إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰ
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan keterangan apa pun untuknya. Mereka hanya mengikuti dugaan dan apa yang diinginkan hawa nafsu; padahal, sungguh telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌin hiya illaa asmaa'unitu tidak lain hanyalah nama-nama
- سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْsammaytumuuhaa antum wa-aabaa'ukumyang kalian dan nenek moyang kalian namakan
- مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍmaa anzala llaahu bihaa min sulthaaninyang Allah tidak menurunkan keterangan apa pun untuknya
- إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّin yattabi'uuna illaa zh-zhannamereka hanya mengikuti dugaan
- وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُwa-maa tahwaa l-anfusudan apa yang diinginkan hawa nafsu
- وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰwa-la-qad jaa'ahum min rabbihimu l-hudaapadahal, sungguh telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka
Terjemahan per kata (25 kata)
- إِنْintidaklah
- هِيَhiyaitu
- إِلَّاillaakecuali
- أَسْمَاءٌasmaa'unnama-nama
- سَمَّيْتُمُوهَاsammaytumuuhaakalian menamainya
- أَنْتُمْantumkalian
- وَآبَاؤُكُمْwa-aabaa'ukumdan bapak-bapak kalian
- مَاmaatidaklah
- أَنْزَلَanzalamenurunkan
- اللَّهُllaahuAllah
- بِهَاbihaauntuknya
- مِنْmindari
- سُلْطَانٍsulthaaninketerangan
- إِنْintidaklah
- يَتَّبِعُونَyattabi'uunamereka mengikuti
- إِلَّاillaakecuali
- الظَّنَّzh-zhannadugaan
- وَمَاwa-maadan apa yang
- تَهْوَىtahwaamenginginkan
- الْأَنْفُسُl-anfusujiwa
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
- مِنْmindari
- رَبِّهِمُrabbihimuTuhan mereka
- الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk
Inti bacaan
Ketika mendengar istilah, gelar, atau sebutan keagamaan yang dianggap sakral, menanyakan kepada yang memakainya ayat mana yang menjadi dasarnya, dan menahan diri memakai sebutan itu sampai dasarnya ditemukan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ, in hiya illaa asmaa'un) yang berarti "itu tidak lain nama-nama". Kata (إِنْ, in) di sini penyangkal dan berpasangan dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", susunan yang sudah dikenal dari 53:4, sehingga kalimatnya membatasi, itu tidak lain dari nama-nama. Kata ganti (هِيَ, hiya) menunjuk kembali al-Lata, al-Uzza, dan Manat di 53:19-20. Terjemahan memakai "itu" untuk kata ganti ini, supaya yang ditunjuk tetap berupa nama-nama yang baru disebut dan tidak terbaca sebagai pribadi yang hidup. Susunan penyangkal yang sama dipakai lagi di tengah ayat, (إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ, in yattabi'uuna illaa zh-zhanna) yang berarti "mereka tidak mengikuti kecuali dugaan", sehingga ayat ini memuat dua pembatasan, yang pertama tentang apa yang disembah dan yang kedua tentang apa yang diikuti.
Kata (أَسْمَاءٌ, asmaa'un) yang berarti "nama-nama" dan kata kerja (سَمَّيْتُمُوهَا, sammaytumuuhaa) yang berarti "kalian menamainya" berasal dari akar yang sama, س-م-و, sehingga kalimatnya berputar pada dirinya sendiri, nama-nama yang dinamai. Pelakunya disebut dengan tegas, (أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ, antum wa-aabaa'ukum) yang berarti "kalian dan nenek moyang kalian". Kata ganti kalian sudah terkandung dalam kata kerja, lalu diulang dengan kata ganti lepas (أَنْتُمْ, antum), dan pengulangan itu menegaskan bahwa penamaan itu perbuatan mereka sendiri, dengan kalian yang masih hidup disebut di depan nenek moyangnya. Kata kerja penamaan ini muncul lagi di 53:27, (لَيُسَمُّونَ, la-yusammuuna) yang berarti "benar-benar menamai", untuk malaikat yang dinamai dengan nama perempuan. Terjemahan "nenek moyang" dipakai seragam di tiga ayat yang memuat penamaan ini, 7:71, 12:40, dan 53:23.
Di seluruh Al-Qur'an, kata nama-nama dalam bentuk jamak ini hadir di delapan ayat. Di 2:31 Allah mengajarkan nama-nama kepada Adam, dan di empat ayat, 7:180, 17:110, 20:8, dan 59:24, nama-nama itu milik Allah, seperti (وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ, wa-li-llaahi l-asmaa'u l-husnaa) yang berarti "dan milik Allah nama-nama yang terbaik" di 7:180. Tiga ayat sisanya, 7:71, 12:40, dan 53:23, memuat nama-nama yang dinamai manusia sendiri. Kata yang sama menunjuk dua sumber yang berlawanan, nama yang datang dari Allah dan nama yang dibuat manusia untuk disembah di samping-Nya.
Kata (سُلْطَانٍ, sulthaanin) yang berarti "keterangan" hadir dalam bagian (بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ, bihaa min sulthaanin) yang berarti "untuknya keterangan apa pun". Dalam ketiga ayat penamaan tadi, kata ini menunjuk bukti yang memberi hak kepada sebuah klaim untuk dipegang, dan kalimat yang sama, tanpa keterangan dari Allah, menutup penamaan di 7:71 dan 12:40. Terjemahan "keterangan" dipakai seragam di ketiga ayat itu.
Bagian kedua ayat berganti pelaku. Kata kerja (يَتَّبِعُونَ, yattabi'uuna) yang berarti "mereka mengikuti" memakai kata ganti orang ketiga, padahal awal ayat berbicara kepada kalian. Ada dua yang mereka ikuti. Pertama, (الظَّنَّ, zh-zhanna) yang berarti "dugaan", dari akar ظ-ن-ن, dan susunan penyangkal yang sama diulang lima ayat kemudian di 53:28, dengan tambahan bahwa dugaan sedikit pun tidak mencukupkan terhadap kebenaran. Kedua, (وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ, wa-maa tahwaa l-anfusu) yang berarti "dan apa yang diinginkan hawa nafsu". Kata kerja (تَهْوَى, tahwaa) berakar ه-و-ي, akar yang sama dengan (عَنِ الْهَوَىٰ, 'ani l-hawaa) di 53:3 yang berarti "dari hawa nafsu". Terjemahan menggabungkan kata kerja itu dengan (الْأَنْفُسُ, l-anfusu) yang berarti "jiwa-jiwa" menjadi "hawa nafsu", karena keinginan itu datang dari jiwa-jiwa itu sendiri. Akar ini hadir di empat ayat surah ini, 53:1, 53:3, 53:23, dan 53:53.
Ayat ini ditutup dengan (وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰ, wa-la-qad jaa'ahum min rabbihimu l-hudaa) yang berarti "padahal, sungguh telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka". Penegas (وَلَقَدْ, wa-la-qad) yang berarti "dan sungguh" menyatakan bahwa kedatangan petunjuk itu sudah terjadi. Susunan pembuka ini, penegas yang disusul kata kerja datang dan kata ganti mereka, hadir di empat ayat, 16:113, 29:39, 53:23, dan 54:4. Di 16:113 yang datang seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, di 29:39 Musa dengan keterangan-keterangan yang nyata, dan di 54:4 sebagian berita yang di dalamnya terdapat pencegah. Di 53:23 yang datang disebut dengan satu kata, (الْهُدَىٰ, l-hudaa) yang berarti "petunjuk", dan asalnya Tuhan mereka sendiri.
Tafsiran
Ayat ini mencabut anggapan yang oleh 53:22 masih dipakai sebagai pijakan. Sesudah pembagian itu dinilai tidak adil menurut ukuran pembuatnya, ayat ini menyatakan bahwa yang dibagi pun tidak ada di luar penamaan. Al-Lata, al-Uzza, dan Manat tersisa sebagai nama, dan pertanyaan tentang bagian lelaki atau perempuan kehilangan pijakannya. Kontras dengan 2:31 memperjelas ukurannya. Di sana Allah mengajarkan nama-nama kepada Adam, dan di sini manusia membuat nama lalu mewariskannya tanpa keterangan dari-Nya. Sumber sebuah nama menentukan apakah nama itu menunjuk sesuatu.
Kalimat yang hampir sama diucapkan di dua tempat lain. Hud berkata kepada kaumnya di 7:71, (أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ, a-tujaadiluunanii fii asmaa'in sammaytumuuhaa antum wa-aabaa'ukum) yang berarti "apakah kalian membantahku tentang nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian namakan", dan Yusuf berkata kepada dua penghuni penjara di 12:40 bahwa yang mereka sembah selain Allah tidak lain nama-nama yang mereka dan nenek moyang mereka namakan. Kaum Hud, dua penghuni penjara bersama Yusuf, dan orang-orang yang ditanya di 53:19-20 berasal dari kaum yang berbeda-beda, dan kekeliruan mereka berbentuk sama, nama yang diterima tanpa pernah ditanya dasarnya.
Pergantian kata ganti di tengah ayat juga bermakna. Bagian pertama berbicara kepada kalian, dan bagian kedua berbicara tentang mereka, seakan-akan orang yang tadi disapa langsung sekarang dilihat dari luar sebagai orang yang mengikuti dugaan dan keinginan jiwanya. Surah yang dibuka dengan kesaksian bahwa kawan itu tidak berbicara dari hawa nafsu (53:3) memperlihatkan lawannya di sini. Kalimat penutupnya memberatkan, sebab petunjuk dari Tuhan mereka sudah datang, sehingga pilihan mereka jatuh pada dugaan ketika petunjuk tersedia. Ayat-ayat sesudahnya, 53:28-30, melanjutkan penilaian ini dengan menyebut bahwa dugaan tidak mencukupkan terhadap kebenaran dan bahwa pengetahuan mereka berhenti pada kadar tertentu.
Renungan dan Hikmah
- Sebuah nama bisa membuat sesuatu terasa ada. Begitu disebut berulang-ulang, dijunjung, dan diberi tempat, nama itu mulai diperlakukan seperti kenyataan yang berdiri sendiri. Ayat ini memisahkan keduanya dengan tegas, itu tidak lain nama-nama. Banyak hal dalam hidup sekarang bekerja dengan cara serupa, gelar, label, dan merek yang dipercaya karena namanya dikenal, walaupun isinya tidak pernah diperiksa. Di hadapan Allah, nama tanpa isi tidak membawa bobot apa pun, dan ayat ini mengajak kita memisahkan nama dari isinya sebelum menaruh kepercayaan.
- Al-Qur'an menyebut dua jenis nama. Ada nama-nama terbaik milik Allah (7:180) yang dipakai untuk menyeru-Nya, dan ada nama-nama yang dibuat manusia tanpa keterangan dari-Nya. Keduanya bisa terdengar khidmat di telinga, dan bedanya terletak pada sumbernya. Orang yang berdoa bisa memeriksa diri, nama dan sebutan apa yang dia pakai ketika menyeru Tuhan, apakah berasal dari apa yang Dia perkenalkan tentang diri-Nya atau dari gambaran yang dibentuknya sendiri?
- Ayat ini menyebut kalian lebih dahulu, baru nenek moyang kalian. Orang yang meneruskan sebuah penamaan ikut menjadi penamanya. Menunjuk generasi sebelumnya tidak membebaskan generasi yang sekarang memegang nama itu, sebab setiap kali nama itu disebut dan diikuti, penamaannya diperbarui oleh orang yang menyebutnya. Tanggung jawab itu tidak bisa diwariskan kepada orang yang sudah tiada, dan Allah menyapa orang yang masih hidup dengan kata ganti kalian.
- Ukuran yang dipakai ayat ini untuk menilai nama-nama itu sederhana, adakah keterangan dari Allah tentangnya. Ukuran ini bisa dipakai untuk menimbang keyakinan apa pun yang kita pegang tentang Tuhan. Keyakinan yang terasa kuat, yang dibela banyak orang, atau yang sudah lama dipegang belum tentu punya keterangan. Bertanya dari mana keterangan sebuah keyakinan berasal tidak mengurangi iman, sebab Al-Qur'an sendiri memakai pertanyaan itu sebagai ukuran, dan orang yang berani bertanya lebih siap menerima jawaban ketika keterangan itu memang ada.
- Dugaan dan keinginan disebut berdampingan dalam ayat ini, dan keduanya sering bekerja sama. Keinginan memilihkan dugaan mana yang enak dipercaya, lalu dugaan itu memberi keinginan alasan yang terdengar masuk akal. Orang yang berharap sesuatu benar cenderung menemukan tanda-tanda yang membenarkannya dan melewatkan tanda-tanda yang membantahnya. Ketika sebuah keyakinan terasa sangat menyenangkan, ayat ini mengajak memeriksa apakah dugaan kita sedang dipimpin oleh keinginan, jauh dari petunjuk yang datang dari Tuhan.
- Ayat ini mula-mula berbicara kepada kalian, lalu beralih menyebut mereka. Dalam hidup, ada saatnya seseorang masih diajak bicara, dan ada saatnya dia tinggal dibicarakan. Selama sapaan masih ditujukan kepada kita, pintu untuk menjawab masih terbuka. Setiap kali ayat seperti ini dibaca dan menyentuh sesuatu dalam diri, Allah sedang menyapa, dan sapaan itu kesempatan yang sebaiknya tidak dibiarkan berlalu sampai kita tinggal disebut dari kejauhan.