وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَىٰ

dan bahwa atas-Nyalah penciptaan yang lain,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَىٰwa-anna 'alayhi n-nasy'ata l-ukhraadan bahwa atas-Nyalah penciptaan yang lain

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  2. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  3. النَّشْأَةَn-nasy'atapenciptaan
  4. الْأُخْرَىٰl-ukhraayang lain

Inti bacaan

Kelanjutan kuasa mencipta: 'atas-Nyalah penciptaan yang lain (kebangkitan)', logika bahwa yang mampu menciptakan pertama kali pasti mampu menciptakan kembali, argumen rasional yang menopang keyakinan pada kebangkitan.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kebangkitan kembali sama pastinya dengan penciptaan pertama.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut penciptaan kedua sebagai tanggungan diri-Nya. Atas-Nya. Bukan atas yang lain.
  • Yang disebut penciptaan lain, bukan pengembalian. Bukan mengulang. Mencipta lagi.
  • Kalimat ini menyusul penyebutan penciptaan pertama. Allah merangkainya. Yang pertama disebut, yang kedua ditegaskan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-sh-a, a-kh-r): alayhi n-nash'ah al-ukhraa diterjemahkan 'atas-Nyalah penciptaan yang lain (kebangkitan)' (akar n-sh-', kebangkitan sbg kelanjutan kuasa-mencipta, cf. 29:20, 56:62). Selaras.