ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَىٰ

Itulah kadar pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pulalah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِdzaalika mablaghuhum mina l-ilmiitulah kadar pengetahuan mereka
  2. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِinna rabbaka huwa a'lamu bi-man dalla an sabiilihisesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya
  3. وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَىٰwa-huwa a'lamu bi-mani htadaadan Dia pulalah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..

Aplikasi

Pengakuan batas pengetahuan manusia: 'itulah kadar pengetahuan mereka; sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat... dan siapa yang mendapat petunjuk', kerendahan hati epistemik bahwa penilaian akhir tentang siapa benar-salah bukan wewenang manusia untuk memastikan secara mutlak.