وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَادًا الْأُولَىٰ
dan bahwa Dia membinasakan Ad yang terdahulu,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَنَّهُ أَهْلَكَwa-annahu ahlakadan bahwa Dia membinasakan
- عَادًا الْأُولَىٰ'aadan al-uulaaAd yang terdahulu
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَأَنَّهُwa-annahudan bahwa Dia
- أَهْلَكَahlakamembinasakan
- عَادًا'aadanAd
- الْأُولَىٰal-uulaayang terdahulu
Inti bacaan
Mengunjungi situs sejarah atau museum bersama keluarga, lalu membicarakan sebab runtuhnya bangsa yang dahulu kuat.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَأَنَّهُ, wa-annahu) yang berarti "dan bahwa Dia", tanpa penegasan (هُوَ, huwa). Butir dengan penegasan dalam daftar ini ada di 53:43, 53:44, 53:48, dan 53:49, sedangkan butir tanpa penegasan ada di 53:45 dan 53:50. Terjemahan mengikuti perbedaan itu. Di sini bunyinya "Dia membinasakan", bukan "Dialah yang membinasakan".
Kata kerja (أَهْلَكَ, ahlaka) berarti "membinasakan", berakar ه-ل-ك. Tulisan Arab yang sama bisa dibaca sebagai dua kata yang berbeda. Sebagai kata kerja, ahlaka berarti "membinasakan", seperti di 28:78 (أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ, a-wa-lam ya'lam anna llaaha qad ahlaka min qablihi mina l-quruuni), "tidakkah dia tahu bahwa sesungguhnya Allah telah membinasakan generasi-generasi sebelumnya". Sebagai kata benda dengan akhiran -ka, tulisan itu berarti "keluargamu", seperti di 20:132. Konteks kalimat yang menentukan. Di 53:50 kata itu diikuti nama kaum, sehingga maknanya membinasakan.
Ayat 28:78 membicarakan orang yang merasa hartanya diperoleh karena ilmunya sendiri, lalu diingatkan bahwa Allah telah membinasakan generasi yang lebih kuat dan lebih banyak kekayaannya. Pertalian itu bermakna bagi urutan surah ini. Di 53:48 Allah disebut sebagai yang mencukupkan dan memberi milik, dan dua ayat kemudian Dia disebut membinasakan kaum yang kuat.
Nama (عَادًا, 'aadan) berarti "Ad". Dalam bentuk ini nama itu muncul 4 kali, di 11:60, 25:38, 29:38, dan 53:50. Arabnya tidak memuat kata "kaum", dan terjemahan ini tidak menambahkannya. Al-Qur'an memberi gambaran tentang mereka di ayat-ayat lain. Di 41:15 (فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ, fa-ammaa 'aadun fa-stakbaruu fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqi), mereka menyombongkan diri di bumi tanpa hak, lalu berkata (وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً, wa-qaaluu man asyaddu minnaa quwwatan), "dan mereka berkata, siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?" Di 69:6 mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin dan menderu.
Kata (الْأُولَىٰ, al-uulaa) berarti "yang terdahulu". Terjemahan tidak memakai "yang pertama", karena Al-Qur'an sendiri menempatkan kaum Nuh sebelum Ad. Di 7:69 Ad disebut sebagai pengganti sesudah kaum Nuh, dan surah ini menyebut kaum Nuh di 53:52 dengan keterangan "sebelumnya". Di 7:74 (مِنْ بَعْدِ عَادٍ, min ba'di 'aadin) berarti "setelah Ad", tentang Tsamud yang datang sesudah mereka. Dengan begitu, Ad terdahulu dibandingkan Tsamud yang disebut di 53:51, bukan umat pertama yang dibinasakan. Surah ini memakai kata yang sama di 53:56 untuk para pemberi peringatan yang terdahulu.
Tafsiran
Ayat ini membuka bagian terakhir daftar, yaitu sejarah umat-umat. Sesudah butir tentang diri, tubuh, harta, dan langit, daftar itu menyebut Ad, lalu Tsamud di 53:51, kaum Nuh di 53:52, dan negeri yang dijungkirbalikkan di 53:53-54. Rangkaian itu ditutup 53:55 dengan pertanyaan nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau ragukan. Penyebutan kebinasaan disusul pertanyaan tentang nikmat, sehingga pembaca diajak melihat bahwa peringatan tentang umat yang binasa juga termasuk nikmat.
Letak ayat ini sesudah 53:48 membuat urutannya berbicara. Allah yang mencukupkan dan memberi milik juga membinasakan kaum yang merasa kekuatan dan bangunannya akan kekal. Di 26:128-129 Hud bertanya kepada Ad mengapa mereka mendirikan tanda di setiap tempat tinggi dan membuat bangunan seakan mereka akan kekal. Di 41:15 mereka bertanya siapa yang lebih hebat kekuatannya daripada mereka, dan ayat yang sama menjawab bahwa Allah yang menciptakan mereka lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka.
Ayat ini tidak menceritakan kisah Ad. Namanya cukup disebut, karena kisahnya dirinci di surah-surah lain dan rangkaian ini, menurut 53:36-37, termasuk isi lembaran-lembaran Musa dan Ibrahim. Sorotannya bukan rincian azab, tetapi siapa yang membinasakan. Butir ini berdiri sejajar dengan butir tentang mematikan dan menghidupkan di 53:44. Kuasa yang sama mengatur hidup dan mati satu orang, juga hidup dan mati satu bangsa.
Renungan dan Hikmah
- Ad bertanya siapa yang lebih hebat kekuatannya daripada mereka. Pertanyaan itu masih diucapkan hari ini dengan bahasa lain, oleh negara yang merasa tidak terkalahkan, perusahaan yang merasa tidak tergantikan, atau orang yang merasa tidak tersentuh hukum. Al-Qur'an menjawab pertanyaan itu di ayat yang sama, 41:15. Allah yang menciptakan mereka lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka. Kekuatan yang lupa asal penciptaannya sedang menulis akhir ceritanya sendiri.
- Di 28:78 orang yang merasa hartanya hasil ilmunya sendiri diingatkan bahwa Allah telah membinasakan generasi yang lebih kuat dan lebih kaya. Surah ini meletakkan dua butir berdekatan, Allah yang memberi milik di 53:48 dan Allah yang membinasakan Ad di 53:50. Harta dan kekuatan tidak menjadi pelindung dari kebinasaan. Keduanya pemberian yang bisa ditarik kembali oleh Dia yang memberikannya. Orang yang menyadarinya memegang hartanya dengan tangan terbuka, karena tahu genggamannya tidak pernah menjadi jaminan.
- Orang datang ke reruntuhan kota kuno untuk berfoto dan mengagumi kemegahannya. Al-Qur'an menyebut umat-umat terdahulu dengan tujuan yang berbeda. Nama mereka disebut agar pembaca bertanya apa yang membuat mereka binasa. Ketika kita berdiri di depan sisa bangunan besar yang ditinggalkan penghuninya, apa yang sebenarnya kita cari, keindahannya atau pelajarannya? Ayat ini memilih yang kedua dan menyebut siapa yang berkuasa atas akhir sebuah bangsa, yaitu Allah.
- Ad tidak dibinasakan tanpa peringatan. Di 26:123-124 Hud, saudara mereka sendiri, datang dan bertanya apakah mereka tidak bertakwa. Mereka menjawab di 26:136 bahwa sama saja bagi mereka, dinasihati atau tidak. Kebinasaan datang sesudah peringatan yang panjang dan penolakan yang disengaja. Nasihat dari orang yang kita kenal sejak kecil sering paling sulit diterima, karena kita masih ingat kelemahan-kelemahannya. Pola ini memperlihatkan kesabaran Allah. Dia memberi waktu dan peringatan, dan pintu itu ditutup oleh penolakan mereka sendiri.
- Di 7:74 Tsamud diingatkan bahwa mereka dijadikan pengganti sesudah Ad. Mereka mewarisi tanah dan kesempatan, tetapi tidak mewarisi pelajarannya, dan 53:51 menyebut mereka tepat sesudah Ad. Hal serupa terjadi pada lembaga dan pemerintahan yang menggantikan pendahulunya yang runtuh, lalu mengulang kesalahan yang sama. Laporan evaluasi yang tersimpan di laci tidak menolong pengganti yang tidak pernah membukanya. Al-Qur'an mencatat urutan itu agar pengganti berikutnya membaca apa yang terjadi pada yang sebelumnya dan mengingat Allah.
- Rangkaian kebinasaan ini ditutup di 53:55 dengan pertanyaan tentang nikmat Tuhanmu. Menyebut umat yang binasa lalu bertanya tentang nikmat terasa ganjil pada pembacaan pertama. Tetapi peringatan yang datang sebelum terlambat memang nikmat. Orang yang diberi tahu tentang jurang sebelum dia sampai di tepinya sedang ditolong. Kisah Ad yang disebut di sini termasuk pertolongan itu, kabar dari Allah tentang jalan yang pernah berakhir buruk.