وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى

Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi, agar Dia membalas orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, dan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan yang terbaik,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِwa-li-llaahi maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhidan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi
  2. لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُواli-yajziya lladziina asaa'uu bi-maa 'amiluuagar Dia membalas orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang mereka kerjakan
  3. وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَىwa-yajziya lladziina ahsanuu bi-l-husnaadan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan yang terbaik

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  2. مَاmaaapa yang
  3. فِيfiidi
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَمَاwa-maadan apa yang
  6. فِيfiidi
  7. الْأَرْضِl-ardhibumi
  8. لِيَجْزِيَli-yajziyaagar Dia membalas
  9. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  10. أَسَاءُواasaa'uumereka berbuat buruk
  11. بِمَاbi-maasesuai dengan apa yang
  12. عَمِلُوا'amiluumereka beramal
  13. وَيَجْزِيَwa-yajziyadan agar Dia membalas
  14. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  15. أَحْسَنُواahsanuumereka berbuat baik
  16. بِالْحُسْنَىbi-l-husnaadengan yang terbaik

Inti bacaan

Saat menegur anak atau rekan, menakar teguran seukuran salah yang terjadi tanpa mengungkit perkara lama, lalu mengakui pula satu jasa baiknya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ, wa-li-llaahi maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhi) yang berarti "dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi". Kalimat ini muncul enam kali di tiga surah, yaitu di 3:109, 3:129, 4:126, 4:131, 4:132, dan 53:31, dan keenamnya diterjemahkan dengan kalimat yang sama. Angkanya berbeda karena Surah 4 memuatnya tiga kali dan Surah 3 dua kali. Kata (وَلِلَّهِ, wa-li-llaahi) yang berarti "dan milik Allah" diletakkan di awal, sebelum isi langit dan bumi disebut. Dengan urutan itu, pemiliknya dikenalkan lebih dulu, lalu segala yang dimiliki-Nya menyusul.

Sesudah kepemilikan itu datang tujuannya, (لِيَجْزِيَ, li-yajziya) yang berarti "agar Dia membalas". Huruf li- di depan kata kerja ini menandai maksud, sehingga kepemilikan atas langit dan bumi langsung dikaitkan dengan pembalasan. Susunan (لِيَجْزِيَ الَّذِينَ, li-yajziya lladziina) yang berarti "agar Dia membalas orang-orang yang" muncul empat kali, di 10:4, 30:45, 34:4, dan 53:31. Di tiga ayat lain itu, yang dibalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Di ayat ini dua golongan disebut berurutan, orang yang berbuat jahat dan orang yang berbuat baik, dan masing-masing mendapat kata kerjanya sendiri, karena (وَيَجْزِيَ, wa-yajziya) yang berarti "dan membalas" diulang untuk golongan kedua.

Golongan pertama disebut (الَّذِينَ أَسَاءُوا, lladziina asaa'uu) yang berarti "orang-orang yang berbuat jahat". Kata kerja (أَسَاءُوا, asaa'uu) berasal dari akar س-و-ء, akar yang juga memberi kata untuk keburukan, dan bentuk ini muncul dua kali, di 30:10 dan 53:31. Balasan untuk mereka ditautkan pada (بِمَا عَمِلُوا, bi-maa 'amiluu) yang berarti "sesuai dengan apa yang mereka kerjakan". Ukurannya perbuatan mereka sendiri, tanpa tambahan di atasnya, dan tanpa perbuatan pihak lain yang ikut ditimpakan kepada mereka.

Golongan kedua disebut (الَّذِينَ أَحْسَنُوا, lladziina ahsanuu) yang berarti "orang-orang yang berbuat baik", dari akar ح-س-ن. Balasan mereka (بِالْحُسْنَى, bi-l-husnaa) yang berarti "dengan yang terbaik", kata dari akar yang sama dengan perbuatannya, dalam bentuk yang menyatakan tingkat tertinggi. Pada golongan pertama ukurannya apa yang mereka kerjakan, sedangkan pada golongan kedua ukuran itu diganti dengan yang terbaik. Kata (بِالْحُسْنَى, bi-l-husnaa) muncul tiga kali di dua surah, di 53:31, 92:6, dan 92:9, karena Surah 92 memuatnya dua kali. Susunan yang dekat ada di 10:26, (لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ, li-lladziina ahsanuu l-husnaa wa-ziyaadatun) yang berarti "bagi orang-orang yang berbuat baik, yang terbaik dan tambahan".

Perbedaan ukuran itu dinyatakan dengan angka di 6:160. Kebaikan dibalas (فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا, fa-lahu 'asyru amtsaalihaa) yang berarti "baginya sepuluh kali lipatnya", sedangkan keburukan (فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا, fa-laa yujzaa illaa mitslahaa) yang berarti "tidak dibalas kecuali seimbang dengannya". Kata kerja (يُجْزَىٰ, yujzaa) di sana berasal dari akar ج-ز-ي, akar yang sama dengan (لِيَجْزِيَ, li-yajziya) di ayat ini, sehingga dua ayat itu berbicara tentang pembalasan yang sama dari dua arah yang berlawanan.

Tafsiran

Ayat ini menyambung 53:30, yang ditutup dengan pernyataan bahwa Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang sesat dan siapa yang mendapat petunjuk. Pengetahuan itu tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ayat ini menyebut ujungnya, yaitu pembalasan, dan menaruh dasarnya pada kepemilikan atas seluruh langit dan bumi.

Kepemilikan dipakai sebagai dasar karena pihak yang membalas bukan pihak luar. Dia pemilik segala yang di langit dan di bumi, termasuk pelaku perbuatan itu sendiri. Tidak ada wilayah di luar milik-Nya tempat seseorang bisa menghindar, dan tidak ada pemilik lain yang ikut menentukan ukurannya. Di 53:26 syafaat para malaikat di langit sedikit pun tidak mencukupkan kecuali setelah Allah mengizinkan, dan ayat ini memberi latarnya dari sisi lain, sebab langit tempat para malaikat itu berada pun milik-Nya.

Ketimpangan dua balasan tidak mengurangi keadilan. Orang yang berbuat jahat tidak menerima lebih dari perbuatannya, dan orang yang berbuat baik menerima lebih tanpa mengambil apa pun dari pihak lain. Ayat 6:160 menutup keterangan tentang dua ukuran itu dengan (وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, wa-hum laa yuzhlamuuna) yang berarti "dan mereka tidak dizalimi". Kemurahan diberikan pada satu sisi, sementara sisi yang lain dijaga dengan ukuran yang tepat.

Ayat ini berakhir dengan koma karena kalimatnya belum selesai. Orang-orang yang berbuat baik di ujungnya diterangkan oleh 53:32, yang dimulai dengan "orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji". Janji tentang yang terbaik karena itu tertuju kepada orang yang digambarkan di sana, lengkap dengan kekurangannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut diri-Nya pemilik segala yang di langit dan di bumi, lalu langsung menyebut pembalasan. Urutan itu terasa ketika seseorang berharap perbuatannya luput dari hitungan karena terjadi di tempat yang sepi, di kota yang jauh, atau di ruang yang tidak diawasi siapa pun. Tempat-tempat itu tetap bagian dari milik-Nya, begitu pula pelakunya. Rasa aman karena tidak ada yang melihat bersandar pada anggapan bahwa ada wilayah yang tidak dimiliki siapa pun, dan ayat ini meniadakan wilayah semacam itu.
  • Balasan untuk kejahatan diukur dengan apa yang dikerjakan, sedangkan balasan untuk kebaikan diukur dengan yang terbaik. Timbangan ini berlawanan dengan kebiasaan banyak orang dalam menilai sesamanya, yang cenderung mengingat satu kesalahan lebih lama daripada sepuluh kebaikan. Allah tidak membesarkan kesalahan melampaui ukurannya, tetapi melebihkan kebaikan melampaui ukurannya. Di tempat kerja, di rumah, atau di ruang publik, timbangan manusia sering terbalik dari timbangan ini tanpa disadari oleh yang memegangnya.
  • Kalau orang yang berbuat baik menerima lebih dari yang dikerjakannya, apakah itu masih adil bagi yang lain? Ayat ini memberi setiap golongan kalimatnya sendiri dan kata kerjanya sendiri, sehingga tidak ada yang diambil dari satu pihak untuk diberikan kepada pihak lain. Kelebihan yang diterima satu golongan datang dari kemurahan pemiliknya, dan kemurahan itu tidak memotong hak siapa pun. Keadilan dan kemurahan di sini tidak saling menyingkirkan, karena keduanya bekerja pada sisi yang berbeda.
  • Frasa "sesuai dengan apa yang mereka kerjakan" menaruh ukuran hukuman pada perbuatan pelakunya sendiri. Tidak ada tambahan karena marahnya pihak yang dirugikan, dan tidak ada potongan karena kedudukan pelaku atau kedekatannya dengan orang berkuasa. Di dunia, berat ringannya hukuman sering bergantung pada siapa yang dihukum dan siapa yang sedang marah. Dalam pembalasan yang Allah sebut di sini, kedua pertimbangan itu tidak ikut menimbang, sehingga yang tersisa perbuatan itu sendiri.
  • Orang yang berbuat baik kadang menyimpan hitungan tentang berapa yang sudah diberikan dan berapa yang kembali kepadanya. Allah tidak memakai takaran itu untuk mereka. Balasannya disebut yang terbaik, tanpa angka dan tanpa rincian, dan di 10:26 masih ditambah lagi. Hitungan pribadi tentang kebaikan sendiri, sepanjang apa pun catatannya, menjadi terlalu kecil di samping janji itu, sehingga menghitung-hitung kebaikan kehilangan alasannya.
  • Kalimat kepemilikan yang sama dipakai di 4:131 sesudah kemungkinan manusia kufur, lalu ditutup dengan (وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا, wa-kaana llaahu ghaniyyan hamiidan) yang berarti "Allah berkecukupan lagi terpuji". Pemilik langit dan bumi tidak bertambah kaya oleh kebaikan manusia dan tidak berkurang oleh kekufuran mereka. Pembalasan di ayat ini karena itu tidak lahir dari kepentingan pemiliknya. Hasilnya kembali kepada pelaku, berupa ukuran yang setimpal atau berupa yang terbaik.