مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ
Penglihatan tidak menyimpang dan tidak melampaui batas.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا زَاغَ الْبَصَرُmaa zaagha l-basharupenglihatan tidak menyimpang
- وَمَا طَغَىٰwa-maa thaghaadan tidak melampaui batas
Terjemahan per kata (5 kata)
- مَاmaatidaklah
- زَاغَzaaghaberpaling
- الْبَصَرُl-basharupenglihatan
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- طَغَىٰthaghaamelampaui batas
Inti bacaan
Presisi kesaksian 'penglihatan tidak menyimpang dan tidak melampaui', standar akurasi yang tinggi dalam melaporkan pengalaman, tidak dilebih-lebihkan maupun dikurangi dari apa yang sebenarnya disaksikan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Nabi Muhammad)' tidak dipakai: nama tidak disebut eksplisit dalam teks Arab ayat ini. Tambahan '(apa yang dilihatnya)' juga dihapus: 'taghaa' digunakan tanpa objek eksplisit di Arab.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan ketepatan penglihatan itu: tidak berlebihan, tidak pula menyimpang dari apa yang sesungguhnya disaksikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyangkal dua kemungkinan sekaligus: menyimpang dan melampaui. Kurang dan lebih ditutup bersama. Yang tersisa tepat.
- Yang dinilai penglihatannya, bukan yang dilihatnya. Ketepatan saksi disebut lebih dahulu. Isi kesaksian menyusul.
- Laporan pengalaman besar biasanya membengkak sendiri. Allah justru menyebut yang ini tidak melampaui. Yang luar biasa dilaporkan tanpa dilebihkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.