain
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- رَآهُra'aahumelihatnya
- نَزْلَةًnazlatanpenurunan
- أُخْرَىٰukhraayang lain
Inti bacaan
Konfirmasi kedua 'ia telah melihatnya pada turun yang lain', pengalaman yang berulang menegaskan konsistensi kesaksian, bukan peristiwa tunggal yang mudah diragukan.
Penjelasan pilihan kata
Kata 'turun' dirapikan menjadi bentuk kata benda 'penurunan': 'nazlatan' adalah kata benda (bukan verba) yang menunjukkan satu peristiwa turun.
Tafsiran
Ayat ini menyatakan bahwa penampakan itu terjadi lebih dari sekali, menguatkan keabsahannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut penglihatan itu terjadi lagi. Bukan sekali. Ada yang kedua.
- Yang menguatkan kesaksian pengulangannya. Sekali bisa disangka salah lihat. Dua kali tidak.
- Kata penurunan dipakai sebagai kejadian, bukan sebagai gerak. Allah memakai kata benda. Satu peristiwa yang bisa dihitung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, n-z-l, a-kh-r): ra'aahu nazlatan ukhraa diterjemahkan 'melihatnya pada turun yang lain' (akar r-'-y + akar n-z-l). gloss '(Nabi Muhammad)/(dalam rupa yang asli)' dibuang.