أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ
Maka, apakah kalian memperhatikan al-Lata dan al-Uzza,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَرَأَيْتُمُa-fa-ra'aytumumaka, apakah kalian memperhatikan
- اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰal-laata wa-l-'uzzaaal-Lata dan al-Uzza
Terjemahan per kata (3 kata)
- أَفَرَأَيْتُمُa-fa-ra'aytumumaka apakah kalian memperhatikan
- اللَّاتَal-laataLata
- وَالْعُزَّىٰwa-l-'uzzaadan Uzza
Inti bacaan
Memilih satu kebiasaan atau keyakinan yang diwarisi dari keluarga, lalu dalam satu pekan menuliskan dari mana asalnya, apa dasarnya, dan apakah dasar itu bisa ditunjukkan dari Al-Qur'an.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ, a-fa-ra'aytumu al-laata wa-l-'uzzaa) yang berarti "maka, apakah kalian memperhatikan al-Lata dan al-Uzza". Kata (أَفَرَأَيْتُمُ, a-fa-ra'aytumu) yang berarti "maka, apakah kalian memperhatikan" menggabungkan huruf tanya, sambungan "maka", dan kata kerja melihat dari akar ر-أ-ي dengan pelaku "kalian". Kata kerja itu berasal dari akar yang sama dengan penglihatan yang dikabarkan sepanjang 53:11-18. Sesudah berkali-kali menyatakan bahwa kawan itu melihat, surah ini bertanya apakah kalian melihat. Terjemahan memakai "memperhatikan", seperti di 56:58, 56:63, 56:68, dan 56:71, karena yang ditanyakan berupa penimbangan atas sesuatu yang sudah dikenal oleh orang yang ditanya.
Di seluruh Al-Qur'an pertanyaan ini dipakai untuk dua jenis sasaran. Di 56:58-71 yang ditanyakan berturut-turut apa yang kalian pancarkan, apa yang kalian tanam, air yang kalian minum, dan api yang kalian nyalakan. Salah satunya berbunyi (أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ, a-fa-ra'aytum maa tahrutsuuna) yang berarti "apakah kalian memperhatikan apa yang kalian tanam", dan tiap pertanyaan disusul pertanyaan lain, apakah kalian yang menciptakan, menumbuhkan, dan mendatangkannya, atau Allah. Di 26:75 Ibrahim bertanya kepada kaumnya, (أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ, a-fa-ra'aytum maa kuntum ta'buduuna) yang berarti "apakah kalian memperhatikan apa yang selalu kalian sembah", dan 39:38 mengajukan pertanyaan serupa tentang apa yang diseru selain Allah. Ayat 53:19 masuk ke golongan kedua, sebab sasaran pertanyaannya nama-nama yang dipersoalkan 53:23.
Nama (اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ, al-laata wa-l-'uzzaa) yang berarti "al-Lata dan al-Uzza", bersama Manat di ayat berikutnya, hadir di ayat-ayat ini saja di seluruh Al-Qur'an. Al-Qur'an tidak menerangkan rupa atau tempat ketiganya. Keterangan yang diberikannya ada di 53:23, (أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا, asmaa'un sammaytumuuhaa) yang berarti "nama-nama yang kalian namakan". Karena itu terjemahan membiarkan kedua nama itu tanpa tambahan dalam kurung, dan tidak menambahkan keterangan tentang siapa penyembahnya atau letaknya. Pembaca menerima apa yang teks berikan, dua nama yang disebut terang-terangan.
Kedua nama itu disebut tanpa sindiran dan tanpa diganti dengan sebutan lain. Al-Qur'an menyebutnya dengan bunyinya sendiri, lalu menyerahkan penilaiannya kepada pertanyaan. Kata (وَالْعُزَّىٰ, wa-l-'uzzaa) yang berarti "dan al-Uzza" menyambung nama kedua dengan yang pertama, dan pertanyaan itu belum selesai di ayat ini, sebab nama ketiga menyusul di 53:20.
Tafsiran
Ayat ini memutar arah surah. Sejak 53:5 perhatian tertuju pada satu orang dan apa yang dia lihat, dan di 53:19 perhatian dibalikkan kepada orang-orang yang diajak bicara, dengan kata kerja melihat yang sama. Surah ini sudah menyapa mereka di 53:2 dengan sebutan "kawan kalian", dan di 53:12 bertanya apakah mereka hendak membantahnya tentang apa yang dia lihat. Pertanyaan 53:19 melanjutkan tantangan itu dari sisi sebaliknya. Sesudah mendengar apa yang dilihat kawan mereka, giliran mereka ditanya apa yang mereka lihat pada nama-nama yang mereka ikuti.
Kontras yang disusun sangat terang. Di 53:18 ada tanda-tanda Tuhan yang terbesar, disaksikan oleh mata yang tidak menyimpang. Di 53:19 ada nama-nama, dan 53:23 kelak menyebut asal-usulnya, dinamai oleh mereka dan nenek moyang mereka tanpa keterangan apa pun dari Allah. Satu pihak berpegang pada penglihatan yang dijamin, pihak lain berpegang pada nama yang diwariskan.
Ukurannya diberikan 17:36, yang melarang mengikuti sesuatu yang tidak diketahui karena pendengaran, penglihatan, dan hati akan ditanya. Surah ini sudah menjamin hati dan penglihatan kawan itu, lalu 53:23 dan 53:28 menyebut bahwa pengikut nama-nama itu mengikuti dugaan, dan dugaan tidak mencukupkan terhadap kebenaran. Pertanyaan "apakah kalian memperhatikan" mengundang mereka memakai penglihatan mereka sendiri untuk menimbang apa yang selama ini mereka ikuti, sebelum 53:21 menyingkap ketimpangannya.
Renungan dan Hikmah
- Al-Qur'an menyebut al-Lata dan al-Uzza dengan nama mereka sendiri, tanpa mengganti dengan julukan atau sindiran. Keterusterangan ini memberi pelajaran bagi siapa pun yang ingin menguji sebuah keyakinan. Apa yang hendak ditimbang perlu disebut dengan jelas lebih dahulu, sebab kritik yang berputar-putar tidak pernah sampai ke sasarannya. Allah menghadapi nama-nama itu secara langsung, lalu membiarkan pertanyaan-Nya bekerja di hati orang yang mendengarnya. Keberanian menyebut nama dengan tenang itu jauh berbeda dari mencaci, dan Al-Qur'an memilih yang pertama.
- Ayat ini tidak menjatuhkan vonis lebih dahulu, dan bertanya apakah kalian memperhatikan, sementara jawabannya ditunggu dari penilaian orang yang ditanya. Cara ini menghormati akal mereka. Keyakinan yang berubah karena seseorang menimbang sendiri akan lebih kokoh daripada keyakinan yang berganti karena diperintah. Adakah keyakinan kita sendiri yang belum pernah kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, dan cuma kita warisi lalu kita teruskan?
- Ayat ini menyebut dua nama dan berhenti, lalu nama ketiga datang di ayat berikutnya. Pertanyaannya menggantung sejenak, dan jeda itu memberi waktu bagi orang yang ditanya untuk mengenali apa yang sedang dibicarakan. Al-Qur'an memberi ruang bagi pembacanya untuk berpikir di antara ayat, dan ruang semacam itu lebih mudah terasa bila ayat-ayat dibaca pelan, satu demi satu, dengan kesadaran bahwa Tuhan sedang mengajak berbicara. Membaca terburu-buru melewati jeda semacam ini, dan pertanyaan yang dimaksudkan untuk direnungkan berubah menjadi kalimat yang lewat begitu saja.
- Tanda-tanda Tuhan yang terbesar dan nama-nama yang dinamai sendiri diletakkan bersebelahan, 53:18 lalu 53:19. Perbandingan itu tidak perlu dijelaskan panjang, cukup disandingkan. Dalam hidup sehari-hari pun pilihan kita sering tampak jelas begitu dua hal diletakkan berdampingan, apa yang datang dari Allah dan apa yang kita buat sendiri lalu kita beri kehormatan. Menyandingkan keduanya dengan jujur sudah separuh jalan menuju keputusan, dan separuh sisanya bergantung pada kesediaan menerima apa yang terlihat sesudah disandingkan.
- Kata kerja yang dipakai untuk penglihatan kawan itu dipakai lagi untuk bertanya kepada kalian. Artinya, alat yang sama tersedia bagi semua orang. Tidak setiap orang diperlihatkan tanda-tanda terbesar di batas akhir, sedangkan mata untuk memperhatikan apa yang diikuti dimiliki setiap orang. Di 17:36 Allah menyatakan penglihatan itu akan ditanya. Pertanyaan di 53:19 dapat dibaca sebagai kesempatan untuk menjawab lebih awal, selagi jawaban itu masih bisa mengubah arah hidup.
- Di 26:75 Ibrahim bertanya kepada kaumnya apakah mereka memperhatikan apa yang selalu mereka sembah. Pertanyaan yang sama bentuknya diajukan di 53:19. Al-Qur'an memperlihatkan bahwa cara mengajak kepada Allah tidak berubah dari satu utusan ke utusan lain, yaitu mengajak orang melihat dengan sungguh-sungguh apa yang selama ini mereka anggap wajar. Keberanian bertanya dengan tenang, tanpa caci maki, termasuk warisan para utusan itu.