ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَىٰ

Itulah kadar pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pulalah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِdzaalika mablaghuhum mina l-'ilmiitulah kadar pengetahuan mereka
  2. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِinna rabbaka huwa a'lamu bi-man dhalla 'an sabiilihisesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya
  3. وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَىٰwa-huwa a'lamu bi-mani htadaadan Dia pulalah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. مَبْلَغُهُمْmablaghuhumpuncak pengetahuan mereka
  3. مِنَminadari
  4. الْعِلْمِl-'ilmiilmu
  5. إِنَّinnasesungguhnya
  6. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  7. هُوَhuwaDialah
  8. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  9. بِمَنْbi-manterhadap siapa
  10. ضَلَّdhallasesat
  11. عَنْ'andari
  12. سَبِيلِهِsabiilihijalan-Nya
  13. وَهُوَwa-huwadan Dia
  14. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  15. بِمَنِbi-maniterhadap siapa
  16. اهْتَدَىٰhtadaamendapat petunjuk

Inti bacaan

Pengakuan batas pengetahuan manusia: 'itulah kadar pengetahuan mereka; sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat. dan siapa yang mendapat petunjuk', kerendahan hati epistemik bahwa penilaian akhir tentang siapa benar-salah bukan wewenang manusia untuk memastikan secara mutlak.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itulah', dikonfirmasi morfologi sebagai kata tunjuk. 'A'lamu' bentuk elatif ('lebih mengetahui'), bukan superlatif absolut, sehingga tidak melanggar disiplin larangan superlatif ilahi.

Tafsiran

Ayat ini menutup penjelasan: pengetahuan manusia terbatas pada dugaan, sedangkan Allah mengetahui secara pasti siapa yang tersesat dan siapa yang mendapat petunjuk.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut itulah kadar pengetahuan mereka. Ada ukurannya. Yang mereka kejar bukan salah, melainkan sejauh itulah jangkauan mereka.
  • Allah menyebut Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya. Penilaian dikembalikan. Yang tak bisa dinilai manusia memang bukan miliknya untuk dinilai.
  • Bagian kedua menyebut Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. Dua arah. Yang tak boleh dipastikan manusia bukan hanya tentang orang lain, melainkan juga tentang dirinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).