وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ
dan bahwa usahanya kelak akan terlihat,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَنَّ سَعْيَهُwa-anna sa'yahudan bahwa usahanya
- سَوْفَ يُرَىٰsawfa yuraakelak akan terlihat
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَأَنَّwa-annadan bahwa
- سَعْيَهُsa'yahuusahanya
- سَوْفَsawfakelak
- يُرَىٰyuraaterlihat
Inti bacaan
Setiap malam mencatat satu pekerjaan baik yang tak diketahui siapa pun, sebagai pengingat bahwa pekerjaan semacam itu tetap terhitung.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَأَنَّ, wa-anna) yang berarti "dan bahwa". Kata ini melanjutkan isi lembaran Musa dan Ibrahim sesudah (أَلَّا, allaa) di 53:38 dan (وَأَنْ, wa-an) di 53:39. Rangkaian "dan bahwa" berlanjut sesudah 53:41, misalnya di 53:42 (وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنْتَهَىٰ, wa-anna ilaa rabbika l-muntahaa) yang berarti "dan bahwa kepada Tuhanmulah kesudahan", lalu terus sampai 53:50. Dengan begitu isi lembaran itu tersusun seperti daftar panjang yang butir-butirnya diawali kata yang sama. Susunan daftar ini memudahkan pembaca mengingat isinya satu per satu.
Pokok kalimatnya (سَعْيَهُ, sa'yahu) yang berarti "usahanya". Kata ini kata benda dari akar yang sama dengan (سَعَىٰ, sa'aa) di 53:39. Di 53:39 usaha disebut sebagai perbuatan yang telah dijalani. Di 53:40 usaha itu menjadi sesuatu yang utuh, yang bisa ditunjuk dan dilihat. Perbuatan yang sudah lewat tetap tersimpan sebagai sesuatu yang utuh. Kata benda yang sama dipakai di 17:19 (كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا, kaana sa'yuhum masykuuran) untuk usaha yang diganjar, di 18:104 untuk usaha yang sia-sia, dan di 92:4 (إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ, inna sa'yakum la-syattaa) yang berarti "sesungguhnya usaha kalian benar-benar beraneka ragam".
Kalimat ditutup dengan (سَوْفَ يُرَىٰ, sawfa yuraa) yang berarti "kelak akan terlihat". Kata (سَوْفَ, sawfa) menunjuk waktu yang akan datang. Kata (يُرَىٰ, yuraa) berasal dari akar ر-أ-ي yang bermakna melihat, dalam bentuk yang membiarkan pelihatnya tanpa nama. Bentuk yang sama muncul di 46:25 (لَا يُرَىٰ إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ, laa yuraa illaa masaakinuhum) yang diterjemahkan "tidak terlihat kecuali tempat-tempat tinggal mereka". Terjemahan 53:40 memakai padanan yang sama. Kata "diperlihatkan" menuntut dua pihak, yaitu yang memperlihatkan dan yang diperlihatkan, sehingga pembaca terdorong menambahkan "kepadanya". Kata "terlihat" menjaga kalimat ini sependek Arabnya. Siapa yang melihat dibiarkan terbuka, sama seperti dalam Arabnya.
Akar ر-أ-ي menghubungkan ayat ini dengan pertanyaan di 53:35 (فَهُوَ يَرَىٰ, fa-huwa yaraa) yang berarti "sehingga dia melihat". Di sana orang yang berpaling bersikap seolah dia bisa melihat yang gaib. Di 53:40 arahnya berlawanan, karena usahanya yang akan terlihat. Rangkaian ini juga dibuka dengan akar yang sama di 53:33 (أَفَرَأَيْتَ, a-fa-ra'ayta) yang berarti "maka, apakah engkau memperhatikan". Tiga kata dari satu akar menandai perpindahan dari orang yang diperhatikan, ke orang yang merasa melihat, sampai ke usaha yang kelak dilihat. Orang yang merasa menjadi pengamat ternyata berakhir sebagai pihak yang diamati.
Tafsiran
Ayat ini menutup tiga butir pertama isi lembaran sebelum balasan disebut di 53:41. Urutannya jelas. Beban tidak berpindah (53:38), milik manusia berasal dari usahanya (53:39), usaha itu akan terlihat (53:40), lalu dibalas dengan balasan yang sempurna (53:41). Usaha dilihat lebih dulu, baru dibalas. Balasan tidak dijatuhkan atas dugaan, sebab perbuatan yang menjadi dasarnya ditampakkan lebih dulu. Urutan ini menjawab kecemasan orang yang takut dihakimi atas sesuatu yang tidak dia perbuat.
Siapa yang melihat dibiarkan terbuka dalam ayat ini, dan ayat-ayat lain mengisi beberapa kemungkinan. Di 9:105 (فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ, fa-sa-yaraa llaahu 'amalakum) yang berarti "maka Allah akan melihat pekerjaan kalian", disusul Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Di 99:7-8 pelakunya sendiri akan melihat perbuatannya, seberat zarah pun, (يَرَهُ, yarahu) yang berarti "dia akan melihatnya". Ayat 21:94 menambahkan bahwa usaha orang yang beriman tidak diingkari, (وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ, wa-innaa lahu kaatibuuna) yang berarti "dan sesungguhnya Kamilah yang mencatat untuknya". Ayat 53:40 tidak memilih salah satu. Usaha itu terlihat, oleh Allah lebih dulu, oleh pelakunya, dan oleh pihak-pihak lain yang disebut di 9:105.
Renungan dan Hikmah
- Orang di 53:35 bersikap seolah dia bisa melihat yang gaib. Lima ayat kemudian, kedudukannya berbalik, karena usahanya yang akan terlihat. Banyak orang merasa berada di posisi pengamat, menilai orang lain, menakar keadaan, merasa paham jalannya dunia. Ayat ini mengingatkan bahwa setiap pengamat juga sedang diamati. Allah melihat usaha itu lebih dulu, jauh sebelum pelakunya sempat menyusun penilaian tentang dirinya sendiri. Pengamat yang lupa bahwa dirinya sedang diamati biasanya amat keras dalam menilai orang lain.
- Kata "kelak" menunjuk waktu yang belum tiba. Banyak usaha tidak terlihat hari ini. Kerja di balik layar, perawatan orang tua yang sakit, dan kejujuran dalam urusan kecil yang tidak diketahui siapa pun sering luput dari pujian. Ayat ini tidak menjanjikan pengakuan segera. Ayat ini menjanjikan bahwa usaha itu akan terlihat, dan Allah yang menentukan waktunya. Menunggu waktu itu tidak mudah, tetapi penantian tidak mengurangi nilai usaha yang sudah dijalani.
- Ayat ini membiarkan pelihatnya tanpa nama. Ayat 9:105 menyebut Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin, sedangkan 99:7-8 menyebut pelakunya sendiri. Keterbukaan ini membuat usaha tidak bisa disembunyikan dari satu pihak dengan berharap pihak lain tidak tahu. Orang terbiasa merapikan pekerjaan ketika diperiksa atasan dan membiarkannya berantakan ketika tidak ada yang mengawasi. Ayat ini tidak menyisakan waktu tanpa pengawasan. Kalimat ini terdengar berat, tetapi juga membebaskan dari kebiasaan bekerja demi dilihat.
- Urutan dalam rangkaian ini, dari terlihat lalu dibalas, menunjukkan cara Allah mengadili. Balasan tidak datang tanpa bukti, sebab perbuatan dibentangkan lebih dulu, seperti lembaran yang dibuka di 81:10. Di dunia orang sering dihukum atas desas-desus atau dipuji atas citra. Ayat ini menggambarkan pengadilan yang dasarnya perbuatan itu sendiri, dan pelakunya ikut melihat apa yang menjadi dasar putusan. Tidak ada putusan yang jatuh tanpa pelakunya tahu sebabnya.
- Ayat 21:94 menyebut bahwa usaha orang yang beriman tidak diingkari dan Allah mencatatnya. Di tempat kerja, usaha seseorang sering diaku sebagai milik orang lain, atau hilang dalam laporan tanpa nama. Rasa kecewa karena tidak dihargai itu nyata. Ayat 53:40 tidak menghapus kecewa itu, tetapi memindahkan tempat penghitungannya, karena catatan yang menentukan tidak disimpan di meja atasan. Allah menyimpan catatan itu tanpa lupa dan tanpa pilih kasih.
- Seandainya seluruh usaha satu minggu terakhir diputar ulang di depan mata sendiri, bagian mana yang ingin dipercepat, dan bagian mana yang ingin ditonton lebih lama? Ayat ini menjanjikan pemutaran semacam itu. Pertanyaan tadi tidak perlu dijawab sekarang. Ada gunanya membayangkan bahwa usaha hari ini kelak akan terlihat utuh, tanpa sunting dan tanpa penjelasan tambahan dari pelakunya. Bayangan itu tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menjernihkan pilihan hari ini.