وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ
dan Manat, yang ketiga, yang lain?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰwa-manaata ts-tsaalitsata l-ukhraadan Manat, yang ketiga, yang lain
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَمَنَاةَwa-manaatadan Manat
- الثَّالِثَةَts-tsaalitsatayang ketiga
- الْأُخْرَىٰl-ukhraayang lain
Inti bacaan
Memeriksa daftar kegiatan sepekan, lalu menandai hal yang menyita waktu terbanyak namun tak bisa dijelaskan manfaatnya selain karena sudah biasa, dan menguranginya satu per satu.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ, wa-manaata ts-tsaalitsata l-ukhraa) yang berarti "dan Manat, yang ketiga, yang lain". Nama (وَمَنَاةَ, wa-manaata) yang berarti "dan Manat" tersambung dengan dua nama di ayat sebelumnya, sehingga ketiganya berada di bawah satu pertanyaan, (أَفَرَأَيْتُمُ, a-fa-ra'aytumu) yang berarti "maka, apakah kalian memperhatikan" di 53:19. Terjemahan menulis nama ini "Manat", dan meletakkan tanda tanya di ujung ayat ini karena pertanyaan yang dibuka 53:19 baru lengkap sasarannya di sini. Pertanyaan berikutnya dibuka tersendiri di 53:21.
Kata (الثَّالِثَةَ, ts-tsaalitsata) yang berarti "yang ketiga" berasal dari akar ث-ل-ث. Bilangan urutan dari akar ini hadir di tiga ayat di seluruh Al-Qur'an. Di 36:14 dua utusan yang didustakan dikuatkan (بِثَالِثٍ, bi-tsaalitsin) yang berarti "dengan yang ketiga". Di 5:73 bilangan itu muncul dalam ucapan yang dikecam, (إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ, inna llaaha tsaalitsu tsalaatsatin) yang berarti "sesungguhnya Allah salah satu dari tiga", dan ayat itu menjawabnya dengan menyatakan bahwa tidak ada tuhan kecuali Tuhan Yang Esa. Di 53:20 bilangan itu menghitung nama, dan hitungan itu tidak menambah bobot apa pun bagi yang dihitung, sebab 53:23 menyatakan ketiganya nama yang dinamai sendiri.
Kata (الْأُخْرَىٰ, l-ukhraa) yang berarti "yang lain" dari akar أ-خ-ر muncul dalam surah ini empat kali dalam bentuk yang sama. Di 53:13 kata itu hadir dalam (نَزْلَةً أُخْرَىٰ, nazlatan ukhraa) yang berarti "pada kedatangan yang lain", di 53:38 menyangkut dosa orang lain yang tidak dipikul seorang pemikul, dan di 53:47 hadir dalam (النَّشْأَةَ الْأُخْرَىٰ, n-nasy'ata l-ukhraa) yang berarti "kejadian yang lain". Di 53:20 kata itu melekat pada Manat sesudah keterangan "yang ketiga". Kedua keterangan itu sama-sama menempatkan Manat dalam urutan, dan keduanya tidak memberi tahu apa Manat itu. Kata ini menambahkan urutan, tanpa menambahkan isi.
Susunan ayat ini berupa satu nama dengan dua keterangan di belakangnya, dan tidak memuat kata kerja sendiri. Karena itu ayat ini bergantung sepenuhnya pada pertanyaan di 53:19, dan terjemahannya dibuka dengan "dan" untuk menjaga sambungan itu. Dua nama sebelumnya disebut berpasangan dalam satu ayat, sedangkan Manat mendapat ayatnya sendiri. Ruang tambahan itu tidak dipakai untuk menerangkan Manat, dan terisi oleh dua keterangan urutan, yang ketiga dan yang lain. Teks ayat ini tidak memuat keterangan tentang siapa yang memuja Manat atau apa wujudnya, dan terjemahannya pun tidak menambahkannya.
Tafsiran
Ayat ini menggenapkan daftar yang dibuka 53:19 dan menutup pertanyaan pertama dari rangkaian pertanyaan di 53:19-24. Dua nama disebut, lalu yang ketiga menyusul dengan dua keterangan urutan, dan daftar itu terasa lengkap. Pertanyaan berikutnya menyingkap mengapa daftar itu dipersoalkan. Di 53:21, (أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ, a-lakumu dz-dzakaru wa-lahu l-untsaa) yang berarti "apakah bagi kalian yang lelaki, sedangkan bagi-Nya yang perempuan", dan 53:22 menyebutnya pembagian yang tidak adil. Karena pertanyaan itu langsung menyusul ketiga nama, surah ini menempatkan nama-nama itu dalam soal pembagian lelaki dan perempuan, dan 53:27 menambahkan bahwa orang yang tidak beriman kepada akhirat menamai para malaikat dengan nama perempuan.
Jalannya surah memperlihatkan cara Al-Qur'an menghadapi ketiga nama itu. Ayat ini tidak memerintah dan tidak melarang. Pertanyaan diajukan, disusul pertanyaan lain, lalu 53:23 memberi penilaian dengan tenang, bahwa semua itu nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian namakan, tanpa keterangan apa pun dari Allah, dan diikuti karena dugaan dan keinginan hawa nafsu. Penilaian itu datang sesudah pertanyaan, sehingga orang yang ditanya sempat menimbang sendiri sebelum mendengar jawabannya.
Dengan begitu, surah ini menempatkan dua hal pada dua sisi. Di satu sisi berdiri tanda-tanda Tuhan yang dilihat seorang saksi dengan hati yang tidak berdusta dan mata yang tidak menyimpang. Di sisi lain berdiri tiga nama yang dihitung satu, dua, tiga, tanpa keterangan apa pun tentang isinya. Penutup 53:23 menyebut bahwa petunjuk dari Tuhan mereka sungguh telah datang kepada mereka, sehingga pilihan di antara kedua sisi itu sudah terbuka di hadapan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Manat mendapat ayatnya sendiri, dan ruang itu terisi oleh dua keterangan urutan tanpa keterangan apa pun tentang isinya. Ada hal-hal dalam hidup yang diberi tempat luas, disebut berulang, dijadwalkan, dan dibela, padahal ketika ditanya apa isinya, jawabannya sebatas urutan dan kebiasaan. Ayat ini mengajak memeriksa ruang yang kita berikan kepada sesuatu, apakah sebanding dengan apa yang sesungguhnya dibawanya. Allah menyediakan tanda-tanda yang berisi, dan 53:18 menyebutnya tanda-tanda yang terbesar.
- Kata yang lain di ayat ini melekat pada sebuah nama tanpa menambah isi. Kata yang sama di 53:13 menandai kedatangan yang lain, penglihatan kedua yang menjadi pusat surah ini. Satu kata dipakai untuk dua hal yang sangat berbeda bobotnya. Apa yang membedakannya? Pada yang pertama ada saksi, tempat, dan tanda-tanda Tuhan, pada yang kedua ada urutan saja. Kata yang sama bisa membawa kebenaran atau kekosongan, tergantung apa yang ada di belakangnya.
- Ayat ini dan ayat sebelumnya tidak memuat perintah atau larangan. Allah bertanya, lalu bertanya lagi, lalu menilai di 53:23. Cara ini memberi ruang bagi orang yang ditanya untuk sampai pada kesimpulan dengan penglihatannya sendiri. Orang yang ingin mengajak kepada kebenaran bisa belajar dari urutan ini, pertanyaan yang jujur lebih dahulu, penilaian sesudahnya, dan tidak tergesa melompat ke vonis sebelum lawan bicara sempat menimbang. Kesabaran semacam itu tidak melemahkan kebenaran yang dibawa.
- Di 5:73 ucapan bahwa Allah salah satu dari tiga dijawab dengan pernyataan bahwa tidak ada tuhan kecuali Tuhan Yang Esa. Di 53:20 bilangan yang sama menghitung nama-nama yang, lewat 53:21, disandingkan dengan Allah dalam pembagian lelaki dan perempuan. Menambahkan sesuatu ke dalam hitungan tidak menambah kebenarannya, dan keesaan Allah tidak bisa dicapai dengan menjumlah. Kesadaran ini berguna di luar soal sesembahan juga, ketika kita tergoda menganggap sesuatu benar karena banyak yang memegangnya.
- Surah ini, lewat 53:23, menyebut ketiga nama itu dinamai oleh mereka dan nenek moyang mereka. Warisan tidak selalu buruk, sedangkan warisan yang tidak pernah diperhatikan mudah berubah menjadi keyakinan tanpa dasar. Pertanyaan apakah kalian memperhatikan mengundang setiap generasi memeriksa apa yang diterimanya. Allah menuntut agar yang diwariskan ditimbang dengan penglihatan yang jujur, dan tuntutan itu tidak sama dengan membuang semuanya.
- Rangkaian yang dibuka ayat ini berakhir di 53:23 dengan dua hal yang disandingkan, dugaan dan keinginan hawa nafsu yang diikuti, dan petunjuk dari Tuhan yang sungguh telah datang. Keduanya tersedia pada saat yang sama. Petunjuk tidak datang terlambat, dugaan tidak datang karena tidak ada pilihan. Setiap orang yang berdiri di hadapan pilihan itu sedang mengulang posisi orang-orang yang ditanya di 53:19-20, dan jawabannya kembali kepada apa yang dia pilih untuk diikuti.