أَمْ لِلْإِنْسَانِ مَا تَمَنَّىٰ
Ataukah manusia memperoleh apa yang ia angankan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمْ لِلْإِنْسَانِam li-l-insaaniataukah manusia memperoleh
- مَا تَمَنَّىٰmaa tamannaaapa yang ia angankan
Terjemahan per kata (4 kata)
- أَمْamataukah
- لِلْإِنْسَانِli-l-insaanibagi manusia
- مَاmaaapa yang
- تَمَنَّىٰtamannaaia angankan
Inti bacaan
Menuliskan tiga harapan terbesar untuk tahun ini, lalu di samping masing-masing menuliskan satu langkah nyata yang bisa dikerjakan pekan ini untuk mendekatinya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (أَمْ لِلْإِنْسَانِ مَا تَمَنَّىٰ, am li-l-insaani maa tamannaa) yang berarti "ataukah manusia memperoleh apa yang diangankannya". Kata (أَمْ, am) yang berarti "ataukah" membuka pertanyaan baru yang menyambung pertanyaan di 53:21, dan jawabannya menyusul di ayat berikutnya. Kata (لِلْإِنْسَانِ, li-l-insaani) secara harfiah berarti "bagi manusia", dengan kata depan milik yang sama seperti bagi kalian dan bagi-Nya di 53:21. Terjemahan menjadikannya "manusia memperoleh" supaya kalimatnya wajar dalam bahasa Indonesia, dan pilihan yang sama dipakai di 53:39, sehingga kedua ayat itu tetap terbaca sejajar.
Sampai ayat sebelumnya, yang disapa kalian dan yang dibicarakan mereka. Di ayat ini yang disebut manusia, sehingga pertanyaannya melebar dari orang-orang yang menamai tiga nama itu kepada manusia pada umumnya. Dalam surah ini kata manusia muncul di dua ayat, di sini dan di 53:39, (وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ, wa-an laysa li-l-insaani illaa maa sa'aa) yang berarti "dan bahwa bagi manusia tidak ada selain apa yang diusahakannya". Kedua ayat memakai kata depan milik yang sama dan kata (مَا, maa) yang berarti "apa yang", lalu berbeda pada kata kerja di ujungnya, mengangankan di sini dan mengusahakan di sana.
Kata kerja (تَمَنَّىٰ, tamannaa) yang berarti "mengangankan" berasal dari akar م-ن-ي, yang di seluruh Al-Qur'an hadir di delapan belas ayat. Kata benda dari akar ini, angan-angan, dipakai di 2:111 untuk klaim bahwa tidak akan masuk taman kecuali orang Yahudi atau Nasrani, (تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ, tilka amaaniyyuhum) yang berarti "itu angan-angan mereka", lalu disusul tuntutan untuk menunjukkan dalil. Di 4:123 terdapat (لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ, laysa bi-amaaniyyikum) yang berarti "bukanlah menurut angan-angan kalian", dan di 57:14 angan-angan disebut memperdaya sampai datang ketetapan Allah. Di ketiga tempat itu angan berhadapan dengan sesuatu yang lebih kokoh, yaitu dalil, balasan atas perbuatan, dan ketetapan Allah.
Surah ini memakai akar yang sama sekali lagi di 53:46, (إِذَا تُمْنَىٰ, idzaa tumnaa) yang berarti "ketika dipancarkan", tentang nutfah yang menjadi awal penciptaan pasangan lelaki dan perempuan di 53:45. Pada 53:24 akar ini menunjuk apa yang dibayangkan manusia, dan pada 53:46 menunjuk awal penciptaan manusia itu sendiri.
Kata (مَا, maa) yang berarti "apa yang" membiarkan isi angan itu terbuka. Ayat ini tidak menyebut apa yang diangankan, sehingga pertanyaannya mencakup segala angan. Dua ayat kemudian, 53:26 berbicara tentang syafaat malaikat dan memberi gambaran tentang angan yang dekat dengan konteks ini.
Tafsiran
Ayat ini memperluas pertanyaan dari tiga nama kepada manusia. Di 53:23 disebut bahwa mereka mengikuti apa yang diinginkan jiwa, dan ayat ini menanyakan apakah keinginan itu akan terpenuhi semata karena diinginkan. Isi angan itu tidak dirinci. Letak ayatnya, di antara nama-nama yang disembah dan malaikat yang syafaatnya dibicarakan di 53:26, memberi gambaran tentang jenis harapan yang sedang ditanyakan, harapan akan pertolongan dari pihak selain Allah.
Pertanyaan ini dijawab bertahap. Jawaban pertama datang segera di 53:25, akhirat dan dunia milik Allah, sehingga apa pun yang diangankan berada di tangan pemiliknya. Jawaban kedua datang lebih jauh di 53:39, manusia memperoleh apa yang diusahakannya, dengan susunan kata yang nyaris sama sehingga angan dan usaha berdiri berhadapan. Di luar surah ini 4:123 menyatakan jawaban yang sama dengan terang, lalu menyambungnya dengan balasan bagi siapa yang berbuat keburukan dan tidak adanya pelindung selain Allah.
Dengan ayat ini arah surah berbelok. Sampai di sini yang dipersoalkan nama-nama dan pembagian, dan sesudah ini yang dipersoalkan harapan akan syafaat, malaikat yang dinamai perempuan, dan dugaan yang tidak mencukupkan (53:26-28). Pertanyaan tentang angan manusia menjadi jembatan di antara kedua bagian itu.
Renungan dan Hikmah
- Surah ini memakai susunan yang hampir sama dua kali, bagi manusia apa yang diangankannya di 53:24 dan bagi manusia apa yang diusahakannya di 53:39. Kata kerja di ujung kedua ayat itu yang membedakan nasibnya. Angan berdiam di dalam kepala, sedangkan usaha bergerak lewat tangan dan kaki. Banyak orang menghabiskan tenaga untuk membayangkan hasil, dan sedikit yang tersisa untuk menempuh jalan menuju hasil itu. Allah menaruh kedua ayat ini dalam satu surah, dan pembacanya bisa menimbang bagian hidupnya lebih banyak diisi yang mana.
- Di 2:111 sebuah klaim tentang siapa yang masuk taman disebut dengan jujur sebagai angan-angan mereka, lalu disusul tuntutan untuk menunjukkan dalil. Angan-angan sering tampil dengan pakaian keyakinan. Orang merasa yakin akan selamat, akan dimaafkan, atau akan didahulukan, padahal yang dipegangnya tidak lebih dari harapan. Ayat ini dan 2:111 memberi satu pertanyaan sederhana untuk membedakan keduanya, apa dalilnya dari Tuhan?
- Pertanyaan ayat ini ditujukan kepada manusia, tidak lagi kepada pemuja tiga nama saja. Siapa pun bisa berdiri di tempat yang sama, termasuk orang yang merasa jauh dari penyembahan berhala. Apakah kita sedang menunggu sesuatu dari Allah yang tidak pernah Dia janjikan, sambil menyebutnya harapan yang wajar? Ayat ini tidak mengecam harapan. Ayat ini menanyakan apakah harapan dengan sendirinya berubah menjadi hak, dan jawabannya menuntut kejujuran yang tidak nyaman.
- Di 57:14 orang-orang yang tertinggal di luar cahaya mendengar bahwa angan-angan telah memperdaya mereka sampai datang ketetapan Allah. Angan bekerja pelan dan menunda. Selalu ada esok untuk memperbaiki, selalu ada kesempatan lain, dan penundaan itu terasa aman sampai waktunya habis. Pertanyaan di 53:24 memotong penundaan itu dengan menanyakan hasilnya sekarang, dan menjawabnya sekarang lebih ringan daripada mendengar jawabannya ketika waktu untuk berubah sudah lewat.
- Al-Qur'an tidak memadamkan harapan. Di 18:110 siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya diminta beramal saleh dan tidak mempersekutukan siapa pun dalam penyembahan kepada-Nya. Harapan yang sehat mendorong orang bergerak ke arah yang diharapkannya, sedangkan angan yang dipertanyakan di 53:24 berhenti di tempat dan menunggu hasil tanpa menempuh jalan. Perbedaan keduanya bisa diperiksa dengan pertanyaan sederhana kepada diri sendiri, apa yang sudah kukerjakan untuk sampai ke sana.
- Ayat ini berupa pertanyaan, dan jawabannya menyusul di 53:25 dan 53:39. Jeda di antara pertanyaan dan jawaban memberi ruang bagi orang yang ditanya untuk menjawab lebih dulu dengan akalnya sendiri. Kebanyakan orang, bila jujur, sudah tahu jawabannya, bahwa manusia tidak memperoleh sesuatu semata karena mengangankannya. Pengetahuan itu sudah tertanam dalam diri, dan Allah membangunkannya dengan bertanya, tanpa memaksakan jawaban dari luar.