إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰ
Mereka tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan keterangan apa pun untuknya. Mereka hanya mengikuti dugaan dan apa yang diinginkan hawa nafsu; padahal, sungguh telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌin hiya illaa asmaa'unmereka tidak lain hanyalah nama-nama
- سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْsammaytumuuhaa antum wa-aabaa'ukumyang kalian dan nenek moyang kalian namakan
- مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍmaa anzala llaahu bihaa min sulthaaninyang Allah tidak menurunkan keterangan apa pun untuknya
- إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّin yattabi'uuna illaa zh-zhannamereka hanya mengikuti dugaan
- وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُwa-maa tahwaa l-anfusudan apa yang diinginkan hawa nafsu
- وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰwa-la-qad jaa'ahum min rabbihimu l-hudaapadahal, sungguh telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka
Terjemahan per kata (25 kata)
- إِنْinjika
- هِيَhiyaia
- إِلَّاillaakecuali
- أَسْمَاءٌasmaa'unnama-nama
- سَمَّيْتُمُوهَاsammaytumuuhaakalian menamainya
- أَنْتُمْantumkalian
- وَآبَاؤُكُمْwa-aabaa'ukumdan bapak-bapak kalian
- مَاmaatidaklah
- أَنْزَلَanzalamenurunkan
- اللَّهُllaahuAllah
- بِهَاbihaauntuknya
- مِنْmindari
- سُلْطَانٍsulthaaninketerangan
- إِنْinjika
- يَتَّبِعُونَyattabi'uunamereka mengikuti
- إِلَّاillaakecuali
- الظَّنَّzh-zhannasangkaan
- وَمَاwa-maadan apa yang
- تَهْوَىtahwaacondong
- الْأَنْفُسُl-anfusujiwa
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
- مِنْmindari
- رَبِّهِمُrabbihimuTuhan mereka
- الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk
Inti bacaan
Kritik epistemologi mendasar: 'itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan otoritas apa pun untuknya. mereka hanya mengikuti dugaan dan apa yang diinginkan hawa nafsu; padahal sungguh telah datang kepada mereka petunjuk'. Konkretnya: tradisi turun-temurun tanpa dasar wahyu bukan otoritas yang sah, pengujian keyakinan warisan terhadap sumber yang jelas menjadi kewajiban, terutama ketika petunjuk yang lebih valid sudah tersedia namun diabaikan demi kenyamanan mengikuti dugaan.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa nama-nama berhala itu hanya buatan manusia turun-temurun, tanpa dasar wahyu apa pun, meski petunjuk sejati telah disampaikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka tidak lain hanyalah nama-nama. Bukan wujud. Yang disembah berabad-abad diringkas menjadi sebutan yang diberikan manusia.
- Nama itu diberikan oleh kalian dan nenek moyang kalian. Buatan sendiri. Yang dipertahankan sebagai warisan suci ternyata berasal dari mulut manusia.
- Allah menegaskan Dia tidak menurunkan keterangan apa pun untuknya. Nol dasar. Yang diperlukan untuk menyembah sesuatu adalah izin dari Yang berhak, dan izin itu tak pernah ada.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-m-w, a-b-w, n-z-l, a-l-h, s-l-t, t-b-', zh-n-n, h-w-y, n-f-s, j-y-a, r-b-b, h-d-y): in hiya illaa asmaa' sammaytumuuhaa…maa anzala llaah bihaa min sultaan diterjemahkan 'hanyalah nama-nama yang kalian namakan, yang Allah tak turunkan otoritas untuknya' (akar '-s-m-w + akar s-l-t-n putaran 82, tuhan-palsu tak berdasar bukti/wahyu, gema haatuu burhaanakum); in yattabi'uuna illaa zh-zhann wa maa tahwaa l-anfus diterjemahkan 'mereka hanya mengikuti dugaan & hawa nafsu' (akar t-b-' + akar zh-n-n + akar h-w-y, TIGA kritik-epistemik menyatu: tanpa-sultaan + dugaan (zhann, cf. 51:10, 6:116) + hawa-nafsu (hawaa, cf. 53:3, 47:14); jaa'ahum…al-hudaa diterjemahkan 'telah datang petunjuk' (akar h-d-y HDY). Selaras).