وَمَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ ۖ وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا
Padahal, mereka tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan sedikit pun tidak mencukupkan terhadap kebenaran.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍwa-maa lahum bihi min ilminpadahal, mereka tidak mempunyai pengetahuan tentangnya
- إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّin yattabi'uuna illaa zh-zhannamereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan
- وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًاwa-inna zh-zhanna laa yughnii mina l-haqqi shay'andan sesungguhnya dugaan sedikit pun tidak mencukupkan terhadap kebenaran
Aplikasi
Prinsip epistemologi sentral: 'mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu... dugaan itu sedikit pun tidak mencukupkan terhadap kebenaran', pembedaan tegas antara dugaan/spekulasi dan kebenaran yang berdasar, standar yang berguna menilai klaim apa pun sebelum menerimanya sebagai fakta.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..