وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَىٰ

dan bahwa Dialah Tuhan Syi'ra,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَىٰwa-annahu huwa rabbu sy-syi'raadan bahwa Dialah Tuhan Syi'ra

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَأَنَّهُwa-annahudan sesungguhnya Dia
  2. هُوَhuwaDia
  3. رَبُّrabbuTuhan
  4. الشِّعْرَىٰsy-syi'raaSyi'ra

Inti bacaan

Kepemilikan atas objek yang disembah manusia: 'Dialah Tuhan bintang Syi'ra', bahkan benda langit yang sebagian orang jadikan sesembahan tetaplah makhluk ciptaan-Nya, argumen yang meruntuhkan legitimasi penyembahan terhadap fenomena alam.

Penjelasan pilihan kata

Kata 'bintang' tidak dipakai: tidak ada kata terpisah untuk 'bintang' di teks Arab, hanya nama diri 'asy-Syi'raa'; disamakan perlakuannya dengan nama diri lain di surah ini (al-Lata, al-Uzza, Manata) yang dipertahankan tanpa kata kategori tambahan.

Tafsiran

Ayat ini menyindir kaum musyrik yang menyembah bintang Syi'ra (Sirius), padahal bintang itu sendiri ciptaan dan milik Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut diri-Nya Tuhan Syi'ra. Yang disembah sebagian orang. Sesembahan mereka dinyatakan punya Tuhan sendiri.
  • Namanya disebut telanjang, tanpa kata bintang. Seperti nama diri lain di surah ini. Perlakuan yang sama diberikan kepada semua yang disembah.
  • Allah menaruhnya di dalam rangkaian yang dimulai dengan kata dan bahwa. Satu baris dalam daftar. Sesembahan sebesar itu masuk sebagai satu butir saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-b-b, sh-'-r): rabb ash-shi'raa diterjemahkan 'Tuhan bintang Syi'ra' (akar r-b-b, bahkan bintang yang disembah sebagian orang adalah makhluk milik-Nya).